Kamis, 22 Oktober 2015

     Saat Lia mau berangkat, Susanti masih tidur nyenyak, Lia menghampiri Bobby
Lia      : Bob , kami mau ke Surabaya sebebntar soalnya Pengky mau jumpa Ko An di sana,
Bobby : ya silahkan aja, tapi hati-hati lho... besokkan kita mau balik ke Karawang,
Lia      : iya, makasih ya
Bobby: susanti mana?
Lia     ; masih tidur dia alnya semalam Jantungnya kambuh dia ridak bisa tidur, nanti kamu temani dia jalan-jalan kemana kek
Booby: ok! tenang aja aku akan jaga dia, kalian balek nantikan?
Lia     : InshaAllah,

           Pengky pun turun dah siap, lalu Pengky pamitan juga sama Bobby dan Pak De ada disana,, Penky bersalaman dan berkata kami akan ke Surabaya sebentar mau jumpa koko, InshaAllah sore kami balik, Lia dan Pengky pun pergi meninggalkan rumah Pak De sekitar jarak 200 meter mereka berdua berjalan kaki untuk mendapatkan angkot (angkutan Kota) tak lama Angkot pun berhenti, pak kondektur bertanya " mana mas? Pengky menjawab ke Kota pak, dan mereka berdua melompat masuk ke dalam Angkot, hanya dalam waktu 10 menit merekapun sampai di Kota Malang, tanpa membuang waktu pengky langsung mencari Bus yang tujuan Surabaya, mereka tidak menemukan Bus, hanya ada Damri, tak apalah yang penting kita bisa ke Surabaya kata Lia, disepanjang perjalanan Pengky sangat mesra dan tak habis-habis dia cerita tentang Kokonya yang akan mereka jumpai hari ini, pengky selalu memuji Ko An yang hemat tak boros seperti dirinya,dan Ko an selalu bantu keluarga yang di Bali, Ko an bekerja di Wonokromo di pasar Toko kelentong kepunyaan orang cina, Ko an sudah lama bekerja disini, lia bertanya pada Pengky, siapa nama penuh Ko An? Pengky pun menjawab "Made  Antara (Poo whe An)"  dan Lia dengan spontan membalas jawaban Pengky wow nama yang bagus,
         Dikarenakan mereka naik Damri jadi agak sedikit lambat mereka tiba di Surabaya pada waktu siang barulah mereka berdua sampai ke Kota dan mereka melanjutkan naik Angkot lagi untuk sampai ke Wonokromo, Lia mulai gelisah sebab Lia takut Ko An tak mau terima Lia untuk jadi adik iparnya, karena Lia ragu antara Pengky dan Lia jauh berbeda, pengky berketurunan Cina berkulit putih dan bermata sipit sedangkan Lia berkulit hitam dengan latar belakang yang sangat jauh berbeda, dan akhirnya sampailah di pasar Wonokromo , jantung Lia semakin berdetak kencang berdebar-debar, mereka menelusuri lorong-lorong di pasar untuk menemukan dimana Ko An bekerja, 15 menit mereka mencari dan akhirnya mereka menemukan tempatnya, mereka datang diam-diam saat Ko an lagi sibuk melayan pembeli tiba-tiba Ko an mendengar ada seseorang memanggilnya..Ko An! sambil mencari-cari dari mana arah suara itu datang, Ko An pun terkejut1 rupanya suara itu ada dihadapannya, terbelalak mata Ko an saat melihat adiknya yang berdiri tegap tinggi besar dibandingkan dirinya yang kutus,
        Pengky membawa sepeda motor dengan hati-hati, mereka berjalan sesaat setelah itu mereka langsung kembali kerumah Bu De untuk istirahat karena besok mereka akan ke Surabaya untuk berjumpa dengan Ko An, Lia langsung masuk ke kamar dimana Susanti sudah menunggu dan Pengky masuk ke kamar Bobby, malam ini Lia tidak mau bicara banyak sebab Lia mau tidur namun Susanti tak puas hati tetap mengajukan banyak pertanyaan, Lia sengaja menghindari agar diantara kami tak ada yang sakit hati, dalam keadaan ngantuk dan setengah sadar Susanti bertanya :Mengapa kamu tega memilih Pengky dari pada aku sahabatmu?  dalam keadaan kurang sadar Lia menjawab apa yang ada unek-unek selama ini dengan jujur, selepas Lia keluarkan unek-unek tersebut Liapun tersadar tapi tak ada gunanya sebab susanti sudah mendengarkannya yang selama ini Lia pendam karena Lia tau susanti sering kumat Jantungnya, namun apalah daya malam ini Lia terlepas cakap, langsung aja Susanti terserang sakit jantung nya tiba-tiba namun dia melarang Lia untuk mendekatinya
susanti : Biarin aja aku seperti ini sudah biasa kok! ngak usah sibuk-sibuk lagi urus penyakitku ini.
Lia       : Tapi..... Lia tak sanggup lihat kamu sakit.
Susanti: tak apa, jangan dilihat, ditutup aja matanya, toh nanti bila di jakarta nanti aku juga sendiri.
Lia      : ya udah kalau memang itu yang Susanti mau, Lia tak bisa menghalang lagi.

         Lia berusaha memejamkan mata namun Lia tak bisa tidur juga karena memikirkan sahabat dia yang sedang merintih kesakitan tapi Lia tak boleh menghampirinya, seperti waktu-waktu yang lalu ketika waktu azan subuh berkumandang saat itulah rasa sakit susanti hilang dan barulah dia bisa tidur lena, lain pula dengan Lia kalau sudah subuh Lia sudah tak bisa tidur lagi sudah terbiasa ingin secepat mungkin untuk dapat menghirup udara segar dan melihat matahari karena bagi Lia waktu yang sangat menyenangkan ada siang hari karena terang sehingga dengan sentiasa Lia dapat bersama-sama orang yang Lia sayangi, kalau malam sudahlah gelap dan sendiri lagi,
        pagi menjelang dan Lia bergegas mandi  dan bersiap-siap untuk berangkat ke Surabaya, Lia pun membangunkan pengky yang masih tidur, Ko ...Ko..Lia memanggil Bangun donk ko, ni dah pagi kitakan mau ke Surabaya, pengky pun membuka matanya sambil menggeliat tubuhnya, sabarlah.. baru juga bangun ,Pengky menjawab ya udah sana dulu koko mau mandi, sebelum mandi pengky mencium kening  calon istrinya itu, Lia sangat bahagia, lalu Lia meninggalkan kamar pengky dan menunggu di bawah,

Senin, 19 Oktober 2015

Gedung Bioskop yangUnik"

        Pengky dan Lia sama-sama hobby menonton, Lia berkata pada Bobby jangan lupa ajak susanti untuk sama-sama pergi karena sebelum ini Lia selalu nonton bareng susanti di Karawang, namun sejak kejadian tadi malam Lia sudah segan untuk bicara dengan Susanti,
Mereka pergi mengendarai sepeda motor menuju Kota Malang, sebelum nonton mereka singgah ke Mall terlebih dahulu hanya untuk lihat-lihat, kata Bobby "Lia inilah yang dinamakan Parisnya Malang, Lia pun menganngguk sambil tersenyum dan bertanya lagi pada Bobby, kok bisa di panggil Paris? Bobby menjelaskan pada Lia penuh semangat, iya sebab lampu-lampu yang ada disini tampak seperti menara Pica, Lia menjawab dengan santai ooooo gitu toh...Lalu tiba -tiba Pengky membawa Lia ke toko untuk membeli cincin untuk Lia, Lia tertegun sejenak, kok sebelum ni Pengky ngak bilang apa-apa kok dah belikan aku cincin ? ini yang ada dalam pikiran Lia, Setelah Pengky menyarunggan cincin dijari manis Lia dan merekapun langsung menuju gedung Bioskop sebab Filem yang akan mereka tonton akan diputar 10 menit lagi, Bobby memantau lokasi parkir untuk keamanan sepeda motornya,
        Lia tercengang saat melihat gedung Bioskop nya lalu bertanya pada Bobby.. biar bener ni Bob? ngak salah tempat kita ini? Bangunan nya kok kayak gini sih? ii kan bangunan tua peninggalan zaman Belanda?? Bobby menjawab sambil tertawa iya Lia inilah Bioskopnya,, ya udah kalau gitu kita masuk aja keburu diputar nanti seru Lia yuk! Mereka masuk kedalam Gedung dan Lia tercengang melihat didalamnya bangku-bangkunya masih terbuat dari kayu, Lia berbisik dalam hati wah ini bener-bener tempoe dulu banget, ah bodo amat yang penting malam ni kita nonton kata Lia lagi, Lia ingin menikmati malam yang sudah lama Lia nanti-nantikan,
       Mereka ambil posisi di bangku barisan tengah, malam ni penontonnya sedikit mungkin sebab bukan malam minggu, Film pun mulai diputar film yang di perankan oleh cho yun fat bintang favoritnya Pengky, kalau Lia lebih suka nonton Bollywood dari pada mandarin tapi kali ini Lia ikut selera Pengky, lagi asyik-asyik nonton tiba-tiba bagian elakang Lia ada yang gigit, lia meraba-raba sambil mencari tau dan pengkypun merasakan yang sama, lalu Lia bertanya:
Lia   : Ko, apaan ni? kok gstsl-gatal, apaan sih ?
Pengky ; ya ni.... koko di gigit, lia cari donk,
               Lia mencari-cari akhirnya kepegang satu ngak taunya Kutu busuk, 
Lia    : Ya Allah hari gini kita nonton ditempat seperti ini?
Pengky : Lia sayang diam ah ngak enak didengar orang, kita tunggu aja ni tanggung,

Kulit Lia sudah merah-merah, apalagi Penky  dia elergian jadi setiap gigitan langsung aja bengkak, tapi dia masih serius nonton, sampai film selesai semua orang keluar namun lia aja yang ngak tau pasti jalan ceritanya sebab asyik garuk-garuk aja, Ayo! kata pengky kita balik, mereka jalan ke parkiran dan menghamiri sepeda motor dan pengky meraba-raba kantong celananya mencoba mencari kunci  dia pun memanggil Lia,
Pengky : Lia ....kunci motor mana?
Lia        : kan sama koko tadi? coba koko cari lagi!

lalu Pengky meraba-raba lagi tetap tak dia jumpai dan terpaksa mereka masuk lagi kedalam gedung Bioskop untuk mencari kunci mana tau jatuh disana kata Pengky, namun tak dijumpai disana, bahkan tukang parkirpun ikut sibuk mencari, sedangkan Bobby dan Susanti tak mau tunggu mereka langsung pulang kerumah,
Lia    : ya udah ko kalau tak jumpa kita buat duplikat aja,
pengky : ya udah kita buat tapi kitakan ngak tau disini dimana?
tukang : mas tidak apa biar saya yg pergi dan saya tau tempatnya,
parkir
Pengky : ya mas boeleh, ni uangnya , tolong mas ya kami tamu disini,
Tukang : ya ngak apa-apa kami mengerti, 
parkir
              lalu laki-laki tersebut pergi , ketika orang tersebut pergi, pengky pensaran dia raba lagi saku celananya itu, e e ngak tau ada didalam saku bagian kecil, Lia pun berceloteh, tadi kan Lia sudah bilang coba cari disaku kecil tapi koko jawab sudah, ketegangan mereka sejak tadi buyar mnhadi girang, mereka berdua tertawa, makanya ikuti kata hati Lia celetuk dan Lia memang suka menyindir, sekarang kunci sudah ada mari kita jalan-jalan, mereka sudah tak mau tunggu tukang parkir itu lagi walaupun mereka sudah membayar Rp.100.000 untuk sebuah kunci, tanpa membuang waktu lagi mereka pun meranjak pergi dan meniggalkan lokasi Gedung Bioskop yang unik itu, pengky melontarkan pertanyaan pada Lia, sayang kita pergi kemana lagi ni? Liapun menjawab dengan manja" terserah koko aja mau kemana Lia ikut aja,

Kamis, 15 Oktober 2015

*KENANGAN di PANTAI*

         Setelah perdebatan usai mereka berdua terdiam saling membisu dan Lia pura-pura tidur agar tidak berlanjut lagi kekecohan ini, ke esokan harinya mereka berdua biasa-biasa aja seakan-akan tak terjadi apa-apa semalam agar orang lain tak mengetahui gejolak diantara mereka, Lia merasa sangat kecewa dengan sikap Susanti yang sangat mengatur hidupnya,
pagi yang indah ini Pengky menyapa Lia "hai sayang...gimana nyenyak ngak tidurnya? lia tersenyum bahagia sambil menganggukkan kepalanya lalu pengkypun mencium kening kekasihnya itu untuk yang pertama kali dengan penuh kasih sayang, Lalu Pengky bertanya lagi
Pengky : Sayang hari ini kita kemana?
Lia        : Teserah Koko, Ko Ping mau kemana Lia ok ok aja
Pengky : Kalau gitu koko ajak kamu ke pantai yang sangat indah,

        Pengky menemui Bobby untuk menyiapkan sepeda motor untuknya pergi ke pantai bersama Lia, jalan menuju pantai penuh dengan liku-liku sebab menelusuri jalan perbukitan dan Lia memegang erat-erat pinggangnya pengky agar tidak jatuh, Lia sangat menikmati saat-saat berdua dengan Pengky, dengan jarak tempuh 30 menit dari rumah tibalah mereka di sebuah pantai yang indah dan banyak pengunjungnya disini karena pantai ini salah satu objek wisata terkenal di malang selain gunung Bromo, Pasirnya yang putih banyak penjaja makanan dan penjual aksesoris cendra mata khasnya Malang , yang buat pantai ini lebih menarik lagi ialah sebuah jembatan yang menghubungkan ke Pura tempat pemujaan orang Hindu ada di bagian mencorok ke laut dengan air laut yang begitu bening , Lia dan Pengky ikut melihat-lihat kesini sambil menyaksikan beraneka ragam ikan yang bisa mereka temui dibawah air, lia sangat bahagia hari ini dengan suasana alam yang menakjubkan, hari semakin panas Lia merasa kulitnya seperti terbakar karena cuaca terik matahari Liapun mengajak Pengky untuk pulang, Ko kita balik yuk panas ni... Lia dengan manja memegang tangan Pengky, Pengky pun berkata"ayooo.. tapi kita minum es degan dulu (es Kelapa muda) Lia mengannggukkan kepalanya sambil berkata ooooo ya..ya.. baru ungat tadinya tuh memang kepingin minum kelapa muda, merekapun memesan es kelapa muda dan duduk menghadap ke Laut lepas sambil bercerita-cerita
Pengky : Lia, kalau di Bali ada juga pantai seperti ini, ada Pura ditengah laut namanya Tanah Lot,
Lia        : oh ya? bagus donk ko
Pengky : lebih ramai lagi di pantai Kuta sebab di sana Bule-bule para Turis pada mandi dan main selancar disana.
Lia        : wow bagus nyaaaa..kapan kita kesana Ko?
Pengky : kalau ada duit sekarangpun kita boleh pergi ke Bali, kan cuma 7 jam lagi sudah sampai
Lia        :yaaa duit lagi deh yang jadi masalah..
Pengky : oh iya besok koko mau ke Surabaya mau jumpa Ko An, dia kerja disana, mana tau dapat duit kan asyik tuh,
Lia       : ikut donk Ko
Pengky : booleehh... besok kita kesana ya! sekarang kita balik
Lia        : ok 

        Pengky segera ambil sepeda motor yang diparkir dibawah pohon arun (cemara) dan mereka bergegas pulang ngak enak dengan Susanti yang menunggu di rumah Bu De nya Bobby, sampai rumah tak taunya Bu De sudah siap menghidangkan makan siang untuk mereka, Bu De menghampiri Pengky dan Lia dan meyapa pada pergi jalan-jalan kemana tadi? Pengky menjawab.. kita hanya ke pantai aja kok Bu De, lalu Bu De mempersilahkan mereka untuk makan siang, tanpa membuang waktu Lia dan Pengky menuju ruang makan dan memulainya tanpa lihat kiri-kanan lagi, sedang asyik mereka makan tiba-tiba Bobby muncul sambil berkat " lapar ni ye ! mari -mari Bobby bergurau aja hehehe dan dia pun berlalu pergi menemui susanti yang lagi santai di atas,
        Lia tersenyum lihat gelagat Bobby yang begitu ramah, padahal kalau saat di Pabrik Bobby dan Pengky seperti musuhan karen bersaing mendapatkan Lia, tapi kok sekarang Bobby begitu baik, Lia salut dengan keikhlasan Bobby menerima kenyataan kalau Lia lebih memilih Pengky, karena sebelum ini Lia sudah membujuk Bobby untuk menerima dengan lapang dada apapun keputusan Lia, dan Lia meminta agar Bobby menerima pengky menjadi sahabatnya juga, Tapi lain halnya dengan Susanti Lia gagal tidak bisa mempertahankan dia tetap menjadi sahabat Lia, seskali air mata Lia berlinang jika mengingatnya betapa sakit jika harus kehilangan sahabat namu apa boleh buat demi Cintanya Lia pada Pengky dan Pengky pun sudah menyerahkan dirinya untuk memeluk Agama Islam dan ini membuat Lia tidak berani membatalkannya lagi,
        Selepas makan mereka santai sejenak sampai matahari terbenam dan mereka mandi untuk menunaikan sholat maqrib, usai sholat mereka bersiap untuk keluar, malam ini Pengky mengajak Lia dan Susanti juga Bobby untuk nonton di Bioskop
        

Jumat, 09 Oktober 2015

~DAPAT PACAR tapi KEHILANGAN SAHABAT~

       Menjelang Maqrib Alhamdulillah tibalah mereka di Kota Malang, sampai di Stasiun Bobby memanggil Taxi untuk bawakan mereka ke rumah orang tua Bobby, tak begitu jauh dari Station kereta hanya memakan waktu setengah jam saja merekapun tiba didepan rumah keluarga Bobby, Bobby  : Assalammua'laikum... dan terdengar suara jawaban dari dalam
Ibu       : A'laikumsalam ..warahmatullahi wabarakatuh...siapa ya? silahkan masuk (pintupun dibuka)
Bobby  ; ibu, ini saya balik dengan kawan-kawan saya dari Jakarta
Ibu        : iya silahkan masuk dulu..
Lia        : iya ..terima kasih ibu.

             Lia, Susanti, Pengky pun melangkah masuk kedalam rumah keluarga Bobby, dan mereka bersalaman sambil memperkenalkan nama mereka masing-masing, orang tua Bobby tersenyum bahagia karen anaknya sudah kembali, mereka bercerita satu sama lain, sementara Pengky lebih banyak terdiam karena segan sedangkan Lia nyerocos aja kayak sudah kenal lama aja, hanya terkadang terlintas dalam pikiran Lia "kalaulah Lia memilih Bobby dulu pasti ini saatnya dia kenalkan dengan ibu mertua hehehe Lia nyengir sendirian" , Susanti juga asyik ngobrol dengan Bobby sehingga membuat Lia punya harapan untuk mendekatkan Susanti dengan Bobby, karena Lia tau Bobby itu pemuda yang baik dan taat beribadat, tak pernah tinggalkan sholat,
           Ibunda Bobby sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka, Lia mencoba untuk membantu menyiapkan hidangan, Lia walaupun dia Tomboy tapi soal dapur dia suka juga, sambil mengobrol didapur tak lama hidangan sederhanapun tersaji untuk makan malam mereka, Ibu mempersilahkan mereka
Ibu    : silahkan di nikmati ala kadarnya, maklum di kampung
Lia    : Ibu jangan risau kami ini tak ada masalah dengan makanan, apa aja masuk janji halal,
ibu    : iya syukurlah tapi ibu ngak enak,
Lia    : Ya Allah ibu biasa aja, kami akan makan ini semua, mari ibu juga makan sekalian dengan kami.
         Tanpa membuang waktu mereka makan bersama-sama mengingat semua sudah pada lapar sebab di sepanjang perjalanan mereka hanya makan makanan ringan saja, Setelah kenyang mereka pun pamit untuk melanjutkan perjalan ke rumah Bu De Bobby yang tidak begitu jauh dari rumah orang tua Bobby, alasan Bobby bawa mereka kesana sebab Bobby tak ingin kalau Lia dan kawan-kawan nya tak leluasa tidur dirumah Bobby yang sederhana ini, Bobby Pamitan pada ibunya dan disusul Lia dan kawan-kawannya, sebenarnya Lia tak sedap hati kalau harus meninggalkan ibunda Bobby yang hanya sekejab sahaja berada disini. mereka menunggu angkot diluar sebab perlu waktu 20 menit untuk bisa sampai kerumah Bu De,
         Tiba dirumah Bu De  Bobby pada pukul 10 malam WIB, Disini rumah yang mewah tapi Bu De tidak memiliki anak perempuan, anak nya hanya 2 orang sahaja itupun dua-duanya lali-laki, Bu De dan Pak De menyambut kedatangan Julia dan kawan-kawan dengan tangan terbuka, Keluarga ini sangatlah ramah dan menyuguhkan begitu banyak makanan yang padahal beberapa menit ang lalu sudah selesai makan, namun untuk menghargai merekapun tak dapat menolak rezeki, setelah mengobrol panjang lebar Bu De mengantar Lia dan Susanti ke kamar Lantai dua, sedangkan Pengky tidur bersama Bobby di kamar lantai 2 juga,
Bu De  : ini kamar untuk kalian berdua, maaf kalau kurang bersih,
Lia       :  oh ya ngak apa-apa Bu De kami ngert kok, kan ngak ada anak perempuan,
Bu De  : iya nih maklum aja,
Lia       : inipun kami sudah sangat berterima kasih banyak sebab sudi menerima kami disini dengan sangat baik,
Bu De  ; ngak apa sudah biasa ,,semoga istirahatnya tenang,
Lia       : iya Bu De terima kasih
Bu De  : oh ya nanti malam pasti sangat dingin ...tau sendiri kan Malang
lalu Lia dan Susanti menjawab dengan spontan "Ya Bu De" padahal dari tadi susanti hanya menjadi pendengar saja.
        Karena kelelahan Lia langsung aja masuk ke kamar dan tidur namun susanti mencegahnya
Susanti : Lia ... saya mau ngomong sama kamu.
Lia        : Napa? (Lia pikir susanti sudah setuju tentang hubungan Lia dan Pengky sampai dia mau ikut jalan-jalan ke Malang dan sengaja juga Lia dekatkan Dia dengan Bobby)
Iya ngomong aja!
Susanti : Kamu pasti kesenangan bisa sama-sama Pengky
Lia         : ya iyalah, memangnya napa? bukankah dia baik?
Susanti : baik apa? pokoknya saya tak pernah setuju kamu sama dia ( suara Susanti ketus/sentap)
Lia        : terserah! mau setuju atau tidak.. Lia pikir kita ke Malang ini untuk senang-senang dan saya pikir kamu sudah terima kenyataan ini, teryata aku salah,
susanti  : Pokoknya malam ini kamu harus memilih, Pengky atau saya? kalau kamu pilih Pengky.. artinya PERSAHABATAN KITA PUTUS, saya tak mau bersahabat dengan orang yang telah berkhianat.
Lia        : Berkhianat? maksudnya?
Susanti : Kamu telah ingkar janji kalau selam kita belum sucses kamu tak akan berpacaran.
Lia       : O oooo janji itu? itu dulu kawan! Tapi sekarang Lia telah menemukan orang yang benar-benar Lia suka, takkan pula Lia lepaskan yang sudah ngedapatinnya dengan susah payah.
Susanti : Lia, kamu sudah dibutakan oleh Cinta, kamu tak pantas dengan dia, masih banyak lagi di Jakarta yang mau dengan kamu, kenapa harus Pengky yang kamu pilih?
Lia       : ngak tau pokoknya Lia tetap dengan Pengky,

           Spontan Susanti menampar Lia dengan begitu kuat, Susanti tak bisa mengawal emosinya yang Liapun tak mengerti mengapa sampai sebegini? Lia menangis bukan karena kena tamparan tapi Lia sedih disaat Lia menemukan Cinta Lia ada saja halangannya, padahal cuti ke Malang untuk senang-senang tapi malah brantem, Sepanjang malam ini Lia tak bisa tidur karena menahan kesedihan "dapat pacar tapi Kehilangan sahabat yang sudah dua tahun terjalin dengan baik dalam suka dan duka kami bina bersama,
susanti masih tak puas hati sebelum dia juga dengan keputusan Lia
Susansi : Pokoknya 1 sekembalinya kita dari Malang ini, saya sudah tak mau tinggal bersamamu lagi
Lia        ; kalau kamu bahagia dengan keinginan kamu silahkan aja, saya tak memaksa,
Susanti  ; iya, saya akan tinggal di Jakarta aja dan aku kecewa dengan sikap kamu,
Lia        : ya mau gimana lagi? dan saya tak mungkin memaksa kamu untuk tinggal bersamaku, terserah kamunya aja, tapi ingat mencari kawan setulus saya itu tak mudah, tapi saya do'akan agar kamu bisa bahagia bersama kawan-kawan yang lainnya.


Kamis, 08 Oktober 2015

     Beberapa hari setelah Pengky mengatakan bahwa dia mau memeluk Agama Islam akhirnya terwujud, Dia mengundang Uztad dan membuat syukuran di Mess dan Lia hadir pada malam yang penuh makna itu awal Maret 1996 Resmi Pengky mengucapkan "Dua kalimah Shahadat" didepan saksi-saksi,Lia diberi kesempatan untuk memberi nama baru untuk pengky, lalu Lia memberi nama Muhammad Al-hadi dan Pengky pun menyetujui, rasa bangga dan bersyukur keharibaan Ilahi rabbi karena malam yang penuh Rahmad dan hidayah ini Pengky telah terbuka pintu hatinya untuk menyerahkan dirinya pada Islam.
Keesokan harinya Pengky lansung menemui Dokter untuk melengkapi syaratnya untuk menjadi seorang Muslim yang sejati dan meminta pada Dokter agar dikhitankan dengan segera,
Pengky ; Selamat siang Dok,
Dokter  : Siang, anda sakit apa?
Pengky : Anu Dok...saya ngak sakit.
Dokter  : ngak sakit? la apa ngak sakit kok datang jumpa saya?
Pengky : begini Dok.. saya mau menikah dengan orang Islam dan tadi malam saya sudah memeluk Agama Islam. sekarang ini saya mau dikhitankan,
Dokter  : apa?? khitan?sudah sebesar ini kamu baru di khitan
Pengky : iya Dok..
Dokter  : Ok , khitan memang sangat bagus untuk kesehatan kita ummat manusia.. kalau begitu anda silahkan berbaring saya akan cek dulu.
Pengky : iya Dok,

  Sambil terasa geli dan penasaran Pengky menghampiri kesebuah katil yang ada dalam ruangan dokter .pengky membayangkan kalau sesudah ini bisa langsung jumpa julia. dalam lamunannya itu tiba-tiba dokter datang, Dokter berkata ,mari kita mulai, kamu mesti rilex, pengky pun sambil tersenyum tersipu-sipu dia menjawab iya dok, silahkan dilanjut..saya sudah siap, Proses Khitanpun dimulai dan hanya beberapa menit saja Dokter selesai melakukan pembedahan kecil pada penis dimana yang semestinya dibuang, semua berjalan dengan lancar dan dokter menyarankan agar Pengky beristirahat satu minggu,
Dengan semangat Pengky cepat-cepat pulang ke Mess dan menjumpai Lia untuk memberi tahu khabar gembira bahwa dia baru saja Khitan, Lia pun menyambutnya dengan penuh kebahagiaan,dan pada saat ini juga Pengky merancang percutian bersama kekasih pujaan hatinya,
Penky : sayang kita liburan yuk!
Lia      : kok liburan sih Ko? Lia mulai memanggil Pengky dengan sebutan Koko sebab permintaan Pengky: iya kita liburan sebab koko diberi libur ama dokter satu minggu
Lia      : tapi kan koko masih sakit.
pengky: ah tak apa, ini mah kecil. sayang boleh ajak Susanti kok.
Lia      : oh ya? ok ok kalau gitu Lia mesti rayu Boby untuk ambil libur juga
pengky; ya itu ide bagus.

  Esok paginya Lia mencari Bobby di ruangan dann Lia tawarkan pada Bobby
Lia       : hai mas Bobby apa khabar?
Bobby : alhamdulillah baik, ada apa Lia? kok kayaknya serius amat tuh muka ?
Lia      : begini ni Pengky kan lagi libur, gimana kalau kamu saya ajak liburan bareng kami dan kamu bisa nemenin Susanti.
Bobby  : oh kebetulan banget ...sayapun mau ambil cuti ,jadi besok akan muulai.
Lia        : wahhhhh bagus donk! ok sip bob saya akan kasih tau Pengky, pasti dia senang
Bobby  : bilang kita bercuti kekampung saya aja di MALANG, tempat yang dingin,
Lia       : ok banget tuh!
Bobby  : mestilah,

Lia meninggalkan Bobby dalam ruang kerjanya lia menghampii Pengky lagi, dia mesti selalu ada disamping Pengky, untuk memberi semangat , Bobby yang mengaku kalah mendapatkan Lia namu kami masih tetap sahabat, Bobby sportif dia bersaing sehat, Lia merasa Bobby bisa didekatkan lagi dengan susanti sebab mereka berdua sama-sama pinter dan alim. Rupanya sebelum ini Bobby memang sudah punya rencana untuk mengajak Lia dan Susanti Liburan dikampung halamannya di Malang Jawa Timur tapi Bobby tak menduga kalau Lia bakal mengajak Pengky sekalian, Lia sengaja ajak pengky biar Susanti akrab dengannya, Lia menginginkan agar susanti membuka hati menerima Pengky sebagai kekasih Lia dengan ikhlas bukan karen terpaksa,
Mereka berangkat ke Malang dengan menggunakan jasa kereta api, Lia yang sudah sangat lama sekali tidak pernah naik Kereta api lagi jadi merasa percutian mereka ini yang sesuatu banget, di daerah Lia sudah bertahun-tahun tidak memiliki Kereta api, Kereta api terakhir ada itu pada usia Lia 5 tahun
  Di sepanjang perjalanan pengky selalu memegang resleting celananya sebab masih terasa nyeri bagian dalamnya, disebabkan oleh getaran kereta api yang jeleduk jeleduk membuat Pengky merasa nyeri, Sang marsinis membawa Keretanya dengan kelajuaan namun masih tak nyaman bagi seorang yang baru selesai khitan, Lia mengetawai pengky.. hahahaha apalah koko ni ... baru khitan kok di bawa jalan-jalan sih? kata Lia sambil tersenyum lalu pengky menjawab, kamu sih main ada acara liburan segala?? ya koko ikutlah , anggap aja ini moment special kita dan kini kita resmi menjadi pasangan sejati.

KEMBALINYA ASMARAKU YANG HILANG 2

       Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam k...