Kamis, 05 Maret 2015

KOTA BELAWAN SAKSI BISU

       Masa libur sekolah Julia pamit pada Tante untuk balik kampung beberapa hari, Selama di kampung Julia mendatangi kawan-kawan Julia, Julia memang selalu teringat akan kawan-kawan dia yang di kampung walau dimanapun Lia berada karena saat -saat bersama kawan-kawanlah Lia merasa bahagia, 
          5 hari sudah Julia di kampung, Bang Amir abang dari pada Munir datang ke rumah Julia, dia sangat baik dan perhatian pada Julia, Amir sering di rumah Julia karena dia akrab dengan keluarga Lia dan berkawan dengan abang Iska bahkan bang Amir sudah dianggap bagaikan anak sendiri oleh orang tua Julia, Bang Amir pandai ambil hati dan tidak pakai Narkoba, selain itu bang Amir pandai dan mengerti tentang Mekhanic, Sore ini bang Amir mendatangi Julia untuk membawa khabar bahwa Munir telah kembali dari Negeri seberang yaitu Malaysia,
Munir berpesan kalau bang Amir mau menjemput Munir kembali ke Kampung maka bang Amir harus membawa Julia tapi kemarin Bang Amir tidak mengindahkan kata-kata Munir , Bang Amir langsung tancap Gas berangkat ke Belawan untuk menemui adeknya tapi bang Amir datang sia-sia sebab Munir tak mau balik ke Kampung kalau bukan Julia yang menjemput dia, terpaksa malam itu juga bang Amir balik kampung dan menemui Julia dan mengajak Julia untuk berangkat ke Medan besok pagi,
           Julia jadi bingung apa alasan yang akan Julia bilang pada orang tua Julia, sebab baru beberapa hari Julia berada di Kampung, masak harus pergi lagi, terpaksa Julia tunggu orang tua Julia pergi ke Tambak Udang barulah Julia keluar rumah dan hanya pamit pada adek Julia bahwa Julia harus segera kembali ke Idi sebab ada hal penting di panggil oleh Tante, untuk berkomunikasi hanya dengan isyarat saja dengan bang Amir, Julia datang ke kota Simpul dan menunggu Bus Kurnia dengan tujuan ke Medan, Julia berangkat bareng bang Amir tapi bang Amir yang naik duluan Bus barulah Julia, semua berjalan lancar tak ada yang tau kemana arah tujuan Julia, 
          Perjalanan yang sangat melelahkan namun penuh tanda tanya, seperti apakah dia, sebab sudah dua tahun berlalu mereka tidak bertemu, dalam masa 7 jam perjalan sampailah bang Amir & Julia di sebuah kota yang selama ini Julia hanya mendengarkan saja kisah-kisah beberapa orang kampung yang pernah tinngal disini, Kota Belawan yang menjadi saksi bisu, dengan jantung berdebar-debar sampailah mereka dirumah ibu angkat Munir, Munir sudah tiba di kota Belawan seminggu yang lalu namun dia tidak berani pulang kampung takut di tangkap, sebagai rasa terima kasih Munir terhadap ibu angkatnya dia lalu dia belikan Becak dayung untuk Fendi agar dia dapat mencari rizki dengan Becaknya itu.
           Ibu angkat Munir menyambut kedatangan Julia dengan sangat gembira dan penasaran karen sudah seminggu dia hanya mendengarkan cerita tentang Julia dari Munir namun dia belum pernah Lihat Julia, Munir hanya sempat berbincang dengan Abang Amir 1 jam saja sebab bang Amir harus segera kembali ke Aceh karena masih banyak kerjaan, setelah menerima duit dari Munir barulah bang Amir kembali ke kampung, dia datang hanya untuk menhantar Julia untuk berjumpa adiknya Munir. Bang Amirpun pamit pergi. tinggallah Julia bersama keluarga angkat Munir. mereka duduk berhadapan yang dihalangi oleh meja bundar. Mereka duduk saling pandan-pandang dengan wajah malu-malu dan senyum-senyum simpul, tak ada kata-kata yang keluar dari bibir mereka berdua hanya senyum kebahagiaan dan sampai akhirnya ibu angkat Munir datang menyuguhkan minuman untuk Julia barulah mereka mulai bertanya,
Julia    : kok bisa ya kita jumpa lagi??? rupanya masih hidup, padahal semua orang bilang abang sudah meninggal pada kejadian pengepungan di pantai,
Munir  : iya dek, inilah yang namanya "TAKDIR" Abang kembali untuk adek, kalau adek tak datang menjemput abang untuk kembali ke Aceh, abang tak akan pulang karen abang masih trauma dengan Tentara-tentara biadap itu.
Julia  : ah tidak akan kenapa-napa bang, selama abang bersama Julia InshaAllah akan aman, percaya deh! 
            Pertemuan yang aneh! mengapa Julia bisa katakan aneh? Dua tahun sudah kami berpisah, banyak kejadian yang kami alami namun saat di pertemukan kembali reaksi dari kedua nya hanya senyum, senyum dan senyum kebahagia yang terpancar, bukan seperti layaknya sepasang kekasih berjumpa, kalau orang yang diluar sana kebanyakan bila jumpa sang kekasih ataupun pacar gitu , banyak lepas kontrol, namun pasangan ini lain, walau kami berada di kota Belawan yang dikenal sangat bebas namun pasangan kekasih ini mampu menjaga KESUCIAN CINTA mereka berdua, tak ada kiss kiss bagai. sore hari Munir membawa Julia kebelakang rumah, Lia terkejut rupanya di belakang rumah terdapat hamparan lautan Luas yang begitu indahnya. mereka berdua menyaksikan saat-saat matahari terbenam (Sunset) yang perlahan -lahan matahari hilang dari pandangan sepasang mata kekasih ini, diadalam hati Julia berkata "SUNGGUH AGUNG CIPTAAN ALLAH S.W.T

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEMBALINYA ASMARAKU YANG HILANG 2

       Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam k...