Senin, 16 Maret 2015

SUKA DUKA MADABINTAL

         Kegiatan Julia di Mess sebelum berangkat ke kampus Julia memasak untuk kawan-kawan serombongan yang berasal dari Aceh sepeninggalnya ibu Syarifah kembali ke Medan dia mempercayakan Julia untuk mengurus soal makannya teman-teman, Di hari pertama Julia pergi ke pasar  Kemayoran Jakarta Pusat, Julia pergi bersama Suarniati dengan menaiki Bajaj angkutan Umum yang hanya ada di Jakarta saja, yang beroperasi menggunakan roda tiga, pertama kali Julia naik merasa aneh sebab kecil, bising suara mesinnya juga, Julia dan Suarni belanja keperluan dapur untuk memasak sebanyak 58 0rang Taruna-taruni yang makan, jadi lumayan banyak belanjaan yang harus Julia bawa pulang, Usai lengkap barang-barang yang di beli lalu Julia memanggil Bajaj yang akan mereka tumpangi,karna Jlia belum begitu hafal Jalan ibukota berputar-putarlah si tukang Bajaj mengelilingi Cempaka Putih sehingga sampai Mess sudah hampir siang, mereka sambil tertawa turun dari Bajaj, Dan Julia memanggil kawan-kawan yang lain untuk membatunya mengangkat barang belanjaan, barulah Julia bergegas kedapur memulai masak karena sudah terlalu lambat, saat ini mereka belum tau di mana mau beli makan yang sesuai dengan Lidah orang-orang Aceh, itu sebabnya Julia semangat masak untuk kawan-kawan semua, walau Julia sangat tomboy tapi hal dapur Julia tau apa yang harus Julia perbuat, Hanya dalam waktu dua Jam Hidangan makan siangpun sudah selesai sebab dibantu juga oleh beberapa orang taruni, mereka makan bersama-sama seramai 58 orang sambil bergantian, sebuah keluarga yang besar, mereka hidup dengan damai di Mess yang bercampur berbagai suku dari Aceh dan hanya dua orang sahaja yang berasal dari Medan dan beragam Kristen tapi bagi kami semua sudah bagaikan saudara hidup di satu wadah yang berangkat sama-sama dengan tujuan menimba ilmu di kota Metropolitan, Julia bersama enam orang taruni lainnya merasa sangat terlindungi oleh 50 orang taruna yang tinggal bersama mereka, salah satu Taruna yang selalu ada bersama-sama taruni yaitu Ridwan yang selalu setia sebab dia jarang keluar tapi dengan Julia Ridwan biasa-biasa aja, dia hanya debih dekat dengan Suarni, saat ini Julia belum akrab dengan Suarni sebab Suarni tak pernah sholat, bukannya Julia itu alim atau sok tau Agama tapi sudah dari kecil Julia telah dididik untuk disiplin dalam hal sholat, jadi Julia tak suka berkawan dengan orang yang malas sholat,apalagi tak sholat, Ridwan sangat rajin Sholat dibandingkan yang lainnya tapi karena dia terlalu dekat dengan Suarni Lia agak menjauhkan diri dari Ridwan kecuali saat Suarni tak ada, karen keakraban Ridwan dengan Suarni seperti ada sesuatu yang Lia tak pasti,
saat ini Julia hanya dekat dengan Siti Hajar dan Nurbaity Ilyas, Bila Julia dekat dengan seseorang, Julia akan memperlakukan orang itu bagaikan adik sendiri,
          Hai-hari permulaan Julia dan teman-teman memeng sanagt menyenangkan walaupun rasa sakit hati mereka terhadap Ibu Syarifah yang telah menipu mereka soal Uang pendaftaran masuk Akademi terlalu banyak dia ambil dari mereka sehingga saat mereka tau info yang sebenarnya mereka semua jadi berang dan menuntut Ibu Syarifah untuk mengembalikan separuh duit dari pendaftaran yang di pungut per taruna Rp 2 juta,  Rapat demi rapat dah mereka buat namun duit yang mereka inginkan tetap tak kembali dan akhirnya mereka menjual mobil yang telah ibu Syarifah belikan untuk operasional dan duit tersebut dibagikan kepada 58 orang, walau hanya dapat perorang 50 ribu sahaja namun itu sudah membuat mereka puas hati, biasa gelora darah anak muda, padahal mobil itu masih baru dan bisa di gunakan untuk kita jalan-jalan, Apalah artinya duit 50 ribu hidup di kota besar dua hari aja sudah habis untuk jajan, Tapi mereka merasa puas walau dapat pulangan sedikit,

            Kegiatan Madabintal  masih berlanjut, semua senior memerankan peranannya masing-masing. Kak Lutfi yang mengawasi Pliton Julia, dia juga sama dengan Kak Bernadi, Kak Lutfi juga menganggap Julia fisiknya kuat, padahal Julia juga sama dengan taruni taruni lain, waktu tengah berjalan jauh dengan membawa batu -bata dalam Ransel yang lumayan berat, diterik panas matahari mereka berjalan mengelilingi Kompleks Angkatan Laut, tiba-tiba salah satu taruni Siti Hajar dia kehausan sementara persediaan air minum dia habis lalu kak Lutfi mengambil minuman Julia dan di kasih untuk Hajar, padahal pada waktu yang sama Julia juga sangat haus tapi senior lebih mendahulukan Hajar, dia bilan  kamu kan masih kuat bertahan Julia ntar kawanmu pingsan gimana?
saat itu Julia merasa sedih, kok saya ni sedang sangat dahaga juga , dari tadi Julia simpan air biar boleh minum tapi nasib berkata lain, Julia harus mengalah gara-gara senior melihat JUlia sosok yang kuat, sempat menetes air mata Julia saat kak Lutfi berkata demikian, Julia tak bisa membantah karena sudah arahan dari senior. istirahat sejenak dan di lanjutkan lagi perjalanan sampailah ke Ancol , Ancol adalah Taman rekreasi tepi pantai yang terkenal di Jakarta, dan mereka semua taruna-taruni di suruh berenang dengan seragam lengkap siap dengan sepatu boot (PDL) yang berat itu, mereka bermain Volly dalam laut, Julia yang sudah terbiasa dengan suasana Laut jadi dia nyantai aja walaupun di terpa ombak, setelah bersih semua dari busuknya bau kali(longkang) yang mereka lalui tadi siang,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEMBALINYA ASMARAKU YANG HILANG 2

       Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam k...