esia Lia di ajak oleh senior Wahyu, Lia banyak belajar pada kak wahyu dalam berbagai jenis dayung, padahal dulu semasa Lia masih di kampung Julia tak pandai dayung namun semangat Julia untuk bi Julia tetap aktif berlatih Selam dan renang terkadang Julia juga berlatih Dayung bersama Atlit atlit Indonsa itu sangat lah tinggi dan kesempatan itu pun ada depan mata, dan Julia tidak men sia-siakan waktu yang ada tapi lama kelamaan kulit Lia menjadi hitam mengkilat tapi Lia puas hati sebab dapat berolah raga,
Sebulan sudah kini kak Hamzah di Jakarta dan dia mendapat tawaran main film bersama Paramitha Rusadi, walau kak Hamzah berlakon sebagai figuran tapi hari-hari dia sibuk dan jarang di rumah, disinilah rasa penasaran Lia pada kak Hamzah semakin menjadi-jadi, Kawan-kawan Lia sangat mensuport agar Lia dan kak Hamzah bisa jadian bahkan kata Susanti kalau sampe terwujud dia akan sembelih kambing untuk merayakannya, ada-ada saja kawan Lia ini, Sedangkan Suci sejak kejadian itu di mana Cintanya Lia tolak, dia tak pernah lagi keluar rumah dan tak pernah lagi main gitar untuk Lia, Dia berdiam diri di rumahnya,
Julia yang setiap pagi menghilang dari rumah dan pergi berlatih Selam dan renang bersama Susanti, Suanti juga sangat semangat berlatih sejak Kak Supriyanto bilang kita mau ada perlombaan menjelang hari ARMADA , Kak Supri adalah salah satu senior Lia yang pendiam dan soleh dia juga seorang Tentara Indonesia yang bermarkas di Pasukan Katak (KOPASKA) Pondok Dayung Tanjung Periuk, dan tak semua orang boleh masuk ke dalam Kawasan tersebut karena tempat nya terisolir seperti pulau, Julia dan Susanti memang sudah di pilih sebagai ATLIT ARMABAR yang di didik langsung oleh Komandan Paska Bapak Kolonel Hasan, Yang membantu Julia adalah kak Supri dan kak Fransiscus sehingga Lia dan Susanti pandai berenang dan selam, dan Lia berhak mendapatkan SERTIFIKAT SELAM (SCUBA DIVER) , Inilah pencapaian Lia dan Susanti,November adalah bulan di peringatinya Hari Armada Barat, Susanti dan Julia sudah dipersiapkan untuk mengikuti perlombaan tersebut, walau dalam keadaan hujan gerimis pun mereka tetap semangat berlatih bahkan Lia dalam keadaan flu pun tetap berlatih dan tidak memberi tau bahwa Lia sedang Influnza, karena keteledoran Julia merahasiakan kalau dia lagi flu tetap menyelam akhirnya Telinga Julia keluar darah, itu effeck dari dalam keadaan Flu (selesema) memaksakan diri selam itu tak boleh, Ketika Telinga dan hidung Julia berdarah kak Supri bergegas mengambil obat dan memberikan pada Julia, Alhamdulillah karena itu obat yang sangat patent jadi langsung sembuh,
Awal dari karier Julia ingin jadi Atlit selam, akhirnya terwujud juga, Lia dan Susanti di beri kesempatan untuk mengikuti Lomba Selam merebut Piala Kepala Staf ANGKATAN LAUT yang diadakan di Pondok Dayung dan Pulau Anyer (kepulauan seribu) .Kak Supri lah yang sangat berjasa untuk Lia dan Susanti, Julia sangat menghormati dia,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar