Kamis, 05 Maret 2015

SEBUAH PENANTIAN

          Dikarnakan rambut Julia banyak yang rontok (gugur) Julia memangkas rambut Julia sampai sebahu sehingga semua orang terkejut bahkan banyak yang kritik kemana Lia pergi baik yang di Idi maupun orang yang di kampung apalagi Abang kandung Lia sampai tak habis pikir dia, karen tak puas hati abang dia menghampiri Lia untuk angkat bicara padahal abang Julia sangatlah pendiam dan tak banyak bicara tapi karena rambut Lia pendek dia pun penuh tanda tanya.
Iska   : napa itu rambut sampai di potong pendek banget?
Julia  : rontok bang.
Iska   : masak iya gara-gara rontok aja di potong sampai segitunya?
Julia  : iya lah malas lihat semakin hari semakin tirus,
Iska  : kan boleh di kasih Vitamin rambut atau untuk kulit kepala? makanya jangan terlalu banyak yang dipikir.. itu sebabnya , Rambut juga perlu Vitamin bukan kitanya aja,
Julia : alah! mentang-mentang kuliah Penilik kesehatan trus mau nasehatin kita pula, biarin ajalah Lia cuma pengen aja rambut pendek,
Iska  : ya udah mau apalagi dah di potong ini,
           Habis tanya soal rambut abang Iskapun keluar dari kamar Lia, Lia jadi kesel dalam hati *Rambut, rambut gue kok orang yang repot sih?
Lain lagi halnya bang Samsol anak Polisi yang tinggal di Asrama sebelah Lia, dia ini diam-diam suka dengan Lia, Lia tak tau karena dia sudah Lia anggap seperti abang karena anak-anak Tante sangat akrab dengan dia, Lia sih biasa aja, Sejak Lia berambut pendek bang Son tak pernah singgah dan main di rumah Tante lagi, dia hanya sekedar lewat, seminggu telah berlalu dan Lia baru sadar dan bertanya pada Ani saudara yang sudah lama bekerja di rumah Tante,
Julia : Ani, kok bang Samsol ngak pernah singgah rumah kita lagi sih? biasanya kan tiap hari dia pasti datang,
Ani  : Ooooo itu? dia marah karena kakak potong rambut?
Julia : Lahhhh... kok dianya yang marah? aneh!
Ani  : ya iyalah marah. bang Samsol kan suka dengan kakak, dia juga suka lihat rambut kakak yang dulu.
Julia : Ooooooooo begitu! tak apelah gampang je tu
Ani  : gampang apanya?
Julia : tenang aja entar sore kakak akan buat dia tersenyum dan mau singgah ngobrol bersama kita lagi.
Ani   : Trus kakak mau buat apa?
Julia : Sambungin aja lagi rambut kakak ,
Ani   : emangnya bisa di sambung? kakak punya sambungannya kah/
Julia  : Ya punya lah, sebab waktu di Salon kakak pungut (kutip) rambut kakak yang dipotong karena sayang,
Ani   : ooo bagus- bagus nanti kita coba.
Julia : Pasti donk!
          Menjelang sore sehabis mandi Lia bersiap-siap untuk nongkrong depan rumah bersama Ani dan anak-anak Tante untuk menunggu saat-saat bang Samsol akan melintas depan rumah mereka, tak lama kemudian yang ditunggupun lewat dan Ani mengeluarkan suara untuk menarik perhatian bang Samsol "Ehem! kok lewat aja sih? kagak mampir ni? bang Samsolpun menoleh ke arah Julia dan dia tersenyum sebab melihat rambut Julia sudah panjang lagi. Bang Samsol pun singgah dan duduk bercerita dengan Julia , 
Samsol : kok dah panjang lagi rambutnya?
Julia    : hehehehe iya ni dah panjang.
Samsol : kok bisa?
Julia     : ya bisa donk kan di sambung bang!
Samsol: apa?  disambung? yang bener?
Julia    : beneran donk masak boong sih? coba lihat ini disambung apa bukan? Lia sambung dengan jepitan. dan Julia tanya napa abang marah? namun dia diam karen malu, setelah itu mereka kembali seperti sedia kala, dan Julia merasa tenang sebab tak pasal-pasal dia di cuekin gitu huhuhuhu.
            kalau orang lain semua bilang eh kamu ngak kayak si Bola lagi sejak kamu potong rambut, ngapain juga rambutnya di potong, Lia hanya bisa tersenyum sebab sudah terlanjur pendek mau apalagi, siap-siap aja dengar komentar orang-orang, kalau bang Nizarly dia tak kesah ( tak masalah ) dia biasa aja . 
Teuku Nizarly datang menemui Tante untuk membicarakan kelajutan hubungan Julia dan dia, Teuku mintak agar khabar ini cepat disampaikan ke orang tua Julia namun Julia mengulur-ulurkan waktu yang ada dengan alasan Lia belum siap lagi, habis Teuku runding dengan Tante lalu diapun pulang ke rumahnya , Lia langsung menulis surat dan memberi tau hal ini kepada Munir  agar Munir cepat kembali dan bisa membatalkan Pernikahan Julia dan Teuku, Pagi- pagi Julia sudah pergi ke Kantor Pos untuk mengirim surat kepada Munir sang pujaan hati.
Isi dari surat tersebut adalah " JIka abang tak pulang pada awal february 1992 maka Julia akan menjadi milik orang lain, Idi 20 Desember 1991,
           Munir menerima berita seperti ini langsung aja dia balas lagi yang isinya "Abang akan usahakan segera kembali untuk melamar adek" Jantung Julia berdetak tak menentu terasa badan panas dingin disebabkan demam asmara, dia tak sabar ingin melihat Munir kembali namun kisah tentang Lia dan Munir hanya Ani yang tau sebab Julia cuma kasih tau dia tentang planing ini, kalau tante Julia juga tau soal hubungan Julia dengan Munir tapi dia tak melarang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEMBALINYA ASMARAKU YANG HILANG 2

       Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam k...