Usai Lia berkaroeke mereka kembali bercerita akan hari-hari yang telah lalu, sambil memandang pemandangan alam uang terbentang luas , awan-awan berarak seakan bekerjaran dan burung berterbangan berpasang-pasangan dan juga sapi yang berkelompok-kelompok sedang menyantap rumput hijau yang ada di sawah-sawah yang kosong, Sungguh Agung CiptaanNya,
Tibalah mereka ke Destinasi pertama yaitu kota Idi, Julia dan Munir turun dari Bus tepat di depan Kantor Kepolisian dan berjalan santai menelusuri jalan setapak menuju Asrama (Kompleks Kehakiman) ke rumah Tante,
Julia : tok tok tok (mengetuk pintu), Assalammu'alaikum...
Dari luar Lia melihat sesosok Gadis hitam manis Ani namanya datang membukakan pintu,
Ani : A'laikumsalam...eh kakak datang, dengan siapa?
Julia : Dengan bang Munir.
Ani : Apa??? Ani terperanjat seakan tak percaya. dan Ani bertanya lagi,
mana dia bang Munir?
Julia : Tuh di belakang, kami diam-diam takut Teuku nanti lihat kakak, bisa gawat.
Ani : oh iya ya. silahkan masuk.
lalu Julia memanggil bang Munir untuk masuk ke rumah tantenya, mendengar suara riuh rendah di ruang tamu , tante Julia keluar dari kamarnya menyambut kedatangan Munir yang selama ini hanya dengar cerita tentang dia aja tapi belum tau orangnya. Tante juga menyambutnya dengan gembira, setelah bersalaman tante bertanya pada Munir
Tante : kapan balik dari Malaysia?
Munir : sudah dari seminggu yang lalu,
Tante : napa baru sampai Aceh sekarang?
Munir : iya saya tunggu Juliamenjemputku sbb klo ngak kami tak bisa nikmati kebersamaan.
Tante : oh begitu? saya mengerti. ooo pantesan Lia selalu bercerita tentang minir, rupanya Munir tu orangnya tinngi besar.. tante paham sekarang, sambil tesenyum tante mempersilahkan Munir untuk istirahat dulu di rumahnya karena habis menempuh perjalan jauh,
Munir : iya tante terimakasih..
Sekarang giliran Yose yang menggoda bang Munir Yose dan Devi mengganggu Munir dengan berbagai pertanyaan, Munir jadi malu-malu sendiri sebab Munir baru pertama kali kenal dengan Family Julia,
Devi : cie cieeee ini pacarnya kak Lia ya????
Yose : Kak Lia selalu bangga-banggain abang di sini
Devi : iya bang kak Lia selalu cerita tentang abang Munir katanya sangat baik
Munir: oh ya? masak sih?
Yose : ya iya lah.
Munir: terimkasih informasinya
Devi :oh ya bang! trus gimana ni kan kakak Julia mau kawin dengan Teuku,
Munir: iya abang tau sbb kak Julia dah ceritakan., terserah kak Lia donk, abang balik hanya ingin menepati janji abang,
Devi : oh so sweet...
Ehem ehem Julia muncul dari dapur membawakan minuman untuk Munir,
Julia : e e e gosib apa ini? pasti ngomongin kakak ya??
Yose: mana ada.. kita cuma kenalan aja sama bang Munir. masak tidak boleh!
selesai minum Munir pamitan pada Tante dan Julia, dia tidak mau menginap di sini sebab dia harus segera ke kampung untuk berjumpa dengan orang tuanya, dan Julia tak di kasih balik kekampung untuk bebrapa hari agar tidak timbul curiga dari orang tua Julia, Julia hanya mengantar sampai depan pintu sahaja dan Munir melangkah pergi menuju Terminal yang akan melanjutkan perjalanannya menuju Desa kelahirannya, dalam kegelisahan ada juga kegembiraan karena sebentar lagi dia akan berjumpa denga Ibunda tercinta (wak Mah).
Julia tak sabar tunggu lama-lama di rumah tante, satu hari kemudia Juliapun menyusul pulang ke kampung untuk melihat reaksi orang-orang dan kawan-kawan juga respon dari keluarga Julia, Lia pura-pura tidak tau kalau Munir telah kembali dalam keadaan hidup, sambutan dari semua kawan-kawan menyambut dengan senang dan gembira seakan-akan Sang Pangeran sudah kembali dalam keadaan tidak kurang suatu apapun(selamat). karena selama 2 tahun tak ada yang tau keberadaan dia,
Siang hari Julia sudah sampai di kota Simpul, Bus pun berhenti, sorotan mata semua orang di sini mengarah ke Julia tapi Lia berlagak santai aja , dari pancaran mata mereka bahwa mereka ingin memberitahukan bahwa Munir sudah kembali , karena semua orang kampung sangat berharap hubungan kami langgeng sampai ke pelaminan, Lia memilih salah satu Ojek untuk mengantar dia sampai ke rumah, sampai di rumah Julia tidak pergi kemana-mana, bahkan Julia tak keluar rumah sebab mau tau seperti apa reaksi orang tua Julia sepulangnya Munir kembali.
Sore hari seperti dua tahun yang lalu Dia melintasi jalan depan rumah Julia ,dia hanya melewati sahaja karena rumah Julia berada di tepi jalan utama kampung ini, dan bapak Julia melihat Munir berjalan, dia punberkata dengan nada sinis (sindir)
Bapak : Tuh lihat si kribo kembali lagi, Lia kamu harus ingat !!! jangan dekati dia, paham!!
Julia ; Apalah bapak ini dia mau balik ke rmah orang tuanya, diakan cuma lewat aja, napa pula bapak yang marah dan bingung , biarin aja kallii.
bapak Ya ... biar ! tapi ini ada hubungannya dengan kamu, pokoknya tak boleh jumpa dia,
Lia malas berdebat dengan bapak takut nanti salah bicara jadi anak durhaka, lebih baik Lia masuk kamar lagi , Lia menangis dalam kamar dan Lia tak mau keluar walau ibundanya panggil untuk makan, Lia sampai tertidur saat menangisi nasibnya itu,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar