Banyak Kontraversi yang terjadi tapi kepala sekolah tetap mejadikan julia sebagai contoh teladan yang mesti di ikuti oleh kawan-kawan yang lain, terkadang Julia merasa malu dengan kawan-kawan sebab sanjungan dari Kepala sekolah terlalu berlebihan, memang pantas juga kalau pak Rustam selalu memuji Julia sebab Julia pelajar yang unggul dalam segala mata pelajaran, Di setiap Ujian Julia mendapat Rangking I, Julia jadi kebanggaan Guru-guru semua yang ada di SMA ini.
Sering Guru meminta Julia untuk mendikte pelajaran apalagi kalau ada Guru yang berhalangan masuk Julialah yang Bapak Kepala sekolah meminta Lia untuk menDikte semua dan Buku Pedoman Guru Lia boleh bawa pulang untuk menyalinkannya di rumah,
1989
Julia sudah mendekati ujian kelulusan SMA,
Hubungan cinta Julia dengan Munir masih baik-baik saja walau banyak rintangan dari keluarga Julia.
Dibangku kelas III Julia terpilih untuk masuk Kelas inti untuk Kabupaten dan terpilih sebagai kandidat dari sekolah kami, Julia dan dua orang kawan lainya yaitu Nurhanifah dan Kamaruddin mendapat tawaran bea siswa masuk perguruan Tinggi di Darussalam,
Julia meminta restu dari orang tua agar boleh ikut serta yang awalnya orang tua Julia merasa tidak sanggup untuk membiayai Pembelajaran Lia tapi karena itu gratis Orang tuapun mengizinkan Lia untuk mengisi Formulir/Borang,
Lalu formulir-formulir tersebut akan dibawa ke UNIVERSITAS SYAH ALAM - DARUSSALAM BANDA ACEH, Saat formulir itu Julia serahkan kepada Kepala Sekolah lalu salah seorang Guru mendekati Pak kepala Sekolah nama dia pak Amir.
Amir : Pak biar saya aja yang bawakan formulir mereka ini, kebetulan saya mau ke Banda Aceh,
Rustam: oke boleh juga tapi beneran cepat diserahkan sebab ini sudah mepet waktunya.
Amir : oh tentu pak saya akan serahkan secepatnya,
Rustam: ini berkasnya yang harus kamu bawa.
Pak kepala sekolah menyerahkannya formulir kami pada pak Amir, sejak hari itu Julia dan kawan -kawan menunggu hasil dan khabar berita dari UNIVERSITY namun berita tak kunjung tiba, karena tak puas hati Julia berangkat ke kota banda Aceh untuk mencari khabar atau melihat pengumuman tapi sungguh sangat di sayangkan Berkas-berkas Julia dan kawankawan terlambat masuk di University sehingga nama-nama kami tidak terdaftar, Julia memberi khabar kepada kawan-kawan bahwa kami gagal untuk menduduki bangku kuliah yang selama ini kami harapkan, Julia memastikanya lagi bertanya pada panitia perihal tersebut dan panitia menjelaskan bahwa Berkas kami terlambat,
Julia merasa sangat kecewa yang teramat namun Julia berpikiran Positif untuk menenangkan hatinya dia berserah diri pada ALLAH S.W.T yang ini bukan rezeki saya. julia kembali ke kampung halaman dengan hati yang kecewa. Julia menemui kawan-kawan dan menjelaskan apa yang telah terjadi dan kawanpun merasa sedih karena harapan mereka gagal.
Memantapkan hati jika keraguan itu hadir. Dan teguhkan pada pilihan mengikut kata hati
Jumat, 27 Februari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
KEMBALINYA ASMARAKU YANG HILANG 2
Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam k...
-
4 Juli 1995 , Lia mempersiapkan dirinya dan pakaiannya untuk berangkat ke Karawang, Lia di jemput oleh Polisi Militer ( PM) PASPAM...
-
S eminggu kemudia soleh menghampiri Lia di Kampus dan bertanya pada Lia, Soleh : Lia boleh ngak kalau malam minggu saya main...
-
Asmara sosok cowok cold dimasa mudanya, awal kisahnya Asmara sekolah di salah satu Sekolah Pelayaran di Jakarta. Dan melanjutkan Kuliahn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar