Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam keadaan tidak sehat. Niat hati kalau sampai dikampung dapat melayani keinginan anak yang selama ini mereka tunggu-tunggu tapi apalah daya semua sudah takdirNya. Julia hanya bisa mengurus diri sendiri aja belum bisa menuhi keinginan anak-anak. Kasian mereka menunggu sekianlama mama kembali malah pulang dalam keadaan sakit dan tidak punya duit lagi. Sungguh malang nasib Julia. Tidak ada yang bisa dia banggakan untuk anak-anaknya..Namun orang sekampung tidak ada yg percaya bahwa Julia tidak memiliki uang buat Masa depannya. Orang hanya melihat penampilan luarannya saja. Julia tetap bersyukur masih diberikan umur yang panjang oleh Allah..Setelah sebulan lamanya barulah Julia sehat seperti sedia kala namun badannya menjadi sangat kurus..Pakaiannya menjadi longgar semua.
Karena tidak ada modal Julia terpaksa bekerja keras pergi kehutan mencari kayu bakar..Setelah itu Julia bertani pergi kesawah sendiri..Dengan modal nekat Julia melakukan semuanya dengan ikhlas dan pasrah tiada pilihan lain untuk saat ini sambil menunggu keajaiban. Sejak Julia kembali le kampung. Julia menumpang hidup dengan orang tua. walau banyak cobaannya Julia harus bersabar dan bertahan demi anak-anak yang sudah lama Julia tinggalkan.
Kini 5 bulan sudah Julia jadi pengangguran di kampung dan saat sedang sibuk-sibuknya di sawah Julia jarang buka facebook yang biasanya tidak pernah off selalu aja buka sbb dengan facebook Julia dapat berkomunikasi dengan sahabat dan soudara yang jauh-jauh..Tapi tanggal 28 Julia keletihan disawah sehingga tidak sempat mengecek facebooknya.
Tengah malam Julia terjaga dan mengecek facebook dan masuklah sebuah sms yang mengatasnamakan dirinya Asmara. .Julia membacanya Langsung panas dingin badannya terkejut bercampur happy dan terharu dan yang lebih mengherankan semua media sosial yang Julia ada di channel youtube. Instaqram dan page-page semua Asmara kirimkan pesan yang bahwa dirinya sudah kembali. Malam ini Julia langsung tidak bisa tidur lagi karena Julia mau mendengar balasan dari pesan Asmara. Langsung aja tiba-tiba ada kekuatan dan semangat kembali.
![]() |
| ASMARA kini kembali |
Assalammua'laikum ibu ..Asmara menyapa. Ibu masih ingat lagi dengan saya? orang yang hilang.. dulu. Kini aku sudah kembali bu maaf baru bisa hubungi ibu sekarang. Eh awalnya gemes juga dipanggil ibu tapi apalah ini bahasa dalam menjaga etika..Yaa kan udah sekian lama tidak ada Komunikasi wajarlah Julia berfikir demikian. Namun apapun sebutannya Julia merasa sangat bahagia akhirnya yang dia cari-cari selama ini muncul jua. Langsung saja Julia sujud syukur pada tengah malam itu dan tidak bisa tidur lagi karena ingin tau khabar berita lebih lanjut dari Asmara. Banyak sekali yang ingin Julia dengarkan dari Asmara. tak Lama Asmarapun merespon kembali,merekapun ngobrol sampai pagi. Yang selalu Asmara ucapkan "kembalikan Juliaku 93" Reingkarnasikan Juliaku, aku belum puas bersamanya..dulu lagi sayang-sayangnya gue pergi prola malah Julia nikah dengan laki-laki lain. kembalikan Juliaku ungkapnya. Julia menyadari ini semua kesilapan Julia yang tidak menunggu sampai Asmaranya kembali. Julia terus meneteskan air mata keperihan yang Julia ikut merasakan bagaimana sakit hatinya, kecewanya Asmara ketika itu, andaikan Julia mampu memutar kembali waktu tentunya Julia akan memilih setia. Namun siapalah kita yang mampu melawan Takdir begitulah desahnya Julia saat Asmara menuntut hadirkan Juliaku. Asmara terus mendesak Julia agar mengirimkan smua fhoto-fhoto kenangan di tahun 1993-1994 karena Asmara ingin mengenang masa-masa indah dulu..Yang begitu singkat mereka jalani bersama. Julia hanya bisa mengikuti kemauannya Asmara karena memang Julia yang bersalah. Julia sangat bersyukur Asmara masih sudi menghubungi nya..Karena tidak semua orang memiliki hati yang Mulia yang memahami apa yang telah terjadi semua sudah kehendak yang Maha Kuasa jadi tidak perlu dendam kesumat. Masa lalu kita jadikan kenangan dan kedepan kita jalin tali silaturahmi sebagai saudara




