Selasa, 31 Maret 2015

****DALAM SUKA & DUKA aku slalu MENYEBUT NAMAMU YA ALLAH****

          Setelah mereka berdua sucses di KASAL CUP , Julia ikut Pelatihan SAR yang berguna untuk Ketahanan diri dan juga bisa membantu orang, Julia dan kawan-kawan berlatih di Cibubur , mendaki dan banyak hal dan pengalaman yang Lia dapatkan selama di Cibubur, Alam Cibubur memang di Khaskan untuk tempat berlatih Pramuka dan lainnya, Latihan SAR yang di Kordinatori oleh Heru Budianto Taruna Aman Jaya satu kelas dengan Julia, dan di bantu oleh senior Wahyu , Mereka membawa bekalan seadanya dan terpaksa masak menggunakan kayu bakar dari hutan lindung yang ada di sekitar latihan,

        Mereka berlatih hanya beberapa hari sahaja karena mereka harus cepat kembali ke Kampus, Julia yang awalnya memang takut ketinggian (gayat) tapi saat menaiki menara dan turun dengan tali Julia mampu melakukannya dengan baik,
           Seminggu kemudian Julia Senior di undang oleh kakak Senior untuk mengikuti UPACARA PEDANG PORA  dan mereka di latih oleh Senior Angkatan Laut, Yang di pimpin oleh senior yang akan berlangsung di Acara Pernikahan Senior di SALATIGA (Jawa Tengah), Untuk menyambut dan memeriahkan Pernikahan kak Martius mereka membuat persiapan Latihan beberapa hari, Mereka para Taruna/ni yang terlibat siap untuk di berangkatkan satu Bus ke Salatiga,
           Pada hari yang penuh kenangan ini mereka semua naik dalam Bus dengan membawa perlengkapan masing-masing, Taruna/ni semua gembira saat di perjalanan, Mengapa tidak? mereka semua dapat menikmati pejalanan jauh dengan gratis (percuma)  asyik bukan? mereka semua sangatlah kompak Lia duduk di belakang supir(driver)  biasalah Lia kan biar dekat dengan Mixcrophone, memang hobbynya tuh tak pernah hilang, Saat Bus menelusuri jalan yang penuh liku menuju Pulau Jawa dan Music pun ready, Hmm Julia yang elergy kalau dengar music langsung aja minta Mix pada Kondektur
Julia           : Mas Mix nya mana?

Kondektur : Sabar ya,
Julia           : Mana boleh sabar massss

Kondektur : Nah ini dia Mix nya dek,,

Julia          :  Terima kasih,
                    Langsung aja Lia mengikuti Lagu yang sudah siap diputar, Lia tak perdulikan apakah orang yang di dalam Bus ini suka atau tidak mendengarkan suara Lia," Emang guwe pikirin kata Lia dalam hati",Sementara kebanyakan kawan-kawan tuh kalau sudah dalam Bus langsung tertidur lain halnya denganJulia dia sangat sulit untuk tidur lena dalam Bus, Lia lebih banyak terjaga , palingan Lia hanya tidur 2 jam saja karena bagi Lia jika semua orang tidur dalam Bus sekiranya ada hal-hal yang terjadi Lia takut tak ada yang tau, itu yang membuat Julia berusaha untuk tak tidur, Lia akan lihat jika ada orang yang terjaga barulah Lia tidur sebentar, apalagi kalau siang hari Lia tak mau tidur karena ingin melihat pemandangan alam sepanjang paerjalanan, Semakin Lia melihat Alam yang begitu indah semakin dekat pula Lia dengan Allah sang pencipta, karena rasa kagum Julia, 
            Setelah sekian Jam perjalanan sampailah mereka di sebuah Kota(banda) dimana  beberapa puluh tahun yang lalu telah lahir seorang Pahlawan Bangsa yang sangat Gagah perkasa yaitu yaitu Bapak JENDRAL SUDIRMAN , Di kota yang sejuk ini beliau di lahirkan, Lia sangat berbesar hati dan senang mendapatkan kesempatan berkunjung ke Kota Salatiga yang penduduknya masih sangat alami (natural) dan kebanyakan para pedagang orang-orang tua yang sama sekali tidak mengerti bahasa Indonesia, mereka hanya tau bahasa Jawa yang asli (halus), Untunglah saat Julia pergi ke pasar di temani oleh kak Santoso senior Lia yang juga sangat akrab dengan Julia, Dialah yang menjadi Guide Lia semasa di Salatiga, setelah puas mereka jalan-jalan di pasar ,Julia yang di dampingi kak Santoso juga kawan-kawan yang lainnya kembali ke AUDIOTORIUM Asrama Kristian, karena senior yang mau menikah ini beragama Kristian, Karena semua pada letih dan mereka menempati kamar masing-masing dan mandi karena berjalan jauh membuat badan mereka berkeringat walau ada AC di Bus tadi, Julia tak sabar untuk cepat-cepat bersiap karena mau jalan-jalan sore,
Julia    : siapa yang mau ikut Jalan-jalan?
Afdar  : Saya kak, (Afdar adalah adik angkat Julia ) mereka sangat akrab dan Afdarpun manja pada Lia,
Julia    : Ayooo siapa yang mau ikut lagi? 
Susanti: saya ikuuuttt.
            Lia tak mau menunggu lama-lama, yang lambat Lia tinggal, Lia bersama Hajar, Susanti, Afdar dan Betty mereka jalan-jalan menikmati keindahan Kota Salatiga yang dingin, Kota ini sangat indah karena kita bisa melihat gunung-gunung yang menjadi latar Kota ,cuaca di sore inipun sangat cerah tapi tidak panas, Mereka berjalan melewati trotoar pemandangan di depan mata adalah sebuah gunung yang tinggi dengan diselimuti kabut putih yang menambah indahnya Ciptaan Allah, Maha besar Allah Ciptakan Gunung untung menyeimbangi bumi sebab Lautan lebih luas daripada bumi, itulah gunanya, banyak becak-becak dayun dan Andong-andong (kereta kuda) semua masih sangat Tradisional sehingga masih sangat menarik bila kita melihatnya, Setelah Lia merasa lelah berjalan kaki< Lia  mengajak kawan-kawannya kembali ke Asrama guna Gladiresik untuk Acara Upacara Pedang Pora yang akan berlangsung besok , Sekaranglah saatnya Julia istirahat sebentar di kamarnya.



Minggu, 29 Maret 2015

Penampilan Tomboy tapi hati Keibuan



        Sebelum Lia dan Susanti di hantar kerumah kos terlebih dahulu mereka berdua di bawa ke Markas besar Tentara Indonesia Angkatan Laut dan memperkenalkan dengan para staff juga memberi tahu Lokasi -lokasi penting yang ada di Markas ini,  setelah 2 jam berada di Markas lalu mereka di antar ke rumah kos untuk beristirahat.
           Siang ini Julia mempersiapkan baju Dinas harian untuk pergi Kampus, Saat mereka sampai di Kampus, rupa-rupanya kawan-kawan dan senior sudah menunggu kedatangan mereka berdua dan semua mengucapkan selamat atas keikutsertaan mereka dalam Olah Raga air sehingga sedikit banyaknya telah mengharumkan nama Akademik di Kalangan Angkatan laut, Mereka berdua hanya membalas dengan ucapan Terima kasih sambil tersenyum, Seniorpun ikut merasa bangga karena perjuangan mereka berdua, Apalagi Bapak Inspektur yang selama ini sangat perhatian dan salut pada Lia menjadi tambah Lia mendapatkan tempat di mata bapak Inspektur Aman Jaya,

        Selain Komandan Kelas Julia juga di percayakan menjadi Polisi Taruna , Lia sangat suka dengan Kedisiplinan yang di terapkan di Lingkungan Kampus, Lia yang memeng dari kecil sudah di ajarkan untuk Disiplin pada diri sendiri juga dengan waktu jadi Julia sudah terbiasa dalam hal ini jadi bukanlah sesuatu yang baru bagi Julia, Julia jadi pusat perhatian di kampus bahkan anak-anak Sekolah Pelayaran yang belajar di Lingkungan Bahari One pun selalu mencuri pandang terhadap Lia bahkan mereka suka bisik-bisik sesama dan memanggil " Kakak manisss.... Tak salah kalau orang-orang sebegini dengan Lia sebab sifat Lia yang ramah dan murah senyum yang membuat orang suka berkawan dengan Julia,
           Lia yang berfostur tubuh Tinggi semampai dan berkulit hitam manis, Hidung Julia yang bangir yang membuat Lia mirip orang Arab yang memang Kakek Julia berketurunan Arab, yang namanya masih muda tentu semua terasa indah saja, Ada Senior yang hitam manis dia sangat jenius kak Santoso namanya, dia sangat perhatian juga sama Lia sama halnya kak Lutfi mereka sampai bilang:
Lutfi  : Lia kam ini ada mejignya ya?
Julia  : Kok kakak bilang gitu sih?
Lutfi  : Ya ,,kakak perhatiakan banyak laki-laki langsung suka kalau terkena pandangan mata kamu.
Julia   : Oh ya? masak sih??? Lia pun tersenyum malu,
Lutfi  : iya betul,.
            Mendengar kata-kata kak Lutfi Lia pun terdiam sejenak memikirkan dan Lia pun tak habis pikir apa yang kak Lutfi bilan itu memang benar tapi Lia tak ada majig apa-apapun istilahnya "pemanis" Selama Lia di Jakarta, Lia tak pernah mengalami kesulitan apapun, apalagi soal makan, ada aja rezeki yang datang, Lia bebas pergi kemanapun dalam keadaan aman karena tak ada yang berani ganggu Julia, Penampilan Julia dan Susanti sama-sama Tomboy, pakaian sehari-harimerekapun tak jauh dari celana Jean, baju kemeja(T-Sirt) dan Topi, dan rambut cepak (pangkas laki) namun walau penampilan Julia Tomboy tapi hati Lia lembut dan sensitiv, Lia suka masak, apalagi kalau habis masak terus masakannya di santap habis oleh kawan-kawan ,itu satu kebahagian bagi Lia kalau dapat menyenangkan hati kawan, Ini bukan sekedar untuk memuji Julia tapi begini lah adanya dia, bukan sekedar untuk di sanjung, Yang Lia tak suka buat itu mencuci dan gosok baju, Untung aja Susanti Rajin menyuci dan gosok baju dan mereka membagi Tugas soal Dapur Julia,

Jumat, 27 Maret 2015

Alhamdulillah masuk 10 besar

          Usai sholat maqrib pqrq Atlit berkumpul di Audiotorium untuk mendapatkan pengarahan lengkap dari komandan sebab besok pukul 6 padi semua harus bertolak ke Jakarta, malam terakhir Lia di pulau Lia tidak membuang waktu untuk berkaroeke sebab rugi donk ini pulau sudah di kontrak dua hari oleh Panglima Angkatan laut masak mau di lewatkan begitu aja, Malam ini Julia tidur agak lambat sikit sebab biasalah kalau sudah dapat mixrophone Lia bisa lupa diri, Sedangkan Susanti sudah ada di Kamar, Untuk berkaroeke Lia tak butuh teman seorangpun jadi,
           Subuh terakhir di pulau Ayer Lia cepat-cepat bangun karena pukul 6 harus sudah stand by di pantai, Semua pakaian Atlit sudah di angkut ke Kapal pesiar Angkatan Laut (NAVI) , Julia dan yang lainnya di naikkan kedalam perahu karet milik Paska, dan sampai di tengah Laut Julia dan Susanti beserta dua orang Kowal diturunkan artinya star di sini mereka berempat harus berenang ke pantai Ancol yang jarak dari pulau Ayer 17KM, Dan Atlit wanita yang lain juga star di sini, Awalnya Julia merasa sangat takut, bayangin aja mereka harus berenang sampai ke tepi dan cuaca pagi itu angin kencang, Lia dan Susanti berusaha sekuat tenaga sedangkan Kowal yang dua orang sudah menyerah ketika berenang baru 30 menit,
             Kakak Senior Julia yaitu kak Supry selalu mengawasi Lia dari jarak jauh dan kak Supry selalu berpesan kamu pasti bisa jangan mau kalah seperti dua orang Kowal itu,  Karena Julia teringat pesan kak Supry Julia berenang sambil mengatur nafas dengan berzikir itu yang membuat Lia berani dan kuat melawan ombak, Lia berenang dan berenang sementara Susanti Jauh ketinggalan di belakang, Dua jam sudah Julia berenang namun belum kelihatan tepi pantainya, sesekali senior dan pengawas menghampiri Julia untuk memastikan Julia masih kuat atau tidak, Karena rasa gengsi Julia berusaha untuk sanggup sampai finish, dan kak Supry berpesan lagi "Ayooo kamu pasti bisa dan di Ancol kamu akan disambut kedatangan mu oleh pak Panglima, Lia tak mau mengecewakan kak Supry yang selama ini melatih Julia dan akhirnya walau Lia beberapa kali terhempas ombak dan di bawa arus jauh dari rambu-rambu itu yang membuat waktu Julia habis banyak, Terdengar juga suara terompet pertanda Julia sudah masuk finish dan langsung di sambut dengan musik lagu kebangsaan, disini Julia merasa sangat bersyukur dan mengucapkan ALHAMDULILLAH akhirnya Lia berhasil menempuh dalam waktu 3 jam Julia berenang, tepat pukul 9 pagi Julia sudah di pantai Ancol , sementara Susanti kawan Julia belum sampai,

              Kaki Julia terasa keram dan duduk di pasir pantai sambil menjulurkan kaki, Mata lia memandang jauh kehadapan sebab kawan Julia Susanti belum tiba, dia masih berenang, Lia mulai khawatir tentang kawannya itu, namun Julia berdo'a agar Susanti mampu bertahan sampai finish, Lia menunggu sampai 300 menit barulah Susanti masuk garis finish, Lega rasanya setelah Lia melihat Susanti sudah  mendarat, Lia bergegas menghampiri Susanti dan mereka berdua duduk sambil memandang kelautan luas sambil mereka berdua berkata " Kok bisa ya kita berenang sejauh ini, kayak dalam mimpi aja" mereka tersenyum puas dan  kemudian mereka di panggil ke dalam Hotel HORISON Ancol untuk menikmati makan siang bersama para Petinggi Angkatan Laut termasuk Panglima, dalam keadaan basah kuyub mereka dengan santai menikmati berbagai hidangan, sangking banyaknya menu Julia bingung mau makan yang mana,

            Acara makan-makan selesai dan di lanjutkan pengmuman para Juara dan Julia hanya mendapatkan peringkat 9 masuk sepuluh besar dan Susanti yang ke 10, walau demikian mereka bangga karena bisa sampai finish ketimbang KOWAL yang dua orang terlebih dahulu menyerah kalah, Alhamdulillah mereka tidak mengecewakan usaha seniornya, Penerimaan Hadiah usai dan mereka kembali ke rumah Kos di Kompek Angkatan Laut Kelapa Gading Jakarta,

Kamis, 26 Maret 2015

MENYAMBUT HARI ARMABAR ***

        Hari pertama perlombaan Selam dan renang di lakukan di Pondok Dayung yaitu Markas Pasukan Katak, Hari ini Lia berlomba Orientasi bawah Air (OBA) dengan pasangan pak Sutoyo Julia dan Pak Sutoyo mewaili Tim ARMABAR dan pada perlombaan ini Pasangan Julia dan Pak Sutoyo mendapat Juara III Medali Perunggu, Setelah Lomba Selam Julia di ikutkan dalam Lomba renang dalam laut 1500 meter, Lia tidak mendapatkan Juara karena kurang cepat namun Julia mampu menghabiskan putaran, Hari sudah menjelang sore dan semua Kontingen sudah mengikuti Perlombaan di hari yang pertama dan sore ini juga mereka semua harus bersiap untuk berangkat ke pulau Ayer karena perlombaan berikutnya akan di adadakan di sana,
         Pulau Ayer adalah salah satu pulau dari gugusan pulau Seribu yang ada di Kelautan pantai JAKARTA , Mereka berangkat dengan kapal Patroli Angkatan Laut, Disini Lia merasa sangat bangga karena bisa menikmati Keindahan Laut yang terbentang Luas Perjalan tidak Lama Dari Pondok Dayung ke Plau Ayer hanya jarak tempuh 40menit sahaja, Sampai di Pulau mereka di persilahkan menepati kamar Cotagge masing-masing, peserta  Lomba banyak, Dari Tim Elite MARINIR, ARMATIM, KOLENLAMIL juga para Atlit Nasional, usai sholat Insya semua Atlit Tim ARMABAR berkumpul di Aula untuk meeting membagi-bagi Jamu agar tenaga besok pagi boleh fit, namun giliran Komandan memanggil Julia untuk minim Jamu Lia dan Susanti menolak karena Julia tak bisa dan tak pernah minum Jamu sedangkan Kowal (Komando Wanita Angkatan Laut) yang lain semua minum Jamu,
Pak Ilyas : Julia kamu harus minum Jamu malam ini
Julia        : Apa pak Jamu?
Pak \Ilyas: Iya Jamu, agar besok pagi-pagi kamu kuat mengikuti Lomba,
Julia        : Tak usah pak, saya tak pernah minum jamu, nanti muntah saya Pak,
Pak Ilyas : Kamu yakin ngak mau?
Julia        : Yakin banget pak, saya yakin tanpa minum Jamu pun saya akan kuat besok InshaAllah,
Pak Ilyas : ya udah kalau kamu tak bisa minum.
                  habis Julia bicara dengan Komandan PASKA Julia pun mintak izin untuk istirahat,
           Julia dan susanti putat -putar kawasan Pulau sambil nikmati suasana sejuk di pulau dan selanjutnya tidur,
Pagi ini walau suasana sejuk dan akan nyebur laut sebentar lagi namun Julia dan Susanti tetap mandi pagi sebab tepat pukul 7 pagi semua peserta lomba harus sudah ada di Pantai,  setelah pengarahan selesai dan julia di ikutkan lagi pada Lomba renang 3000 meter ke arah laut, peserta Lomba Putri pesertanya ada sepuluh orang, Kali ini Julia mendapat tempat di nomer 4 sahaja , Namun Julia tidak merasa kecewa karena Julia belum berpengalaman dalam hal ini sebab saingan Julia adalah Atlit Renang Nasional yang memang selalu Juara, istrirahat satu Jam dan Julia meneruskan Lomba  Oreantasi bawah Air (OBA) pasangan campuran yang pasangan Julia adalah pak Sutoyo, di Hari kedua ini Julia tidak mendapat apa-apa, tapi kepuasan Julia sangat terasa walaupun sedikit letih karena cuaca di siang hari sangatlah panas di pulau ini, Yang menyeronokkan ialah Lia bisa mendapatkan banyak kawan-kawan baru,
            Makan siang para Atlit semua sudah tersedia di sebuah Restoran terapung yang sangat indah dengan menu makanan yang Istimewa, Lepas makan Julia bersiar-siar melanjutkan berenang di Kolam renang sampai benar-benar rasa asin yang beberapa jam yang lalu Julia berada di ait Laut, Azan Ashar pun berkumandang dan Julia bergegas menujun kamar dan bersalin pakaian untuk menunaikan sholat bersama Susanti,
             Matahari yang sudah kemerah-merahan Julia keluar dari kamar Cottagge dan menuju tepi pantai untuk menikmati betapa indahnya Alam Ciptaan ALLAH dan disini di Luar para Marinir dan Polisi air masih sibuk dengan makanan mereka, Para Atlit kebanjiran makanan Julia dan Suarni duduk diatas Bale-bale yang dipasang( Ayunan(buaian) Marinir punya Tak tersadar Lia tertidur dan saat Lia terlelap tiba-tiba Julia terjatuh dari Ayunan dan tertimpa ke atas Susanti dan Dia pun sedang tertidur, Mereka berdua tersentak dan tertawa terbahak-bahak, untung aja orang-orang pada sibuk jadi tak ada yang sempat lihat kejadian tersebut,
             Biasanya orang awam kalau lihat Marinir, Polisi Laut pasti seram tapi hari ini mereka kelihatan sangat ramah, salah satu Marinir memanggil Julia untuk bergabung bersama mereka untuk menikmati hidangan makanan mereka yang sangat banyak, begitu Jlia dan Susanti sudah berada di tengah-tengah mereka salah satu Marinir berkata " Dek jangan takut! kalau di luar kita musuh tapi disini kita adalah kawan" Ambil aja makanan ini jangan takut-takut ya, Karena Julia menghargai niat para Marinr tersebut Juliapun ikut menikmati makanan itu bersama-sama Susanti sampai tibanya waktu sholat Maqrib Juliapun meninggalkan kumpulan orang-orang yang sedang pesta makanan ,
     

Rabu, 25 Maret 2015

Demi SELAM rela batalkan REKAMAN

          Satu bulan sebelum perlombaan selam, Lia pergi ke Dapur Rekaman yaitu salah satu Studio yang  di Rawamangun Jakarta Timur, Lia diantar oleh Susanti, Di studio suara Julia di Test dan direkam dalam pita kaset CDR, setelah test suara selesai Julia pun kembali ke rumah karena tunggu panggilan berikutnya, 
          Kegiatan Julia yang begitu padat membuat Lia lupa pernah Uji bakat di Studio Rekaman, hinggalah datang surat panggilan untuk datang kembali ke Studio namun Julia merasa minder karena warna kulit Lia sudah berubah menjadi hitam disebabkan setiap hari di Laut, Dan Julia memutuskan untuk mengirim surat balasan dengan alasan Julia mau ikut perlombaan renang dan selam,
Pada waktu Latihan terkadang ada kawan-kawan dekat Julia yang mau ikutan berenang di Pondok Dayung namun mereka hanya iseng aja kepingin nikmati bagaimana sih rasanya gitu, Julia juga ingin membuat kawan-kawan Lia dapat mengecapi apa yang Lia rasakan karena setiap hari mereka lihat Julia selalu happy aja,
     Walau sebenarnya keputusan yang Lia ambil untuk membatalkan Rekaman itu adalah sangat berat namun demi kawan Julia ikhlaskan semua, julia merasa sangat beruntungkarena hidup di Jakarta yang orang bilang Jakarta itu kejam namun bagi Julia Jakarta banyak memberikan Julia kenangan-kenangan ter indah, banyak orang yang sayang sama Julia, Rezeki Lia lancar walau terkadang uang yang Orang tua Julia kirimkan pas-pasan namun semua bisa teratasi, karena Lia yakin "jika kita berbuat baik dengan orang maka hidup kita akan di permudahkan", 
Julia dan Susanti memang selalu bersama-sama sejak kepergian Ari, Terkadang bila jadwal latihan kosong Julia dan Susanti pergi berkunjung kerumah kost Taruna/ni yang lain, hari minggu ini Julia pergi ke rumah Ridwan yang berada tidak jauh dari Kampus, mereka berjalan dalam waktu 30 menit untuk berjumpa Ridwan , di rumahnya Ridwan mereka ngobrol -ngobrol namun Ridwan lebih dekat dengan susanti, Lia hanya jadi pendengar sahaja. Puas mereka berdua bercerita dan Juliapun mengajak Susanti balik rumah,
         Sampai rumah Julia ambil wudhk karena waktu sholat  maqrib sudah masuk, julia tak pernah melewatkan waktu sholatnya, Bila sholat usai Lia pergi duduk di beranda rumah mengharapkan Suci mau datang bermai gitar lagi, namun harapan julia sia-sia saja sebab Suci benar-benar kecewa, yang ada diluar hanya kak Hamzah tapi dia pun kalau melihat julia ada di depan rumah diapun menghilang masuk kedalam, 
Pagi menjelang Julia bersiap-siap untuk Kepondok Dayung, Julia dengan penampilan tomboynya sering kali sang Kondektur tidak berani meminta ongkos bus, Lia memang jarang duduk kalau dalam bus sebab Julia lebih mengutamakan orang yang lebih tua mesti mendapatkan tempat duduk,
Rute Julia hari-hari Kelapa gading - Tanjung Priuk,

Selasa, 24 Maret 2015

Terimakasih kak Supriyanto & kakFransiscus

           esia Lia di ajak oleh senior Wahyu, Lia banyak belajar pada kak wahyu dalam berbagai jenis dayung, padahal dulu semasa Lia masih di kampung Julia tak pandai dayung namun semangat Julia untuk bi Julia tetap aktif berlatih Selam dan renang terkadang Julia juga berlatih Dayung bersama Atlit atlit Indonsa itu sangat lah tinggi dan kesempatan itu pun ada depan mata, dan Julia tidak men sia-siakan waktu yang ada tapi lama kelamaan kulit Lia menjadi hitam mengkilat tapi Lia puas hati sebab dapat berolah raga,
            Sebulan sudah kini kak Hamzah di Jakarta dan dia mendapat tawaran main film bersama Paramitha Rusadi, walau kak Hamzah berlakon sebagai figuran tapi hari-hari dia sibuk dan jarang di rumah, disinilah rasa penasaran Lia pada kak Hamzah semakin menjadi-jadi, Kawan-kawan Lia sangat mensuport agar Lia dan kak Hamzah bisa jadian bahkan kata Susanti kalau sampe terwujud dia akan sembelih kambing untuk merayakannya, ada-ada saja kawan Lia ini, Sedangkan Suci sejak kejadian itu di mana Cintanya Lia tolak, dia tak pernah lagi keluar rumah dan tak pernah lagi main gitar untuk Lia, Dia berdiam diri di rumahnya, 
            Julia yang setiap pagi menghilang dari rumah dan pergi berlatih Selam dan renang bersama Susanti, Suanti juga sangat semangat berlatih sejak Kak Supriyanto bilang kita mau ada perlombaan menjelang hari ARMADA , Kak Supri adalah salah satu senior Lia yang pendiam dan soleh dia juga seorang Tentara Indonesia yang bermarkas di Pasukan Katak (KOPASKA) Pondok Dayung Tanjung Periuk, dan tak semua orang boleh masuk ke dalam Kawasan tersebut karena tempat nya terisolir seperti pulau, Julia dan Susanti memang sudah di pilih sebagai ATLIT ARMABAR yang di didik langsung oleh Komandan Paska Bapak Kolonel Hasan, Yang membantu Julia adalah kak Supri dan kak Fransiscus sehingga Lia dan Susanti pandai berenang dan selam, dan Lia berhak mendapatkan SERTIFIKAT SELAM (SCUBA DIVER) , Inilah pencapaian Lia dan Susanti,

             November adalah bulan di peringatinya Hari Armada Barat, Susanti dan Julia sudah dipersiapkan untuk mengikuti perlombaan tersebut, walau dalam keadaan hujan gerimis pun mereka tetap semangat berlatih bahkan Lia dalam keadaan flu pun tetap berlatih dan tidak memberi tau bahwa Lia sedang Influnza, karena keteledoran Julia merahasiakan kalau dia lagi flu tetap menyelam akhirnya Telinga Julia keluar darah, itu effeck dari dalam keadaan Flu (selesema) memaksakan diri selam itu tak boleh, Ketika Telinga dan hidung Julia berdarah kak Supri bergegas mengambil obat dan memberikan pada Julia, Alhamdulillah karena itu obat yang sangat patent jadi langsung sembuh,
             Awal dari karier Julia ingin jadi Atlit selam, akhirnya terwujud juga, Lia dan Susanti di beri kesempatan untuk mengikuti Lomba Selam merebut Piala Kepala Staf ANGKATAN LAUT yang diadakan di Pondok Dayung dan Pulau Anyer (kepulauan seribu) .Kak Supri lah yang sangat berjasa untuk Lia dan Susanti, Julia sangat menghormati dia,

Diam-diam Jatuh Hati**

          Sekarang Julia sudah di Rumah Kost kembali, Kegiatan harian Julia bila usai Sholat subuh Julia sudah bersiap-siap untuk lari pagi, sementara kawan-kawan Julia masih tertidur lena, Lia tak pernah ganggu  orang yang sedang tidur, Lia lari pagi sendirian, Sebab kawan Julia tak ada yang minat lari pagi, 
          Sore sepulangnya Julia dari Kampus tiba-tiba Ibu Kost memanggil Julia untuk datang kerumahnya sebab pak Letnan Kolonel Andi Monojengi baru balik dari berlayar dan beliau membawakan oleh oleh untuk anak-anak kost, tapi hanya Lia yang di panggil, saat Lia masuk ke dalam rumah ibu kost Lia terkejut ketika melihat sesosok pria sejati yang bertubuh kekar dan berwajah Tampan, ibu kost pun muncul dari dapur dan memperkenalkan Julia dengan putra sulungnya itu,
Ibu kost : kenalkan ini anak ibu yang baru datang dari Sulawesi,
Julia      : O ya? lalu Julia memberi salam, dan cowok itu tersenyum manis dan berkata,
hamzah : Hai, nama saya Andi Hamzah,
Julia      : Ooo nama yang bagus , Julia membalas senyuman Hamzah,
Ibu kost : Lia ini oleh -oleh , Bapak baru pulang berlayar,
Julia      : iya ibu, terima kasih banyak,
                Lia pun menerima bingkisan tersebut dan membawa kekamar kost untuk dibagi-bagi dengan kawan - kawan Julia, dan Susanti spontas berkata saat La bagi-bagi oleh-oleh,
Susanti  : i i iiiiiii mantunya bapak kost , kalau bpk balik pasti Julia deh yang di panggil,
Julia tersipu malu dan menjawab,,ih apalah susanti ni baru juga kenal,, 
Selalunya sehabis maqrib anak ibu kost yang nomer 2 namanya Andi Fauzi yang akrab di panggil Suci datang ke kost Lia dan duduk di bawah pohon Kamboja, Suci suka main gitar dan Julia pula suka menyanyi jadi sangat menghibur bagi Julia, Sebelum ini Julia selalu cerita soal Munir pada Susanti atas apa yang sudah Lia lalui di kampung, tapi kini Julia mengisi waktu Julia dengan kawan-kawan baru yang sedikit banyaknya dapat menghibur hati Julia,  Meliahat Lia sering nyanyi-nyanyi kalau sedang masak jadi Suci sering mendengarnya, dia pun rajin bermain gitar untuk Lia, 
              Sudah beberapa bulan Lia sering bernyanyi dengan Suci, tiba suatu malam Suci memberanikan diri untuk menyatakan Cintanya ada Julia, 
Suci  :kak  Lia, Suci mau bicara
Julia : iya, bicaralah, ada apa?
Suci  : Uci  jatuh cinta dengan kakak
Julia  : Apa?? (lia terkejut) jatuh cinta?
Suci  : Iya kak, ni Uci bilang serius,
Julia  : yang bener aja Ci??? Suci masih sangat muda sedangkan kakak sudah tua, umur kita terpaut 
            jauh beda 6 tahun dek, kakak dah anggap kamu seperti adik kakak, jadi ngak mungkin donk,
            sekarang ini kakak sedang pendekatan dengan abangmu kak Hamzah, tapi kok malah kamu yang duluan bilang suka dengan kaka???
Suci   : Tapi uci dah lama pendam semua ini, Suci bener -bener suka,
Julia   : Aduh Uci kakak minta maaf ya, kakak tak boleh karena kakak memang anggap Uci tu adek,.

            Mendengar jawaban Julia seperti ini Sucipun sedih sampai keluar air matanya, Lia tak menyangka sama sekali sebab Suci berkulit putih ganteng tapi dia agak lembut sikit tak seperti laki-laki yang kuat, Selepas menyapu air matanya Ucipun kembali kerumahnya sebab jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, dan Lia masuk kamar dan bercerita pada Susanti hal yang baru sahaja Lia dengar dari suci anak ibu kost, dan Susanti tertawa sebab dia tau kalu Julia suka dengan abang dia yaitu kak Hamzah,, Subuh menjelang Julia pun berlari pagi dengan semangatnya dan saat Julia berlari di Kompleks tiba-tiba di belakang Julia kak Hamzah sedang berlari juga dan menghampiri Julia, Dia hanya menyapa Lia :
Hamzah : Selamat pagiii
Julia       : Pagi kak,
Hamzah : Rajin jogging juga?
Julia       : iya kak.
               Lalu kak Hamzah berlalu pergi dan meninggalkan Julia di belakang nya, namun hati Julia berbunga-bunga sebab kak Hamzah yang pendiam itu dah mulai bertegur sapa dengan Julia, kak hamzah si kutu buku dan dari keluarga yang Sholeh dan beradab, Lia berlari pagi hanya satu jam sahaja dan kembali ke kos-kosan , Kawan Julia terkadang ada yang belum bangun lagi saat Julia datang, biasalah karena keKampus pun pukul 2:00 baru mereka bersiap pergi makanya pada malas bangun pagi, Habis Jogging Julia langsung pergi Kedai untuk belanja keperluan dapur sebab Julia juga suka memasak, Ketika memasak pun Julia sering curi-curi pandang ke Belakang rumah sebab Kak Hamzah pun sering melakukan senaman di belakang rumahnya, walau kak Hamzah tak pernah berkata-kata namun sikapnya menunjukkan ada sesuatu, Dia nsuka cari perhatian Julia, Bila dia melihat Julia dia selalu malu-malu tapi kalau dengan kawan-kawan Julia dia sering tegur sap, feeling dari kawan -kawan kalau kak Hamzah suka dengan Julia, ya Julia hanya memendam saja perasaan Lia , karena tak mungkin Julia memulainya, 
          Suatu malam ibu kost panggil anak-anak kost untuk nonton bareng di rumahnya, dan mereka pun masuk, Susanti sengaja bawa Camera untuk memotret kak hamzah, Ketika mereka masuk Kak Hamzah sedang duduk sendiri , Dia terkejut juga saat melihat Jlia dan kawan-kawan datang, langsung dia pindah tempat pergi ke ruang tamu,,Setelah acara yang ditonton selesai mereka pun mintak izin balik ke kost,  Susanti menghampiri kak Hamzah,
Susanti : Kak boleh kami memtret kaka?
Hamzah: Oh mau di potret ya?  lalu dia pun pergi sambil bilang tunggu sebentar, keudia kak Hamzah membawa 2 lembar fhoto dia dan dia serahkan pada Susanti, 
Hamzah : Nah 1 ambil ini aja ya,
Susanti  : Wow ! terima kasih kak,
            Lalu Susanti berlari keluar rumah langsung menjumpai Julia yang terlebih dulu balik rumah karen Julia pun memberi waktu ntuk Susanti dekati kak Hamzah sebab kalau Julia ada  kak Hamzah tak mau duduk di Luar, sampai rumah kost langsung fhoto yang Susanti terima dari kak Hamzah langsung dia serahkan pada Julia;
Susanti : Lia ni saya dah dapatkan fhoto kak hamzah,
Julia     : Oh ya? kok bisa?
Susanti : Bisa donk! tadi saya mau fhotoin dia tapi dia tak mau, trus di kasih ini deh! pasti ini                              memang dah dia siapkan mau kasih kamu Lia tapi dia tak berani,
Julia    :  ah kamu bisa aja , 
Susanti : Beneran kok, cuma dia itu masih malu-malu lah,
               Lalu Lia melihat fhoto tersebut sambil berkata dalam hati Alhamdulillah, dan Julia menyimpannya dalam Album fhoto Julia,, Hati Julia tambah berbunga-bunga,

Senin, 23 Maret 2015

MeMoRy di Pantai CARITA (ANYER) KaRaNg BOLONG

            Ketika Ari sudah  pergi berlayar, Diam -diam Soleh mendekati Julia, mereka sering diskusi bareng soal pelajaran dan di kelas pun terkadang Soleh duduk di belakang Julia , Lia menganggap soleh hanya lah sebagai kawan sama dengan yang lainnya, Soleh akrab dengan Ampera , Mereka berdua juga akrab dengan Susanti, Menurut pandangan Lia Ampera dan Soleh sama-sama suka dengan Susanti, Lia melayani mereka berdua dengan baik saat mereka berkunjung ke Kost mereka, namun Julia tak memiliki tujuan lain, Lia ikhlas karena Julia suka memiliki banyak kawan, Tapi Julia lebih akrab lagi dengan kawan-kawan yang aktif dalam bidang olah raga, 
             Karena Susanti mau dekat dengan Julia Susantipun ikutan Olah raga apa yang Lia suka, Setiap pagi Julia berangkat ke Pondok Dayung untuk latihan Selam dan Renang, Hanya hari Minggu sore Lia main Volly ball di Kampus,kalau Volly Susanti tak begitu suka, Kerap kali Susanti menegur Julia karena Lia jarang di rumah, Lia kurang bersenda gurau dengan kawan-kawan di rumah bila hari minggu, Julia lebih banyak menghabiskan waktu di Kampus untuk berolah raga dengan kawan-kawan Taruna,
             Suatu sore Julia dikenalkan dengan seorang pemain Volly, yaitu Taruna tapi bukan satu kampus dengan Julia tapi Taruna AMI yang bernama LUCKY CANDRA , Lucky ini tinggal serumah dengan Heru Siswara, Sutomo, Taufik  dan Sudomo,, Lucky berasal dari Tegal Cirebon, dia bertubuh sedang-sedang saja berwajah ganteng dan soleh, dia banyak tau soal Agama itu terpancar saat pertama kali Lia mengenal dia, Bukan hanya Volly ball , Julia juga suka main Tenis Meja (pim pong) , Sifat yang tamak dari Lia adalah jikalau Lia sudah memulai bermain dia akan terus bermain dan bermain lagi sampai benar-benar habis tenaganya, itu sebabnya Julia lebih banyak memiliki kawan laki-laki ketimbang perempuan, Sutomo, Sudomo, Taufiq dan Heru adalak kawan satu Jurusan Nautika di Kampus yang sama sedangkan Lucky di Kampus yang berbeda dia ambil Jurusan Administrasi, mereka semakin lama semakin bertambah akrab , Setelah beberapa  bulan kemudian Lucky menyatakan Cintanya pada Julia, Julia Tak langsung menjawab iya, sebab Julia tak mau nanti gara-gara punya hubungan khusus nanti persahabatan dengan yang lain jadi renggaang, Julia sangat menghargai Sahabat, 
            Taufiq punya rencana mau balik kampung pada hari Libur, dan taufiq mengajak kawan-kawan yang selalu aktif Latihan Volly, Rumah Taufiq berada tak jauh dari Pantai Carita di Banten, itu yang membuat Julia semangat untuk ikut, Dengan tidak mengurangi rasa hormat Julia dan kawan-kawan berangkatlah bareng Taufiq untuk berlibur di rumah orang tua Taufiq, Mereka sampai di rumah keluarga Taufiq di malam hari, dan besok paginya barulah mereka pergi sama-sama ke Pantai Carita Anyer yang terkenal dengan Karang Bolongnya, Anyer berada di Kabupaten Jawa Barat yaitu Banten, dengan pantainya yang Indah, pasir putih nya yang luas membuat Julia merasa ingin lama-lama berada di Pantai ini, Julia berenang bersama kawan-kawan , Tak heran jika banyak pengunjung dtang ke pantai ini, Mereka berenang sambil bermain bola dalam air, mereka semua sangat menikmati Liburan ini, mereka pun tak ketinggalan mengabadikan kenangan bersama-sama, sampai panjat-panjat pohon mereka berpose, 
            Setelah mereka puas bermain di pantai dan merekapun beranjak pulang kembali ke Jakarta, sebab besoknya mereka harus masuk kuliah lagi seperti biasa,

Minggu, 22 Maret 2015

MEHNYAMBUT TAHUN BARU DI VILLA PUNCAK BANDUNG

          Ari Iman sangat sangat pendiam tapi dengan Julia dia banyak berbicara, Lia merasa nyaman dekat dengan Ari hanya sesekali Lia merasa risih sebab usia Julia lebih tua di banding Ari, itu yang membuat terkadang pikiran Julia mengambang, Ari & Julia semakin rapat bukan karena Lia sudah tau kalau Ari anak seorang Jendral tapi karena Ari pintar bisa mengajari Lia apa yang Lia belum paham.
         Saat Ari di panggil untuk berlayar, semua pakaian dan buku-buku Ari di titipkan ke Julia, Ari mengosongkan Kamar kos-kosan karena belum tau berapa lama lagi dia akan kembali, dan Ari berpesan agar Lia menunggunya, Lia yang sudah menerima Susanti untuk menjadi sahabatnya, Susanti sering melarang Julia untuk berhubungan dengan Ari Iman dengan alasan Ari terlalu putih untuk seorang cowok, jadi ngak pantas jadi cowok Julia, demi menghargai sahabat Julia pun mencoba menghindar dari Ari dan kebetulan Aripun sekarang mau berlayar , Kepergian Ari membuat hati Julia sunyi, bila di Kampus Lia jadi sering memikirkan Ari, lama-kelamaan Lia terbiasa tanpa Ari walau terkadang saat melihat benda-benda pemberian dia Lia merasa rindu, tapi karena teman-teman banyak yang menghibur Lia, Apalagi Saiful sudah mulai rajin datang ke mess Julia hanya sekadar cerita-cerita saja, Tapi menurut pendapat Susanti bahwa saiful juga suka dengan Julia tapi dia tak berani mengungkapkan, Saiful juga pendiam orangnya, sedangkan Julia banyak cuap-cuap kayak mulut ayam bertelor,
          Di penghujung tahun 1993 mereka penghuni Kompleks Angkatan Laut mengadakan Acara Menyambut tahun Baru di Puncak Bandung, mereka menyewa sebuah Villa di sana, Seperti biasanya perjalanan menuju Puncak pas memakan waktu 3 jam, Panitia rombongan adalah Saiful, kawan-kawan satu Mess Julia semua ikut serta dalam menyambut tahun baru di Puncak, Sampai di puncak Julia dan beberapa kawan lainnya  jalan-jalan menelusuri jalan perbukitan, mereka sangat menikmati pemandangan Alam Punca Pas Bandung yang begitu sejuk dan indah, kawan-kawan yang laki-laki sibuk mempersiapkan bahan-bahan untuk kambing guling nanti malam, hamparan kebun teh, bunga-bunga yang indah membuat hati julia tentram walau dia menginginkan saat ini Ari ada bersamanya, 
Julia dan kawan-kawan mengelilingi kawasan seputar villa, menjelang sore mereka kembali ke Villa dan disana Julia dapati kawan-kawan pada main bola, Senjapun menghampiri mereka, dan mereka semua masuk dalam Villa karena cuaca amatlah sejuk, walaupun dingin menggigil namun Julia mestilah mandi, Julia ingin senantiasa tampak ceria walau hatinya sedang merindu,

          Sambil menunggu tepat pukul 00:00 wib mereka semua main gaplek, yang laki-laki main kartu, suasana sangat meriah, Julia kala soal main Gaplek memang pandai tapi kalau  kartu Julia kurang paham, Gaplek Julia sering main iseng- iseng di rumah dengan keluarga, Yang ikut serta dalam acara tahun baru ini bukan hanya Taruna/ni saja namun gabung denga anak-anak ASMI yang tinggal di kompleks AL ini, inilah moment untuk mengikat silaturrahmi antara AMAN & ASMI , yang sebelum ini pada cuek kalau berpapasan di jalan tapi malam ini mereka terlihat ramah, Sebagian sibuk menyiapkan api Unggun di depan Villa, pada malam kemuncak akhir tahun1993 mereka semua keluar dari Villa dan membakar mercun, kembang api dengan sangat meriah, ada yang meniup terompet, sedangkan Julia hanya membakar kembang api yang kecil sambil memandangi percikan api-api yang indah, walau Julia tak ada pasangan namun Julia merasa senang sebab kawan-kawan Julia semua baik-baik, Mereka menginap di Villa hanya dua malam sahaja dan tanggal 1 januari 1994 malam mereka semua bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta, Walau melelahkan tapi mengasyikkan, Awal tahun yang menyenangkan, ALHAMDULILLAH,

Kamis, 19 Maret 2015

LEBIH BAIK JUJUR walau MENYAKITKAN

          Julia saat ini hanya akrab dengan Siti Hajar dan Betty saja sebab Hajar yang manja yang taat dalam ibadahnya, Demikian juga Betty dia tak pernah lupa untuk sholat bila Azan sudah memanggil, Julia yang merasa dirinya lebih mandiri dibandingan kawan-kawan lain jauh lebih muda dibandingkan Julia, Sedang dengan Susanti Julia agak cuek, bahkan Lia sering marah-marah dia, tujuan Lia marah-marah sih sebenarnya karena sayang , Susanti yang sifat Tomboy nya sangat kental melebihi Julia, kalau Julia biarpun Tomboy tapi masih bisa menyesuaikan diri denga lingkungan sekitar, Karena keakraban Julia dengan Hajar, Susanti jadi penasaran , sehingga  Susanti bertanya pada Julia:
Susanti : Julia saya dah lama pendam perasaan ini,
Julia     : apa itu?
Susanti : Napa sih kamu kalau dengan Hajar baik sekali, kalian saya perhatikan selalu ceria
Julia     : memangnya mengapa? masaalah buat kamu?
Susanti : ya lah masalah! napa kalau dengan saya kamu selalu marah-marah, ada aja yang tak kene.
Julia     : oo itu sebab saya sayang sama kamu, makanya saya marah-marah,
Susanti : ah masak gitu? bukan lah kamu kayak ngak suka berkawan dengan saya
Julia     : oh ya? 
Susanti : bilang dong mengapa?
Julia     : oh kamu mau tau? spontan Julia menjawab, sebab kamu tak pernah sholat, dan saya paling ngak suka lihat orang yang tak sholat, bukannya saya Alim tapi kita sebagai ummat Islam apalagi orang dari ACHEH mestilah sholat harus kita laksanakan.
Apasalahnya sih sholat hanya 5 menit sahaja,
          Mendengar jawaban ketus dari Julia, muka Susantipun memerah sangat ketara sebab dia putih, dengan perasaan malu dia menerima kritikan dari Julia, dan Susanti terdiam, Sejak itu Susanti menjadi rajin sholat dan dekat dengan Julia, bahkan karena dia ingin selalu dekat dengan Julia dia mau ikut pindah Jurusan yang tadinya dia sudah belajar di Jurusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga (KPN), berpindah ke Nautika disebabkan Julia berkata pada Susanti,
Julia, Hai Susanti saya juga heran dengan kamu,
Susanti : mengapa
Julia  : Saya perhatikan kamu ini orang yang Genius dan kamu punya dasar Jagoan Fisika, tapi kamu pilih Jurusan KPN, kagak salah tu?
Susanti : apanya yang salah?
Julia    : ya salah donk! kamu ni pandai , kalau kamu pilih Jurusan KPN lebih baik kamu Kuliah aja di Acheh, lah buat apa jauh-jauh pergi ke Jakarta kalau kamu pilih sama dengan Administrasi,
Susanti : ya juga ya. emang boleh pindah?
Julia     : Boleh aja, ini kan kita belajar belum lama jadi boleh pindah jurusan,

           Rupanya tantangan dari Julia masuk juga dalam pikiran Susanti, Besoknya dia langsung pindah jurusan satu kelas dengan Julia, yang tadinya Julia satu kelas ada 35 tarunadan 3 orang taruni, mulai hari ini sudah menjadi 4 karena Susanti bergabung dengan Julia dan duduk satu bangku dengan Julia, terpaksa Ari duduk di belakang Julia yang sebelum ini Julia duduk sebangku denga Ari, Penampilan Julia yang   bersahaja, ramah pada semua orang sehingga Julia banyak memiliki teman, dengan Seniot-seniorpun Julia akrab karen Julia cuek tak takut lagi dengan senior, Di Lingkungan yayasan Baharione bersamaan waktu itu juga Sekolah Pelayaran Menengahpun belajar disini, Banyak juga pelajar-pelajar yang curi perhatian Julia terkadang mereka perli-perli Julia, dengan memanggil kakak manis deh! Julia hanya mampu tersenyum kalau melihat ulah anak-anak remaja,
             Sekarang ini Susanti dah giat sholat , bahkan tak pernah tinggalkan lagi, kemanpun pergi sekarang dalam tas selalu tersedia telekung, begitu juga halnya Julia, dalam tas Julia hanya ada buku dan telekung, Julia sering sholat bareng Ari sebab Ari pun rajin sholat, itu yang membuat Lia mau dekat dengan Ari

SILATURRAHMI KE BANDUNG

       Mingu terakhir di bulan Oktober, Ari mengajak Lia ke Bandung ke rumah Famely dia, Disebabkan Ari sudah mengungkapkan rasa suka dia pada Julia dan tak ada alasan Julia untuk menolak ajakan Ari untuk silaturahmi kerumah famely dia yang ada di Bandung, Mereka bertolak dari Jakarta pukul 8:00 am dan selama 3 jam perjalanan merekapun sampai ke Bandung
       Disini Lia merasa tubuhnya kedinginan, maklum aja Bandung adalah daerah yang terkenal dengan kesejukannya, Ari membawa Lia ke Apartemen Kakak sepupu dia, sampai disini Ari mengenalkan Lia pada mereka sebagai  pacarnya, kakak sepupu Ari menyambut dengan gembira karena sudah lama juga Ari tak pernah datang, mereka menyambut Julia dengan berbagai hidangan masakan Sunda, karena mereka sampai Bandung tepat jam 12 siang jadi mereka langsung makan, 
        Saat dirumah kakak sepupu Ari banyak bercerita-cerita dengan sepupunya sedangkan Julia banyak terdiam karena malu, Lia hanya banyak menebar senyuman sahaja. 
Keasyikan ngobrol akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 3:00pm, Julia bisik pada Ari untuk mintak izin kembali ke Jakarta, Aripun setuju tapi sebelum balik Jakarta Ari minta izin untuk mandi dulu, ketika Ari pergi ke kamar mandi, tiba-tiba Julia teringat sesuatu saat melihat Dompet Ari yang terletak di depan Julia, bergegas Julia ambil dan membukanya sebab JUlia penasaran mau lihat Identitas Ari sebenarnya dia kelahiran tahun berapa? karena sebelum ini Ari memperlihatkan Kartu Identitasnya itu sudah dibakar dengan rokok pas di tahunnya, Ari membuat kesan bahwa umur dia itu sama dengan Ari, betapa terkejutnya Julia saat melihat fhoto copy Kartu Identitas Ari bahwa dia lahir jauh lebih muda dari Julia Lia lahir 1971 sedangkan Ari 1976, Julia merasa dirinya di tipu, langsung Julia simpan kembali fhoto copy KTP nya tersebut, Ari sengaja lakukan itu biar Julia mau terima Cintanya, Usai dia mandi, Lia diam aja pura-pura tidak tau apa-apa, Sebab sejak Lia mengenal Ari, dia memang sangat perhatian pada Lia, dia romantis, tapi yang membuat Lia sedikit minder(segan) karena kulit Ari terlalu putih dan bersih sedangkan Julia berkulit Hitam, 
         Setelah bersiap merekapun pamit untuk kembali Ke Jakarta;
Ari    : Teteh kami mau mohon pamit dulu.
Teteh: Kok buru-buru sih?
Ari    : iya teh sebab besok kita ada Kuliah,
Teteh tunggu aja bentar lagi , baru juga datang, belum lagi habis rasa kangenya,
Ari    : tak apa teh , lain kali aja sebab Julia tak boleh balik larut malam nanti apa kata kawan-kawannya,
Teteh : ya udah, Julia nanti kapan-kapan datang sini lagi ya,
Julia  : iya teh, trimakasih banyak dah sambut kami dengan baik.
Teteh : ya sama-sama, teteh juka suka kalian dah mau sempatkan waktu berkunjung ke rumah teteh.
Julia  : kami pamit dulu ya, 
Teteh : ok lah kayak gitu, hati -hati di jalan , Ari tolong jaga Lia baik-baik ya!
Ari   : iya teteh .

         Mereka meninggalkan Apartement milik kakak sepupu Ari, Ari dan Julia berjalan kaki menuju Terminal Bus Bandung, Sampai Terminal kebetulan ada Bus yang langsung mau berangkat jadi tak kemalaman nanti sampai di Jakarta, Disepanjang perjalanan Lia melihat pemandangan yang begitu indah karena jalan yang mereka lalui adalah jalan perbukitan yang penuh likuk-likuknya, karena cuaca sangat dingin yang membuat Lia tak tahan , namun Ari tau hal ini jadi Ari memegang erat-erat tangan Julia untuk memberi kehagatan karen Julia belum terbiasa dengan suasana pegunungan yang dinginnya luar biasa, Lia asyik lihat para petani Teh sedang memetik daun teh yang tumbuh subur dan hijau ,
Ari    : Gimana Lia ? kamu senangkan Ari ajak jalan-jalan?
Julia  :Ya boleh lah...Lumayan! trimakasih ya sudah mau bawa Lia jalan-jalan juga mau kenalkan Lia dengan famely kamu,
Ari    : Ya nanti kapan-kapan Ari bawa Julia ke rumah Bokap Ari di Cibubur,
Julia  : ok,   lalu Lia termenung sejenak dan berfikir dalam hatinya, Wah gawat ni! kalau Jumpa Bokapnya takut mereka tak mau terima Lia gimana donk?
            
          Jam sudah menunjukkan pukul 7:10 pm mereka sampai di Jakarta dalam keadaan selamat, Kawan-kawan di Mess seakan cuek terhadap Julia sebab Julia pergi berduaan dengan Ari, Julia pun cuek juga, dalam hati Julia biarin aja mereka cuekin Julia, memangnya Julia pergi berduaan untuk buat hal yang tak baik apa? itu yang ada dalam hati Julia, selagi Lia boleh jaga diri Lia tak perduli apa kata orang-orang,  Setelah Arihantar Julia ke Mess dan Aripun kembali ke rumah Kost-kosan dia yang di Komplek Marinir di Kelapa Gading, Sejak itu Ari memberi perhatian lebih pada Julia, Ari banyak mengajari Julia tentang Pelajaran tentang Ilmu Pelayaran yang dia tau, Dan Ari membelikan Buku-buku Panduan Pelajaran untuk Julia, Lengkaplah semua yang Lia mau,
          Dikampus Lia tampil sebagai Komandan Kelas (DANLAS) sosok Julia yang tegas dan disiplin juga ramah, Julia tak pernah takut pada siapapun kecuali pada ALLAH A'ZZA WAJJALA, Manusia di mata Julia sama saja hanya perbedaan status sosial nya aja, Lia hanya Segan atau hormat pada orang yang Alim dan tau tentang Agama, kalau di Kampus seperti Kak Santoso, Ridwan Arafah, Kak Rahmad dan beberapa orang lainnya, Walau Julia kini hidup jauh dari orangtua dan di kota Metropolitan yang penuh dengan Gemerlapnya dan kebebasan namun Julia belum terpengaruh dengan semua yang ada di di Kota ini, Julia masih seperti yang dulu, Julia yang Tomboy tapi masih tau melakukan kewajiban sebagai Hamba Allah,

Rabu, 18 Maret 2015

DI Sebalik sifat Pendiamnya Ari Iman Asmara




             Setelah pertemuan itu Ennu pun berangkat berlayar lagi dan dia hanya menitip salam pada Fery dan kak Bernadi, Baru dua kali pertemuan antara Julia dan Ennu, Ennu pun tidak membuang-buang masanya dia sudah langsung menyatakan Cintanya pada Julia, Julia hanya bisa terdiam saja sebab Lia tak pasti lagi dengan perasaan Lia sebab baru kenal dia, Julia tak memberi jawaban apa-apa pada Ennu , Julia hanya tersenyum saja,  Saat Ennu berangkat lagi dia belum mendapatkan Kepastian dari Julia, Sejak keberangkatan Ennu Lia tak dapat khabar apapun jua,
             Pada Hari minggu Ari mengantar Julia untuk mengambil SERAGAM di Toko  Astarabu Senen Jakarta Pusat, Ari selalu setia menemani Julia kemana Julia pergi, 

1 Oktober 1993 Aktifiti pembelajaran di mulai, Jadwal mereka harus berada di kampus ialah pukul 2:30 pm Wib karena sebelum masuk ke kelas masing-masing mereka semua harus mengikuti Apel sore dulu yang di pimpin oleh Bapak Instruktur Sugiono, Julia memilih Jurusan Nautika, Setelah Apel selesai mereka masing-masing masuk kelas sesuai dengan Jurusannya, Julia terpilih sebagai Komandan kelas dan Wakil Komandan adalah Hardy Susanto, Lia duduk sebangku dengan Ari Iman Asmara, Ari tak mau jauh -jauh dari Julia sebab dia sudah jatuh cinta pada Julia, sedangkan  Julia masih biasa-biasa aja dengan Ari< Lia hanya mamfaatkan Ari karena dia sudah terlebih dahuli paham dan sudah belajar tentang Pelayaran dan Dia memiliki Buku yang Lengkap jadi Lia pikir tak ada salahnya Julia dekat dengan dia asalkan Ari bisa bantu Julia dalam hal pelajaran, Bahkan Ari rajin datang ke mess Julia untuk belajar bareng, mereka belajar satu minggu enam hari jadi di setiap hari sabtu mereka harus mengikuti pendidikan Semi Militer yang di pimpin oleh pak Sugiono. Julia sangat
semangat untuk berangkat ke kampus, Lia sangat Disiplin, tak pernah terlambat kalau datang ke kampus 
            Walau Ari selalu dekat Julia tapi Ari tidak pernah bercerita tentang keluarganya, sampai umurnya pun Ari rahasiakan pada Julia, setiap julia tanya dia jawab bahwa umur dia sama dengan Julia, Lia tak yakin sebab Julia merasa Umur Julia lebih tua dari pada Ari sebab Julia pernah menganggur 2 tahun semasa di Kampung, Ari hanya memberi Julia sebuah buku Agenda yang berwarna putih yang bertuliskan BP7, sejak itu Julia selalu menggunakan buku tersebut untuk mendikte pelajaran Pancasila, Saat mata pelajaran Pancasila Pak Wagiman yang bertindak sebagai Dosen mata Pelajaran Pancasila, saat sedang seriusnya Julia menyimak Pak Wardiman membahas tentang mata kuliahnya , tiba-tiba Pak Wardiman bertanya pada Julia,
Wardiman : Julia , itu Buku BP7 siapa kamu pakai?
Julia          : Napa pak?
Wardiman : siapa? ini bukan buku sembarangan tau ngak?
Julia          : nagak tau Pak, ini saya di kasih oleh Ari,
Wardiman : Wao pasti orang tuanya seorang Jendral, sebab yang pegang buku seperti ini adalah mereka yang berpangkat Jendral.
Julia           : Ah masak iya sih Pak?
Wardiman  : ya iyalah1 apalagi? kamu tak percaya Aceh?
                   Lalu Julia hanya bisa termenung sebab Ari tak pernah cerita apa-apa pada Julia, penampilan dia sangat sederhana, dia sering tidur di Mess taruna karena malas pulang kerumahnya di Cibubur, dan hari ini Ari tak masuk kampus, dia absen, 

Selasa, 17 Maret 2015

UPACARA PELANTIKAN

23 September 1993 .
Hari ini adalah hari PELANTIKAN TARUNA-TARUNI  Angkatan 17 , Hari yang sangat Istimewa bagi Taruna-taruni yang telah lulus melalui Madabintal yang sudah mereka lalui dengan berbagai tantangan, Pada hari Pelantikan di buat dengan meriah karena tahun ini merupakan tahun yang jumlah Taruna-taruni terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya , Sebagian besar dari NANGGROE ACHEH DARUSSALAM. Keluarga Taruna yang datang hanyalah yang berdomisili Jakarta aja sedangkan yang dari daerah tak bisa hadir , Apalagi mereka Taruna/ni yang berasal dari Ujung Pulau Sumatra, Sedangkan Julia mengundang seorang kawan dari kak Bernadi Noor yang bernama Ennuh yang juga kawan dari Jefry, Ennu baru turun dari laut dan dia menyempatkan diri untung hadir karena mau lebih dekat dengan Julia, Sedangkan Julia baru kenal namanya aja dari Jefry bahwa ada kawan dia yang baru selesai berlayar  mau berkenalan dengan Julia ,
          Acara Pelantikan berakhir tepat pada pukul 12:00 Wib, Mereka bubar dan masing -masing kembali kerumah, Ennu sudah menunggu Julia sedari tadi, begitu Upacara bubar Ennu menghampiri Julia dan bersalaman , karena Julia merasa lapar Julia pamit pulang pada Ennu, tapi Ennu malah mau ikut menghantar Julia sampai ke rumah, Terdiam Lia sejenak sebab Lia tak berani untuk bawa Laki-laki yang baru Julia kenal ke Mess tapi Jefry memaksa Julia untuk memperbolehkan Ennu mengantar Julia dan akhirnya Julia pun mengizinkan karena mengingat Jefry itu Keren, Tadinya Julia suka lihat Gaya Jefry Handsome tapi ngak sombong, Sebelum nya Julia  berfhoto bersama Ari Iman Asmara karena Ari meminta Julia untuk fhoto bersama dia yang menurut Ari Julia ini sudah menjadi pacarnya,                                                                     Saat Julia sedang ngobrol dengan Kak Bernadi tentang Ennu sementara Ari menunggu Julia di Kantin, Julia sudah tidak perdulikan Ari sebab menemani Jefry dan Ennu juga kak Bernadi, Lalu Julia pulang ke Mess bersama Ennu, mereka berdua naik Bus sampai ke Cempaka putih, Sesampainya Julia di Mess ternyata kawan-kawan Julia yang di Mess Taruni belum ada yang balik, yang ada hanya beberapa Taruna di Mess sebelah, Julia pun membukakan pintu Mess, Ketika pintu terbuka Julia langsung terkejut sebab Rumah yang mereka tinggalkan sedari pagi sudah kebanjiran, Julia tak tau siapa yang terakhir mandi tadi pagi tak tutup air sehingga banjir begini. Ya Allah H urabbi Julia spontan berucap,Karena Ennu kasian melihat Julia sudah kepenatan mengikuti Upacara tadi, Ennuh pun bekata pada Julia,
Ennu  : Julia biar Ennu yang bereskan semua,
Julia   : Apa? kamu yang mau ngepel semua ini?
           : Tapi kamu kan baru pertama kali datang kesini, kamu tamu.
Ennu  : Tak mengapa, sebab saya sayang kamu Julia,
Julia   : Apa? kita baru saja kenal kok dah sayang sih?
Ennu  : memang kita baru jumpa tapi saya sudah tau banyak tentang kamu dari Jefry dan Kak Bernadi.
Julia   : Masak sih?
Ennu  : Iya, tak mungkin donk sebagai cowok saya membiarkan kamu buat ini semua sendirian,
Julia   : Tapi Julia malu dengan kamu, datang-datang kok dah ngepel lantai semua.
Ennu  : jangan khawatir Julia, saya sayang kamu.
Julia   : ok deh kalau itu mau kamu.

            Mereka mengerjakan sama-sama, saat mereka sedang asyik membersihkan rumah dan hampir selesai barulah kawan-kawan Julia sampai rumah dan langsung Julia tanyakan pada Yanti< Hajar,Suarni dan Betty, diantara kalian ni siapa sih yang tak tutup air tadi habis mandi? Namun pertanyaan Julia sia -sia mereka semua tak mengaku , mereka bilang tadi Taruna Is Junaidi masuk numpang mandi disini trus kami pergi. Julia pun tak mau memperpanjang masaalah sebab ada tamu. Lia lanjutkan membersih dan ketika semua selesai Ennu pun minta diri untuk pamit pulang, mereka tak sempat untuk berkat-kata apa lagi karena sudah capek, Ennu pun pergi meninggalkan Julia di Mess. Tak lama kemudian Ari Iman Asmarapun tiba ke Mess yang sedari tadi Julia tinggalkan dia di Kampus, Julia tidak menyangka kalu Ari juga menyusul Julia sampai ke Mess.

Malam Api Unggun

 Hari ini adalah detik terakhir Madabintal, Senior mengarahkan mereka untuk jalan Keliling Kelapa Gading dan melintasi Kali yang airnya bau busuk sambil memikul Ransel yang berisikan batu-bata, untuk Julia jumlah batu bata yang harus dibawa sama dengan Jumlah yang harus dipikul oleh Taruna sedang 6 orang lagi kawan Julia yang perempuan membawa 2 Batu bata , Ada suka ada duka yang mereka lalui, Usai area Kelapa Gading perjalanan di lanjutkan ke Ancol dan kembali lagi ke Kompleks Angkatan Laut pada malam hari. Acara selanjutnya adalah Mereka disuruh makan cacing oleh senior tapi yang sebenarnya adalah Mie goreng, Senior hanya mengetes nyali mereka para calon Taruna-taruni, malam Jurit itu Senior sudah menyiapkan rumah kosong yang seram dan para Taruna -taruni harus masuk untuk menanda-tangani seperti absensi kehadiran yang bahwa mereka sudah melintasi dan masuk.
Saat Susi salah satu  salah satu Taruni asal Joqjakarta masuk terlebih dahulu kerumah  seram tersebut dan
Julia berada di belakang Susi , pertama kali Julia masuk dan terlihat ada Pocong yang di lakonkan oleh para senior , melihat itu Susi langsung menjerit dan pingsan, 
 Dan senior yang menjadi pocong tersebut datang menghampiri Susi, Susi terbangun dan melihat di pegang oleh pocong Susipun kembali pingsan, Julia yang menyaksikan kejadian tersebut jadi tersenyum sendiri walau pada dasarnya Julia sangat takut kalau lihat pocong, oleh karena Julia sudah tahu lebih duluan kalo itu hanya pura-pura dan tak mungkin senior mau buat yang betul-betul. Setelah tanda tangan Julia pun langsung melanjutkan perjalanan dengan sedikit khawatir takut dikejutkan oleh benda-benda yang menyeramkan, Julia berjalan dengan cepat agar segera sampai ke Tempat Api Unggun, melewati hutan dan harus meniarap untuk keluar dari pagar kawat yang penuh duri tiba-tiba Kak Rahman datng menghampiri Julia, Ayooo kamu pasti bisa dan kamu pasti mampu untuk menjadi yang terbaik. Julia pun menjadi semangat untuk melanjutkan perjuangan dia untuk berjalan lebih cepat sementara kawan-kawan Julia Yang lainnya masih tertinggal jauh, Dan akhirnya sampailah Julia di tempat Api Unggun yang sudah di sediakan oleh senior, Julia langsung beristirahat sejenak sambil menunggu k

awan-kawan yang lain sampai, Ketika semua Taruna-taruni sudah berkumpul . semua di harap untuk berdiri dan berbaris menurut Peliton Masing-masing, Kata sambutan dan penutupan disampaikan Oleh Bapak Direktur AMAN JAYA, dan diakhir acara Panitia yaitu senior mengumumkan Pemilihan Taruna-Taruni terbaik, semua diam dan mendengarkan pengumuman tersebut dengan seksama lalu Panitia menyebut salah satu nama Taruna yaitu Arta Dinata Bas yang terpilih sebagai taruni terbaik dan untuk Taruni terbaik terpilih Julia dan mereka berdua di minta untuk tampil kedepan karena akan di Anugrahi Wing pertama yang akan di sematkan oleh  Bapak KOLONEL H.ADANG SAFAAT. Inilah detik-detik kebanggaan bagi Julia, Awal dari semuanya malam ini Julia merasa sangat senang, Setelah Bapak Adang Safaat menyematkan
wing AMAN JAYA dan acara ditutup dengan do'a yang dibacakan oleh senior Rahmad. Dan Acara di bubarkan











Senin, 16 Maret 2015

SUKA DUKA MADABINTAL

         Kegiatan Julia di Mess sebelum berangkat ke kampus Julia memasak untuk kawan-kawan serombongan yang berasal dari Aceh sepeninggalnya ibu Syarifah kembali ke Medan dia mempercayakan Julia untuk mengurus soal makannya teman-teman, Di hari pertama Julia pergi ke pasar  Kemayoran Jakarta Pusat, Julia pergi bersama Suarniati dengan menaiki Bajaj angkutan Umum yang hanya ada di Jakarta saja, yang beroperasi menggunakan roda tiga, pertama kali Julia naik merasa aneh sebab kecil, bising suara mesinnya juga, Julia dan Suarni belanja keperluan dapur untuk memasak sebanyak 58 0rang Taruna-taruni yang makan, jadi lumayan banyak belanjaan yang harus Julia bawa pulang, Usai lengkap barang-barang yang di beli lalu Julia memanggil Bajaj yang akan mereka tumpangi,karna Jlia belum begitu hafal Jalan ibukota berputar-putarlah si tukang Bajaj mengelilingi Cempaka Putih sehingga sampai Mess sudah hampir siang, mereka sambil tertawa turun dari Bajaj, Dan Julia memanggil kawan-kawan yang lain untuk membatunya mengangkat barang belanjaan, barulah Julia bergegas kedapur memulai masak karena sudah terlalu lambat, saat ini mereka belum tau di mana mau beli makan yang sesuai dengan Lidah orang-orang Aceh, itu sebabnya Julia semangat masak untuk kawan-kawan semua, walau Julia sangat tomboy tapi hal dapur Julia tau apa yang harus Julia perbuat, Hanya dalam waktu dua Jam Hidangan makan siangpun sudah selesai sebab dibantu juga oleh beberapa orang taruni, mereka makan bersama-sama seramai 58 orang sambil bergantian, sebuah keluarga yang besar, mereka hidup dengan damai di Mess yang bercampur berbagai suku dari Aceh dan hanya dua orang sahaja yang berasal dari Medan dan beragam Kristen tapi bagi kami semua sudah bagaikan saudara hidup di satu wadah yang berangkat sama-sama dengan tujuan menimba ilmu di kota Metropolitan, Julia bersama enam orang taruni lainnya merasa sangat terlindungi oleh 50 orang taruna yang tinggal bersama mereka, salah satu Taruna yang selalu ada bersama-sama taruni yaitu Ridwan yang selalu setia sebab dia jarang keluar tapi dengan Julia Ridwan biasa-biasa aja, dia hanya debih dekat dengan Suarni, saat ini Julia belum akrab dengan Suarni sebab Suarni tak pernah sholat, bukannya Julia itu alim atau sok tau Agama tapi sudah dari kecil Julia telah dididik untuk disiplin dalam hal sholat, jadi Julia tak suka berkawan dengan orang yang malas sholat,apalagi tak sholat, Ridwan sangat rajin Sholat dibandingkan yang lainnya tapi karena dia terlalu dekat dengan Suarni Lia agak menjauhkan diri dari Ridwan kecuali saat Suarni tak ada, karen keakraban Ridwan dengan Suarni seperti ada sesuatu yang Lia tak pasti,
saat ini Julia hanya dekat dengan Siti Hajar dan Nurbaity Ilyas, Bila Julia dekat dengan seseorang, Julia akan memperlakukan orang itu bagaikan adik sendiri,
          Hai-hari permulaan Julia dan teman-teman memeng sanagt menyenangkan walaupun rasa sakit hati mereka terhadap Ibu Syarifah yang telah menipu mereka soal Uang pendaftaran masuk Akademi terlalu banyak dia ambil dari mereka sehingga saat mereka tau info yang sebenarnya mereka semua jadi berang dan menuntut Ibu Syarifah untuk mengembalikan separuh duit dari pendaftaran yang di pungut per taruna Rp 2 juta,  Rapat demi rapat dah mereka buat namun duit yang mereka inginkan tetap tak kembali dan akhirnya mereka menjual mobil yang telah ibu Syarifah belikan untuk operasional dan duit tersebut dibagikan kepada 58 orang, walau hanya dapat perorang 50 ribu sahaja namun itu sudah membuat mereka puas hati, biasa gelora darah anak muda, padahal mobil itu masih baru dan bisa di gunakan untuk kita jalan-jalan, Apalah artinya duit 50 ribu hidup di kota besar dua hari aja sudah habis untuk jajan, Tapi mereka merasa puas walau dapat pulangan sedikit,

            Kegiatan Madabintal  masih berlanjut, semua senior memerankan peranannya masing-masing. Kak Lutfi yang mengawasi Pliton Julia, dia juga sama dengan Kak Bernadi, Kak Lutfi juga menganggap Julia fisiknya kuat, padahal Julia juga sama dengan taruni taruni lain, waktu tengah berjalan jauh dengan membawa batu -bata dalam Ransel yang lumayan berat, diterik panas matahari mereka berjalan mengelilingi Kompleks Angkatan Laut, tiba-tiba salah satu taruni Siti Hajar dia kehausan sementara persediaan air minum dia habis lalu kak Lutfi mengambil minuman Julia dan di kasih untuk Hajar, padahal pada waktu yang sama Julia juga sangat haus tapi senior lebih mendahulukan Hajar, dia bilan  kamu kan masih kuat bertahan Julia ntar kawanmu pingsan gimana?
saat itu Julia merasa sedih, kok saya ni sedang sangat dahaga juga , dari tadi Julia simpan air biar boleh minum tapi nasib berkata lain, Julia harus mengalah gara-gara senior melihat JUlia sosok yang kuat, sempat menetes air mata Julia saat kak Lutfi berkata demikian, Julia tak bisa membantah karena sudah arahan dari senior. istirahat sejenak dan di lanjutkan lagi perjalanan sampailah ke Ancol , Ancol adalah Taman rekreasi tepi pantai yang terkenal di Jakarta, dan mereka semua taruna-taruni di suruh berenang dengan seragam lengkap siap dengan sepatu boot (PDL) yang berat itu, mereka bermain Volly dalam laut, Julia yang sudah terbiasa dengan suasana Laut jadi dia nyantai aja walaupun di terpa ombak, setelah bersih semua dari busuknya bau kali(longkang) yang mereka lalui tadi siang,

Minggu, 15 Maret 2015

        18 Agustus 1993 mereka datang ke Kampus untuk mendaftar menjadi Taruna -taruni Aman Jaya, 
        23 Agustus Julia dan kawan-kawan menjalani Test Masuk Akademi, Hari pertama test Julia berkenalan dengan seorang senior yang rada-rada ganteng , Hari kedua Julia di kerjain / kenekan oleh senior yang ganteng itu tapi garang yaitu Bernadi Noor nama dia, dia orang Betawi asli Jakarta, Lia di suruh menyanyikan lagu daerah tapi menggunakan kepala Botak salah satu Taruna sebagai Mixrofhone,  karena Julia suka menyanyi jadi bukanlah satu masalah untuk nya, Julia pun menerima tantangan  sambil Julia berkata "Siapa takut! dan bernyanyilah Julia didepan Taruna-taruni yang lain, Sejak itu pula senior itu tertumpu perhatiannya pada Julia, Dia mengojlok Lia habis-habissan, di bentak , dihukum dengan menyuruh Push-up penuh sama dengan gaya laki-laki, memanglah Julia kelihatan kuat dan Julia berusaha membuktikan bahwa dia mampu sedangkan taruni yang lain diberlakukan Push-Up setengah dah hanya beberapa kali sahaja, Julia pun merasa suka karena cadi perhatian,

2 September 1993
Mereka semua Taruna -taruni di wajibkan ikut MADABINTAL , Disini Julia dan kawan-kawan di tempa menjadi seorang yang disiplin dan dididik menjadi manusia uekin yang Fisik dan Mentalnya harus kuat, Bgi Julia latihan seperti ini bukanlah satu masalah sebab hanya semi Militer, Lia menganngap bukanlah satu hal yang Luar biasa, Tapi karena ada senior yang perhatian jadi Julia semakin buat-buat tingkah agar dimarahin sama senior yang ganteng itu, Karena terlalu sering dikerjain oleh senior tersebut sehingga Julia selalu teringat akan dia, Tanpa Lia sadari Julia mulai jatuh hati pada nya, apalagi dia bersedia datang ke Mess/Asrama Julia tapi saat dia datang Julia sedang keluar, Namun lama - kelamaan senior tersebut  berubah baik pada Julia, Kawan-kawan Julia bilang dia suka pada Lia makanya dia buat demikian pada Julia sedangkan kami semua di cuekin,

          Ketika di Kampus kakak Bernadi menjumpai Lia dan dia bercerita pada Lia:
Bernadi : Julia kemarin kamu kemana?
Julia      : Napa kak?
Bernadi : Kemarin kakak dan kawan datang ke Mess,
julia      : Ngapain kak?
Bernadi : mau kenalin kamu dengan kawan saya lah,
Julia      : apa? kenalin kawan? untuk apa? Julia jadi heran/bingung.
Bernadi : Sebab dia suka dengan Julia.
Julia      : kok bisa? Lia kan belum kenal dengan itu orang, kok dah suka,.. lia keheranan sendiri padahal Julia dah mulai suka dengan senior tersebut sejak kawan-kawan Julia bilang kalau kakak Bernadi suka pada Lia, ni malah dia bilang kawan dia yang mau mendekati Julia,

            MADABINTAL masih berlanjut, Ada seorang Taruna asal Medan satu Pliton dengan Julia, dia memperkenalkan Julia dengan salah satu Taruna teman Gultom semasa Sekolah Pelayaran Menengah (SPM) dulu nama dia ARI IMAN ASMARA Lia pin berkenalan denga cowok tinggi kurus dan berkulit putih, Ari memilih Jurusan NAUTIKA juga sama dengan Julia, Lia berpikir "boleh juga ni anak ! kan Julia boleh belajar dan tanya ke dia tentang Pelajaran karen Ari sudah pernah belajar lebih dahulu tentang Pelayaran , Setelah perkenalan hari itu Julia dan Ari jadi dekat dan semakin akrab, kemanapun Julia mau pergi di ditemani oleh Ari Iman Asmara, 
Kini waktunya Madabintal tinggal satu hari lagi, Ridwan Arafah yang lebih senior dari pada kawan-kawan Taruna yang lain, Dia kalem berwibawa< taat menjalanankan ibadah membuat Julia segan dan hormat pada dia, saat ini Ridwan hanya sering ngobrol dengan Suarni , salah satu taruni yang Tomboy berkulit putih dan pendiam tapi kalau dengan Ridwan dia sangat akrab, Julia tidak suka berkawan dengan orang yang sok-sok kalem(Calm), Lia suka yang periang, 
              Di Mess /Asrama Julia tidak punya kawan taruni sebab para taruni masing -masing sudah ada pasangan teman dekat karen jumlah taruni 7 orang jadi Julia sendiri dan hanya kalau ngobrol dengan Taruna-taruna, Juliapun tak mau gabung dengan taruni yang lain sebab rasa minder Julia , Lia merasa dia anak orang miskin di bandingkan kawan-kawan semua yang kelihatan agak sok atau tak mau berkawan dengan Julia yang sedikit gaul, Julia walaupun dia suka bekawan dengan laki-laki tapi soal sholat Julia tak pernah tinggalkan, Lia tau hukum Agama, Lia dekat dengan teman laki-laki pun tau batasan, hanya sekedar teman bukan untuk mesra-mesraan. Bukan Julia tak punya hati dan perasaan, namun Julia dapat membedakan mana kawan dan mana perasaan, Dan Julia tidak mudah Jatuh hati pada laki-laki, Kalau bukan yang sama denga Tipe yang Julia inginkan, walau Julia tak cantik tapi soal cowok pasti dia memilih yang keren/ganteng,
           

Jumat, 13 Maret 2015

MEMORY di Bus PELANGI

            Julia mau memenuhi persyaratan yang orang tua Julia inginkan, karena kalau Lia bertahan di kampungpun tetap aja hubungan mereka tak akan direstui sampai kapanpun, Lia berpikir lebih baik Julia belajar dan menjadi orang sukses sampai orang tua bangga baru nantinya Julia akan menikah dengan Munir, pasti nanti orang tua Julia akan merestui, itu yang ada dalam pikiran Julia "Mengalah untuk menang"
           Setelah sepakat dengan orang tua Julia malam ini , Lia merasa gelisah tak menentu karena harus berpisah jauh dengan kekasihnya namun demi masa depan Julia harus berusaha agar akan lebih baik nantinya, Pagi-pagi Julia sudah bersiap-siap mengerjakan apa yang patut Lia persiapkan untuk keberangkatan Lia nantinya, Sore hari Julia menemui Julia di rumah salah satu famely Julia yang berhampiran tempatnya dengan Gudang Munir bekerja sebab Munir tidak lagi berniaga di Alue Lhok, dia memiih kembali di kampung halaman, Mereka berdua membincangkan masalah keputusan yang sudah Julia ambil demi masa depan Julia dan Julia menjelaskan semua tujuan Lia untuk pergi belajar sampai jauh ke Kota Metropolitan, satu jam saja mereka berjumpa setelah puas Julia bercerita dan akhirnya Munir mengerti dan merelakan kepergian Julia demi Cita dan Cintanya. Julia kembali kerumah dengan perasaan lega karena sudah berjumpa Munir,

11 Agustus 1993
 Kota Raja (BANDA ACEH)
            55 orang putra dan putri dari berbagai daerah telah berkumpul di tempat yang ditentukan oleh ibu Syarifah untuk bergerak menuju JAKARTA dengan Bus Pelangi, Mereka adalah calon Taruna-taruni yang akan menempuh pendidikan di AKADEMI MARITIM NASIONA JAKARTA RAYA (Aman Jaya), 4 Jam perjalan dari Banda sampailah di Kota Matang, disini ada seorang calon Taruna yang handsome betubuh kekar tinggi dan berkulit putih tak ubahnya seperti actor Hollywood memang keren, setelah Ari naik bus ,Ibu syarifah memberi pengumuman bahwa 2 jam lagi kita akan singgah di Simpul karean ada 1 orang lagi calon Taruni yang menunggu di sana, Dia cantik dan sangat berani orangnya, lalu semua seisi bus jadi penasaran, memang ibu Syarifah ini sangat suka menyanjung orang-orang, 
            jam sudah menunjukkan pukul 08;00pm menunggu di Simpang jalan dengan cemas, kekasihnyapun tak boleh menghantar Julia untuk mengucapkan selamat Jalan, Munir hanya mampu melihat dari kejauhan, tak lama kemudian muncul Bus Pelangi dari arah barat, dari kegelapan malam Bus pun berhenti tepat didepan Julia, Ibnu Fahlevipun turun dari Bus, dia putra ibi Syarifah,
Ibnu  : Kak ayo naik, kita mau berangkat, 
Julia  : semua naik ini?
Ibnu  : iya kak ini Bus Rombongan yang mau ikut pendidikan di sana,
          
           Julia bersalaman dengan Bapaknya dan langsung naik kedalam bus tersebut, Julia masuk dan hanya sempat bilng Hai saja dengan ssemua kawan-kawan yang dad dalam bus karena gelap, Buk Syarifah menyuruh Julia duduk di samping Ari, cowok keren yang berasal dari Matang, dan Julia hanya berkenalan dengan Ari sahaja, suasana malam di Bus Pelangi. penumpangnya hanya 7 orang perempuan dan yang lainnya laki-laki, karen Julia peserta terakhir yang naik jadi Julia tak berani banyak cakap sebab belum tau siapa mereka-mereka semua, yang ada dalam hati Julia pasti mereka semua ini adalah orang-orang kaya sebab tak mungkin bisa belajar ke Jakarta kalau orang tua nya tidak punya kemampuan, Julia merasa minder sebab Julia merasa dia orang yang paling miskin diantara kawan-kawan semua, dan Julia lihatpun cewek-cewek yang lain pada sombong, tapi tak da pengaruhnya bagi Lia soal mereka mau dekat Julia atau tidak sebab Julia lebih selesa dan asyik bila berkawan dengan teman laki-laki tak terlalu banyak tingkah,

Perjalan dari Banda Aceh menuju Ibu kota Negara republik Indonesia itu sangatlah jauh, bisa memakan waktu 3 hari 3 malam dan beberapa kali bus harus berhenti disetiap waktu sholat tiba, setelah menempuh perjalanan yang panjang selama 3 hari merekapun tiba di jakarta dalam keadaan selamat pada hari Sabtu 14 Agustus
JAKARTA sebuah kota besar ibu kota Negara RI.
Rombongan di bawa ke Wisma Haji Cempaka Putih Jakarta Pusat, Mereka istirahat disini untuk beberapa hari sebelum mendapatkan Asrama atau rumah tinggal, Mereka punya waktu dua hari untuk istirahat di PHI (Penginapan Haji Indonesia)
         Senin pagi rombongan di berangkatkan ke Kampus AMAN JAYA yang berlokasi di Komplek Angkatan laut ,Kelapa Gading, tak jauh dari Wisma hanya 15 menit sampai, Rombongan datang ke kampus untuk pengenalan dan disambut meriah oleh Kepala Yayasan dan senior-senior, setelah dapat pengarahan dan kata sambutan dari Yayasan mereka kembali ke Wisma haji, mereka hanya menginap di Wisma ini 4 malam sahaja dan kemudia mereka pindah ke Asrama yakni Rumah yang sudah disewakan oleh ibu Syarifah. 
yang putri ditempatkan satu rumah karean hanya 7 orang sahaja, sedangkan yang putra ditempatkan di rumah induk 35 orang dan 15 orang di rumah yang berdampingan dengan anak putri, Mereka tinggal disini sama-sama bagaikan satu keluarga besar, karena Julia merasa dirinya paling besar dan ibu Syarifahpun mempercayakan pada Julia untuk mengurus makanan untuk teman-teman semua.
Julia tak perduli biarpun capek sedikit tapi Julia bangga dan senang dapat melayani kawan-kawan semua, mereka makan seadanya tapi mereka bahagia, 

KEMBALINYA ASMARAKU YANG HILANG 2

       Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam k...