Sabtu, 28 Februari 2015

          Sejak mendapat predikat Juara Julia sering ikut FESTIVAL , Lia jadi berani tampil depan orang dalam gaya seorang perempuan yang sebelumnya Tomboy,
Dikota Idi ini Julia dikenalkan dengan seorang pemuda yang bekerja di Departement Kehakiman yang bernama Teuku Nizarli yang akrab di panggil Bang Broul, orangnya tinggi, kurus dan putih perawakannya mirip salah seorang Rocker Indonesia yaitu Ahmad Albar, Teuku orangnya bersahaja, sopan dan sudah dewasa, Tante Julia berniat menjodohkan Julia dengannya, Julia sering diajak keluar untuk dinner dengan Teuku sambil mengenal satu sama lain, setelah mereka akrab, Teuku pun datang ke Kampung Julia untuk berjumpa dengan kedua orang Tua Julia, Kedua orang tua Julia menerima kedatangan Teuku dengan harapan Julia bisa melupakan Munir,
           Mengapa Julia menerima kehadiran Teuku? Julia hanya ingin mencoba menghibur diri dan ingin membahagiakan orang tua Julia sebab setahun sebelum Lia mengenal Teuku Nizarli, tepatnya

1990>> ACEH  << Ditetapkan daerah  %DARURAT MILITER%

Dimana-mana kita jumpai Pos Marinir, Brimob dan pasukan Elite lainnya yang khusus di tugaskan ke Bumi Serambi Mekkah ini dengan alasan ingin mentuntaskan kelompok  GERAKAN ACEH MERDEKA, Notabenenya mau mengamankan Rakyat Aceh dari saparatis padahal yang kenyataannya yang diterima oleh rakyat Aceh adalah penyiksaan pada orang-orang yang tak berdosa, masyarakat yang tau apa-apa soal Politik,
Mereka yang bertugas di Negeri kami bertindak sak enak e dewe (semaunya dia) tanpa menyidik terlebih dahulu siapa yang akan ditembak, mereka brutal sampai membabi buta, setiap malam ada saya pembantaian yang rakyat biasa tak berani berbuat apa,
          Oleh karena Munir salah seorang anggota Gerakan yang ikut memperjuangkan hak-hak orang ACEH, Dengan sikap Patriotisme dan rasa Cinta kasih Julia mendukung sepenuhnya kegiatan sang kekasih hati, Walaupun Julia sadar bahwa orang tua Julia mantan Tentara Republik Indonesia tetapi Julia tetap teguh hatinya, Banyak Marinir yang sering datang ke rumah untuk bertamu namun Julia cuekin aja sebab Julia benci akan sikap mereka, Umur Julia saat ini 19tahun , penampilan Julia sering pakai Jean dan Topi coboy atau membuat sanggulan tinggi seperti sanggulnya Cut Nyak Dhien, sehingga setiap berpapasan dengan Anggota Tentara atau Polisi mereka memanggil Julia dengan sebutan Cut Nyak Dhien,dia adalah Srikandi Aceh yg sangat berani melawan penjajahan BELANDA walau sering melihat Julia, Julia tidak pernah mengenalkan nama Julia pada mereka karena mereka Julia anggap musuh Bangsa Aceh,
        Rakyat jelata banyak menghindar untuk berbicara dengan mereka si Pai/ABRI sebab jika kita sedikit salah bicara mereka akan terus bertanya dan bila mereka tak puas hati dengan jawaban rakyat maka jadilah sasaran peluru mereka, saat ini nyawa rakyat Aceh tak ubah seperti seekor ayam yang begitu mudah mereka Doorrrr>>>mati, setiap hari kita boleh jumpai mayat-mayat yang tak bersalah di merata tempat, suasana sangat mencekam, yang ditangkap di siksa, Wanita-wanita muda yang tak berdaya di perkosa bahkan mereka sanggup memperkosa anak gadis penduduk di depan orang tuanya, Sungguh biadap, sungguh teramat Tragis nasib bangsa Aceh saat ini.

11

Jumat, 27 Februari 2015

 11

         Dengan tidak mengurangi rasa hormatnya kepada Tantenya Julia menyetujui untuk ikut Kontes Putri kerudung, kalau Lia pribadi sebenarnya malas sebab Julia tidak pernah danda pake Make-Up segala hmmm pake Lipstik aja kagak pernah, 
Malam pertama keikutsertaan Julia itu sangat meriah karena ada wajah baru di antara mereka, sebelum ini yang jadi peserta hanya orang itu-itu saja, malam penyisihan Lia di pakaikan baju berwarna kuning dengan Tudung Kuning sehingga teserlah wajah Julia yang agak keArab-Araban i seakan ada cahaya yang berseri-seri, yaaah wajar sajalah namanya juga masih dara tentunya ada daya tarik tersendiri,
         Walau untuk pertama kali di dandani dengan sedikit malu-malu Lia ngak berani kalau di lihat orang, masih kikuk rasanya, Tapi atas dorongan kak Gade tetangga Julia dia yang memberi semangat pada Julia, dia bilang Julia kelihatan lebih menarik di bandingkan Devi yang sudah sering kena Make-up, Julia ditemani oleh Om yg Satlantas di Acara Kontes tersebut dan om juga memuji Lia yang tampak Anggun malam ini, Tapi Julia tidak langsung bersenang hati karena belum tampil ke Panggung, 
Tak lama nama Juliapun di panggil untuk naik ke atas pentas, begitu Julia muncul penonton berteriak
Boooooollaaaaaa, dah Julia tersentak! lah kok di panggil Bola sih? tak lama Lia tersadar bahwa saat ini sedang laris lagu Ona Sutra yg berjudul Bola dan Cewek yang menjadi Video clip nya itu sedikit mirip Julia, lalau Liapun tersenyum-senyum sendiri di atas panggung,
Penampilan malam ini selesai dan akan di lanjutkan Minggu berikutnya malam Final dan Lia Alhamdulillah masuk Final,
           Persiapan demi persiapan sudah pun terlaksana, Baju, sepatu dan perlengkapan untuk tampil malam Finalpun sudah beres, untuk Julia hanya di siapkan baju kurung Biru polos dan Selendang mbak TuTut warna putih polos sedangkan Devi di pakaikan baju yang banyak pernak-pernik mengkilat-kilat, Julia tampil dengan sanagt sederhana,
Entah apa yang membuat Juri terpesona malam Final ini para peserta semua cantik-cantik dan bajunya wow sementara Julia biasa-biasa saja namun jusrtu yang biasa-biasa aja yang menjadi juara,
Malam ini Julia di anugrahi sebagai Putri kerudung Aceh Timur tahun 1991, Bagaikan mimpi Julia terkejut saat Panitia mengumumkan pemenangnya, sedangkan Devi yang selalunya menang tidak dapat apa-apa, Julia merasa tidak enak sebab yang mengajak Lia ikut serta Kontes adalah mamanya Devi dan mempersiapkan semua kebutuhan Lia tapi kok malah Lia yang Juara, Setelah malam Final sampai di rumah Devi tak tegur sapa lagi dengan Julia karena Jeulese, tambah perasaan Julia jadi ngak tenang, dua bulan kemudian ada Kontes lagi barulah Devi mau bicara dengan Julia lagi, itu bukan Putri Kerudung, tapi Fashion show short dress.

KETIKA CINTA HARUS MEMILIH

        Seandainya Pak Amir tidak mengalami incident mungkin hal ini tidak berlaku , tentunya julia dan Hanifah juga kamaruddin akan menjadi mahasiswa/i , Julia merasa nasib tidak menyeblahi dia, padahal Julia telah siap memilih DIII KIMIA, Julia hanya bisa mengelus dadanya sambil berkata nasiiiibb nasiiibb, sakitnya tuh disini.
Julia kembali ke kampung halaman, hari -hari Julia tinggal bersama orang tua dan adiknya satu orang karena kakak perempuan Julia dua orang telah ikut suaminya sedangkan abang Iska anak laki-laki satu-satunya keluarga Julia melanjutkan Pendidikan di AKADEMI PENILIK KESEKATAN (APK) JABAL GAFUR PIDIE,
          Julia masih berhubungan dengan kekasihnya Munir walau rintangan menghadapi namun Cinta merea berdua semakin membara, padahal setiap mereka berjumpa mereka hanya duduk bercerita, ngobrol biasa-biasa aja dan terkadang kita gabung ramai-ramai bersama kawan-kawan lainnya, tapi walau dalam kesempatan apapun jua Munir tak pernah menyentuh Julia, itu yang membuat Lia yakin mempertahankan Cintanya walau tak seorangpun keluarga Lia yang merestui,
sebab sebelum mereka berpacaran mereka telah membuat perjanjian
Julia  : Bang saya mau terima cinta abang tapi setiap kita berjumpa sebelum kita sah menjadi pasanga
            an, tolong jangan pernah sentuh saya,
Munir: Dek, abang berjanji tidak akan pernah menyentuhnya karena adek akan saya jadikan istri
            abang, abang akan menjaganya,
Julia  : kalau begitu baru Julia mau jumpa abang diam-diam.

          Selain Olah Raga, Julia juga sangat hobby dengar musik, bagi dia tak perduli musik apa itu, semua dia dengar walaupun dia tak tau apa arti lagu tersebut, sekiranya Lia bisa mendengarkan musik 24 jam full mungkin Lia akan siap untuk mendengar, Teman setia Julia adalah sebuah Radio yang kecil itu akan Lia bawa kemana Lia pergi, terkadang orang yang suka nyeletuk ( iseng) menganggap Lia ini seperti orang gila bawa Radio kesana kemari,
          Tiga bulan Julia menganggur di kampung sambil kesana kemari ikut orang bekerja agar mendapatkan duit jajan, Ibu Julia tak sampai hati lihat anak gadisnya menganggur lalu dia kirim Lia ke IDI RAYEUK tak begitu jauh dari kampung Julia hanya 35 menit Jarak tempuh dengan Bus, Julia dikenalkan dengan saudara Ibu yang tinggal di Asrama Kehakiman di IDI karena suami tante Julia bekerja sebagai pegawai Sipir Penjara, Almarhum berasal dari Padang nama suami Tante adalah Chaniago.
Disini Julia mengambil Les Mengetik selama 3 bulan, Di Kota IDI ini sering diadakan Kontes dan pada saat JUlia datang mau diadakan Kontes Busana Muslimah yang di beri nama KONTE PUTERI KERUDUNG  se Kabupaten ACEH TIMUR, Tante Julia bernama Nur aini, dia memiliki 5 0rang anak, dan anak pertama bernama DEVI dia putih dan sangat cantik, Devi selalu menang kalau ikut Kontes, kali ini Tante meminta Julia untuk bersedia ikut Kontes tersebut.
                                                                       

                                                                           10
       Banyak Kontraversi yang terjadi tapi kepala sekolah tetap mejadikan julia sebagai contoh teladan yang mesti di ikuti oleh kawan-kawan yang lain, terkadang Julia merasa malu dengan kawan-kawan sebab sanjungan dari Kepala sekolah terlalu berlebihan, memang pantas juga kalau pak Rustam selalu memuji Julia sebab Julia pelajar yang unggul dalam segala mata pelajaran, Di setiap Ujian Julia mendapat Rangking I, Julia jadi kebanggaan Guru-guru semua yang ada di SMA ini.
         Sering Guru meminta Julia untuk mendikte pelajaran apalagi kalau ada Guru yang berhalangan masuk Julialah yang Bapak Kepala sekolah meminta Lia untuk menDikte semua dan Buku Pedoman Guru Lia boleh bawa pulang untuk menyalinkannya di rumah,

1989
         Julia sudah mendekati ujian kelulusan SMA,
Hubungan cinta Julia dengan Munir masih baik-baik saja walau banyak rintangan dari keluarga Julia.
Dibangku kelas III Julia terpilih untuk masuk Kelas inti untuk Kabupaten dan terpilih sebagai kandidat dari sekolah kami, Julia dan dua orang kawan lainya yaitu Nurhanifah dan Kamaruddin mendapat tawaran bea siswa masuk perguruan Tinggi di Darussalam,
Julia meminta restu dari orang tua agar boleh ikut serta yang awalnya orang tua Julia merasa tidak sanggup untuk membiayai Pembelajaran Lia tapi karena itu gratis Orang tuapun mengizinkan Lia untuk mengisi Formulir/Borang,
         Lalu formulir-formulir tersebut akan dibawa ke UNIVERSITAS SYAH ALAM - DARUSSALAM BANDA ACEH, Saat formulir itu Julia serahkan kepada Kepala Sekolah lalu salah seorang Guru mendekati Pak kepala Sekolah nama dia pak Amir.
Amir  : Pak biar saya aja yang bawakan formulir mereka ini, kebetulan saya mau ke Banda Aceh,
Rustam: oke boleh juga tapi beneran cepat diserahkan sebab ini sudah mepet waktunya.
Amir    : oh tentu pak saya akan serahkan secepatnya,
Rustam: ini berkasnya yang harus kamu bawa.
           
          Pak kepala sekolah menyerahkannya formulir kami pada pak Amir, sejak hari itu Julia dan kawan -kawan menunggu hasil dan khabar berita dari UNIVERSITY namun berita tak kunjung tiba, karena tak puas hati Julia berangkat ke kota banda Aceh untuk mencari khabar atau melihat pengumuman tapi sungguh sangat di sayangkan Berkas-berkas Julia dan kawankawan terlambat masuk di University sehingga nama-nama kami tidak terdaftar, Julia memberi khabar kepada kawan-kawan bahwa kami gagal untuk menduduki bangku kuliah yang selama ini kami harapkan, Julia memastikanya lagi bertanya pada panitia perihal tersebut dan panitia menjelaskan bahwa Berkas kami terlambat,
Julia merasa sangat kecewa yang teramat namun Julia berpikiran Positif untuk menenangkan hatinya dia berserah diri pada ALLAH S.W.T yang ini bukan rezeki saya. julia kembali ke kampung halaman dengan hati yang kecewa. Julia menemui kawan-kawan dan menjelaskan apa yang telah terjadi dan kawanpun merasa sedih karena harapan mereka gagal.
        Dari kecil Lia sudah tahu kalau belajar di sekolah umum tentunya tidak memakai kerudung, semua pakai seragam pendek, Tapi Julia nekad masuk Sekolah Umum dan memakai kerudung seperti halnya semasa dia masih di sekolah Tsanawiyah, karena sudah terbiasa lia tak mau membukanya lagi,
Julia memberanikan diri untuk mintak izin Kepala Sekolah agar memperbolehkan Julia memakai seragam yang menutup aurat,
Lia menemui Bpk Rustam selaku kepala sekolahnya dan Julia berbincang soal seragam dia yang beda dengan murid-murid yang lain, Dan kepala sekolah langsung mengizinkan Julia memakai tudung untuk pelajar perempuan,
       Hari-hari Julia datang kesekolah memakai tudung, sedangkan pelajar perempuan yang lain hanya memakai skert pendek je, mereka selalu sinis kalau melihat Julia yang begitu santai denagan penampilan yang apa adanya, namun tak menyurut keinginan Lia untuk mempertahankan tudungnya itu,
        Hari berganti hari dan tahunpun berlalu tak terasa Julia sudah duduk di bangku kelas II Biologi, penampilan Lia tetap sama dan kepala sekolah selalu memuji Julia bila di dalam kelas dengan harapan semua pelajar perempuan mau mengikuti jejak Julia untuk memakai tudung sama hal nya dengan Julia, berkali- kali pak Rustam menasehati anak2 agar supaya berseragam baju sama dengan Julia, setahun kemudia baru ada peraturan baru bahwa bagi semua pelajar perempua agar memakai jilbab, dan pada tahun berikutnya keluarlah PERDA yang mengharuskan kepada pelajar perempuan agar memakai baju kurung , dan ini semua dipatuhi oleh semua pelajar mulai

Kamis, 26 Februari 2015

KETIKA CINTA harus MEMILIH

1987
         Julia masuk Sekolah Menengah Atas (SMA),
Julia diam-diam menjalin hubungan dengan Munir, karena pihak keluarga Julia tidak merestui hubungan kami disebabkan Munir orang yang tidak mengecapi pendidikan selain itu kebiasaan buruknya yang suka minum minuman keras yang membuat kelurga Julia membencinya, Julia sadari itu dengan harapan Julia akan berusaha mengubah kebiasaan buruknya itu  yang dulu selalu dilakukannya semasa dia bekerja di Kapal Penangkapan Ikan di Belawan Sumatra Utara,
         Sejak orang tua Julia tau mereka ada hubungan, orang tua juga seisi keluarga Lia selalu memantau kegiatan Julia bahkan Julia sering dimarahin agar melupakan Munir laki=laki yang tak berguna menurut penilaian orang tua lia, padahal Munir memiliki uang banyak, rajin bekerja tapi tetep aja kukuh pendirian orang tua Julia, sedangkan Julia sendiri semakin yakin dengan Cintanya, sebab sejak Lia berkenalan dengan Munir dan  Lia merasa Munir ini adalah laki=laki yang baik dan memegang janji setia, walau sering jumpa tapi tak sekalipun Munir menyentuh Julia, itu yang membuat Lia tetap mempertahankan Cintanya itu,
           Menurut Julia tantangan dari orangtua adalah satu cobaan,
Di sekolah SMA Julia juga bergaul dengan kawan yang cowok -cowok sebab Julia minat dalam bidang Olah Raga, Kalau hal Olah Raga Julia tak perduli dibawah terik matahari di siang bolongpun dia siap bermain Volly Ball bersama teman laki-laki dan yang perempuan hanya Julia, Dengan berbusana Muslimah Julia mampu berlari kesana kemari mengejar bola, bagi Julia pakai rok panjang bukan halangan untuk bermain, julia tak mengenal lelah asal dapat bermain, setiap ada kesempatan dia akan tetap bermain, Julia jarang gabung dengan teman-teman perempuan kecuali saat berkongsi lirik lagu terbaru, sebab selain olah Raga Julia juga Hobby menyanyi, setiap ada lagu terbaru Julia yang paling cepat hafal liriknya, Mirza cowok hitam manis yang pandai main gitar selalu mendekati Lia untuk mendapatkan lirik-lirik lagu,
1987
         Julia dikenali dengan seorang laki-laki yang baru balik dari kota Belawan & Julia baru pertama kali lihat cowok ini sebab sejak Lia berpindah ke Kampung halaman Lia tidak pernah lihat dia ,
Rohana yang mengenalkan Lia dengan nya, Pemuda itu adalah saudara Rohana dia berpostur tubuh tinggi dan berkulit bersih tapi rambut dia keribo 9keriting) nama dia Munir,
         Munir bekerja di sebuah CV yang bergerak dibidang Exspor Udang windu yaitu CV. KOLAM RAYA'' ,awalnya Julia menanggapinya biasa aja, tapi seiring waktu berjalan Munir mengirim surat lewat teman Julia yaitu Rohana yang isinya  dia memencing kemarahan Julia dengan mengatai Lia bagai Lidya Kandow ( artis terkenal Indonesia yang sangat cantik dan terkenal), 
Julia benar-benar emosi, bagi dia itu penhinaan karena Julia merasa dirinya biasa-biasa aja, Juliapun membalas surat dari Munir, balas membalas surat berlangsung 2 kali dan hari demi hari dia berkawan dengan abang sepupu Julia yang bernama Jabbar, memeng sewaktu di Belawan mereka sudah sama-sama dan bekerja pada tempat yang sama,
          lama-kelamaan karena sering kali dia menitip salam pada sepupu juga kawan Julia dan akhirnya Julia jatuh Cinta padanya, setiap berjumpa Munir  jantung julia berdetak dengan kencang/laju, Ujian kelulusan Tsnawiyahpun berlangsung, Julia belajar dengan rajin dirumahnya, Akhirnya Julia mendapat kelulusan dengan nilai yang sangat memuaskan, rasa takjub atas kebesaran Allah yang telah menerangkan hati Julia dalam menyerapi ilmu pelajaran yang telah guru-guru ajarkan pada Julia, dan untuk kedua kalinya Julia mendapatkan Juara Umum yang totl nilai Julia adalah 124 markah, tak lupa Julia mengucapkan Syukur kehadirat Ilahi Rabbi yang telah memberi kesempatan pada Julia untuk menjadi yang terbaik.
          Dengan rasa bangga Julia membawa pulang hasil usahanya selama ini, Julia menyerahkan Ijazahnya pada kedua orang tua Julia dan mereka sangat bahagia dan itu terpancar dari wajah-wajah kedua orang tua Julia, 
            Rombongan star dari Bakongan jam 8 pagi, dalam jangka 1 jam mereka mendayung sepeda masing-masing, melewati pemandangan pedesaan yang masih sangat asri Julia merasa sangat happy
sebab bisa menghirup udara segar di alam Bumi yang di kenal dengan segala ilmu,
Disini ada air terjun tingkat & tempat pemandian Putri zaman dulu kala yang airnya langsung mengalir ke Lautan Hindi,

1984
         Orang tua Julia Pensiun dari Tentara & mereka keembali ke kampung halaman, Asal Simpang Ulim. Aceh Timur, Julia masih duduk di bangku kelas  VI SD, 
Disini Julia harus menyusuaikan diri dengan murid-murid yang baru Lia kenal
Awalnya JUlia minder dengan murid yang terpandai di sekolah ini, Tapi dengan keyakinan yang teguh Julia mampu mengatasi dan mampu mengalahkan Nanik & Ason yang selalu jadi Juara di Sekolah ini, Alhamdulillah di Ujian akhir Julia meraih nilai tertinggi sebagai Juara Umum.
          Julia melanjutkan Sekolah Menengah ke Sekolah Agama Madrasah Tsanawiyah Negri yang ada di Kecamatan ini, walau Julia dari Sekolah umum & beralih ke sekolah Agama itu bukanlah hal yang membebankan pikiran Julia karena Julia memeiliki dasar ilmu dari Pesantren semasa dia di Bakongan, di sekolah Menengah ini Julia bergabung dalam Geng Cewek yang beranggotakan 5 personil mereka sangat kompak dalam segala hal, kawan yang 4 orang itu semua cantik-cantik dan orang tuanya kaya sedangkan Julia hidup sederhana dan memiliki wajah pas-pasan,
yang membuat lia suka dengan mereka ialah walaupun mereka cantik-cantik tapi mereka tak takut kena panas Matahari, setiap kali lia mengajak mereka main Volly ball mereka selalu siap sama halnya bila lia ajak mereka main Badminton atau Tenis meja mereka pun handal bisa mengimbangi lia, 
       Bila membuat perlawanan kami akan membagi anggota ataupun kami akan menentang teman cowok-cowok untuk melawan Team kami, masa-masa sekolah Julia memang sangat menyenangkan, walaupun Julia sibuk dengan Olah raga tapi soal pelajaran Julia tidak pernah ketinggalan, 
Ketua kelas Julia bernama M.Nasir dan wakil ketuanya adalah Julia, karena kami sering diskusi bersama-sama, olah raga sama-sama sehingga kami saling jatuh Cinta, M.Nasir cowok tinggi putih, rambut keriting , hidung mancung pokoknya handsome boy,

Rabu, 25 Februari 2015

Julia dan kawan- kawan selalu kompak tidak pernah ada selisih paham, jika dalam kelas Julia tetap bintang kelas,
Julia menyukai segala bidang Olah raga (Sukan) bahkan dia sanggup main sepak bola bersama kawan-kawan sekelas dengan dia yang terkadang join dengan teman -teman abang Iska.
         Disetiap ada Pentas Olah raga baik Turnamen maupun PERSONI (Pekan Olah Raga & Seni Julia selalu ambil bagian dengan mengikuti berbagai cabang Olah raga karna dia memang layak di pilih, Cabang Olah Raga yang Julia tekuni

  1. Badminton
  2. Lompat Jauh
  3. Lempar lembing
  4. Tolak peluru
  5. Tenis meja
  6. Lompat tinggi, Julia sangat akrab dengan guru-guru , Julia lebih menonjol di bandingkan abangnya , Iska pendiam tidak banyak bicara sedangkan Julia terlalu aktif sehingga dia memiliki banyak teman. Julia & abangnya sangat menikmati keindahan alam Bakongan kalau di sekolah diadakan Rekreasi mereka selalu ikut karena dengan begitu Julia bisa tau dan menikmati juga mensyukuri nikmat yang ALLAH berikan pada kita seisi Alam ini, pada perpisahan Sekolah yakni Julia di kelas enam SD mereka berekreasi ke Trumon masih dalam kawasan Bakongan, Mereka menuju ke tempat ini dengan menaiki sepeda dayung beramai-ramai , kebersamaan yang sangat Luar biasa sepanjang jalan mereka bernyanyi sambil mendayung sepeda masing-masing, hanya beberapa orang murid sahaja yang naik mobil. julia lebih memilih naik sepeda akan lebih terasa perjalanannya.
        Disekolah Agamapun Julia mampu menonjolkan dirinya sebagai murid yang pandai, sehingga Julia cepat akrab dengan Ustazah yang ada di Pesantren ini,
Julia mampu menghafal Hadist setelah dalam jangka waktu 20 menit setelah Ustazah ajarkan, Julia
juga setia kawan, dia selalu membantu kawan- kawan yang belum paham apa pelajaran yang ustazah ajarkan, karna Julia yakin semakin dia sering memberi tau orang lain semakin melekat pula ilmu yg di dapat melekat dalam pikirannya,
         Julia sekolah Agama hanya sampai pukul 5:30pm setempat dan Julia melanjutkan aktifitinya menjelang Maqrib dia akan berangkat kerumah pengajian Al-Qur'an di rumah Teuku Abdullah yang rumahnya tidaklah terlalu jauh hanya 10 menit berjalan kaki bersama abang Iska, Disini Julia belajar mengaji bersama anak-anak laki-laki lainnya, hanya Julia sahaja yang perempuan,
setiap hari rutinitas Julia melakukan yang sama,
          Waktu luang Julia hanya bermain di pantai dan mandi laut dengan kawan-kawan, Julia belum pandai berenang namun dia berani walaupun diterpa ombak,
Dipantai yang indah ini Julia menghabiskan waktu luangnya, bila hari minggu pagi -pagi Julia senantiasa ada di pantai, dia akan berjalan ditepi pantai sambil melihat para nelayan manarik pukatnya, kerap kali Julia di bekali Ikan oleh Nelayan karna mereka tau Julia anak Tentara yang selalu dekat dengan masyarakat, Bapak Julia adalah sosok yang rendah hati dan bergaul dengan semua orang sampai dengan anak-anak kecilpun dia akrab,
           Julia banyak mewarisi sifat Bapaknya yang suka bergaul, Julia memiliki seorang Bapak yang Keren gagah, banyak gadis yang terpikat dengan bapak Julia karna sikap keramahtamahan Bapak pada semua lapisan masyarakat, Julia memiliki beberapa sahabat dekat

  •  Nelrita risal anak pak camat
  •  Mardhiah anak Tentara
  •  Ananda Mizanda saputra anak pak Hakim
  •  Masri, kafrawi & halimah 
1978,

        Usia Julia enam tahun orang tuanya ditugaskan ke sebuah kecamatan yang bernama Bakongan,
Disini tidak ada Asrama, yang ada hanya tanah yang diperuntukkan untuk Tentara yang bertugas di kawasan ini,
lalu orang tua Julia membangun sebuah rumah sederhana dan merangkap Kantin sebab lokasinya di samping Sekolah Menengah
Bakongan adalah kota kecamatan yang sangat luar biasa indahnya alam sekitar sini, Di depan rumah Julia terbentang luas lautan Samudra Hindia dan di belakang rumah banyak pepohonan rindang yang begitu memukau, cuacanya sepoi sepoi angin dari pantai membuat suasana rumah Julia terasa damai sejuk sehigga mereka tidak membutuhkan kipas angin atau penyejuk udara,
         Julia memiliki ibu yang sangat rajin, dengan tidak membuang masa ibunya memulai berniaga dengan membuka Kantin sekolah yang semua ibundanya yang membuat sendiri yang dibantu sikit oleh kakak- kakak Julia, Ibunya tidak pernah merasa lelah yang saat ini Julia memiliki seorang adik perempuan berusia 3 tahun yang diberi nama Maya,
Setahun kemudian Julia di daftarkan di sebuah Sekolah Dasar (SD) Negeri No.1 Bakongan.
Abang Julia bernama Iska yang lebih awal masuk sekolah tapi mereka kelihatan kembar sebab bentuk
badan Julia sama tinggi dengan sang abang,
Semua kawan Iska menjadi kawan Julia juga yang sehingga Julia terbentuk menjadi anak perempuan yang Tomboy, 
Keistimewaan Julia, dia selalu jadi perhatian Guru - guru sebab dia murid yang pandai dan rajin juga tidak sombong, Walau kawan-kawan Julia dari kalangan anak-anak pejabat tapi Julia juga tidak menutup kemungkinan untuk berkawan dengan siapa pun, Julia tumbuh sebagai anak yang pandai berinteraksi dengan orang di sekelililngnya sehingga dengan mudah Julia mendapatkan kawan,
        Aktifitas Julia sepulang dari sekolah dia hanya di beri kesempatan istirahat 1 jam dan kemudian harus bersiap untuk pergi belajar Agama di sebuah Pesantren yang sangat terkenal di Kota ini yaitu:
"ASHABUL YAMIN"

KETIKA CINTA HARUS MEMILIH

Kisah ini ter inspirasi dari Kisah Nyata :

July 1971 lahirlah seorang anak perempuan dari sebuah keluarga yang sederhana, yang orang tuanya hanya seorang Tentara yang berpangkat Koptu, tapi mereka hidup bahagia,
        Anak perempuan yang lahir itu adalah anak ke4 dari 6 bersaudara, dari pasangan Ahmad & Habibah, bayi perempuan itu diberi nama "JULIA"
Usia dua bulan Julia dibawa oleh orang tuanya berpindah tempat karena Tugas Negara, Mereka kerap kali berpindah tempat karna Tugas yang dibebankan kepada Bapaknya,

1977.
Julia sekeluaga duduk di Asrama Tentara di tepi pantai kota Tapak Tuan Kabupaten Aceh Selatan,
julia masih berumur 5 tahun, masih nakal - nakalnya, dia selalu main di bukit yg ada di samping Asrama di bukit ini Julia sering menemukan telur Angsa makanya dia suka main-main di tempat ini dan setiap hari bermain di pantai yang banyak bebatuan besar, hamparan laut yg begitu indah
yang membuat Julia tidak dapat melupakan tempat ini,
disini Julia memiliki banyak kawan tapi kebanyakan kawan Julia adalah laki -laki,

KEMBALINYA ASMARAKU YANG HILANG 2

       Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam k...