Bulan Puasapun telah berlalu pergi dan Gema Takbir berkumangang di seluruh penjuru kampung pertanda hari kemenangan telah tiba Aidul Fitri semua orang menyambut gembira hanya Julia yang terselubung duka nestapa, Julia yang merasa lega sebab di hari Raya Julia boleh menjumpai keluarga bang Munir tanpa izin orang tua sebab ini hari Raya, Julia dan sekeluarga pergi ke Mesjid untuk menunaikan sholat sunnah Aidil Fitri, setelah usai sholat Lia langsung kembali ke rumah dan bermaafan denga ibu bapak, tanpa membuang waktu lagi JUlia diam-diam langsung berjalan kaki menuju rumah orang tua bang Munir untuk menyampaikan khabar gembira,
Rumah Julia dengan rumah Orang tua munir 15 menit jarak tempuh dengan berjalan kaki, sampailah Lia di depan rumahnya.
Julia ; Assalammua'laikum.....lalu terdengar sautan dari dalam rumah suara wanita separuh baya, begitu di buka rupanya Kak Dah, kakak dari bang Munir,
Kak Dah : A'laikumsalam, masuk.
Julia : terima kasih, dan mereka bersalaman, Julia bertanya lagi Wak Mah mana? (yaitu ibu dari bang Munir yg akrab di panggil wak mah),
Kak Dah : oo ada di belakang yaitu di dapur, ada apa Lia?
Julia : saya hanya ingin menyampaikan khabar gembira,
Mendengar suara Lia datang , wak mah pun keluar dengan wajah sedih sebab bila dia lihat Julia otomatis dia akan teringat Munir, Wak Mah sudah menganggap Lia seperti anak sendiri dan Lia sendiripun sudah sangat sayang pada Wak Mah, Lia sudah menganggap sebagai ibu sendiri, Liapun sayang kepada keluarga besar Munir, walau keluarga Lia menentang hubungan kami, Wak mah bertanya pada Lia,
Wak mah : ada apa Julia/ lama kamu tak nampak?
Julia : iya mak tapi Julia kan belajar di IDI, dan lia menghampiri Wakmah untuk mencium tangannya dan memohon maaf sambil berderai air mata, Lia coba untuk tenang dan menyampaikan berita bahwa sebenarnya bang Munir masih hidup wak,
Wak Mah : dimana dia sekarang?
JUlia : dia di Malaysia dia hanya titip salam untuk Wak, dengan spontanitas Wak Mah memeluk Julia erat-erat dan berkata Ooohh anakku
wak mah : terimakasih anakku kau telah membawa khabar gembira ini kepada kami,, Wak Mah sangat sayang terhadap Munir sebab Munir sangat perhatian kepada ibundanya,
Julia : iya Wak, saya memang ingin menyampaikan hal ini pada Wak agar wak tenang dan jangan risau lagi,
Wak Mah : sekali lagi terima kasih nak Ya!
Julia : iya sama-sama.
Setelah minum secangkir teh Juliapun pamit pulang, hati Julia merasa lega sekarang, Lia cepat - cepat kembali kerumah takut orang tua Julia mencari-cari,
Di hari ketujuh hari raya Juliapun pergi ke kota Idi lagi sebab Tante Julia minta Julia datang kesana untuk temani dia menjalankan bisnis Meubelnya, Tante meminta Julia mendampingi dia kemana dia pergi sebab status Tantenya Janda takut jadi fitnah orang selalu keluar rumah jadi Julialah yang selalu setia menemani dia so Julia hanya kerja luar saja sebab dirumah ada yang bantu masak dan bersih2
Hati Teuku Nizarly dah berbunga-bunga sebab Lia sudah datang lagi, dia tidak tau kalau Julia sudah mendapat khabar dari sebrang, Dia menyambut kedatangan Julia dengan semangat, bila dia bebas Dinas Teuku selalu bawa Lia untuk dinner, Dia sosok yang romantis dan sangat perhatian,yang Julia suka dari dia itu tak Cemburuan sebab dia tau watak Julia berkawan dengan laki-laki dan dia pahami, Dalam diam Julia merancang sesuatu demi masa depan Julia, Teuku memanggil mamanya dari Banda Aceh untuk datang ke IDI untuk membicarakan perihal persiapan Pernikahan nya dengan Julia, tapi Julia diam saja tak memberi khabar pada orang tua Julia tentang hal ini sebab Lia berharap Munir dapat kembali secepatnya,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar