14
Introgasi masih berlanjut,Komandan : jangan-jangan kamu juga salah satu dari mereka,
Julia : Pak agar Bapak tau ya , saya itu tak ngerti apa itu GPK, berlagak bego lagi Julia,
Komandan: GPK itu adalah Gerakan Pengacau Keamanan,
Julia : O ooo begitu pak, Nah ini dia baru saya tau, dengarnya juga baru sekarang pak!
Komandan:Trus mengapa kamu tulis slamat berjuang kalau tak ada maknanya,
Julia : begini pak kan tadi sudah saya jelaskan, kalau saya dengan Munir itu pacaran dengan saya sudah sangat lama, tapi di halang oleh orang tua , yah itu kan juga suatu perjuangan Cinta kami, jadi tak ada Hubungannya dengan GPK,
Komandan: Jadi kamu tak bohong ini?
Julia : tentu tidak pak, buat apa saya bohong,
Komandan: kalau begitu kami paham sekarang dan kamu harus masuk ke dalam kantor Koramil untuk berjumpa dengan Atasan kami,
Julia : Kok masuk lagi sih?
Komandan: ya karena disana kamu akan di introgasi lagi.
Julia : ok lah,
Juliapun pergi menjumpai pak Koramil di ruangannya, Julia berjalan dengan santai, dalam hati Julia " anggap aja lagi dipanggil oleh bapaknya sendiri, Inikan cuma kantor Koramil , lagian Lia dari kecil sudah terbiasa dengan orang-orang baju loreng, sampai di pintu ruangan pak Koramil lia mengetuk pintu,
Julia : Permisi....
Koramil: yak , silahkan masuk, silahkan duduk.
Julia : Terimakasih pak, dalam hati Lia ni mau di tanyain apaaa lagi/
Koramil: Julia, kamu mau tak bekerja sama dengan kami?
Julia : Kerja ap Pak?
Koramil: Kamu mau jadi INTELnya kami,
Julia : maaf pak, saya tak paham tentang GPK, saya tak mampu pak. Lia berkata dengan tenang.
Padahal Julia tau semuanya tentang GPK dan kawan-kawan Lia juga banyak GPK, Julia sangat mendukung Saparatis ini karena membela hak-hak bangsa Aceh.
Koramil: Bapak yakin kamu pasti bisa, namun Julia tetap menolak, Pak Koramilpun tak memaksa Julia untuk bergabung dengan Tentara,
Sesuai janji mereka , ke esokan harinya Munir dan Nasaruddinpun di bebaskan dari tahanan tapi mereka berdua wajib lapor setiap hari, istilahnya mereka berdua adalah tahanan luar, Para Pasukan ingin memastikan kalau mereka berdua memang bersih dari GPK, Sekeluarnya mereka dari tahanan Lia melihat Munir wajahnya ada bekas terbakar akibat dari disulut dengan api obat nyamuk dan mata nya kelihatan merah karena mengalami darah beku di mata akibat di sepak oleh Brimob, Hidup rakyat Aceh tak ubahnya seperti masa penjajahan.
Munir menjumpai Julia dan menceritakan semua kesedihan yang Munir lalui selama dua malam berada di Penjara, Juliapun terharu mendengarkannya, Sejak itu Orang tua Julia jadi sedikit simpati pada Munir tapi bukan berarti di restui hubungan kami,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar