Sabtu, 27 Juni 2015

~MENCARI KAWAN SENANG TAPI MENCARI SAHABAT SEJATI ITU SULIT~

       Lia, Susanti dan Hajar tinggal satu kamar , selama satu tahun bersama mereka baik-baik saja malah Hajar pernah mengajak Lia berlibur dirumah Om nya Hajar yang di Cibubur dan Liapun sudah pernah mengajak kawan-kawan kerumah Famely Lia yang ada di Pesanggrahan Mas Cileduk-Tangerang juga Lia bawa mereka kerumah kak Bety di Candra baru , jadi hubungan mereka sudah sanagat akrab karena Lia sudah menganggap mereka satu keluarga, mereka saling mengisi, namun sejak hajar berteman dekat dengan Taruni dari Jawa dia jadi berubah, hajar sering keluar dengan kawan-kawan dia yang centil-centil itu, Hajarpun berpacaran dengan Dedek Afrizal salah satu Taruna asal Banda yang ganteng, dan sejak itu Hajar tidak lagi seiya sekata dengan Lia dan susanti dan peihal makan pun Hajar tak sama-sama mereka lagi.
        Satu hari Lia keluar bersiar dengan kawan-kawan Volly Ball Lia, tentunya mereka laki-laki semua hanya Lia yang perempuan namun Lia bisa jaga diri donk, Sepeninggalan Lia, rupanya Hajar telah menghasut Susanti untuk pindah ke Kos yang baru dan meninggalkan Lia sendirian, walaupaun di kamar sebelah Nurbaity Ilyas dan Nurbaity Yusuf ada masih ada, tentunya Lia merasa heren saja,
sore hari Lia balik rumah kos hajar dan Susanti sudah tidak ada lagi di kamar, mereka sudah mengosongkan barang-barang diangkut semua, mereka berdua pindah kerumah baru kepunyaan orang Jawa yang Kristian dan harganya lebih mahal, Lia tidak mempersoalkan tempat namun ini mengherankan bagi Lia , ada apa sebenarnya? apakah karena Lia jarang dirumah kalau hari Libur? Lia memang aktif berolah-raga, Lia malas diam dirumah kalau tak ada kerjaan, Ketika Lia tau mereka itu pindah ke gang yang lain dan masih di Komplek Angkatan Laut juga, Lia hanya terdiam sahaja tanpa memperdulikan mereka terserah mereka punya niat, hanya Lia berbisik dalam hati " biarlah Susanti ikut kata-kata Hajar dan Lia mau tau seberapa lama mereka bisa bertahan tanpa Lia, bisakah Hajar tetap setia dengan Susanti,
         Tiga hari setelah mereka pindah dan Lia tak mempersoalkannya , dalam diam Lia tetap seperti biasa, ke Kampus dengan ceria bersama kawan-kawan yang lain, kembali dari Kampus Liapun santai aja walau sedikit sedih mengapa mereka tega menjauh dari Lia padahal Lia sudah menganggap mereka seperti adik-adik sendiri, karena mereka pindah di hari Minggu, dan hari Rabu Susanti datang ke kost Lia dan  Susanti membujuk Lia untuk pindah bersama dia dan dia menjelaskan semua mengapa mereka pindah sebab Hajar yang menghasut Lia, dan baru tiga hari Susanti jauh dari Lia dia sudah merasa kesepian sebab Hajar tak memperdulikan dia lagi sejak kenal dengan Mahasiswi ASMI asal Mataram Lombok, Susanti memohon pada Lia untuk ikut tinggal satu kamar dengannya lagi, padahal Lia sangat berat meninggalkan rumah pak Kolonel yang Lia rasa sudah akrab dengan keluarga ini, namun atas bujukan Susanti untuk menemani dia sebab selama tiga hari Lia tiada bersamanya susanti sama sekali tak bisa tidur dikarenakan sakit Jantungnya kambuh dan hal ini Hajar sama sekali tak perdulikan malah dia sibuk haha hihi dengan kawan barunya itu, Lia berkata pada Susanti,
Lia   : Benar dugaan Lia kalau kamu tak akan betah berjauhan dengan Lia, 
Susanti: ya iyalah .... karena hanya kamu yang tau dan memahami kalau saya sering sakit-sakit, 
Lia    : trus ngapain kamu pindah ninggalin saya sendiri disini?
Susanti: sebab kamu dihasut dan difitnah macam-macam,
Lia      : trus kamu percaya? bego amat sih!
Susanti: iya sorry, Pleaseeee ikut pindah duduk satu kamar dengan saya,
Lia      : ah malas. lagian mahal amat sih disana..
Susanti: habis gimana donk?? masak kamu tega ngebiarin saya sendiri disana.
Lia      : lah !! kemarin waktu kamu pindah, emang kamu mikir?? kalau saya juga sendiri? kok tega 
Susanti: udah deh... iya saya salah sudah termakan omongan yang ngak bener tentang kamu. sekarang
              saya sadar bahwa itu hanya fitnah yang tak berdasar,
Lia       : kamu yakin??? mau tinggal bersama saya lagi?
Susanti: yakin donk, sebab selama berjauhan dengan kamu saya tak tenang,
Lia       : oh ya? okelah kalau memang kamu menyadari kalau saya berteman itu tulus dan ikhlas
Susanti : iya, artinya kamu mau kan ikut saya,
Lia       : kalau itu kemauanmu ya saya ikut aja walau sebenarnya saya sudah sangat nyaman disini,
            
               Akhirnya Lia mengemaskan barang-barangnya dan pamitan dengan ibu kos untuk pindah ikut tinggal bersama Susanti dirumah yang baru,
Lia         : Ibu maafkan Lia, Lia sebenarnya masih sangat betah tinggal dirumah kos-kosan ibu,
Bu Andi: trus sekarang napa?
Lia         : begini bu< berhubung mereka dah pindah dan meminta saya untuk ikut mereka
Bu Andi : O o trus bagaimana?
Lia         : saya mau bilang bahwa mulai hari ini Lia akan pindah kerumah baru,
Bu Andi : ya Udah, ngak apa-apa, jaga diri baik-baik ya!
Lia         : Iya bu, terima kasih,
Bu Andi : sama-sama.

              Setelah pamitan Lia dan Susanti pergi meninggalkan rumah yang ada pada bagian ujun komplek AL dan menuju rumah paling depan,

Jumat, 26 Juni 2015

~SEKALI KAWAN SELAMANYA AKAN MENJADI KAWAN~

            Seminggu kemudia soleh menghampiri Lia di Kampus dan bertanya pada Lia,
Soleh : Lia boleh ngak kalau malam minggu saya main kerumah kamu?
Lia     : Boleh aja, Toh ! biasanya juga datang, kok tanya lagi?

             Lia menjawab dengan santai karena Lia tak memendam perasaan apa-apa , bagi Lia dia sama saja dengan kawan kawan yang lainnya, karena sifat Lia yang Tomboy itu tak mudah untuk Jatuh hati, sebab untuk menaklukkan hati Lia itu susah banget, Lia hanya ingin memiliki banyak kawan, bagi Lia kawan itu selalu abadi tak mudah berselisih paham tapi kalau pacar ada masalah sikit jadi saling marah dan membuat sakit hati,
             Tibalah malam minggu, Soleh datang ke rumah Lia, Lalu Soleh meminta Lia menemani dia untuk menghadiri pesta perkawinan sahabat dia, Lia pun setuju, sbb Lia pikir ngak ada salahnya kalau Lia menemaninya, Lia pun bersiap untuk keluar bareng dia, dari Kelapa Gading Lia menuju ke Kemayoran, sampai ditempat pesta merekapun langsung makan karena mereka tiba tamu-tamu sudah banyak yang hadir dan dipersilahkan mencicipi hidangan yang sudah disediakan, suanana memang sangat romantik tapi Lia menanggapinya biasa-biasa aja, selesai makan merekapun masuk untuk berjumpa dengan sang pengantin dan disini banyak berkumpul orang-orang, kami bersalaman dan dia memperkenalkan Lia pada teman-temannya dia bilang Lia ini adalah pacarnya dia, Lia terkejut mendengar pengakuan Soleh, Lia tak menyangka, langsung muka Lia berubah marah karena Lia sama sekali tak punya perasaan suka pada dia, Lia menganggap dia hanyalah kawan, sekiranya Lia tau dari awal, Lia tak akan ikut , Lalu Lia mengajak Soleh untuk segera balik rumah dengan alasan sudah larut malam,
            Disepanjang perjalanan Lia hanya berdiam diri, Lia merasa sangat kecewa, kok bisa-bisanya dia mengaku-ngaku pacar guwe, karena Lia lebih nyaman sebagai kawan karena Lia takut kalau sudah pacaran dan suatu saat timbul masalah nanti akan jadi bermusuhan satu sama lain, kalau berteman kan bisa selalu berjalan dengan aman, kecuali  orang yang baru Lia kenal terus Lia merasa suka padanya itu tidak apa-apa, Nih sudah berkawan lalu menjadi pacar itu rasanya kok kikuk gitu kagak srek lagi, kalau kata orang" Melayu tak seronok lagi" .
           Sesampainya Lia di rumah langsung Lia masuk kamar dan membiarkan Soleh ngobrol bersama Susanti di luar, Mulai saat ini Lia sudah mulai menjauhkan diri dari dia, Lia yang baru saja kehilangan Munir jadi tak mudah untuk menerima orang lain untuk masuk kedalam hatinya, Susanti pun heran dengan sikap Lia yang berubah, yang biasanya Lia ramah tiba-tiba berubah terhadap Soleh, Setelah Soleh pergi Susanti pun menghampiri Lia ,dan bertanya,
Susanti : Lia kok kamu kelihatan berubah sih? ada apa ya?
Lia        : mau tauuu?
Susanti  : ya mau donk, namanya juga orang nanya nih!
Lia        : Tadi tuh dia memperkenalkan saya tuh pada kawan-kawannya bahwa saya ini pacar dia, 
Susanti : trus kamu marah?? hahahahahaaa
Lia        : ya iyalah marah, wong kitanya ngak tau apa-apa kok dibilang pacarnya,
Susanti : napa mesti marah? seharusnya senang donk bisa punya pacar baru,
Lia       : senang apanya? masaalahnya saya tuh ngak pernah punya perasaan lebih pada dia oii....
Susanti : tapikan dia pemuda yang baik-baik, pandai soleh lagi hehehe.
LIA      : iya saya tau lah, tapi saya dah menganggap dia itu kawan, malah tadinya saya pikir dia tu suka dengan kamu lah,
               Susantipun tertawa, lalu dia berkata" itu mah ngak banget, Selama ini kita kan memang dekat dengan dia sebab kita sering mengerjakan PR bareng-bareng, Manalah kita tau kalau dia suka salah satu dari kita heheh,

Rabu, 24 Juni 2015

~JALAN-JALAN KEKOTA HUJAN (BOGOR)~


      Julia adalah sosok yang periang. Lia mampu menyembunyikan kesedihannya, kawan-kawan se Angkatan Lia sering bertandang kerumah kost-kosan yang Lia tempati dengan kawan lainnya, Mereka sering belajar bareng dirumah ini, Dilorong paling ujung Kompleks Angkatan Laut ini, Dengan itu Lia tak merasa kesepian, apalagi ada yg lebih rajin dan sering mengunjungi mereka adalah Soleh Haryono dan Husen Bawafi, Soleh berasal dari Kota yang sejuk yaitu Bogor sedangkan Husen Berasal dari daerah penghasik Garam terbesar yaitu Madura, Mereka berdua adalah Taruna yang pandai dan taat beragama itu sebabnya Lia suka bersahabat dengan mereka tanpa ada keraguan,
       Suatu sore Lia dan Susanti diajak oleh Soleh dan Husen untuk bersilaturrahmi kerumah Soleh yang di Bogor sambil jala-jalan menikmati dinginnya kota Hujan, itulah julukan kota Bogor, Lia dan susanti setuju atas tawaran Soleh disertai Husen, dengan senang hati mereka berdua menjawab, Ok nanti hari minggu ini kita berangkat,
Tibalah hari minggu yang Lia nantikan, Lia mempersiapkan pakaian ganti untuk berangkat ke Bogor begitu juga Susanti namun bawaan kami sangatlah sederhana tidak terlalu ribet seperti gadis-gadis yang lain sebab mereka berdua ini sangatlah Tomboy,
         Pagi-pagi sekali Soleh dan Husen sudah datang menjemput mereka, tanpa membuang waktu Lia dan Susanti bergegas mengambil tas (bag) masing-masing dan langsung beranjak pergi, Mereka sama-sama menuju terminal Pulau Gadung untuk mendapatkan Bus yang mengantarkan mereka ke Bogor, tak lama Bus pun mereka dapatkan, Hanya dalam masa 1jam 30 menit merekapun tiba di Kota Hujan dan mereka berempat menghampiri penjaja makanan khas Bogor , mata Lia berusaha mencari-cari yang namanya Asinan Bogor yang sebelumnya saat di Jakarta Lia sudah dengar bahwa Asinan Bogor sangat sedap, de, Liapun berkata pada Soleh dengan nada sindiran "Kita dah sampai Bogor ya... artinya kita mesti makan Asinan Bogor dulu biar Syah nya kita datang kesini" sambil Lia melemparkan senyuman pada Soleh. Soleh pun tersenyum sambil berkata "Ah ! kamu bisa aja Lia, Setelah mereka mencicipi Asinan lalu Soleh mengajak untuk segera menuju rumah orang tuanya sebab dari kota Bogor ke desanya itu masih sedikit jauh lagi dan mereka menyambung naik Angkot, dari kota kerumah membutuhkan masa 20 menit lagi, Disepanjang perjalanan mata julia tak pernah terpejam sebab Lia ingin menikmati indahnya alam Nusantara yang Lia cintai, Lia tak mau melewati kesempatan perjalan ini dengan sia-sia, Lia sangat mencintai alam,  
          Setelah 20 menit sampailah mereka kerumah Soleh, orang tua Soleh menyambut kedatangan kami berempat dengan sangatlah ramah, Wanita separuh baya ini meyalami mereka satu persatu, dan mempersilahkan mereka masuk, wanita ini berkata " istirahat dulu nak dirumah ibu yang sangat sederhana ini. dan Lia menjawab dengan lembutnya "iya bu, terima kasih  banyak ibu , tapi ibu jangan repot-repot, biasa aja bu, anggap aja kami ini anak-anak ibu,, Wanita separuh baya itu perlahan menuju dapur lalu mempersiapkan minuman untuk mereka yang baru datang,
Siang ini di kampung halaman Soleh cuacanya gerimis sehingga suasana semakin sejuk karena biasanya di Jakarta selalu panas, Lia bener-bener menikmati situasi sebegini, setelah ngobrol panjang lebar dengan orang tua Soleh > Lia membantu ibunya Soleh memesak didapur, Julia walaupaun Tomboy namun Lia pandai masak,, Usai makan siang  soleh mengajak mereka untuk bersiar-siar dikampungnya ini,, mereka melalui jalan setapak untuk menuju kali (sungai kecil) yang mengalir air yang sangat bersih dari pergunungan dan penuh bebatuan, diantara batu-batu besar ini Lia duduk sambil bermain-main air yang maha dahsyad sejuknya, sementara Susanti diam-diam memotret Lia yang lagi santai duduk dibebatuan ini, Air yang sangat jernih ii berasal dari Air terjun yang datang tidak jauh dari Lokasi mereka duduk, Lia tak mau membuang kesempatan ini, Liapun turun kedalam air dan berenang walau hanya setengah badan, Lia memanggil Husen untuk mengabadikan moment ini bersama Soleh,
Lia  : Husen tolong donk kamu jepret sebentar nih.
Husen: Ok Ok tenang aja,
        Lia pun bergaya didepan Camera, mau gimana lagi memang Lia hobbynya berfhoto ria, banyak kenangan yang mereka tangkap disini, setelah puas main air mereka pun bersiar-siar lagi untuk beberapa jam, dan puas sudah kaki ini berjalan , merekapun kembali kerumah Soleh dan menjumpai orang tua nya untuk pamitan Balik ke Jakarta, Setelah mereka bersiap, mereka pun berpamitan karena Lia tak mau balik ke jakarta terlalu malam sebab besok sudah harus masuk Kampus, Setelah bersalaman merekapun beranjak pergi dan melanjutkan ke Kota Bogor untuk mendapatkan Bus tujuan Jakarta, dan akhirnta tepat Maqrib mereka tiba dalam keadaan selamat di kelapa Gading, Lia dan Susanti kembali ke kost dan Soleh juga Husen mereka kembali ke kost-kosan masing-masing, 
          Perjalan yang Lia sudah Lia tempuh beberapa jam yang lalu memanglah menyenangkan namun itu terasa biasa-biasa aja karena Lia pergi dengan kawan biasa, bukan denga orang teristimewa (pacar), ini anggapan Lia namun lain pula tanggapan Soleh < ternyata dia menyimpan rasa sukanya pada Lia dan Lia tak tau hal itu karena Lia menganggap dia kawan Lia belajar, Tapi apapun Lia sanagt berterima kasih karena sudah membawa Lia jalan-jalan.

KEMBALINYA ASMARAKU YANG HILANG 2

       Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam k...