Jumat, 26 Juni 2015

~SEKALI KAWAN SELAMANYA AKAN MENJADI KAWAN~

            Seminggu kemudia soleh menghampiri Lia di Kampus dan bertanya pada Lia,
Soleh : Lia boleh ngak kalau malam minggu saya main kerumah kamu?
Lia     : Boleh aja, Toh ! biasanya juga datang, kok tanya lagi?

             Lia menjawab dengan santai karena Lia tak memendam perasaan apa-apa , bagi Lia dia sama saja dengan kawan kawan yang lainnya, karena sifat Lia yang Tomboy itu tak mudah untuk Jatuh hati, sebab untuk menaklukkan hati Lia itu susah banget, Lia hanya ingin memiliki banyak kawan, bagi Lia kawan itu selalu abadi tak mudah berselisih paham tapi kalau pacar ada masalah sikit jadi saling marah dan membuat sakit hati,
             Tibalah malam minggu, Soleh datang ke rumah Lia, Lalu Soleh meminta Lia menemani dia untuk menghadiri pesta perkawinan sahabat dia, Lia pun setuju, sbb Lia pikir ngak ada salahnya kalau Lia menemaninya, Lia pun bersiap untuk keluar bareng dia, dari Kelapa Gading Lia menuju ke Kemayoran, sampai ditempat pesta merekapun langsung makan karena mereka tiba tamu-tamu sudah banyak yang hadir dan dipersilahkan mencicipi hidangan yang sudah disediakan, suanana memang sangat romantik tapi Lia menanggapinya biasa-biasa aja, selesai makan merekapun masuk untuk berjumpa dengan sang pengantin dan disini banyak berkumpul orang-orang, kami bersalaman dan dia memperkenalkan Lia pada teman-temannya dia bilang Lia ini adalah pacarnya dia, Lia terkejut mendengar pengakuan Soleh, Lia tak menyangka, langsung muka Lia berubah marah karena Lia sama sekali tak punya perasaan suka pada dia, Lia menganggap dia hanyalah kawan, sekiranya Lia tau dari awal, Lia tak akan ikut , Lalu Lia mengajak Soleh untuk segera balik rumah dengan alasan sudah larut malam,
            Disepanjang perjalanan Lia hanya berdiam diri, Lia merasa sangat kecewa, kok bisa-bisanya dia mengaku-ngaku pacar guwe, karena Lia lebih nyaman sebagai kawan karena Lia takut kalau sudah pacaran dan suatu saat timbul masalah nanti akan jadi bermusuhan satu sama lain, kalau berteman kan bisa selalu berjalan dengan aman, kecuali  orang yang baru Lia kenal terus Lia merasa suka padanya itu tidak apa-apa, Nih sudah berkawan lalu menjadi pacar itu rasanya kok kikuk gitu kagak srek lagi, kalau kata orang" Melayu tak seronok lagi" .
           Sesampainya Lia di rumah langsung Lia masuk kamar dan membiarkan Soleh ngobrol bersama Susanti di luar, Mulai saat ini Lia sudah mulai menjauhkan diri dari dia, Lia yang baru saja kehilangan Munir jadi tak mudah untuk menerima orang lain untuk masuk kedalam hatinya, Susanti pun heran dengan sikap Lia yang berubah, yang biasanya Lia ramah tiba-tiba berubah terhadap Soleh, Setelah Soleh pergi Susanti pun menghampiri Lia ,dan bertanya,
Susanti : Lia kok kamu kelihatan berubah sih? ada apa ya?
Lia        : mau tauuu?
Susanti  : ya mau donk, namanya juga orang nanya nih!
Lia        : Tadi tuh dia memperkenalkan saya tuh pada kawan-kawannya bahwa saya ini pacar dia, 
Susanti : trus kamu marah?? hahahahahaaa
Lia        : ya iyalah marah, wong kitanya ngak tau apa-apa kok dibilang pacarnya,
Susanti : napa mesti marah? seharusnya senang donk bisa punya pacar baru,
Lia       : senang apanya? masaalahnya saya tuh ngak pernah punya perasaan lebih pada dia oii....
Susanti : tapikan dia pemuda yang baik-baik, pandai soleh lagi hehehe.
LIA      : iya saya tau lah, tapi saya dah menganggap dia itu kawan, malah tadinya saya pikir dia tu suka dengan kamu lah,
               Susantipun tertawa, lalu dia berkata" itu mah ngak banget, Selama ini kita kan memang dekat dengan dia sebab kita sering mengerjakan PR bareng-bareng, Manalah kita tau kalau dia suka salah satu dari kita heheh,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEMBALINYA ASMARAKU YANG HILANG 2

       Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam k...