Menjelang Maqrib Alhamdulillah tibalah mereka di Kota Malang, sampai di Stasiun Bobby memanggil Taxi untuk bawakan mereka ke rumah orang tua Bobby, tak begitu jauh dari Station kereta hanya memakan waktu setengah jam saja merekapun tiba didepan rumah keluarga Bobby, Bobby : Assalammua'laikum... dan terdengar suara jawaban dari dalam
Ibu : A'laikumsalam ..warahmatullahi wabarakatuh...siapa ya? silahkan masuk (pintupun dibuka)
Bobby ; ibu, ini saya balik dengan kawan-kawan saya dari Jakarta
Ibu : iya silahkan masuk dulu..
Lia : iya ..terima kasih ibu.
Lia, Susanti, Pengky pun melangkah masuk kedalam rumah keluarga Bobby, dan mereka bersalaman sambil memperkenalkan nama mereka masing-masing, orang tua Bobby tersenyum bahagia karen anaknya sudah kembali, mereka bercerita satu sama lain, sementara Pengky lebih banyak terdiam karena segan sedangkan Lia nyerocos aja kayak sudah kenal lama aja, hanya terkadang terlintas dalam pikiran Lia "kalaulah Lia memilih Bobby dulu pasti ini saatnya dia kenalkan dengan ibu mertua hehehe Lia nyengir sendirian" , Susanti juga asyik ngobrol dengan Bobby sehingga membuat Lia punya harapan untuk mendekatkan Susanti dengan Bobby, karena Lia tau Bobby itu pemuda yang baik dan taat beribadat, tak pernah tinggalkan sholat,
Ibunda Bobby sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka, Lia mencoba untuk membantu menyiapkan hidangan, Lia walaupun dia Tomboy tapi soal dapur dia suka juga, sambil mengobrol didapur tak lama hidangan sederhanapun tersaji untuk makan malam mereka, Ibu mempersilahkan mereka
Ibu : silahkan di nikmati ala kadarnya, maklum di kampung
Lia : Ibu jangan risau kami ini tak ada masalah dengan makanan, apa aja masuk janji halal,
ibu : iya syukurlah tapi ibu ngak enak,
Lia : Ya Allah ibu biasa aja, kami akan makan ini semua, mari ibu juga makan sekalian dengan kami.
Tanpa membuang waktu mereka makan bersama-sama mengingat semua sudah pada lapar sebab di sepanjang perjalanan mereka hanya makan makanan ringan saja, Setelah kenyang mereka pun pamit untuk melanjutkan perjalan ke rumah Bu De Bobby yang tidak begitu jauh dari rumah orang tua Bobby, alasan Bobby bawa mereka kesana sebab Bobby tak ingin kalau Lia dan kawan-kawan nya tak leluasa tidur dirumah Bobby yang sederhana ini, Bobby Pamitan pada ibunya dan disusul Lia dan kawan-kawannya, sebenarnya Lia tak sedap hati kalau harus meninggalkan ibunda Bobby yang hanya sekejab sahaja berada disini. mereka menunggu angkot diluar sebab perlu waktu 20 menit untuk bisa sampai kerumah Bu De,
Tiba dirumah Bu De Bobby pada pukul 10 malam WIB, Disini rumah yang mewah tapi Bu De tidak memiliki anak perempuan, anak nya hanya 2 orang sahaja itupun dua-duanya lali-laki, Bu De dan Pak De menyambut kedatangan Julia dan kawan-kawan dengan tangan terbuka, Keluarga ini sangatlah ramah dan menyuguhkan begitu banyak makanan yang padahal beberapa menit ang lalu sudah selesai makan, namun untuk menghargai merekapun tak dapat menolak rezeki, setelah mengobrol panjang lebar Bu De mengantar Lia dan Susanti ke kamar Lantai dua, sedangkan Pengky tidur bersama Bobby di kamar lantai 2 juga,
Bu De : ini kamar untuk kalian berdua, maaf kalau kurang bersih,
Lia : oh ya ngak apa-apa Bu De kami ngert kok, kan ngak ada anak perempuan,
Bu De : iya nih maklum aja,
Lia : inipun kami sudah sangat berterima kasih banyak sebab sudi menerima kami disini dengan sangat baik,
Bu De ; ngak apa sudah biasa ,,semoga istirahatnya tenang,
Lia : iya Bu De terima kasih
Bu De : oh ya nanti malam pasti sangat dingin ...tau sendiri kan Malang
lalu Lia dan Susanti menjawab dengan spontan "Ya Bu De" padahal dari tadi susanti hanya menjadi pendengar saja.
Karena kelelahan Lia langsung aja masuk ke kamar dan tidur namun susanti mencegahnya
Susanti : Lia ... saya mau ngomong sama kamu.
Lia : Napa? (Lia pikir susanti sudah setuju tentang hubungan Lia dan Pengky sampai dia mau ikut jalan-jalan ke Malang dan sengaja juga Lia dekatkan Dia dengan Bobby)
Iya ngomong aja!
Susanti : Kamu pasti kesenangan bisa sama-sama Pengky
Lia : ya iyalah, memangnya napa? bukankah dia baik?
Susanti : baik apa? pokoknya saya tak pernah setuju kamu sama dia ( suara Susanti ketus/sentap)
Lia : terserah! mau setuju atau tidak.. Lia pikir kita ke Malang ini untuk senang-senang dan saya pikir kamu sudah terima kenyataan ini, teryata aku salah,
susanti : Pokoknya malam ini kamu harus memilih,
Pengky atau saya? kalau kamu pilih Pengky.. artinya PERSAHABATAN KITA PUTUS, saya tak mau bersahabat dengan orang yang telah berkhianat.
Lia : Berkhianat? maksudnya?
Susanti : Kamu telah ingkar janji kalau selam kita belum sucses kamu tak akan berpacaran.
Lia : O oooo janji itu? itu dulu kawan! Tapi sekarang Lia telah menemukan orang yang benar-benar Lia suka, takkan pula Lia lepaskan yang sudah ngedapatinnya dengan susah payah.
Susanti : Lia, kamu sudah dibutakan oleh Cinta, kamu tak pantas dengan dia, masih banyak lagi di Jakarta yang mau dengan kamu, kenapa harus Pengky yang kamu pilih?

Lia : ngak tau pokoknya Lia tetap dengan Pengky,
Spontan Susanti menampar Lia dengan begitu kuat, Susanti tak bisa mengawal emosinya yang Liapun tak mengerti mengapa sampai sebegini? Lia menangis bukan karena kena tamparan tapi Lia sedih disaat Lia menemukan Cinta Lia ada saja halangannya, padahal cuti ke Malang untuk senang-senang tapi malah brantem, Sepanjang malam ini Lia tak bisa tidur karena menahan kesedihan "dapat pacar tapi Kehilangan sahabat yang sudah dua tahun terjalin dengan baik dalam suka dan duka kami bina bersama,
susanti masih tak puas hati sebelum dia juga dengan keputusan Lia
Susansi : Pokoknya 1 sekembalinya kita dari Malang ini, saya sudah tak mau tinggal bersamamu lagi
Lia ; kalau kamu bahagia dengan keinginan kamu silahkan aja, saya tak memaksa,
Susanti ; iya, saya akan tinggal di Jakarta aja dan aku kecewa dengan sikap kamu,
Lia : ya mau gimana lagi? dan saya tak mungkin memaksa kamu untuk tinggal bersamaku, terserah kamunya aja, tapi ingat mencari kawan setulus saya itu tak mudah, tapi saya do'akan agar kamu bisa bahagia bersama kawan-kawan yang lainnya.