Kamis, 15 Oktober 2015

*KENANGAN di PANTAI*

         Setelah perdebatan usai mereka berdua terdiam saling membisu dan Lia pura-pura tidur agar tidak berlanjut lagi kekecohan ini, ke esokan harinya mereka berdua biasa-biasa aja seakan-akan tak terjadi apa-apa semalam agar orang lain tak mengetahui gejolak diantara mereka, Lia merasa sangat kecewa dengan sikap Susanti yang sangat mengatur hidupnya,
pagi yang indah ini Pengky menyapa Lia "hai sayang...gimana nyenyak ngak tidurnya? lia tersenyum bahagia sambil menganggukkan kepalanya lalu pengkypun mencium kening kekasihnya itu untuk yang pertama kali dengan penuh kasih sayang, Lalu Pengky bertanya lagi
Pengky : Sayang hari ini kita kemana?
Lia        : Teserah Koko, Ko Ping mau kemana Lia ok ok aja
Pengky : Kalau gitu koko ajak kamu ke pantai yang sangat indah,

        Pengky menemui Bobby untuk menyiapkan sepeda motor untuknya pergi ke pantai bersama Lia, jalan menuju pantai penuh dengan liku-liku sebab menelusuri jalan perbukitan dan Lia memegang erat-erat pinggangnya pengky agar tidak jatuh, Lia sangat menikmati saat-saat berdua dengan Pengky, dengan jarak tempuh 30 menit dari rumah tibalah mereka di sebuah pantai yang indah dan banyak pengunjungnya disini karena pantai ini salah satu objek wisata terkenal di malang selain gunung Bromo, Pasirnya yang putih banyak penjaja makanan dan penjual aksesoris cendra mata khasnya Malang , yang buat pantai ini lebih menarik lagi ialah sebuah jembatan yang menghubungkan ke Pura tempat pemujaan orang Hindu ada di bagian mencorok ke laut dengan air laut yang begitu bening , Lia dan Pengky ikut melihat-lihat kesini sambil menyaksikan beraneka ragam ikan yang bisa mereka temui dibawah air, lia sangat bahagia hari ini dengan suasana alam yang menakjubkan, hari semakin panas Lia merasa kulitnya seperti terbakar karena cuaca terik matahari Liapun mengajak Pengky untuk pulang, Ko kita balik yuk panas ni... Lia dengan manja memegang tangan Pengky, Pengky pun berkata"ayooo.. tapi kita minum es degan dulu (es Kelapa muda) Lia mengannggukkan kepalanya sambil berkata ooooo ya..ya.. baru ungat tadinya tuh memang kepingin minum kelapa muda, merekapun memesan es kelapa muda dan duduk menghadap ke Laut lepas sambil bercerita-cerita
Pengky : Lia, kalau di Bali ada juga pantai seperti ini, ada Pura ditengah laut namanya Tanah Lot,
Lia        : oh ya? bagus donk ko
Pengky : lebih ramai lagi di pantai Kuta sebab di sana Bule-bule para Turis pada mandi dan main selancar disana.
Lia        : wow bagus nyaaaa..kapan kita kesana Ko?
Pengky : kalau ada duit sekarangpun kita boleh pergi ke Bali, kan cuma 7 jam lagi sudah sampai
Lia        :yaaa duit lagi deh yang jadi masalah..
Pengky : oh iya besok koko mau ke Surabaya mau jumpa Ko An, dia kerja disana, mana tau dapat duit kan asyik tuh,
Lia       : ikut donk Ko
Pengky : booleehh... besok kita kesana ya! sekarang kita balik
Lia        : ok 

        Pengky segera ambil sepeda motor yang diparkir dibawah pohon arun (cemara) dan mereka bergegas pulang ngak enak dengan Susanti yang menunggu di rumah Bu De nya Bobby, sampai rumah tak taunya Bu De sudah siap menghidangkan makan siang untuk mereka, Bu De menghampiri Pengky dan Lia dan meyapa pada pergi jalan-jalan kemana tadi? Pengky menjawab.. kita hanya ke pantai aja kok Bu De, lalu Bu De mempersilahkan mereka untuk makan siang, tanpa membuang waktu Lia dan Pengky menuju ruang makan dan memulainya tanpa lihat kiri-kanan lagi, sedang asyik mereka makan tiba-tiba Bobby muncul sambil berkat " lapar ni ye ! mari -mari Bobby bergurau aja hehehe dan dia pun berlalu pergi menemui susanti yang lagi santai di atas,
        Lia tersenyum lihat gelagat Bobby yang begitu ramah, padahal kalau saat di Pabrik Bobby dan Pengky seperti musuhan karen bersaing mendapatkan Lia, tapi kok sekarang Bobby begitu baik, Lia salut dengan keikhlasan Bobby menerima kenyataan kalau Lia lebih memilih Pengky, karena sebelum ini Lia sudah membujuk Bobby untuk menerima dengan lapang dada apapun keputusan Lia, dan Lia meminta agar Bobby menerima pengky menjadi sahabatnya juga, Tapi lain halnya dengan Susanti Lia gagal tidak bisa mempertahankan dia tetap menjadi sahabat Lia, seskali air mata Lia berlinang jika mengingatnya betapa sakit jika harus kehilangan sahabat namu apa boleh buat demi Cintanya Lia pada Pengky dan Pengky pun sudah menyerahkan dirinya untuk memeluk Agama Islam dan ini membuat Lia tidak berani membatalkannya lagi,
        Selepas makan mereka santai sejenak sampai matahari terbenam dan mereka mandi untuk menunaikan sholat maqrib, usai sholat mereka bersiap untuk keluar, malam ini Pengky mengajak Lia dan Susanti juga Bobby untuk nonton di Bioskop
        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEMBALINYA ASMARAKU YANG HILANG 2

       Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam k...