Tujuh bulan sdah Lia menyelidiki tentang Pengky, sejauh itu pula Lia tak menemukan hal yang buruk pada diri Pengky sebab dia termasuk idola di Kawasan Pabrik, Pengky sering coba-coba untuk menggoda Lia, Lia pun dari awal sudah sukakan dia lalu Lia pun memberi lampu Hijau untuk Pengky,
Lia tinggal di Mess hanya dua bulan saja, selebihnya Lia kontrak rumah sebab Lia membawa Susanti dari Jakarta untuk tinggal bersama-sama Lia di Karawang, Bila waktu pulang kerja Pengky diam-diam mengikuti Lia sebab dia pengen tau dimana Lia tinggal. sebab selama ini Lia merahasiakannya sebab Lia menjaga perasaan sahabatnya yang tidak memiliki pasangan alias pacar, Apalagi Lia belum tau perasaan Pengky pada Lia,
Hari-hari yang Lia lalui teramat menyenangkan walaupun lima bulan yang lalu Lia mendapat khabar kalau mantan kekasihnya yang di kampung akan bertunangan dengan seorang gadis pilihan orang tuanya dan adik perempuan Liapun namanya Maya pun melangsungkan perkawinan dengan pasangannya, sedikitpun Lia tidak merasa kecewa dengan apa yang telah terjadi karena itu semua ketentuan yang Maha Kuasa, walaupun Lia merasa kehilangan, Lia tak tau kalau surat yang Munir kirimkan kepadanya agar Lia membalas dengan harapan Lia menyuruh untuk membatalkannya, namun sebaliknya Lia malah menyuruh untuk menuruti keinginan orang tuanya Munir, Sebab di pertemuan terakhir di bulan Maret saat Lia bercuti di Kampung, mereka berdua sudah mengambil keputusan putus jadi tak ada alasan Lia harus menggagalkan pertunangan dia dengan gadis lain, setelah itupun Lia tak pernah lagi membalas surat dari Munir walau Munir berharap agar Lia melarangnya untuk menerima orang lain, sampai 6 bulan Munir menangguhkan perkawinannya hanya karena menunggu surat balasan dari Lia, Munir menginginkan agar Lia meminta untuk menyusulnya ke Jakarta, Namun Lia tak memberi respon apapun lagi sebab Lia tak mau mengganggu hubungan Munir lagi, Lia sudah mengikhlaskannya bahwa Munir bukanlah Jodohku,
Sertelah masa penangguhan itu tamat Munirpun melangsungkan pernikahannya dengan Yusnidar, dari jauh Lia hanya berdo'a agar mereka hidup berbahagia dan tak lupa juga Lia mengirim kado yaitu dua buah buku yang berguna untuk pasangan suami istri, Lia ikhlas dan pasrah akan ketentuan Allah karena "Cinta tak selamanya harus dimilki"
Lia tetap bekerja seperti biasa walau terkadang dia terpikir ada yang hilang dalam dirinya namun Lia berusaha jadi orang yang ceria dan semangat apalagi Lia sedang didekati oleh seseorang yang Lia juga menyukainya,
Suatu sore Pengky dan Putu berhasil menemukan alamat rumah Lia atas bantuan kawannya yang di Karawang bernama Edo, tapi sayangnya ketika Pengky menemukan rumah Lia , Lia dan susanti tak ada di rumah, saat itu Lia pergi ke Jakarta urusan Akademi, sekembalinya Lia dari Jakarta dan Lia masuk kerja seperti biasanya, Begitu Lia sampai di pabrik langsung aja Pengky menghadang jalannya Lia dan berkata:
Pengky : Lia gue dah tau tempat tinggal lu,
Lia : oh ya??? lia agak terkejut.
Pengky : Kemarin gue diantarin Edo tapi sayangnya lu tak ada di tempat,
Lia : iya, Lia ke Jakarta ada urusan sikit ke Kampus
Pengky : sekarang gue bolehkan main ke tempat lu..?? dengan wajah penuh harap.
Lia : aduuuuhhhh sorry ya! belum bisa kallee soalnya gue kagak enak hati dengan sahabat gue .
Pengky : alaaaahhh masak gitu sih?
Lia : iya Ping ,Lia dah janji dulu masa di Jakarta Lia janji takkan pacaran .
itu sebabnya lia tak ingin cepat-cepat menerima kehadiran orang lain dalam hidup Lia untuk sementara waktu,
itu sebabnya lia tak ingin cepat-cepat menerima kehadiran orang lain dalam hidup Lia untuk sementara waktu,
Pengky : ya udah kalu gitu mah,
Dan dengan perasaan kecewa Pengky pergi ke ruangan kerjannya, sementara Lia tersenyum kegirangan sebab Pengky dah tau tempat tinggalnya, dan perasaan Lia semakin berbunga-bunga setelah tau Pengky menaruh harapan tinggi untuk jadi pacar Lia, Pengky tambah penasaran lagi saat melihat Lia berpakaian seragam Maritim lengkap dengan atribut Akademik yang kadang kala Lia harus Pulang Pergi (PP) ke Jakarta, Pengky sanagat kagum kalau Lia berseragamkan Almamater, Dalam hati Lia hanya tersenyum, Wah!! gue dah berhasil membuat hati sang Play boy kelepek-kelepek, walau Lia tau gadis-gadis di sekitarnya banyak yang mendambakan Pengky. Namun Lia yakin kalau tak lama lagi Pengky akan dilamun Cinta olehnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar