Kamis, 22 Oktober 2015

        Pengky membawa sepeda motor dengan hati-hati, mereka berjalan sesaat setelah itu mereka langsung kembali kerumah Bu De untuk istirahat karena besok mereka akan ke Surabaya untuk berjumpa dengan Ko An, Lia langsung masuk ke kamar dimana Susanti sudah menunggu dan Pengky masuk ke kamar Bobby, malam ini Lia tidak mau bicara banyak sebab Lia mau tidur namun Susanti tak puas hati tetap mengajukan banyak pertanyaan, Lia sengaja menghindari agar diantara kami tak ada yang sakit hati, dalam keadaan ngantuk dan setengah sadar Susanti bertanya :Mengapa kamu tega memilih Pengky dari pada aku sahabatmu?  dalam keadaan kurang sadar Lia menjawab apa yang ada unek-unek selama ini dengan jujur, selepas Lia keluarkan unek-unek tersebut Liapun tersadar tapi tak ada gunanya sebab susanti sudah mendengarkannya yang selama ini Lia pendam karena Lia tau susanti sering kumat Jantungnya, namun apalah daya malam ini Lia terlepas cakap, langsung aja Susanti terserang sakit jantung nya tiba-tiba namun dia melarang Lia untuk mendekatinya
susanti : Biarin aja aku seperti ini sudah biasa kok! ngak usah sibuk-sibuk lagi urus penyakitku ini.
Lia       : Tapi..... Lia tak sanggup lihat kamu sakit.
Susanti: tak apa, jangan dilihat, ditutup aja matanya, toh nanti bila di jakarta nanti aku juga sendiri.
Lia      : ya udah kalau memang itu yang Susanti mau, Lia tak bisa menghalang lagi.

         Lia berusaha memejamkan mata namun Lia tak bisa tidur juga karena memikirkan sahabat dia yang sedang merintih kesakitan tapi Lia tak boleh menghampirinya, seperti waktu-waktu yang lalu ketika waktu azan subuh berkumandang saat itulah rasa sakit susanti hilang dan barulah dia bisa tidur lena, lain pula dengan Lia kalau sudah subuh Lia sudah tak bisa tidur lagi sudah terbiasa ingin secepat mungkin untuk dapat menghirup udara segar dan melihat matahari karena bagi Lia waktu yang sangat menyenangkan ada siang hari karena terang sehingga dengan sentiasa Lia dapat bersama-sama orang yang Lia sayangi, kalau malam sudahlah gelap dan sendiri lagi,
        pagi menjelang dan Lia bergegas mandi  dan bersiap-siap untuk berangkat ke Surabaya, Lia pun membangunkan pengky yang masih tidur, Ko ...Ko..Lia memanggil Bangun donk ko, ni dah pagi kitakan mau ke Surabaya, pengky pun membuka matanya sambil menggeliat tubuhnya, sabarlah.. baru juga bangun ,Pengky menjawab ya udah sana dulu koko mau mandi, sebelum mandi pengky mencium kening  calon istrinya itu, Lia sangat bahagia, lalu Lia meninggalkan kamar pengky dan menunggu di bawah,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEMBALINYA ASMARAKU YANG HILANG 2

       Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam k...