Rabu, 04 Maret 2015

SEPUCUK SURAT dari NEGERI SEBERANG

             Seiring waktu berjalan Julia dengan cepat dapat mengatasi dengan Lingkunga orang-orang 
Asrama, bersebelahan dengan Asrama Rutan ada Asrama Polisi jadi Julia tidak merasa kesepian karena banyak memiliki teman walau terkadang terlintas di pikiran Julia tentang dimana keberadaan kekasih hatinya sebab semenjak kepergianya Julia tak tau khabar berita darinya, 
kalau berita dari pihak Pasukan yang diTugaskan di daerah itu mengatakan bahwa Munir sudah tertembak di kawasan tepi pantai karena ciri-ciri yang di sebutkan sama dengan ciri-ciri dia, semua keluarga dia bahkan ibundanya sudah menganngap dia sudah tewas pergi untuk selamanya, namun hati kecil Julia berkata lain, Lia yakin bahwa Munir masih hidup.
             Julia berusaha untuk menghibur diri sendiri dengan mencoba menerima pinangan Teuku Nizarly, bukan Julia tak setia namun Julia ingin dirinya ada yang menjaga selama Julia berada di kota ini, Julia berfikir tak ada salahnya sebab Munirpun tak memberi khabar beritanya entah hidup ataupun sudah tiada, kelurga Munir sudah membacakan tahlil untuknya karena mereka anggap manyat yang di temukan pihak keamanan adalah mayat dia sedangkan mereka tidak melihatnya langsung dikarenakan Darurat Militer penduduk tidak boleh pergi terlalu jauh dari kawasan kampung sendiri,
             Keseharian Julia berada di kota IDI Julia aktif berolah raga juga, setiap sore Julia bermain Volly dengan Tahanan yang ada di Rutan tersebut, Lia bebas keluar masuk Rutan sebab Teuku Nizarly bekerja di sini, menjadi tunangan orang yang dikenali di kota ini itu sangatlah melelahkan sebab Julia harus menjaga sikap, Julia harus sopan dalam hal berbicara , kalem karen tunangan dia itu sangatlah sopan dan bersahaja, Bang Nizarly juga suka aktifitas setiap sore dia bermain Tenis Lapangan yang ada di depan Kantor Polisi kota IDI, Julia sering datang melihatnya kalau ada Turnamen.
              Terkadang Julia merasa bersalah , mengapa Julia menerima pinangan orang sedangkan hati dan Cinta Julia masih kepada Munir.Julia melakukan ini hanya ingin mencoba membahagiakan orang tua Julia sambil menunggu khabar berita dari Munir,dari faktor Usia dan kematangan berfikir memang tak ada alasan Julia untuk menolak Teuku, dia sangat baik dan berhasil membuat orang tua Julia sayang padanya, 
              Kini setahun sudah Julia di Kota ini, dan Julia kembali ke kampung halaman untuk menyambut bulan suci Ramadhan, sesampainya Julia di Kampung Julia menerima sepucuk surat yang di serahkan oleh pekerja di CV. KOLAM RAYA milik Toke Hamdan, Surat itu ternyata dari kekasihnya yaitu Munir di Pandan Jaya MALAYSIA, Lia membaca surat itu dengan haru dan penuh isak tangis kerinduan pada kekesihnya itu yang di khabarkan telah tiada, bagaikan mimpi Julia bisa membaca surat dari Munir walau Lia kurang paham dengan isi surat tersebut karena Munir menggunakan bahasa Melayu, Julia sangat gembira karena sudah mendapat khabar dari Munir yang bermakna dia masih hidup tak seperti dugaan ( sangkaan ) orang-orang kalau Munir sudah tewas, Keyakinan Julia semakin kuat saat menerima khabar darinya, 
             Di Malaysia  Munir bekerja sebagai kuli bangunan awalnya namun setelah dia paham seluk beluk di sebrang Munirpun mulai berniaga buah-buahan, itu yang dia ceritakan di dalam suratnya, walau perjalanan dia setahun yang lalu tak seindah perjalanan orang lain tapi Alhamdulillah dia masih bisa selamat, Kini Julia memiliki harapan baru karena surat yang Lia terima sangatlah jelas. tapi Julia masih diam-diam tak memberi tau siapapun kecuali pada Bety teman baik Julia yang ada di kampung,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEMBALINYA ASMARAKU YANG HILANG 2

       Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam k...