Setelah mereka berdua sucses di KASAL CUP , Julia ikut Pelatihan SAR yang berguna untuk Ketahanan diri dan juga bisa membantu orang, Julia dan kawan-kawan berlatih di Cibubur , mendaki dan banyak hal dan pengalaman yang Lia dapatkan selama di Cibubur, Alam Cibubur memang di Khaskan untuk tempat berlatih Pramuka dan lainnya, Latihan SAR yang di Kordinatori oleh Heru Budianto Taruna Aman Jaya satu kelas dengan Julia, dan di bantu oleh senior Wahyu , Mereka membawa bekalan seadanya dan terpaksa masak menggunakan kayu bakar dari hutan lindung yang ada di sekitar latihan,
Mereka berlatih hanya beberapa hari sahaja karena mereka harus cepat kembali ke Kampus, Julia yang awalnya memang takut ketinggian (gayat) tapi saat menaiki menara dan turun dengan tali Julia mampu melakukannya dengan baik,
Seminggu kemudian Julia Senior di undang oleh kakak Senior untuk mengikuti UPACARA PEDANG PORA dan mereka di latih oleh Senior Angkatan Laut, Yang di pimpin oleh senior yang akan berlangsung di Acara Pernikahan Senior di SALATIGA (Jawa Tengah), Untuk menyambut dan memeriahkan Pernikahan kak Martius mereka membuat persiapan Latihan beberapa hari, Mereka para Taruna/ni yang terlibat siap untuk di berangkatkan satu Bus ke Salatiga,
Pada hari yang penuh kenangan ini mereka semua naik dalam Bus dengan membawa perlengkapan masing-masing, Taruna/ni semua gembira saat di perjalanan, Mengapa tidak? mereka semua dapat menikmati pejalanan jauh dengan gratis (percuma) asyik bukan? mereka semua sangatlah kompak Lia duduk di belakang supir(driver) biasalah Lia kan biar dekat dengan Mixcrophone, memang hobbynya tuh tak pernah hilang, Saat Bus menelusuri jalan yang penuh liku menuju Pulau Jawa dan Music pun ready, Hmm Julia yang elergy kalau dengar music langsung aja minta Mix pada Kondektur
Julia : Mas Mix nya mana?
Kondektur : Sabar ya,
Julia : Mana boleh sabar massss
Kondektur : Nah ini dia Mix nya dek,,
Julia : Terima kasih,
Langsung aja Lia mengikuti Lagu yang sudah siap diputar, Lia tak perdulikan apakah orang yang di dalam Bus ini suka atau tidak mendengarkan suara Lia," Emang guwe pikirin kata Lia dalam hati",Sementara kebanyakan kawan-kawan tuh kalau sudah dalam Bus langsung tertidur lain halnya denganJulia dia sangat sulit untuk tidur lena dalam Bus, Lia lebih banyak terjaga , palingan Lia hanya tidur 2 jam saja karena bagi Lia jika semua orang tidur dalam Bus sekiranya ada hal-hal yang terjadi Lia takut tak ada yang tau, itu yang membuat Julia berusaha untuk tak tidur, Lia akan lihat jika ada orang yang terjaga barulah Lia tidur sebentar, apalagi kalau siang hari Lia tak mau tidur karena ingin melihat pemandangan alam sepanjang paerjalanan, Semakin Lia melihat Alam yang begitu indah semakin dekat pula Lia dengan Allah sang pencipta, karena rasa kagum Julia,
Setelah sekian Jam perjalanan sampailah mereka di sebuah Kota(banda) dimana beberapa puluh tahun yang lalu telah lahir seorang Pahlawan Bangsa yang sangat Gagah perkasa yaitu yaitu Bapak JENDRAL SUDIRMAN , Di kota yang sejuk ini beliau di lahirkan, Lia sangat berbesar hati dan senang mendapatkan kesempatan berkunjung ke Kota Salatiga yang penduduknya masih sangat alami (natural) dan kebanyakan para pedagang orang-orang tua yang sama sekali tidak mengerti bahasa Indonesia, mereka hanya tau bahasa Jawa yang asli (halus), Untunglah saat Julia pergi ke pasar di temani oleh kak Santoso senior Lia yang juga sangat akrab dengan Julia, Dialah yang menjadi Guide Lia semasa di Salatiga, setelah puas mereka jalan-jalan di pasar ,Julia yang di dampingi kak Santoso juga kawan-kawan yang lainnya kembali ke AUDIOTORIUM Asrama Kristian, karena senior yang mau menikah ini beragama Kristian, Karena semua pada letih dan mereka menempati kamar masing-masing dan mandi karena berjalan jauh membuat badan mereka berkeringat walau ada AC di Bus tadi, Julia tak sabar untuk cepat-cepat bersiap karena mau jalan-jalan sore,
Julia : siapa yang mau ikut Jalan-jalan?
Afdar : Saya kak, (Afdar adalah adik angkat Julia ) mereka sangat akrab dan Afdarpun manja pada Lia,
Julia : Ayooo siapa yang mau ikut lagi?
Lia tak mau menunggu lama-lama, yang lambat Lia tinggal, Lia bersama Hajar, Susanti, Afdar dan Betty mereka jalan-jalan menikmati keindahan Kota Salatiga yang dingin, Kota ini sangat indah karena kita bisa melihat gunung-gunung yang menjadi latar Kota ,cuaca di sore inipun sangat cerah tapi tidak panas, Mereka berjalan melewati trotoar pemandangan di depan mata adalah sebuah gunung yang tinggi dengan diselimuti kabut putih yang menambah indahnya Ciptaan Allah, Maha besar Allah Ciptakan Gunung untung menyeimbangi bumi sebab Lautan lebih luas daripada bumi, itulah gunanya, banyak becak-becak dayun dan Andong-andong (kereta kuda) semua masih sangat Tradisional sehingga masih sangat menarik bila kita melihatnya, Setelah Lia merasa lelah berjalan kaki< Lia mengajak kawan-kawannya kembali ke Asrama guna Gladiresik untuk Acara Upacara Pedang Pora yang akan berlangsung besok , Sekaranglah saatnya Julia istirahat sebentar di kamarnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar