Kamis, 08 Oktober 2015

     Beberapa hari setelah Pengky mengatakan bahwa dia mau memeluk Agama Islam akhirnya terwujud, Dia mengundang Uztad dan membuat syukuran di Mess dan Lia hadir pada malam yang penuh makna itu awal Maret 1996 Resmi Pengky mengucapkan "Dua kalimah Shahadat" didepan saksi-saksi,Lia diberi kesempatan untuk memberi nama baru untuk pengky, lalu Lia memberi nama Muhammad Al-hadi dan Pengky pun menyetujui, rasa bangga dan bersyukur keharibaan Ilahi rabbi karena malam yang penuh Rahmad dan hidayah ini Pengky telah terbuka pintu hatinya untuk menyerahkan dirinya pada Islam.
Keesokan harinya Pengky lansung menemui Dokter untuk melengkapi syaratnya untuk menjadi seorang Muslim yang sejati dan meminta pada Dokter agar dikhitankan dengan segera,
Pengky ; Selamat siang Dok,
Dokter  : Siang, anda sakit apa?
Pengky : Anu Dok...saya ngak sakit.
Dokter  : ngak sakit? la apa ngak sakit kok datang jumpa saya?
Pengky : begini Dok.. saya mau menikah dengan orang Islam dan tadi malam saya sudah memeluk Agama Islam. sekarang ini saya mau dikhitankan,
Dokter  : apa?? khitan?sudah sebesar ini kamu baru di khitan
Pengky : iya Dok..
Dokter  : Ok , khitan memang sangat bagus untuk kesehatan kita ummat manusia.. kalau begitu anda silahkan berbaring saya akan cek dulu.
Pengky : iya Dok,

  Sambil terasa geli dan penasaran Pengky menghampiri kesebuah katil yang ada dalam ruangan dokter .pengky membayangkan kalau sesudah ini bisa langsung jumpa julia. dalam lamunannya itu tiba-tiba dokter datang, Dokter berkata ,mari kita mulai, kamu mesti rilex, pengky pun sambil tersenyum tersipu-sipu dia menjawab iya dok, silahkan dilanjut..saya sudah siap, Proses Khitanpun dimulai dan hanya beberapa menit saja Dokter selesai melakukan pembedahan kecil pada penis dimana yang semestinya dibuang, semua berjalan dengan lancar dan dokter menyarankan agar Pengky beristirahat satu minggu,
Dengan semangat Pengky cepat-cepat pulang ke Mess dan menjumpai Lia untuk memberi tahu khabar gembira bahwa dia baru saja Khitan, Lia pun menyambutnya dengan penuh kebahagiaan,dan pada saat ini juga Pengky merancang percutian bersama kekasih pujaan hatinya,
Penky : sayang kita liburan yuk!
Lia      : kok liburan sih Ko? Lia mulai memanggil Pengky dengan sebutan Koko sebab permintaan Pengky: iya kita liburan sebab koko diberi libur ama dokter satu minggu
Lia      : tapi kan koko masih sakit.
pengky: ah tak apa, ini mah kecil. sayang boleh ajak Susanti kok.
Lia      : oh ya? ok ok kalau gitu Lia mesti rayu Boby untuk ambil libur juga
pengky; ya itu ide bagus.

  Esok paginya Lia mencari Bobby di ruangan dann Lia tawarkan pada Bobby
Lia       : hai mas Bobby apa khabar?
Bobby : alhamdulillah baik, ada apa Lia? kok kayaknya serius amat tuh muka ?
Lia      : begini ni Pengky kan lagi libur, gimana kalau kamu saya ajak liburan bareng kami dan kamu bisa nemenin Susanti.
Bobby  : oh kebetulan banget ...sayapun mau ambil cuti ,jadi besok akan muulai.
Lia        : wahhhhh bagus donk! ok sip bob saya akan kasih tau Pengky, pasti dia senang
Bobby  : bilang kita bercuti kekampung saya aja di MALANG, tempat yang dingin,
Lia       : ok banget tuh!
Bobby  : mestilah,

Lia meninggalkan Bobby dalam ruang kerjanya lia menghampii Pengky lagi, dia mesti selalu ada disamping Pengky, untuk memberi semangat , Bobby yang mengaku kalah mendapatkan Lia namu kami masih tetap sahabat, Bobby sportif dia bersaing sehat, Lia merasa Bobby bisa didekatkan lagi dengan susanti sebab mereka berdua sama-sama pinter dan alim. Rupanya sebelum ini Bobby memang sudah punya rencana untuk mengajak Lia dan Susanti Liburan dikampung halamannya di Malang Jawa Timur tapi Bobby tak menduga kalau Lia bakal mengajak Pengky sekalian, Lia sengaja ajak pengky biar Susanti akrab dengannya, Lia menginginkan agar susanti membuka hati menerima Pengky sebagai kekasih Lia dengan ikhlas bukan karen terpaksa,
Mereka berangkat ke Malang dengan menggunakan jasa kereta api, Lia yang sudah sangat lama sekali tidak pernah naik Kereta api lagi jadi merasa percutian mereka ini yang sesuatu banget, di daerah Lia sudah bertahun-tahun tidak memiliki Kereta api, Kereta api terakhir ada itu pada usia Lia 5 tahun
  Di sepanjang perjalanan pengky selalu memegang resleting celananya sebab masih terasa nyeri bagian dalamnya, disebabkan oleh getaran kereta api yang jeleduk jeleduk membuat Pengky merasa nyeri, Sang marsinis membawa Keretanya dengan kelajuaan namun masih tak nyaman bagi seorang yang baru selesai khitan, Lia mengetawai pengky.. hahahaha apalah koko ni ... baru khitan kok di bawa jalan-jalan sih? kata Lia sambil tersenyum lalu pengky menjawab, kamu sih main ada acara liburan segala?? ya koko ikutlah , anggap aja ini moment special kita dan kini kita resmi menjadi pasangan sejati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEMBALINYA ASMARAKU YANG HILANG 2

       Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam k...