Kamis, 30 Juli 2015

        Setiap hari di tempat kerja Pengky selalu mencari perhatian agar Lia menyapanya, Diam-diam Liapun sering mencuri pandang dan memberi perhatian padanya dan Lia pun sering kontrol ke belakang hanya ingin melihat dia dan sering kalau bukan dia Lia yang menghubungi lewat Aiphone yg ada di ruang kerja masing2 terkadang tak ada yang penting pun namun mereka coba sering kontek, Semakin hari semakin menggairahkan, Suatu sore Pengky sengaja menitipkan buku" Catatan Harian" miliknya pada Lia, Pengky berharap Lia membacanya, lalu buku tersebut Lia bawa pulang dan sahabat Lia tau hal itu dan diapun menegur Lia:
Susanti : Lia apapun isi buku catatan itu , kamu jangan mudah percaya,
Lia       : Kok gitu sih?
Susanti : Mulut laki-laki itu awalnya memang manis dan banyak gombalnya,
Lia       : tapi dia ini baik dan Lia suka padanya,
Susanti : Pokoknya saya tidak suka kalau kamu dekat dengan Pengky,

          Lia terdiam sambil memikirkan apa kata sahabatnya itu namun Lia tetap membaca semua isi buku itu, Memang Susanti baru jumpa pengky dua kali namun Susanti sudah bisa menilai laki-laki macam apa Pengky tersebut namun bagi Lia itu semua tak terlihat dimatanya karena Lia sudah mulai jatuh cinta pada Pengky, Lia selalu membantah pendapat sahabatnya itu, Lia tak tau firasat apa yang membuat Susanti melarang Lia berhubungan dengan Pengky, Ini lah awal Gejolak pergaduhan antara Susanti dan Lia, Setiap kali Susanti menasehati Lia , dan Lia hanya tersenyum-senyum sahaja, Susanti selalu bilang Pengky itu tak pantas (cocok) untuk kamu dan apa mungkin kamu mencintai Pengky sementara kamu baru putus hubungan dengan Munir yang kalian sudah menjalin hubungan selama 8 tahun? Cinta apa ini???
         Sejak perdebatan itu, Bila Lia balik kerja lambat 5 menit aja Susanti sudah marah -marah terhadap Lia dan menegur Lia : Pasti kamu jumpa Pengky dulu baru kamu balik rumahkan?? Lia tau ngak saya menunggu kamu pulang kerja tapi kamu buat saya menunggu lebih lama, Lia mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu, kan baru lima menit juga, dengan nada kesal Susantipun menjawab: Pokoknya saya tak suka kamu jumpa Pengky lagi,
Lia hanya diam , semua Lia simpan dalam hati, hari - hari berikutnya Lia lambat lagi dan kali ini Lia buat alasan bahwa ada kerjaan sikit, namun susanti tak percaya, Susanti yang selalu setia menunggu Lia dirumah, Sejak Lia bekerja Susanti diam di ruah dia jadi rajin masak dan dia setia menunggu Lia balik dan sudah mempersiapkan makan sore di rumah, itu sebabnya Lia tak makan di tempat kerja kalau sore sebab sahabatnya dirumah sedang menunggu dan Lia juga tak akan puas kalau makan sedap-sedap diluar sementara orang yang dia sayangi tidak ikut merasakan apa yang Lia makan, Karena prinsip Lia susah senang bersama, begitu kukuh nilai "Persahabatan" yang Lia bina bersama, Lia sudah menganggap Susanti itu selain sahabat Lia anggap dia adalah saudara Lia di perantauan,
            Lia menjadi bingung apa yang harus Lia lakukan? mengapa setiap Lia mencintai seseorang selalu mengalami kendala, apakah Lia tidak berhak untuk mendapatkan kebahagiaan bersama orang yang Lia Cintai??? mengapa Lia berada di situasi yang sulit sebegini??? Lia tak mau menyakiti siapapun tapi Lia ingin bahagia juga .hanya itu yang ada dipikiran Lia, maafkan aku sobat. Lia tak bermaksud meninggalkanmu

Rabu, 29 Juli 2015

        Tujuh bulan sdah Lia menyelidiki tentang Pengky, sejauh itu pula Lia tak menemukan hal yang buruk pada diri Pengky sebab dia termasuk idola di Kawasan Pabrik, Pengky sering coba-coba untuk menggoda Lia, Lia pun dari awal sudah sukakan dia lalu Lia pun memberi lampu Hijau untuk Pengky, 
Lia tinggal di Mess hanya dua bulan saja, selebihnya Lia kontrak rumah sebab Lia membawa Susanti dari Jakarta untuk tinggal bersama-sama Lia di Karawang, Bila waktu pulang kerja Pengky diam-diam mengikuti Lia sebab dia pengen tau dimana Lia tinggal. sebab selama ini Lia merahasiakannya sebab Lia menjaga perasaan sahabatnya yang tidak memiliki pasangan alias pacar, Apalagi Lia belum tau perasaan Pengky pada Lia,

          Hari-hari yang Lia lalui teramat menyenangkan walaupun lima bulan yang lalu Lia mendapat khabar kalau mantan kekasihnya yang di kampung akan bertunangan dengan seorang gadis pilihan orang tuanya dan adik perempuan Liapun namanya Maya pun melangsungkan perkawinan dengan pasangannya, sedikitpun Lia tidak merasa kecewa dengan apa yang telah terjadi karena itu semua ketentuan yang Maha Kuasa, walaupun Lia merasa kehilangan, Lia tak tau kalau surat yang Munir kirimkan kepadanya agar Lia membalas dengan harapan Lia menyuruh untuk membatalkannya, namun sebaliknya Lia malah menyuruh untuk menuruti keinginan orang tuanya Munir, Sebab di pertemuan terakhir di bulan Maret saat Lia bercuti di Kampung, mereka berdua sudah mengambil keputusan putus jadi tak ada alasan Lia harus menggagalkan pertunangan dia dengan gadis lain, setelah itupun Lia tak pernah lagi membalas surat dari Munir walau Munir berharap agar Lia melarangnya untuk menerima orang lain, sampai 6 bulan Munir menangguhkan perkawinannya hanya karena menunggu surat balasan dari Lia, Munir menginginkan agar Lia meminta untuk menyusulnya ke Jakarta, Namun Lia tak memberi respon apapun lagi sebab Lia tak mau mengganggu hubungan Munir lagi, Lia sudah mengikhlaskannya bahwa Munir bukanlah Jodohku,
          Sertelah masa penangguhan itu tamat Munirpun melangsungkan pernikahannya dengan Yusnidar, dari jauh Lia hanya berdo'a agar mereka hidup berbahagia dan tak lupa juga Lia mengirim kado yaitu dua buah buku yang berguna untuk pasangan suami istri, Lia ikhlas dan pasrah akan ketentuan Allah karena "Cinta tak selamanya harus dimilki"
Lia tetap bekerja seperti biasa walau terkadang dia terpikir ada yang hilang dalam dirinya namun Lia berusaha jadi orang yang ceria dan semangat apalagi Lia sedang didekati oleh seseorang yang Lia juga menyukainya,
          Suatu sore Pengky dan Putu berhasil menemukan alamat rumah Lia atas bantuan kawannya yang di Karawang bernama Edo, tapi sayangnya ketika Pengky menemukan rumah Lia , Lia dan susanti tak ada di rumah, saat itu Lia pergi ke Jakarta urusan Akademi, sekembalinya Lia dari Jakarta dan Lia masuk kerja seperti biasanya, Begitu Lia sampai di pabrik langsung aja Pengky menghadang jalannya Lia dan berkata:
Pengky : Lia gue dah tau tempat tinggal lu,
Lia        : oh ya??? lia agak terkejut.
Pengky : Kemarin gue diantarin Edo tapi sayangnya lu tak ada di tempat,
Lia        : iya, Lia ke Jakarta ada urusan sikit ke Kampus
Pengky : sekarang gue bolehkan main ke tempat lu..?? dengan wajah penuh harap.
Lia        : aduuuuhhhh sorry ya! belum bisa kallee soalnya gue kagak enak hati dengan sahabat gue .
Pengky : alaaaahhh masak gitu sih?
Lia       : iya Ping ,Lia dah janji dulu masa di Jakarta Lia janji takkan pacaran . itu sebabnya lia tak ingin cepat-cepat menerima kehadiran orang lain dalam hidup Lia untuk sementara waktu,
Pengky : ya udah kalu gitu mah,
                Dan dengan perasaan kecewa Pengky pergi ke ruangan kerjannya, sementara Lia tersenyum kegirangan sebab Pengky dah tau tempat tinggalnya, dan perasaan Lia semakin berbunga-bunga setelah tau Pengky menaruh harapan tinggi untuk jadi pacar Lia, Pengky tambah penasaran lagi saat melihat Lia berpakaian seragam Maritim lengkap dengan atribut Akademik yang kadang kala Lia harus Pulang Pergi (PP) ke Jakarta, Pengky sanagat kagum kalau Lia berseragamkan Almamater, Dalam hati Lia hanya tersenyum, Wah!! gue dah berhasil membuat hati sang Play boy kelepek-kelepek, walau Lia tau gadis-gadis di sekitarnya banyak yang mendambakan Pengky. Namun Lia yakin kalau tak lama lagi Pengky akan dilamun Cinta olehnya.

Sabtu, 04 Juli 2015

~APAPUN YANG TERJADI DALAM HIDUP KITA HANYA KITA SENDIRI YANG MAMPU MENGATASINYA ATAS IZIN ALLAH~

          Hari-hari yang lia lalui di Karawang sangatlah menyenangkan semua orang ramah mesra dengan Lia, yang Lia heran para Staf -staf yang berpotensi di kawasan Perusahaan sangat perhatian pada Lia, sampai menantu Bigbos pun sangat baik pada Lia, setiap mereka pulang malam pasti membawakan sesuatu untuk Lia berupa makanan, yang lebih mengherankan lagi salah satu Mechanik namanya Boby berasal dari Malang Jawa Timur, Boby seorang pemuda yang taat pada ajaran Agama dia selalu cemburu bila lihat Lia dekat dengan Pengky , Herman  dan yang lainnya, Lia tak menyangka sama sekali dalam diam Boby suka dengan Lia, sebelum ini Lia pikir Boby suka terhadap kawan Lia yaitu Susanti yang sering Lia bawa ke Mess Lia, sebab perasaan Lia terhadap Boby hanyalah teman biasa dan dia bukan type Lia,
           Suatu sore Boby mengajak Lia jalan-jalan ke karawang, Dan usai makan mereka menuju salah satu Supermarket, Boby memilih banyak barang dan Boby juga meminta Lia untuk memilih barang-barang, ketika barang keperluan harian itu tercukupi dan Boby pun menuju Kasir, dan mereka balik ke Mess, sampai di Mess Boby menyerahkan semua belanjaan tadi untuk Lia, Lia sempat terperanjat (kaget) karena Lia pikir itu belanjaan milik Boby tapi kok diserahkan ke Lia,
Boby  : Ni barang semua untuk kamu
Lia     : apa? untuk saya?
Boby : iya untuk kamu, 
Lia    : saya tak butuh semua ini Bob, bukannya tadi untuk kamu?
Boby : ngak lah memang saya niatkan untuk kamu Lia,
Lia     : MashaAllah, kalau tau tadi saya ngak mau ikiut ah
Boby : napa? ini semua memang aku hadiahkan untukmu Lia,
Lia    : ok deh kalau kamu memaksa, ini aku ambil, terima kasih banyak dan selamat malam aja,
Boby : sama-sama, malam juga, kalau gitu saya balik ke Mess saya,
Lia    : ok bye,

          Setelah Boby pergi Lia pun menata barang -barang yang telah Boby belikan untuknya, sejak itu Lia jadi tertanya-tanya dalam hati "ini anak suka sama saya atau dengan kawan saya?" 
Malampun sudah larut Lia merasa ngantuk karena letih berjalan-jalan,
          Pagi-pagi Lia sudah bangun untuk sholat subuh lalu melanjutkan olah raga kegemaran Lia yaitu Badminton, Lia bermain dengan Big Bos Abdurahman, Bos Lia chines man, kalau di lapangan Lia tak perduli siapa lawannya, apakah dia Bos ke lia tetap bermain semaksimal mungkin dan Lia tak mau kalah, Karena kegemaran Lia itu membuat hari-hari Lia terasa happy walau sebenarnya Lia baru saja gagal dalam hubungan Cinta pertamanya, Lia sosok yang kuat , dia mampu menyembunyikan kesedihannya sebab Lia suka musik dan suka beberapa jenis olah raga jadi tak sulit bagi Lia untuk mendapatka kawan yang lebih banyak lagi, Lia jalani hidup ini dengan penuh kesabaran,
          Tujuh bulan sudah Lia lalui bekerja di Karawang,  Lia mendapat pengalaman banyak dari Patner kerja Lia yaitu PASPAMPRES, Mas Asrofi dan kawan-kawan tak pernah sombong dan selalu berbagi ilmu dan pengalaman mereka pada Lia, mereka bagaikan satu keluarga, Disini Lia mendapat dua keluarga angkat yang lainnya yaitu Pak Subandi dan Pak Untung kedua-duanya Purnawirawan ABRI , Pak Subandi yang tidak memiliki anak kandung sedangkan Pak Untung memiliki menantu yang berasal dari Suku yang sama dengan Lia, Pak Untung tinggal bersama mantunya di Asrama LANUD KUJANG 1 Karawang, Lia sering main kesini, Pertama kali Lia dikenalkan dengan Mantunya Pak Untung, Lia terkejut dan kagum sebab menatunya itu sangat gagah dan Tampan seperti bintang Hollywood berkulit putih dan bermata coklat, ketika Lia tau dia dari Aceh dan Lia pun tersenyum sambil bergumam dalam hati "pantesan.... dari Kuman Tanjung Pidie" Aceh gitu lho.

Kamis, 02 Juli 2015

~CINTA TAK MENGENAL SUKU BANGSA~

        4 Juli 1995 ,  Lia mempersiapkan dirinya dan pakaiannya untuk berangkat ke Karawang, Lia di jemput oleh Polisi Militer ( PM) PASPAMRES (Pasukan Pengawal Presiden) Lia tak menduga boleh bekerjasama dengan PASPAMPRES di lapangan, Lia diberangkatkan dari Jakarta ke Karawang Jawa Barat Via jalan Tol Cikampek dengan jarak tempuh 1 jam tibalah Lia dan Komandan di kawasan Perindustrian, Rupanaya ini Pabrik milik kawan dekat Tomy Soeharto anak Presiden, panteslah keamanan dipegang oleh PASPAMPRES,
          Lia dibawa masuk ke Markas mereka dan membicarakan perihal tugas yang akan Lia kerjakan nantinya, Lia ditempatkan sebagai checker dan Kontrol para Karyawan Pabrik, setelah menerima Tugas dan tanda tangan kontrak lalu Lia dipersilahkan menempati Mess yang sudah disediakan, Lia tinggal sekamar dengan mbak Waginah namun mbak Waginah satu minggu sekali dia balik Jakarta untuk mengunjungi anak-anaknya,
          5 Juli 1995, hari yang bertuah bagi Lia, hari ini Lia start kerja dan menjumpai orang -orang baru yang berasal dari berbagai suku, tapi  dominanya berasal dari Pekalongan karena banyak pembatik dari sana, Lia bekerja dari pukul 8 pagi sampai pukul 8 malam, Area Pabrik Batik dan Sepatu ini seluas 11 Hektar dan Keamanan dipercayakan sepenuhnya kepada PASPAMPRES dan dibantu oleh Lia dan 3 orang PURNAWIRAWAN ABRI ,
          Hari pertama Lia bekerja Lia melihat sosok laki-laki yang tinggi semampai, bertubuh sassa dan Lia yakin pasti ini cowok idaman penghuni Pabrik ini, Hari pertamapun dia coba-coba cari perhatian Lia namun Lia pura-pura acuh tak acuh walau ssekali Lia curi-curi pandang,kerena  penasaran Lia ingin bertanya namun Lia masih segan (malu)< diam  diam Lia memeriksa Name card dia setelah dia masukkan ke mesin Absensi dan ternyata cowok itu bernama Komang Pengky berasal dari Bali berketurunan Chines, bekerja di bagian Operator Genset, sejak itu pula setiap kali Lia melihat dia jantung Lia terasa berdebar-debar "inikah yang namanya Cinta?" Lia mencari tau lebih banyak lagi tentang dia melalui teman sekamarnya yaitu Putu  Arena  yang juga sama-sama dari Bali dan masih ada hubungan darah dengan Pengky, Putu berpacaran dengan Tuti gadis Bekasi dan Pengky baru putus cinta  dengan Sandra cewek Karawang berketurunan Chines juga dan bekerja di  Perusahaan yang sama sebagai Staff  Administrasi , Wah ini satu peluang untuk Lia, Putu bercerita kalau pacarnya beragama Islam namun Putu tak perduli yang penting mereka saling menyanyangi dan sangat sepadan, Putu merasa bersyukur mendapatkan Tuti, sedangkan Pengky tak serasi dengan Sandra sebab Sandra kurus sekali, memang Sandra cantik berkulit putih dan bermata sipit dan beragama Kristian, Mungkin karena Pengky yang play boy yang membuat mereka putus ini Lia tau dari hasil pembicaraan Lia dengan Surya Cinaes yang juga famely Pengky dari Bali, mereka semua terbuka dengan Lia,
           Untuk mengetahui sesuatu dan identiti seseorang yang Lia suka bukanlah hal yang sukar, dalam waktu Tiga hari Lia sudah mendapatkan informasi selengkapnya, Setelah Lia tau siapa dia diam-diam Lia memerhatikan gerak-gerik Pengky , Dengan Body Lia yang aduhai dan wajah yang mirip Pakistan namun Lia tidak tersanjung dengan segala pujian dari orang-orang di kawasan Perusahaan ini, Lia bekerja dengan semangat dengan harapan Lia boleh mendapatkan kekasih hati, Lia adalah sosok yang peramah dan bergaul dengan semua orang, Lia tak pernah memilih teman,

KEMBALINYA ASMARAKU YANG HILANG 2

       Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam k...