Jumat, 20 November 2015

           Jam 20:00 wib tibalah mereka di karawang tepatnya di Klari tempat mereka bekerja, begitu sampai pengky dan Bobby segera pulang ke Kawasan Pabrik PT.Fuly Semitex jaya, sedangkan Lia dan Susanti pulang kerumah kontrakan mereka, setelah mereka berdua berada dikamar, Susanti segera mengemas pakaian dia karena dia mau pergi dari hadapan Lia, Dia mau ke Jakarta untuk menemui teman-teman yang telah dia tinggalkan dulu karena susanti ingin dekat dengan Lia, dulu dia iri dan cemburu pada Hajar dan Betty yang begitu Lia manjain sampai-sampai Susanti rela kena panas karena ikut Lia Latihan Dayung dan Selam, hanya untuk bisa selalu dekat dengan Lia, tapi kini tinggal kenangan karena susanti tidak menyetujui hubungan Lia dengan Pengky, seakan Pengky sudah merenggut kebahagian Susanti, 
         Lia seorang cewek Tomboy berani namun Lia memiliki sifat keibuan, Lia bisa berperan sebagai siapa saja, disaat kita butuh seorang kakak, Lia mampu melakoni tak ubahnya seperti kakak, disaat butuh seorang kawan Liapun bisa menjadi seorang kawan yang setia dan ketika mau sholatpun Lia bisa menjadi Imam untuk kawan-kawan, itu sebabnya susanti merasa sangat kehilangan sangking sayangnya dia terhadap Lia sekarang berubah menjadi benci, Keputusan Lia untuk tetap menjalin hubungan dengan Pengky sudah tidak bisa diganggu gugat lagi,
        Pagi yang cerah namun mendung dihati Lia, susanti memutuskan untuk meninggalkan Lia dan berangkat ke Jakarta, Lia tidak berdaya, Lia tidak bisa berbuat apa sebab Lia masih menjalani kontrak kerja di PT. Fuly Semitex Jaya, saat Susanti pergi Lia berada di tempat kerja, Sekiranya saat Susanti pergi Lia ada dirumah tentunya Lia akan menagis sedih, walau bagaimanapun Lia sayang pada sahabatnya itu,
        Jam 5 sore Lia balik dari kerja namun Pengky menahan Lia untuk jangan pulang dulu, Lia diajak makan di Kantin sekalian dia ingin memberi khabar kepada teman-teman  kalau kepergian pengky beberapa hari yang lalu untuk melangsungkan pertunangan, semua teman-teman pengky mengucapkan selamat atas pertunangan mereka dan mereka mendo'akan agar sampai kejenjang pernikahan, Insyaallah"  jawab Pengky dengan bangga , mendengarkan jawaban pengky , Lia tersenyum bahagia, dan semua teman-teman yang adapun ikut membalas senyuman Lia, usai makan Lia langsung pamit pada pengky untuk segera balik ke kontrakan mau istirahat dan Pengky memberi isyarat sambil menganggukkan kepalanya..yaa silahkan , dan Lia pun berlalu pergi.
     Sesampai Lia dikamar, kali ini tidak ada lagi yang menyambut kedatangan Lia, tak ada lagi sahabat setianya dia telah pergi dan kini tinggallah Lia sendiri, Lia bersendirian yang hanya ditemani oleh layar Televisi, untung saja Lia bisa menghibur dirinya sendiri dengan mendengarkan musik, dan kebetulan berapa bulan yang lalu Lia sudah membelikan sebuah Tipe dack jadi agak terhibur juga hatinya, karena Lia belum terbiasa bersendirian, tak ada lagi kawan untuk berbagi cerita, oleh karena Letih akhirnya Liapun tertidur

Rabu, 04 November 2015

Antara Suka & Duka

          Tak membuang masa Ko an langsung memeluk adeknya itu karena mereka sudah lama tidak berjumpa, dan Pengky membalasnya dengan penuh kerinduana.
Ko An  : hai Ping uli dije ci? (dari mana kamu)
pengky : Uli Malang dekat rumah timpal (dari rumah kawan di Malang)
Ko An  : ngudiang ci mai (ngapain kamu kesini?)
Pengky : ngaleh Ko An nak sileh pes (nyari Ko an mau pinjam duit)
Ko An  : ngudiang nak sileh pes? Ko An seng ade pipes ( buat apa mau pinjam duit? ngak ada duit
Pengky : alah sileh jap, seng ngelah ben nyanan nguliang beh , ngape pes bedek gen be telah Ko
               ( alh pinjam bentar, nanti saya kembalikan sebab duit Ping sudah habis ni)
Ko an   : nyen tu nak loh? ( siapa itu perempuan )
Pengky :Tunang Ping uli Jakarta (pacar Ping dari Jakarta)
Ko an   : oh cegek care nak arab dih ( oh cantik kayak orang Arab ya)
Pengky : iye lah
Ko An :  jab nah! KO An oren ajak Bos malu ( bentar ya Koko kasih tau Bos dulu)

          Setelah mereka ngobrol, Ko An pun masuk kedalam kedai dan Pengky mengikutinya ke dalam, tak lama merekapun keluar, Pengky tersenyum-senyum dan menghampiri Lia dan Ko An barulah menyapa Lia yang dari tadi duduk seorang diri diluar kedai Hai Ko an menyapa dan Lia hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala Lia, Ayo kita balik kata Pengky sambil menggapai tangan Lia mengajak pergi, lalu mereka berdua pamitan pada Ko An setelah apa yang Pengky inginkan tercapai walau hanya dapat Rp.300 ribu lumayan cukup buat kita sampai ke Karawang bisik Pengky pada Lia, terpancar di wajah Pengky wajah keceriaan setelah jumpa dengan saudara kandung dia, tanpa membuang waktu lagi mereka berdua jalan menuju terminal Bus untuk kembali ke Malang, dan begitu sampai di Malang Pengky mengajak Lia untuk jalan-jalan ke Batu Malang disini pengky menyarungkan cincin di jari manis Lia disebuah kedai Jagung Bakar yang ada dikawasan Batu dan Liapun menyarungkan Cincin yang sama ke jari Pengky, dan Pengky berkata anggap aja ini cincin tunangan kita sayang, Lia terharu sambil memandang cincin yang Pengky berikan, Lia dengan wajah yang berbunga-bunga menjawab iya Ko terima kasih, walaupun Lia tau cincin ini tidaklah mahal namun sangat berarti bagi Lia, Pengky mengajak Lia untuk menikmati pemandangan Batu sambil melihat dari arah dekat kawah gunung Bromo, ketika Lia melihat pemandangan ini Lia seakan tak percaya ini beneran apa mimpi sih Ko? Lia bertanya pada Pengky, ya beneranlah sayang, napa ? ngak ko Subhanallah sangat cantik tempat ini kata Lia, tidak habis -habis Lia memandang begitu besar Kuasa Allah yang sudah menciptakan sedemikian rupa alam ini dan seisinya dengan begitu sempurna, didalam hati Lia tak henti-henti berzikir dan bertahmid menyebut namaNya, semakin banyak apa yang Lia lihat semakin dekat pula Lia dengan Allah sebab Lia sangat mensyukuri apa yang ada di depan mata Lia, setiap keindahan tentunya Lia mengingat dan menyebut nama Allah karena Allah yang menciptakan semua ini,
        Tampak disana diatas kawah gunung Bromo diselimuti kabut putih Pengky menunjukkan suasan Batu memang sangat dingin, Lia tidak memakai jaket sehingga tubuh Lia menggigil kedinginan sesekali Pengky menghangatkannya dengan genggaman erat tangan Pengky, mereka santai sejenak di pondok penjual air tebu, tak lama mataharipun mulai tenggelam pertanda maqrib akan datang, Mereka bergegas untuk segera kembali kerumah Pak De nya Bobby.
Begitu sampai di rumah Pak De semua keceriaan Lia musnah seketika saat melihat wajah Susanti muram namun Lia mencoba untuk menutupinya seakan-akan tidak ada masaalah antara Lia dan Susanti yang orang lain tau hubungan baik mereka selama ini, malam ini tidak ada kegiatan apa-apa, mereka hanya milih ngobrol dengan Pak De dan Bu De diruang tamu karena besok mereka sudah mau kemmbali ke Karawang.
        Dinginnya pagi di Malang membuat Lia bangun lebih awal dari biasanya, apalagi mau bersiap-siap kembali ke Karawang, dari kejauhan kelihatan kawah gunung Bromo yang indah, Lia memandangnya untuk yang terakhir kali, Lia memandang kearah nun jauh disana dengan tatapan penuh kebahagian, hati Lia begitu damai dan tenang saat memandangnya, Lia berharap sekembalinya mereka dari Malang hubungan Lia dan Pengky semakin erat dan mesra, apalagi yang Lia bisa harapkan selain kebahagian bersama Pengky sebab sahabat yang sudah dua tahun bersama Liapun akan meninggalkan Lia karena sahabat Lia tidak merestui hubungan cinta Lia dan Pengky,
Setelah sarapan pagi mereka pamit untuk pulang ke Jakarta, dari Malang mereka naik Bus, Perjalan mereka teramat menggembirakan bagi Pengky dan Lia dan tidak untuk Susanti dia hanya bermuram durja... entah apa yang ada dalam benaknya, disepanjang perjalanan Pengky tidak sekalipun melepas genggaman tangannya yang hanya ingin memberi kehangatan pada Lia yang mulai kedinginan sbab AC dalam bus sejuk sekali dan sesekali Pengky mengecup jemari Lia dengan lembut dan Lia hanya terdiam saja.

Kamis, 22 Oktober 2015

     Saat Lia mau berangkat, Susanti masih tidur nyenyak, Lia menghampiri Bobby
Lia      : Bob , kami mau ke Surabaya sebebntar soalnya Pengky mau jumpa Ko An di sana,
Bobby : ya silahkan aja, tapi hati-hati lho... besokkan kita mau balik ke Karawang,
Lia      : iya, makasih ya
Bobby: susanti mana?
Lia     ; masih tidur dia alnya semalam Jantungnya kambuh dia ridak bisa tidur, nanti kamu temani dia jalan-jalan kemana kek
Booby: ok! tenang aja aku akan jaga dia, kalian balek nantikan?
Lia     : InshaAllah,

           Pengky pun turun dah siap, lalu Pengky pamitan juga sama Bobby dan Pak De ada disana,, Penky bersalaman dan berkata kami akan ke Surabaya sebentar mau jumpa koko, InshaAllah sore kami balik, Lia dan Pengky pun pergi meninggalkan rumah Pak De sekitar jarak 200 meter mereka berdua berjalan kaki untuk mendapatkan angkot (angkutan Kota) tak lama Angkot pun berhenti, pak kondektur bertanya " mana mas? Pengky menjawab ke Kota pak, dan mereka berdua melompat masuk ke dalam Angkot, hanya dalam waktu 10 menit merekapun sampai di Kota Malang, tanpa membuang waktu pengky langsung mencari Bus yang tujuan Surabaya, mereka tidak menemukan Bus, hanya ada Damri, tak apalah yang penting kita bisa ke Surabaya kata Lia, disepanjang perjalanan Pengky sangat mesra dan tak habis-habis dia cerita tentang Kokonya yang akan mereka jumpai hari ini, pengky selalu memuji Ko An yang hemat tak boros seperti dirinya,dan Ko an selalu bantu keluarga yang di Bali, Ko an bekerja di Wonokromo di pasar Toko kelentong kepunyaan orang cina, Ko an sudah lama bekerja disini, lia bertanya pada Pengky, siapa nama penuh Ko An? Pengky pun menjawab "Made  Antara (Poo whe An)"  dan Lia dengan spontan membalas jawaban Pengky wow nama yang bagus,
         Dikarenakan mereka naik Damri jadi agak sedikit lambat mereka tiba di Surabaya pada waktu siang barulah mereka berdua sampai ke Kota dan mereka melanjutkan naik Angkot lagi untuk sampai ke Wonokromo, Lia mulai gelisah sebab Lia takut Ko An tak mau terima Lia untuk jadi adik iparnya, karena Lia ragu antara Pengky dan Lia jauh berbeda, pengky berketurunan Cina berkulit putih dan bermata sipit sedangkan Lia berkulit hitam dengan latar belakang yang sangat jauh berbeda, dan akhirnya sampailah di pasar Wonokromo , jantung Lia semakin berdetak kencang berdebar-debar, mereka menelusuri lorong-lorong di pasar untuk menemukan dimana Ko An bekerja, 15 menit mereka mencari dan akhirnya mereka menemukan tempatnya, mereka datang diam-diam saat Ko an lagi sibuk melayan pembeli tiba-tiba Ko an mendengar ada seseorang memanggilnya..Ko An! sambil mencari-cari dari mana arah suara itu datang, Ko An pun terkejut1 rupanya suara itu ada dihadapannya, terbelalak mata Ko an saat melihat adiknya yang berdiri tegap tinggi besar dibandingkan dirinya yang kutus,
        Pengky membawa sepeda motor dengan hati-hati, mereka berjalan sesaat setelah itu mereka langsung kembali kerumah Bu De untuk istirahat karena besok mereka akan ke Surabaya untuk berjumpa dengan Ko An, Lia langsung masuk ke kamar dimana Susanti sudah menunggu dan Pengky masuk ke kamar Bobby, malam ini Lia tidak mau bicara banyak sebab Lia mau tidur namun Susanti tak puas hati tetap mengajukan banyak pertanyaan, Lia sengaja menghindari agar diantara kami tak ada yang sakit hati, dalam keadaan ngantuk dan setengah sadar Susanti bertanya :Mengapa kamu tega memilih Pengky dari pada aku sahabatmu?  dalam keadaan kurang sadar Lia menjawab apa yang ada unek-unek selama ini dengan jujur, selepas Lia keluarkan unek-unek tersebut Liapun tersadar tapi tak ada gunanya sebab susanti sudah mendengarkannya yang selama ini Lia pendam karena Lia tau susanti sering kumat Jantungnya, namun apalah daya malam ini Lia terlepas cakap, langsung aja Susanti terserang sakit jantung nya tiba-tiba namun dia melarang Lia untuk mendekatinya
susanti : Biarin aja aku seperti ini sudah biasa kok! ngak usah sibuk-sibuk lagi urus penyakitku ini.
Lia       : Tapi..... Lia tak sanggup lihat kamu sakit.
Susanti: tak apa, jangan dilihat, ditutup aja matanya, toh nanti bila di jakarta nanti aku juga sendiri.
Lia      : ya udah kalau memang itu yang Susanti mau, Lia tak bisa menghalang lagi.

         Lia berusaha memejamkan mata namun Lia tak bisa tidur juga karena memikirkan sahabat dia yang sedang merintih kesakitan tapi Lia tak boleh menghampirinya, seperti waktu-waktu yang lalu ketika waktu azan subuh berkumandang saat itulah rasa sakit susanti hilang dan barulah dia bisa tidur lena, lain pula dengan Lia kalau sudah subuh Lia sudah tak bisa tidur lagi sudah terbiasa ingin secepat mungkin untuk dapat menghirup udara segar dan melihat matahari karena bagi Lia waktu yang sangat menyenangkan ada siang hari karena terang sehingga dengan sentiasa Lia dapat bersama-sama orang yang Lia sayangi, kalau malam sudahlah gelap dan sendiri lagi,
        pagi menjelang dan Lia bergegas mandi  dan bersiap-siap untuk berangkat ke Surabaya, Lia pun membangunkan pengky yang masih tidur, Ko ...Ko..Lia memanggil Bangun donk ko, ni dah pagi kitakan mau ke Surabaya, pengky pun membuka matanya sambil menggeliat tubuhnya, sabarlah.. baru juga bangun ,Pengky menjawab ya udah sana dulu koko mau mandi, sebelum mandi pengky mencium kening  calon istrinya itu, Lia sangat bahagia, lalu Lia meninggalkan kamar pengky dan menunggu di bawah,

Senin, 19 Oktober 2015

Gedung Bioskop yangUnik"

        Pengky dan Lia sama-sama hobby menonton, Lia berkata pada Bobby jangan lupa ajak susanti untuk sama-sama pergi karena sebelum ini Lia selalu nonton bareng susanti di Karawang, namun sejak kejadian tadi malam Lia sudah segan untuk bicara dengan Susanti,
Mereka pergi mengendarai sepeda motor menuju Kota Malang, sebelum nonton mereka singgah ke Mall terlebih dahulu hanya untuk lihat-lihat, kata Bobby "Lia inilah yang dinamakan Parisnya Malang, Lia pun menganngguk sambil tersenyum dan bertanya lagi pada Bobby, kok bisa di panggil Paris? Bobby menjelaskan pada Lia penuh semangat, iya sebab lampu-lampu yang ada disini tampak seperti menara Pica, Lia menjawab dengan santai ooooo gitu toh...Lalu tiba -tiba Pengky membawa Lia ke toko untuk membeli cincin untuk Lia, Lia tertegun sejenak, kok sebelum ni Pengky ngak bilang apa-apa kok dah belikan aku cincin ? ini yang ada dalam pikiran Lia, Setelah Pengky menyarunggan cincin dijari manis Lia dan merekapun langsung menuju gedung Bioskop sebab Filem yang akan mereka tonton akan diputar 10 menit lagi, Bobby memantau lokasi parkir untuk keamanan sepeda motornya,
        Lia tercengang saat melihat gedung Bioskop nya lalu bertanya pada Bobby.. biar bener ni Bob? ngak salah tempat kita ini? Bangunan nya kok kayak gini sih? ii kan bangunan tua peninggalan zaman Belanda?? Bobby menjawab sambil tertawa iya Lia inilah Bioskopnya,, ya udah kalau gitu kita masuk aja keburu diputar nanti seru Lia yuk! Mereka masuk kedalam Gedung dan Lia tercengang melihat didalamnya bangku-bangkunya masih terbuat dari kayu, Lia berbisik dalam hati wah ini bener-bener tempoe dulu banget, ah bodo amat yang penting malam ni kita nonton kata Lia lagi, Lia ingin menikmati malam yang sudah lama Lia nanti-nantikan,
       Mereka ambil posisi di bangku barisan tengah, malam ni penontonnya sedikit mungkin sebab bukan malam minggu, Film pun mulai diputar film yang di perankan oleh cho yun fat bintang favoritnya Pengky, kalau Lia lebih suka nonton Bollywood dari pada mandarin tapi kali ini Lia ikut selera Pengky, lagi asyik-asyik nonton tiba-tiba bagian elakang Lia ada yang gigit, lia meraba-raba sambil mencari tau dan pengkypun merasakan yang sama, lalu Lia bertanya:
Lia   : Ko, apaan ni? kok gstsl-gatal, apaan sih ?
Pengky ; ya ni.... koko di gigit, lia cari donk,
               Lia mencari-cari akhirnya kepegang satu ngak taunya Kutu busuk, 
Lia    : Ya Allah hari gini kita nonton ditempat seperti ini?
Pengky : Lia sayang diam ah ngak enak didengar orang, kita tunggu aja ni tanggung,

Kulit Lia sudah merah-merah, apalagi Penky  dia elergian jadi setiap gigitan langsung aja bengkak, tapi dia masih serius nonton, sampai film selesai semua orang keluar namun lia aja yang ngak tau pasti jalan ceritanya sebab asyik garuk-garuk aja, Ayo! kata pengky kita balik, mereka jalan ke parkiran dan menghamiri sepeda motor dan pengky meraba-raba kantong celananya mencoba mencari kunci  dia pun memanggil Lia,
Pengky : Lia ....kunci motor mana?
Lia        : kan sama koko tadi? coba koko cari lagi!

lalu Pengky meraba-raba lagi tetap tak dia jumpai dan terpaksa mereka masuk lagi kedalam gedung Bioskop untuk mencari kunci mana tau jatuh disana kata Pengky, namun tak dijumpai disana, bahkan tukang parkirpun ikut sibuk mencari, sedangkan Bobby dan Susanti tak mau tunggu mereka langsung pulang kerumah,
Lia    : ya udah ko kalau tak jumpa kita buat duplikat aja,
pengky : ya udah kita buat tapi kitakan ngak tau disini dimana?
tukang : mas tidak apa biar saya yg pergi dan saya tau tempatnya,
parkir
Pengky : ya mas boeleh, ni uangnya , tolong mas ya kami tamu disini,
Tukang : ya ngak apa-apa kami mengerti, 
parkir
              lalu laki-laki tersebut pergi , ketika orang tersebut pergi, pengky pensaran dia raba lagi saku celananya itu, e e ngak tau ada didalam saku bagian kecil, Lia pun berceloteh, tadi kan Lia sudah bilang coba cari disaku kecil tapi koko jawab sudah, ketegangan mereka sejak tadi buyar mnhadi girang, mereka berdua tertawa, makanya ikuti kata hati Lia celetuk dan Lia memang suka menyindir, sekarang kunci sudah ada mari kita jalan-jalan, mereka sudah tak mau tunggu tukang parkir itu lagi walaupun mereka sudah membayar Rp.100.000 untuk sebuah kunci, tanpa membuang waktu lagi mereka pun meranjak pergi dan meniggalkan lokasi Gedung Bioskop yang unik itu, pengky melontarkan pertanyaan pada Lia, sayang kita pergi kemana lagi ni? Liapun menjawab dengan manja" terserah koko aja mau kemana Lia ikut aja,

Kamis, 15 Oktober 2015

*KENANGAN di PANTAI*

         Setelah perdebatan usai mereka berdua terdiam saling membisu dan Lia pura-pura tidur agar tidak berlanjut lagi kekecohan ini, ke esokan harinya mereka berdua biasa-biasa aja seakan-akan tak terjadi apa-apa semalam agar orang lain tak mengetahui gejolak diantara mereka, Lia merasa sangat kecewa dengan sikap Susanti yang sangat mengatur hidupnya,
pagi yang indah ini Pengky menyapa Lia "hai sayang...gimana nyenyak ngak tidurnya? lia tersenyum bahagia sambil menganggukkan kepalanya lalu pengkypun mencium kening kekasihnya itu untuk yang pertama kali dengan penuh kasih sayang, Lalu Pengky bertanya lagi
Pengky : Sayang hari ini kita kemana?
Lia        : Teserah Koko, Ko Ping mau kemana Lia ok ok aja
Pengky : Kalau gitu koko ajak kamu ke pantai yang sangat indah,

        Pengky menemui Bobby untuk menyiapkan sepeda motor untuknya pergi ke pantai bersama Lia, jalan menuju pantai penuh dengan liku-liku sebab menelusuri jalan perbukitan dan Lia memegang erat-erat pinggangnya pengky agar tidak jatuh, Lia sangat menikmati saat-saat berdua dengan Pengky, dengan jarak tempuh 30 menit dari rumah tibalah mereka di sebuah pantai yang indah dan banyak pengunjungnya disini karena pantai ini salah satu objek wisata terkenal di malang selain gunung Bromo, Pasirnya yang putih banyak penjaja makanan dan penjual aksesoris cendra mata khasnya Malang , yang buat pantai ini lebih menarik lagi ialah sebuah jembatan yang menghubungkan ke Pura tempat pemujaan orang Hindu ada di bagian mencorok ke laut dengan air laut yang begitu bening , Lia dan Pengky ikut melihat-lihat kesini sambil menyaksikan beraneka ragam ikan yang bisa mereka temui dibawah air, lia sangat bahagia hari ini dengan suasana alam yang menakjubkan, hari semakin panas Lia merasa kulitnya seperti terbakar karena cuaca terik matahari Liapun mengajak Pengky untuk pulang, Ko kita balik yuk panas ni... Lia dengan manja memegang tangan Pengky, Pengky pun berkata"ayooo.. tapi kita minum es degan dulu (es Kelapa muda) Lia mengannggukkan kepalanya sambil berkata ooooo ya..ya.. baru ungat tadinya tuh memang kepingin minum kelapa muda, merekapun memesan es kelapa muda dan duduk menghadap ke Laut lepas sambil bercerita-cerita
Pengky : Lia, kalau di Bali ada juga pantai seperti ini, ada Pura ditengah laut namanya Tanah Lot,
Lia        : oh ya? bagus donk ko
Pengky : lebih ramai lagi di pantai Kuta sebab di sana Bule-bule para Turis pada mandi dan main selancar disana.
Lia        : wow bagus nyaaaa..kapan kita kesana Ko?
Pengky : kalau ada duit sekarangpun kita boleh pergi ke Bali, kan cuma 7 jam lagi sudah sampai
Lia        :yaaa duit lagi deh yang jadi masalah..
Pengky : oh iya besok koko mau ke Surabaya mau jumpa Ko An, dia kerja disana, mana tau dapat duit kan asyik tuh,
Lia       : ikut donk Ko
Pengky : booleehh... besok kita kesana ya! sekarang kita balik
Lia        : ok 

        Pengky segera ambil sepeda motor yang diparkir dibawah pohon arun (cemara) dan mereka bergegas pulang ngak enak dengan Susanti yang menunggu di rumah Bu De nya Bobby, sampai rumah tak taunya Bu De sudah siap menghidangkan makan siang untuk mereka, Bu De menghampiri Pengky dan Lia dan meyapa pada pergi jalan-jalan kemana tadi? Pengky menjawab.. kita hanya ke pantai aja kok Bu De, lalu Bu De mempersilahkan mereka untuk makan siang, tanpa membuang waktu Lia dan Pengky menuju ruang makan dan memulainya tanpa lihat kiri-kanan lagi, sedang asyik mereka makan tiba-tiba Bobby muncul sambil berkat " lapar ni ye ! mari -mari Bobby bergurau aja hehehe dan dia pun berlalu pergi menemui susanti yang lagi santai di atas,
        Lia tersenyum lihat gelagat Bobby yang begitu ramah, padahal kalau saat di Pabrik Bobby dan Pengky seperti musuhan karen bersaing mendapatkan Lia, tapi kok sekarang Bobby begitu baik, Lia salut dengan keikhlasan Bobby menerima kenyataan kalau Lia lebih memilih Pengky, karena sebelum ini Lia sudah membujuk Bobby untuk menerima dengan lapang dada apapun keputusan Lia, dan Lia meminta agar Bobby menerima pengky menjadi sahabatnya juga, Tapi lain halnya dengan Susanti Lia gagal tidak bisa mempertahankan dia tetap menjadi sahabat Lia, seskali air mata Lia berlinang jika mengingatnya betapa sakit jika harus kehilangan sahabat namu apa boleh buat demi Cintanya Lia pada Pengky dan Pengky pun sudah menyerahkan dirinya untuk memeluk Agama Islam dan ini membuat Lia tidak berani membatalkannya lagi,
        Selepas makan mereka santai sejenak sampai matahari terbenam dan mereka mandi untuk menunaikan sholat maqrib, usai sholat mereka bersiap untuk keluar, malam ini Pengky mengajak Lia dan Susanti juga Bobby untuk nonton di Bioskop
        

Jumat, 09 Oktober 2015

~DAPAT PACAR tapi KEHILANGAN SAHABAT~

       Menjelang Maqrib Alhamdulillah tibalah mereka di Kota Malang, sampai di Stasiun Bobby memanggil Taxi untuk bawakan mereka ke rumah orang tua Bobby, tak begitu jauh dari Station kereta hanya memakan waktu setengah jam saja merekapun tiba didepan rumah keluarga Bobby, Bobby  : Assalammua'laikum... dan terdengar suara jawaban dari dalam
Ibu       : A'laikumsalam ..warahmatullahi wabarakatuh...siapa ya? silahkan masuk (pintupun dibuka)
Bobby  ; ibu, ini saya balik dengan kawan-kawan saya dari Jakarta
Ibu        : iya silahkan masuk dulu..
Lia        : iya ..terima kasih ibu.

             Lia, Susanti, Pengky pun melangkah masuk kedalam rumah keluarga Bobby, dan mereka bersalaman sambil memperkenalkan nama mereka masing-masing, orang tua Bobby tersenyum bahagia karen anaknya sudah kembali, mereka bercerita satu sama lain, sementara Pengky lebih banyak terdiam karena segan sedangkan Lia nyerocos aja kayak sudah kenal lama aja, hanya terkadang terlintas dalam pikiran Lia "kalaulah Lia memilih Bobby dulu pasti ini saatnya dia kenalkan dengan ibu mertua hehehe Lia nyengir sendirian" , Susanti juga asyik ngobrol dengan Bobby sehingga membuat Lia punya harapan untuk mendekatkan Susanti dengan Bobby, karena Lia tau Bobby itu pemuda yang baik dan taat beribadat, tak pernah tinggalkan sholat,
           Ibunda Bobby sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka, Lia mencoba untuk membantu menyiapkan hidangan, Lia walaupun dia Tomboy tapi soal dapur dia suka juga, sambil mengobrol didapur tak lama hidangan sederhanapun tersaji untuk makan malam mereka, Ibu mempersilahkan mereka
Ibu    : silahkan di nikmati ala kadarnya, maklum di kampung
Lia    : Ibu jangan risau kami ini tak ada masalah dengan makanan, apa aja masuk janji halal,
ibu    : iya syukurlah tapi ibu ngak enak,
Lia    : Ya Allah ibu biasa aja, kami akan makan ini semua, mari ibu juga makan sekalian dengan kami.
         Tanpa membuang waktu mereka makan bersama-sama mengingat semua sudah pada lapar sebab di sepanjang perjalanan mereka hanya makan makanan ringan saja, Setelah kenyang mereka pun pamit untuk melanjutkan perjalan ke rumah Bu De Bobby yang tidak begitu jauh dari rumah orang tua Bobby, alasan Bobby bawa mereka kesana sebab Bobby tak ingin kalau Lia dan kawan-kawan nya tak leluasa tidur dirumah Bobby yang sederhana ini, Bobby Pamitan pada ibunya dan disusul Lia dan kawan-kawannya, sebenarnya Lia tak sedap hati kalau harus meninggalkan ibunda Bobby yang hanya sekejab sahaja berada disini. mereka menunggu angkot diluar sebab perlu waktu 20 menit untuk bisa sampai kerumah Bu De,
         Tiba dirumah Bu De  Bobby pada pukul 10 malam WIB, Disini rumah yang mewah tapi Bu De tidak memiliki anak perempuan, anak nya hanya 2 orang sahaja itupun dua-duanya lali-laki, Bu De dan Pak De menyambut kedatangan Julia dan kawan-kawan dengan tangan terbuka, Keluarga ini sangatlah ramah dan menyuguhkan begitu banyak makanan yang padahal beberapa menit ang lalu sudah selesai makan, namun untuk menghargai merekapun tak dapat menolak rezeki, setelah mengobrol panjang lebar Bu De mengantar Lia dan Susanti ke kamar Lantai dua, sedangkan Pengky tidur bersama Bobby di kamar lantai 2 juga,
Bu De  : ini kamar untuk kalian berdua, maaf kalau kurang bersih,
Lia       :  oh ya ngak apa-apa Bu De kami ngert kok, kan ngak ada anak perempuan,
Bu De  : iya nih maklum aja,
Lia       : inipun kami sudah sangat berterima kasih banyak sebab sudi menerima kami disini dengan sangat baik,
Bu De  ; ngak apa sudah biasa ,,semoga istirahatnya tenang,
Lia       : iya Bu De terima kasih
Bu De  : oh ya nanti malam pasti sangat dingin ...tau sendiri kan Malang
lalu Lia dan Susanti menjawab dengan spontan "Ya Bu De" padahal dari tadi susanti hanya menjadi pendengar saja.
        Karena kelelahan Lia langsung aja masuk ke kamar dan tidur namun susanti mencegahnya
Susanti : Lia ... saya mau ngomong sama kamu.
Lia        : Napa? (Lia pikir susanti sudah setuju tentang hubungan Lia dan Pengky sampai dia mau ikut jalan-jalan ke Malang dan sengaja juga Lia dekatkan Dia dengan Bobby)
Iya ngomong aja!
Susanti : Kamu pasti kesenangan bisa sama-sama Pengky
Lia         : ya iyalah, memangnya napa? bukankah dia baik?
Susanti : baik apa? pokoknya saya tak pernah setuju kamu sama dia ( suara Susanti ketus/sentap)
Lia        : terserah! mau setuju atau tidak.. Lia pikir kita ke Malang ini untuk senang-senang dan saya pikir kamu sudah terima kenyataan ini, teryata aku salah,
susanti  : Pokoknya malam ini kamu harus memilih, Pengky atau saya? kalau kamu pilih Pengky.. artinya PERSAHABATAN KITA PUTUS, saya tak mau bersahabat dengan orang yang telah berkhianat.
Lia        : Berkhianat? maksudnya?
Susanti : Kamu telah ingkar janji kalau selam kita belum sucses kamu tak akan berpacaran.
Lia       : O oooo janji itu? itu dulu kawan! Tapi sekarang Lia telah menemukan orang yang benar-benar Lia suka, takkan pula Lia lepaskan yang sudah ngedapatinnya dengan susah payah.
Susanti : Lia, kamu sudah dibutakan oleh Cinta, kamu tak pantas dengan dia, masih banyak lagi di Jakarta yang mau dengan kamu, kenapa harus Pengky yang kamu pilih?
Lia       : ngak tau pokoknya Lia tetap dengan Pengky,

           Spontan Susanti menampar Lia dengan begitu kuat, Susanti tak bisa mengawal emosinya yang Liapun tak mengerti mengapa sampai sebegini? Lia menangis bukan karena kena tamparan tapi Lia sedih disaat Lia menemukan Cinta Lia ada saja halangannya, padahal cuti ke Malang untuk senang-senang tapi malah brantem, Sepanjang malam ini Lia tak bisa tidur karena menahan kesedihan "dapat pacar tapi Kehilangan sahabat yang sudah dua tahun terjalin dengan baik dalam suka dan duka kami bina bersama,
susanti masih tak puas hati sebelum dia juga dengan keputusan Lia
Susansi : Pokoknya 1 sekembalinya kita dari Malang ini, saya sudah tak mau tinggal bersamamu lagi
Lia        ; kalau kamu bahagia dengan keinginan kamu silahkan aja, saya tak memaksa,
Susanti  ; iya, saya akan tinggal di Jakarta aja dan aku kecewa dengan sikap kamu,
Lia        : ya mau gimana lagi? dan saya tak mungkin memaksa kamu untuk tinggal bersamaku, terserah kamunya aja, tapi ingat mencari kawan setulus saya itu tak mudah, tapi saya do'akan agar kamu bisa bahagia bersama kawan-kawan yang lainnya.


Kamis, 08 Oktober 2015

     Beberapa hari setelah Pengky mengatakan bahwa dia mau memeluk Agama Islam akhirnya terwujud, Dia mengundang Uztad dan membuat syukuran di Mess dan Lia hadir pada malam yang penuh makna itu awal Maret 1996 Resmi Pengky mengucapkan "Dua kalimah Shahadat" didepan saksi-saksi,Lia diberi kesempatan untuk memberi nama baru untuk pengky, lalu Lia memberi nama Muhammad Al-hadi dan Pengky pun menyetujui, rasa bangga dan bersyukur keharibaan Ilahi rabbi karena malam yang penuh Rahmad dan hidayah ini Pengky telah terbuka pintu hatinya untuk menyerahkan dirinya pada Islam.
Keesokan harinya Pengky lansung menemui Dokter untuk melengkapi syaratnya untuk menjadi seorang Muslim yang sejati dan meminta pada Dokter agar dikhitankan dengan segera,
Pengky ; Selamat siang Dok,
Dokter  : Siang, anda sakit apa?
Pengky : Anu Dok...saya ngak sakit.
Dokter  : ngak sakit? la apa ngak sakit kok datang jumpa saya?
Pengky : begini Dok.. saya mau menikah dengan orang Islam dan tadi malam saya sudah memeluk Agama Islam. sekarang ini saya mau dikhitankan,
Dokter  : apa?? khitan?sudah sebesar ini kamu baru di khitan
Pengky : iya Dok..
Dokter  : Ok , khitan memang sangat bagus untuk kesehatan kita ummat manusia.. kalau begitu anda silahkan berbaring saya akan cek dulu.
Pengky : iya Dok,

  Sambil terasa geli dan penasaran Pengky menghampiri kesebuah katil yang ada dalam ruangan dokter .pengky membayangkan kalau sesudah ini bisa langsung jumpa julia. dalam lamunannya itu tiba-tiba dokter datang, Dokter berkata ,mari kita mulai, kamu mesti rilex, pengky pun sambil tersenyum tersipu-sipu dia menjawab iya dok, silahkan dilanjut..saya sudah siap, Proses Khitanpun dimulai dan hanya beberapa menit saja Dokter selesai melakukan pembedahan kecil pada penis dimana yang semestinya dibuang, semua berjalan dengan lancar dan dokter menyarankan agar Pengky beristirahat satu minggu,
Dengan semangat Pengky cepat-cepat pulang ke Mess dan menjumpai Lia untuk memberi tahu khabar gembira bahwa dia baru saja Khitan, Lia pun menyambutnya dengan penuh kebahagiaan,dan pada saat ini juga Pengky merancang percutian bersama kekasih pujaan hatinya,
Penky : sayang kita liburan yuk!
Lia      : kok liburan sih Ko? Lia mulai memanggil Pengky dengan sebutan Koko sebab permintaan Pengky: iya kita liburan sebab koko diberi libur ama dokter satu minggu
Lia      : tapi kan koko masih sakit.
pengky: ah tak apa, ini mah kecil. sayang boleh ajak Susanti kok.
Lia      : oh ya? ok ok kalau gitu Lia mesti rayu Boby untuk ambil libur juga
pengky; ya itu ide bagus.

  Esok paginya Lia mencari Bobby di ruangan dann Lia tawarkan pada Bobby
Lia       : hai mas Bobby apa khabar?
Bobby : alhamdulillah baik, ada apa Lia? kok kayaknya serius amat tuh muka ?
Lia      : begini ni Pengky kan lagi libur, gimana kalau kamu saya ajak liburan bareng kami dan kamu bisa nemenin Susanti.
Bobby  : oh kebetulan banget ...sayapun mau ambil cuti ,jadi besok akan muulai.
Lia        : wahhhhh bagus donk! ok sip bob saya akan kasih tau Pengky, pasti dia senang
Bobby  : bilang kita bercuti kekampung saya aja di MALANG, tempat yang dingin,
Lia       : ok banget tuh!
Bobby  : mestilah,

Lia meninggalkan Bobby dalam ruang kerjanya lia menghampii Pengky lagi, dia mesti selalu ada disamping Pengky, untuk memberi semangat , Bobby yang mengaku kalah mendapatkan Lia namu kami masih tetap sahabat, Bobby sportif dia bersaing sehat, Lia merasa Bobby bisa didekatkan lagi dengan susanti sebab mereka berdua sama-sama pinter dan alim. Rupanya sebelum ini Bobby memang sudah punya rencana untuk mengajak Lia dan Susanti Liburan dikampung halamannya di Malang Jawa Timur tapi Bobby tak menduga kalau Lia bakal mengajak Pengky sekalian, Lia sengaja ajak pengky biar Susanti akrab dengannya, Lia menginginkan agar susanti membuka hati menerima Pengky sebagai kekasih Lia dengan ikhlas bukan karen terpaksa,
Mereka berangkat ke Malang dengan menggunakan jasa kereta api, Lia yang sudah sangat lama sekali tidak pernah naik Kereta api lagi jadi merasa percutian mereka ini yang sesuatu banget, di daerah Lia sudah bertahun-tahun tidak memiliki Kereta api, Kereta api terakhir ada itu pada usia Lia 5 tahun
  Di sepanjang perjalanan pengky selalu memegang resleting celananya sebab masih terasa nyeri bagian dalamnya, disebabkan oleh getaran kereta api yang jeleduk jeleduk membuat Pengky merasa nyeri, Sang marsinis membawa Keretanya dengan kelajuaan namun masih tak nyaman bagi seorang yang baru selesai khitan, Lia mengetawai pengky.. hahahaha apalah koko ni ... baru khitan kok di bawa jalan-jalan sih? kata Lia sambil tersenyum lalu pengky menjawab, kamu sih main ada acara liburan segala?? ya koko ikutlah , anggap aja ini moment special kita dan kini kita resmi menjadi pasangan sejati.

Selasa, 25 Agustus 2015

        Sejak pengky mengatakan dia suka sama Lia, pengky selalu mintak untuk bisa main ke kostnya Lia, namun Lia tak mengabulkan permintaa pengky dan Lia menjelaskan mengapa Lia tak mengizinkan Pengky untuk datang ke rumah sebab sahabat Lia tak merestui hubungan mereka, Lia mohon pengertian pengky dan pengky pun walau dia kecewa dia mencoba memahami situasi ini, 
Pengky merasa heran mengapa juga sahabatnya itu sampai melarang ya? Padahal ketika Susanti berkrnalan dengan gue dulu biasa-biasa aja deh! Pengky bergumam dalam hati... sikap Susanti waktu itu biasa-biasa aja baik gitu..... tapi kok sekarang malah melaraang??? ya sudah lah ... mungkin gue harus banyak bersabar, Pengky mencoba untuk menenangkan hati dia sendiri,
        Pengky sangat memanjakan Lia di Pabrik, setiap makan siang selalu ditemani, bahkan sejak pengky dekat dengan Lia , pengky sudah tak pernah keluyuran malam-malam lagi dan hidupnya berubah tidak boros lagi, ngak seperti dulu kata salah seorang teman satu MessPengky yaitu Putu Arena, lia mersa tenang mendengar pengakuan temannya itu, 
Disebabkan Lia dan Pengky selalu makan siang bareng,akhirnya tercium juga oleh mantan pacarnya yaitu sandra namun Sandra tak bisa buat apa-apa karena Pengky memang sudah cuek padanya,
         tiap hari Pengky memberi perhatian pada Lia agar Lia yakin kalau Pengky benar-benar Cintakan Lia, lia sudah tahu saat orang Pabrik menjuluki dia Play boy, yang ada dipikiran Lia saat ini adalah wajar-wajar aja dia Play boy sbb dia memang betubuhkan sasha dan berwajah lumayan,
         pada saat Lia merasa jatuh Cinta pada Pengky. tiba -tiba Soleh haryono dan Ampera warman datang kerumah untuk menjumpai Susanti dan Lia tapi sayang mereka berdua tidak sempat menjumpai Lia sebab Lia selain Lia sedang bekerja Lia juga sengaja menghindar sebab Lia tau Soleh sukakan Lia, Soleh dan ampera baru balik dari candi Borobudur dan dari sana mereka membeli oleh-oleh untuk Lia, namu karena dari awal dulu Lia menghindar dari soleh haryono ..eee..e.e. malah menyusul kemari, Mereka di antar oleh susanti, Namun sia-sia mereka datang tetap tak dapat berjumpa Lia, dengan perasaan kecewa Soleh dan Ampera balik ke jakarta, walau tadinya Lia orang yang sangat menghargai kawan tapi sejak kenal pengky Lia jadi takut kehilangan dia.

Selasa, 18 Agustus 2015

           Maret 1996, 
Disore yang indah ini saat kerja usai Pengky sudah menunggu Lia di Kantin belakang yaitu Kantin bu Siti , kantin bu Siti ini dikenal dengan sambal blacannya yang sangat pedas dan sedap ini yang mebuat pengky selalu makan disini karena Pengky penggemar sambal, habis makan mereka nongkrong di samping ruang Genset sebab har ini Pengky masuk sore, Pengky coba memancing Lia, sebab selama ini Lia selalu menjaga jarak dari Pengky, mereka tak pernah punya kesempatan untuk ngobrol serius, namun sore ini Pengky sangat bersemangat, Lia melihat keseriusan dimata Pengky, lalu mulailah Pengky memasang strateginya dan bertanya pada Lia:
Pengky : Lia....Sekarang ini untuk kamu tau seandainya gue dapat pacar yang beragama Islam, gue si
               ap masuk Islam.
Lia        : Ha??? Lia terkejut dan berkata, apa?? tak salah dengar ni....betul kah??
Pengky : Betul! kapan Lia mau jadi pacarku? aku mau masuk Islam,
Lia        : Alhamdulillah...( Lia tersenyum bahagia mendengar pengakuan Pengky),
Pengky : gimana?? diterima kagak??
Lia       : kita lihat aja nanti,... sambil Lia tersenyum, 
               Pertemua yang singkat ini namun penuh arti, Lia pamit pada pengky untuk pulang ke kost Lia sebab Lia tak mau lama-lama berada didepan Pengky nanti sahabat Lia dirumah menunggu terlalu lama, denga hati berbunga-bunga Lia dayung sepeda sport untuk kembali ke rumah kost, sampai dikost, seperti biasanya Lia di Introgasi oleh sahabatnya
susanti : mengapa lambat balik? pasti jumpa si pengky itu kan?
Lia       : ah enggak! mana ada...
Susanti : jawab aja lah iya,
Lia       : Iya tadi saya jumpa dia, tapi kali ini beda ..
Susanti : apanya beda?
Lia        : Dia bilang kalau saya mau terima dia menjadi pacarnya, dia siap untuk memeluk Islam.
Susanti : ellleehhh... itu mah hanya akal-akalan dia aja,
Lia        : enggak kok dia ini serius..
susanti  : ah itu tidak mungkin.. kamu hanya dibohongin ama Pengky
Lia        : ah masak sih??
Susanti  : iya.. lihat aja nanti... masak dia masuk Islam hanya karena seorang wanita?? inposible!!
Lia        : ya bisa aja..(dengan penuh keyakinan Lia menjawab) namanya juga Cinta ..ya bisa donk!!
Susanti : tapi tetep aja saya tak yakin, itu hanya trik dia aja agar kamu mau. apaun yang Penky bilang 
               itu Bulsit!! kamu percaya sebab kamu sudah jatuh cinta padanya kan??
Lia       :  Bukan gitu! apa salahnya kalau Lia beri peluang untuk Pengky memeluk Islam. tak ada sa-
               lahnya kan? mungkin dia sudah menyadari, mungkin Allah sudah memberi Hidayahnyapada
              Pengky,
Susanti : tetep aja saya tak percaya..
Lia       : ya udah!

          Setelah Lia jawab sinis pada Sahabatnya itu ,lalu dengan emosinya Susanti menampar Lia sampai anting-anting Lia pun terlepas sangking kuatnya Susanti menampar Lia, dan Lia terkejut kok sahabatnya sampai menampar dia sedemikian rupa? Lia hanya bisa menahan tangis karena kesakitan, Lia malas membahas dan dia bawa tidur rasa sakit ini, sementara Susanti menonton TV sendirian, Lia ngak mau ribut, Lia tinggal tidur aja,
           Hari demi hari berlalu ... Lia tetap pada pilihan Lia, namun sesekali Lia berfikir.. Mengapa sahabat Lia marah sedemikian rupa pada Lia? apakah dia tau sesuatu tentang Pengky yang dia rahasiakan? Oh my God.. Kasih sayang yang selama ini Lia beri pada dia sebab Lia sangat menjungjung tinggi nilai persahabatan, perhatian Lia selama ini sebab Lia sudah menganngap Susanti adalah saudara Lia, apalagi orang tua mereka sudah saling bersilaturrahmi walaupun tempat tinggal mereka berjauhan dan kebetulan nama orang tua kami berdua adalah sama yaitu Ali,
Namun Lia berpikir banyak, mana yang Lia pilih sebab bila Lia pilih Pengky, Susanti akan pergi meninggalkan Lia, Susanti akan pindah ke Jakarta lagi dan tidak mau berkawan lagi dengan Lia, Lia jadi sedih bingung...namun Lia harus memilih, sebab dulu pun saat di Kampus Lia berpacaran dengan Ari Iman Asmara pun dilarang ama Susanti alasannya Ari terlalu putih lah, tak sesuai dengan Lia lah,
Lia berdesis dalam hati "Mengapa sih?? setiap Lia mencintai seseorang ada saja halangannya? apakah Lia tidak berhak untuk mencintai??? waktu dekat dengan Lucky Candra cowok asal tegal Jawa barat itupun dia bilang ngak cocok sebab Lucky pendek, padahal mana ada pendek, Lucky itu juga Taruna tapi di AMI.. sampai Susanti dulu pindah kost sebab Lia dekat dengan Lucky, walau akhirnya Susanti mencari Lia lagi karena tak tahan bila jauh dengan Lia,
         Setelah Lia tersadar dari lamunanya, Liapun bertekat akan tetap mempertahankan Pengky karena Lia merasa sudah jatuh Cinta pada Pengky dan Lia mersasa sangat sepadan dengan Pengky, walau Lia tau resiko atas keputusan Lia memilih Pengky. walau demikian Lia mencoba untuk memahami sahabatnya, secara diam diam Lia berjumpa Pengky hanya saat waktu istirahat siang aja jadi sore Lia tak akan balik lambat, dengan begitu sahabatnya tidak curiga padanya, Lia berbohong demi mempertahankan sahabatnya jangan sampai pergi

Kamis, 30 Juli 2015

        Setiap hari di tempat kerja Pengky selalu mencari perhatian agar Lia menyapanya, Diam-diam Liapun sering mencuri pandang dan memberi perhatian padanya dan Lia pun sering kontrol ke belakang hanya ingin melihat dia dan sering kalau bukan dia Lia yang menghubungi lewat Aiphone yg ada di ruang kerja masing2 terkadang tak ada yang penting pun namun mereka coba sering kontek, Semakin hari semakin menggairahkan, Suatu sore Pengky sengaja menitipkan buku" Catatan Harian" miliknya pada Lia, Pengky berharap Lia membacanya, lalu buku tersebut Lia bawa pulang dan sahabat Lia tau hal itu dan diapun menegur Lia:
Susanti : Lia apapun isi buku catatan itu , kamu jangan mudah percaya,
Lia       : Kok gitu sih?
Susanti : Mulut laki-laki itu awalnya memang manis dan banyak gombalnya,
Lia       : tapi dia ini baik dan Lia suka padanya,
Susanti : Pokoknya saya tidak suka kalau kamu dekat dengan Pengky,

          Lia terdiam sambil memikirkan apa kata sahabatnya itu namun Lia tetap membaca semua isi buku itu, Memang Susanti baru jumpa pengky dua kali namun Susanti sudah bisa menilai laki-laki macam apa Pengky tersebut namun bagi Lia itu semua tak terlihat dimatanya karena Lia sudah mulai jatuh cinta pada Pengky, Lia selalu membantah pendapat sahabatnya itu, Lia tak tau firasat apa yang membuat Susanti melarang Lia berhubungan dengan Pengky, Ini lah awal Gejolak pergaduhan antara Susanti dan Lia, Setiap kali Susanti menasehati Lia , dan Lia hanya tersenyum-senyum sahaja, Susanti selalu bilang Pengky itu tak pantas (cocok) untuk kamu dan apa mungkin kamu mencintai Pengky sementara kamu baru putus hubungan dengan Munir yang kalian sudah menjalin hubungan selama 8 tahun? Cinta apa ini???
         Sejak perdebatan itu, Bila Lia balik kerja lambat 5 menit aja Susanti sudah marah -marah terhadap Lia dan menegur Lia : Pasti kamu jumpa Pengky dulu baru kamu balik rumahkan?? Lia tau ngak saya menunggu kamu pulang kerja tapi kamu buat saya menunggu lebih lama, Lia mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu, kan baru lima menit juga, dengan nada kesal Susantipun menjawab: Pokoknya saya tak suka kamu jumpa Pengky lagi,
Lia hanya diam , semua Lia simpan dalam hati, hari - hari berikutnya Lia lambat lagi dan kali ini Lia buat alasan bahwa ada kerjaan sikit, namun susanti tak percaya, Susanti yang selalu setia menunggu Lia dirumah, Sejak Lia bekerja Susanti diam di ruah dia jadi rajin masak dan dia setia menunggu Lia balik dan sudah mempersiapkan makan sore di rumah, itu sebabnya Lia tak makan di tempat kerja kalau sore sebab sahabatnya dirumah sedang menunggu dan Lia juga tak akan puas kalau makan sedap-sedap diluar sementara orang yang dia sayangi tidak ikut merasakan apa yang Lia makan, Karena prinsip Lia susah senang bersama, begitu kukuh nilai "Persahabatan" yang Lia bina bersama, Lia sudah menganggap Susanti itu selain sahabat Lia anggap dia adalah saudara Lia di perantauan,
            Lia menjadi bingung apa yang harus Lia lakukan? mengapa setiap Lia mencintai seseorang selalu mengalami kendala, apakah Lia tidak berhak untuk mendapatkan kebahagiaan bersama orang yang Lia Cintai??? mengapa Lia berada di situasi yang sulit sebegini??? Lia tak mau menyakiti siapapun tapi Lia ingin bahagia juga .hanya itu yang ada dipikiran Lia, maafkan aku sobat. Lia tak bermaksud meninggalkanmu

Rabu, 29 Juli 2015

        Tujuh bulan sdah Lia menyelidiki tentang Pengky, sejauh itu pula Lia tak menemukan hal yang buruk pada diri Pengky sebab dia termasuk idola di Kawasan Pabrik, Pengky sering coba-coba untuk menggoda Lia, Lia pun dari awal sudah sukakan dia lalu Lia pun memberi lampu Hijau untuk Pengky, 
Lia tinggal di Mess hanya dua bulan saja, selebihnya Lia kontrak rumah sebab Lia membawa Susanti dari Jakarta untuk tinggal bersama-sama Lia di Karawang, Bila waktu pulang kerja Pengky diam-diam mengikuti Lia sebab dia pengen tau dimana Lia tinggal. sebab selama ini Lia merahasiakannya sebab Lia menjaga perasaan sahabatnya yang tidak memiliki pasangan alias pacar, Apalagi Lia belum tau perasaan Pengky pada Lia,

          Hari-hari yang Lia lalui teramat menyenangkan walaupun lima bulan yang lalu Lia mendapat khabar kalau mantan kekasihnya yang di kampung akan bertunangan dengan seorang gadis pilihan orang tuanya dan adik perempuan Liapun namanya Maya pun melangsungkan perkawinan dengan pasangannya, sedikitpun Lia tidak merasa kecewa dengan apa yang telah terjadi karena itu semua ketentuan yang Maha Kuasa, walaupun Lia merasa kehilangan, Lia tak tau kalau surat yang Munir kirimkan kepadanya agar Lia membalas dengan harapan Lia menyuruh untuk membatalkannya, namun sebaliknya Lia malah menyuruh untuk menuruti keinginan orang tuanya Munir, Sebab di pertemuan terakhir di bulan Maret saat Lia bercuti di Kampung, mereka berdua sudah mengambil keputusan putus jadi tak ada alasan Lia harus menggagalkan pertunangan dia dengan gadis lain, setelah itupun Lia tak pernah lagi membalas surat dari Munir walau Munir berharap agar Lia melarangnya untuk menerima orang lain, sampai 6 bulan Munir menangguhkan perkawinannya hanya karena menunggu surat balasan dari Lia, Munir menginginkan agar Lia meminta untuk menyusulnya ke Jakarta, Namun Lia tak memberi respon apapun lagi sebab Lia tak mau mengganggu hubungan Munir lagi, Lia sudah mengikhlaskannya bahwa Munir bukanlah Jodohku,
          Sertelah masa penangguhan itu tamat Munirpun melangsungkan pernikahannya dengan Yusnidar, dari jauh Lia hanya berdo'a agar mereka hidup berbahagia dan tak lupa juga Lia mengirim kado yaitu dua buah buku yang berguna untuk pasangan suami istri, Lia ikhlas dan pasrah akan ketentuan Allah karena "Cinta tak selamanya harus dimilki"
Lia tetap bekerja seperti biasa walau terkadang dia terpikir ada yang hilang dalam dirinya namun Lia berusaha jadi orang yang ceria dan semangat apalagi Lia sedang didekati oleh seseorang yang Lia juga menyukainya,
          Suatu sore Pengky dan Putu berhasil menemukan alamat rumah Lia atas bantuan kawannya yang di Karawang bernama Edo, tapi sayangnya ketika Pengky menemukan rumah Lia , Lia dan susanti tak ada di rumah, saat itu Lia pergi ke Jakarta urusan Akademi, sekembalinya Lia dari Jakarta dan Lia masuk kerja seperti biasanya, Begitu Lia sampai di pabrik langsung aja Pengky menghadang jalannya Lia dan berkata:
Pengky : Lia gue dah tau tempat tinggal lu,
Lia        : oh ya??? lia agak terkejut.
Pengky : Kemarin gue diantarin Edo tapi sayangnya lu tak ada di tempat,
Lia        : iya, Lia ke Jakarta ada urusan sikit ke Kampus
Pengky : sekarang gue bolehkan main ke tempat lu..?? dengan wajah penuh harap.
Lia        : aduuuuhhhh sorry ya! belum bisa kallee soalnya gue kagak enak hati dengan sahabat gue .
Pengky : alaaaahhh masak gitu sih?
Lia       : iya Ping ,Lia dah janji dulu masa di Jakarta Lia janji takkan pacaran . itu sebabnya lia tak ingin cepat-cepat menerima kehadiran orang lain dalam hidup Lia untuk sementara waktu,
Pengky : ya udah kalu gitu mah,
                Dan dengan perasaan kecewa Pengky pergi ke ruangan kerjannya, sementara Lia tersenyum kegirangan sebab Pengky dah tau tempat tinggalnya, dan perasaan Lia semakin berbunga-bunga setelah tau Pengky menaruh harapan tinggi untuk jadi pacar Lia, Pengky tambah penasaran lagi saat melihat Lia berpakaian seragam Maritim lengkap dengan atribut Akademik yang kadang kala Lia harus Pulang Pergi (PP) ke Jakarta, Pengky sanagat kagum kalau Lia berseragamkan Almamater, Dalam hati Lia hanya tersenyum, Wah!! gue dah berhasil membuat hati sang Play boy kelepek-kelepek, walau Lia tau gadis-gadis di sekitarnya banyak yang mendambakan Pengky. Namun Lia yakin kalau tak lama lagi Pengky akan dilamun Cinta olehnya.

Sabtu, 04 Juli 2015

~APAPUN YANG TERJADI DALAM HIDUP KITA HANYA KITA SENDIRI YANG MAMPU MENGATASINYA ATAS IZIN ALLAH~

          Hari-hari yang lia lalui di Karawang sangatlah menyenangkan semua orang ramah mesra dengan Lia, yang Lia heran para Staf -staf yang berpotensi di kawasan Perusahaan sangat perhatian pada Lia, sampai menantu Bigbos pun sangat baik pada Lia, setiap mereka pulang malam pasti membawakan sesuatu untuk Lia berupa makanan, yang lebih mengherankan lagi salah satu Mechanik namanya Boby berasal dari Malang Jawa Timur, Boby seorang pemuda yang taat pada ajaran Agama dia selalu cemburu bila lihat Lia dekat dengan Pengky , Herman  dan yang lainnya, Lia tak menyangka sama sekali dalam diam Boby suka dengan Lia, sebelum ini Lia pikir Boby suka terhadap kawan Lia yaitu Susanti yang sering Lia bawa ke Mess Lia, sebab perasaan Lia terhadap Boby hanyalah teman biasa dan dia bukan type Lia,
           Suatu sore Boby mengajak Lia jalan-jalan ke karawang, Dan usai makan mereka menuju salah satu Supermarket, Boby memilih banyak barang dan Boby juga meminta Lia untuk memilih barang-barang, ketika barang keperluan harian itu tercukupi dan Boby pun menuju Kasir, dan mereka balik ke Mess, sampai di Mess Boby menyerahkan semua belanjaan tadi untuk Lia, Lia sempat terperanjat (kaget) karena Lia pikir itu belanjaan milik Boby tapi kok diserahkan ke Lia,
Boby  : Ni barang semua untuk kamu
Lia     : apa? untuk saya?
Boby : iya untuk kamu, 
Lia    : saya tak butuh semua ini Bob, bukannya tadi untuk kamu?
Boby : ngak lah memang saya niatkan untuk kamu Lia,
Lia     : MashaAllah, kalau tau tadi saya ngak mau ikiut ah
Boby : napa? ini semua memang aku hadiahkan untukmu Lia,
Lia    : ok deh kalau kamu memaksa, ini aku ambil, terima kasih banyak dan selamat malam aja,
Boby : sama-sama, malam juga, kalau gitu saya balik ke Mess saya,
Lia    : ok bye,

          Setelah Boby pergi Lia pun menata barang -barang yang telah Boby belikan untuknya, sejak itu Lia jadi tertanya-tanya dalam hati "ini anak suka sama saya atau dengan kawan saya?" 
Malampun sudah larut Lia merasa ngantuk karena letih berjalan-jalan,
          Pagi-pagi Lia sudah bangun untuk sholat subuh lalu melanjutkan olah raga kegemaran Lia yaitu Badminton, Lia bermain dengan Big Bos Abdurahman, Bos Lia chines man, kalau di lapangan Lia tak perduli siapa lawannya, apakah dia Bos ke lia tetap bermain semaksimal mungkin dan Lia tak mau kalah, Karena kegemaran Lia itu membuat hari-hari Lia terasa happy walau sebenarnya Lia baru saja gagal dalam hubungan Cinta pertamanya, Lia sosok yang kuat , dia mampu menyembunyikan kesedihannya sebab Lia suka musik dan suka beberapa jenis olah raga jadi tak sulit bagi Lia untuk mendapatka kawan yang lebih banyak lagi, Lia jalani hidup ini dengan penuh kesabaran,
          Tujuh bulan sudah Lia lalui bekerja di Karawang,  Lia mendapat pengalaman banyak dari Patner kerja Lia yaitu PASPAMPRES, Mas Asrofi dan kawan-kawan tak pernah sombong dan selalu berbagi ilmu dan pengalaman mereka pada Lia, mereka bagaikan satu keluarga, Disini Lia mendapat dua keluarga angkat yang lainnya yaitu Pak Subandi dan Pak Untung kedua-duanya Purnawirawan ABRI , Pak Subandi yang tidak memiliki anak kandung sedangkan Pak Untung memiliki menantu yang berasal dari Suku yang sama dengan Lia, Pak Untung tinggal bersama mantunya di Asrama LANUD KUJANG 1 Karawang, Lia sering main kesini, Pertama kali Lia dikenalkan dengan Mantunya Pak Untung, Lia terkejut dan kagum sebab menatunya itu sangat gagah dan Tampan seperti bintang Hollywood berkulit putih dan bermata coklat, ketika Lia tau dia dari Aceh dan Lia pun tersenyum sambil bergumam dalam hati "pantesan.... dari Kuman Tanjung Pidie" Aceh gitu lho.

Kamis, 02 Juli 2015

~CINTA TAK MENGENAL SUKU BANGSA~

        4 Juli 1995 ,  Lia mempersiapkan dirinya dan pakaiannya untuk berangkat ke Karawang, Lia di jemput oleh Polisi Militer ( PM) PASPAMRES (Pasukan Pengawal Presiden) Lia tak menduga boleh bekerjasama dengan PASPAMPRES di lapangan, Lia diberangkatkan dari Jakarta ke Karawang Jawa Barat Via jalan Tol Cikampek dengan jarak tempuh 1 jam tibalah Lia dan Komandan di kawasan Perindustrian, Rupanaya ini Pabrik milik kawan dekat Tomy Soeharto anak Presiden, panteslah keamanan dipegang oleh PASPAMPRES,
          Lia dibawa masuk ke Markas mereka dan membicarakan perihal tugas yang akan Lia kerjakan nantinya, Lia ditempatkan sebagai checker dan Kontrol para Karyawan Pabrik, setelah menerima Tugas dan tanda tangan kontrak lalu Lia dipersilahkan menempati Mess yang sudah disediakan, Lia tinggal sekamar dengan mbak Waginah namun mbak Waginah satu minggu sekali dia balik Jakarta untuk mengunjungi anak-anaknya,
          5 Juli 1995, hari yang bertuah bagi Lia, hari ini Lia start kerja dan menjumpai orang -orang baru yang berasal dari berbagai suku, tapi  dominanya berasal dari Pekalongan karena banyak pembatik dari sana, Lia bekerja dari pukul 8 pagi sampai pukul 8 malam, Area Pabrik Batik dan Sepatu ini seluas 11 Hektar dan Keamanan dipercayakan sepenuhnya kepada PASPAMPRES dan dibantu oleh Lia dan 3 orang PURNAWIRAWAN ABRI ,
          Hari pertama Lia bekerja Lia melihat sosok laki-laki yang tinggi semampai, bertubuh sassa dan Lia yakin pasti ini cowok idaman penghuni Pabrik ini, Hari pertamapun dia coba-coba cari perhatian Lia namun Lia pura-pura acuh tak acuh walau ssekali Lia curi-curi pandang,kerena  penasaran Lia ingin bertanya namun Lia masih segan (malu)< diam  diam Lia memeriksa Name card dia setelah dia masukkan ke mesin Absensi dan ternyata cowok itu bernama Komang Pengky berasal dari Bali berketurunan Chines, bekerja di bagian Operator Genset, sejak itu pula setiap kali Lia melihat dia jantung Lia terasa berdebar-debar "inikah yang namanya Cinta?" Lia mencari tau lebih banyak lagi tentang dia melalui teman sekamarnya yaitu Putu  Arena  yang juga sama-sama dari Bali dan masih ada hubungan darah dengan Pengky, Putu berpacaran dengan Tuti gadis Bekasi dan Pengky baru putus cinta  dengan Sandra cewek Karawang berketurunan Chines juga dan bekerja di  Perusahaan yang sama sebagai Staff  Administrasi , Wah ini satu peluang untuk Lia, Putu bercerita kalau pacarnya beragama Islam namun Putu tak perduli yang penting mereka saling menyanyangi dan sangat sepadan, Putu merasa bersyukur mendapatkan Tuti, sedangkan Pengky tak serasi dengan Sandra sebab Sandra kurus sekali, memang Sandra cantik berkulit putih dan bermata sipit dan beragama Kristian, Mungkin karena Pengky yang play boy yang membuat mereka putus ini Lia tau dari hasil pembicaraan Lia dengan Surya Cinaes yang juga famely Pengky dari Bali, mereka semua terbuka dengan Lia,
           Untuk mengetahui sesuatu dan identiti seseorang yang Lia suka bukanlah hal yang sukar, dalam waktu Tiga hari Lia sudah mendapatkan informasi selengkapnya, Setelah Lia tau siapa dia diam-diam Lia memerhatikan gerak-gerik Pengky , Dengan Body Lia yang aduhai dan wajah yang mirip Pakistan namun Lia tidak tersanjung dengan segala pujian dari orang-orang di kawasan Perusahaan ini, Lia bekerja dengan semangat dengan harapan Lia boleh mendapatkan kekasih hati, Lia adalah sosok yang peramah dan bergaul dengan semua orang, Lia tak pernah memilih teman,

Sabtu, 27 Juni 2015

~MENCARI KAWAN SENANG TAPI MENCARI SAHABAT SEJATI ITU SULIT~

       Lia, Susanti dan Hajar tinggal satu kamar , selama satu tahun bersama mereka baik-baik saja malah Hajar pernah mengajak Lia berlibur dirumah Om nya Hajar yang di Cibubur dan Liapun sudah pernah mengajak kawan-kawan kerumah Famely Lia yang ada di Pesanggrahan Mas Cileduk-Tangerang juga Lia bawa mereka kerumah kak Bety di Candra baru , jadi hubungan mereka sudah sanagat akrab karena Lia sudah menganggap mereka satu keluarga, mereka saling mengisi, namun sejak hajar berteman dekat dengan Taruni dari Jawa dia jadi berubah, hajar sering keluar dengan kawan-kawan dia yang centil-centil itu, Hajarpun berpacaran dengan Dedek Afrizal salah satu Taruna asal Banda yang ganteng, dan sejak itu Hajar tidak lagi seiya sekata dengan Lia dan susanti dan peihal makan pun Hajar tak sama-sama mereka lagi.
        Satu hari Lia keluar bersiar dengan kawan-kawan Volly Ball Lia, tentunya mereka laki-laki semua hanya Lia yang perempuan namun Lia bisa jaga diri donk, Sepeninggalan Lia, rupanya Hajar telah menghasut Susanti untuk pindah ke Kos yang baru dan meninggalkan Lia sendirian, walaupaun di kamar sebelah Nurbaity Ilyas dan Nurbaity Yusuf ada masih ada, tentunya Lia merasa heren saja,
sore hari Lia balik rumah kos hajar dan Susanti sudah tidak ada lagi di kamar, mereka sudah mengosongkan barang-barang diangkut semua, mereka berdua pindah kerumah baru kepunyaan orang Jawa yang Kristian dan harganya lebih mahal, Lia tidak mempersoalkan tempat namun ini mengherankan bagi Lia , ada apa sebenarnya? apakah karena Lia jarang dirumah kalau hari Libur? Lia memang aktif berolah-raga, Lia malas diam dirumah kalau tak ada kerjaan, Ketika Lia tau mereka itu pindah ke gang yang lain dan masih di Komplek Angkatan Laut juga, Lia hanya terdiam sahaja tanpa memperdulikan mereka terserah mereka punya niat, hanya Lia berbisik dalam hati " biarlah Susanti ikut kata-kata Hajar dan Lia mau tau seberapa lama mereka bisa bertahan tanpa Lia, bisakah Hajar tetap setia dengan Susanti,
         Tiga hari setelah mereka pindah dan Lia tak mempersoalkannya , dalam diam Lia tetap seperti biasa, ke Kampus dengan ceria bersama kawan-kawan yang lain, kembali dari Kampus Liapun santai aja walau sedikit sedih mengapa mereka tega menjauh dari Lia padahal Lia sudah menganggap mereka seperti adik-adik sendiri, karena mereka pindah di hari Minggu, dan hari Rabu Susanti datang ke kost Lia dan  Susanti membujuk Lia untuk pindah bersama dia dan dia menjelaskan semua mengapa mereka pindah sebab Hajar yang menghasut Lia, dan baru tiga hari Susanti jauh dari Lia dia sudah merasa kesepian sebab Hajar tak memperdulikan dia lagi sejak kenal dengan Mahasiswi ASMI asal Mataram Lombok, Susanti memohon pada Lia untuk ikut tinggal satu kamar dengannya lagi, padahal Lia sangat berat meninggalkan rumah pak Kolonel yang Lia rasa sudah akrab dengan keluarga ini, namun atas bujukan Susanti untuk menemani dia sebab selama tiga hari Lia tiada bersamanya susanti sama sekali tak bisa tidur dikarenakan sakit Jantungnya kambuh dan hal ini Hajar sama sekali tak perdulikan malah dia sibuk haha hihi dengan kawan barunya itu, Lia berkata pada Susanti,
Lia   : Benar dugaan Lia kalau kamu tak akan betah berjauhan dengan Lia, 
Susanti: ya iyalah .... karena hanya kamu yang tau dan memahami kalau saya sering sakit-sakit, 
Lia    : trus ngapain kamu pindah ninggalin saya sendiri disini?
Susanti: sebab kamu dihasut dan difitnah macam-macam,
Lia      : trus kamu percaya? bego amat sih!
Susanti: iya sorry, Pleaseeee ikut pindah duduk satu kamar dengan saya,
Lia      : ah malas. lagian mahal amat sih disana..
Susanti: habis gimana donk?? masak kamu tega ngebiarin saya sendiri disana.
Lia      : lah !! kemarin waktu kamu pindah, emang kamu mikir?? kalau saya juga sendiri? kok tega 
Susanti: udah deh... iya saya salah sudah termakan omongan yang ngak bener tentang kamu. sekarang
              saya sadar bahwa itu hanya fitnah yang tak berdasar,
Lia       : kamu yakin??? mau tinggal bersama saya lagi?
Susanti: yakin donk, sebab selama berjauhan dengan kamu saya tak tenang,
Lia       : oh ya? okelah kalau memang kamu menyadari kalau saya berteman itu tulus dan ikhlas
Susanti : iya, artinya kamu mau kan ikut saya,
Lia       : kalau itu kemauanmu ya saya ikut aja walau sebenarnya saya sudah sangat nyaman disini,
            
               Akhirnya Lia mengemaskan barang-barangnya dan pamitan dengan ibu kos untuk pindah ikut tinggal bersama Susanti dirumah yang baru,
Lia         : Ibu maafkan Lia, Lia sebenarnya masih sangat betah tinggal dirumah kos-kosan ibu,
Bu Andi: trus sekarang napa?
Lia         : begini bu< berhubung mereka dah pindah dan meminta saya untuk ikut mereka
Bu Andi : O o trus bagaimana?
Lia         : saya mau bilang bahwa mulai hari ini Lia akan pindah kerumah baru,
Bu Andi : ya Udah, ngak apa-apa, jaga diri baik-baik ya!
Lia         : Iya bu, terima kasih,
Bu Andi : sama-sama.

              Setelah pamitan Lia dan Susanti pergi meninggalkan rumah yang ada pada bagian ujun komplek AL dan menuju rumah paling depan,

Jumat, 26 Juni 2015

~SEKALI KAWAN SELAMANYA AKAN MENJADI KAWAN~

            Seminggu kemudia soleh menghampiri Lia di Kampus dan bertanya pada Lia,
Soleh : Lia boleh ngak kalau malam minggu saya main kerumah kamu?
Lia     : Boleh aja, Toh ! biasanya juga datang, kok tanya lagi?

             Lia menjawab dengan santai karena Lia tak memendam perasaan apa-apa , bagi Lia dia sama saja dengan kawan kawan yang lainnya, karena sifat Lia yang Tomboy itu tak mudah untuk Jatuh hati, sebab untuk menaklukkan hati Lia itu susah banget, Lia hanya ingin memiliki banyak kawan, bagi Lia kawan itu selalu abadi tak mudah berselisih paham tapi kalau pacar ada masalah sikit jadi saling marah dan membuat sakit hati,
             Tibalah malam minggu, Soleh datang ke rumah Lia, Lalu Soleh meminta Lia menemani dia untuk menghadiri pesta perkawinan sahabat dia, Lia pun setuju, sbb Lia pikir ngak ada salahnya kalau Lia menemaninya, Lia pun bersiap untuk keluar bareng dia, dari Kelapa Gading Lia menuju ke Kemayoran, sampai ditempat pesta merekapun langsung makan karena mereka tiba tamu-tamu sudah banyak yang hadir dan dipersilahkan mencicipi hidangan yang sudah disediakan, suanana memang sangat romantik tapi Lia menanggapinya biasa-biasa aja, selesai makan merekapun masuk untuk berjumpa dengan sang pengantin dan disini banyak berkumpul orang-orang, kami bersalaman dan dia memperkenalkan Lia pada teman-temannya dia bilang Lia ini adalah pacarnya dia, Lia terkejut mendengar pengakuan Soleh, Lia tak menyangka, langsung muka Lia berubah marah karena Lia sama sekali tak punya perasaan suka pada dia, Lia menganggap dia hanyalah kawan, sekiranya Lia tau dari awal, Lia tak akan ikut , Lalu Lia mengajak Soleh untuk segera balik rumah dengan alasan sudah larut malam,
            Disepanjang perjalanan Lia hanya berdiam diri, Lia merasa sangat kecewa, kok bisa-bisanya dia mengaku-ngaku pacar guwe, karena Lia lebih nyaman sebagai kawan karena Lia takut kalau sudah pacaran dan suatu saat timbul masalah nanti akan jadi bermusuhan satu sama lain, kalau berteman kan bisa selalu berjalan dengan aman, kecuali  orang yang baru Lia kenal terus Lia merasa suka padanya itu tidak apa-apa, Nih sudah berkawan lalu menjadi pacar itu rasanya kok kikuk gitu kagak srek lagi, kalau kata orang" Melayu tak seronok lagi" .
           Sesampainya Lia di rumah langsung Lia masuk kamar dan membiarkan Soleh ngobrol bersama Susanti di luar, Mulai saat ini Lia sudah mulai menjauhkan diri dari dia, Lia yang baru saja kehilangan Munir jadi tak mudah untuk menerima orang lain untuk masuk kedalam hatinya, Susanti pun heran dengan sikap Lia yang berubah, yang biasanya Lia ramah tiba-tiba berubah terhadap Soleh, Setelah Soleh pergi Susanti pun menghampiri Lia ,dan bertanya,
Susanti : Lia kok kamu kelihatan berubah sih? ada apa ya?
Lia        : mau tauuu?
Susanti  : ya mau donk, namanya juga orang nanya nih!
Lia        : Tadi tuh dia memperkenalkan saya tuh pada kawan-kawannya bahwa saya ini pacar dia, 
Susanti : trus kamu marah?? hahahahahaaa
Lia        : ya iyalah marah, wong kitanya ngak tau apa-apa kok dibilang pacarnya,
Susanti : napa mesti marah? seharusnya senang donk bisa punya pacar baru,
Lia       : senang apanya? masaalahnya saya tuh ngak pernah punya perasaan lebih pada dia oii....
Susanti : tapikan dia pemuda yang baik-baik, pandai soleh lagi hehehe.
LIA      : iya saya tau lah, tapi saya dah menganggap dia itu kawan, malah tadinya saya pikir dia tu suka dengan kamu lah,
               Susantipun tertawa, lalu dia berkata" itu mah ngak banget, Selama ini kita kan memang dekat dengan dia sebab kita sering mengerjakan PR bareng-bareng, Manalah kita tau kalau dia suka salah satu dari kita heheh,

Rabu, 24 Juni 2015

~JALAN-JALAN KEKOTA HUJAN (BOGOR)~


      Julia adalah sosok yang periang. Lia mampu menyembunyikan kesedihannya, kawan-kawan se Angkatan Lia sering bertandang kerumah kost-kosan yang Lia tempati dengan kawan lainnya, Mereka sering belajar bareng dirumah ini, Dilorong paling ujung Kompleks Angkatan Laut ini, Dengan itu Lia tak merasa kesepian, apalagi ada yg lebih rajin dan sering mengunjungi mereka adalah Soleh Haryono dan Husen Bawafi, Soleh berasal dari Kota yang sejuk yaitu Bogor sedangkan Husen Berasal dari daerah penghasik Garam terbesar yaitu Madura, Mereka berdua adalah Taruna yang pandai dan taat beragama itu sebabnya Lia suka bersahabat dengan mereka tanpa ada keraguan,
       Suatu sore Lia dan Susanti diajak oleh Soleh dan Husen untuk bersilaturrahmi kerumah Soleh yang di Bogor sambil jala-jalan menikmati dinginnya kota Hujan, itulah julukan kota Bogor, Lia dan susanti setuju atas tawaran Soleh disertai Husen, dengan senang hati mereka berdua menjawab, Ok nanti hari minggu ini kita berangkat,
Tibalah hari minggu yang Lia nantikan, Lia mempersiapkan pakaian ganti untuk berangkat ke Bogor begitu juga Susanti namun bawaan kami sangatlah sederhana tidak terlalu ribet seperti gadis-gadis yang lain sebab mereka berdua ini sangatlah Tomboy,
         Pagi-pagi sekali Soleh dan Husen sudah datang menjemput mereka, tanpa membuang waktu Lia dan Susanti bergegas mengambil tas (bag) masing-masing dan langsung beranjak pergi, Mereka sama-sama menuju terminal Pulau Gadung untuk mendapatkan Bus yang mengantarkan mereka ke Bogor, tak lama Bus pun mereka dapatkan, Hanya dalam masa 1jam 30 menit merekapun tiba di Kota Hujan dan mereka berempat menghampiri penjaja makanan khas Bogor , mata Lia berusaha mencari-cari yang namanya Asinan Bogor yang sebelumnya saat di Jakarta Lia sudah dengar bahwa Asinan Bogor sangat sedap, de, Liapun berkata pada Soleh dengan nada sindiran "Kita dah sampai Bogor ya... artinya kita mesti makan Asinan Bogor dulu biar Syah nya kita datang kesini" sambil Lia melemparkan senyuman pada Soleh. Soleh pun tersenyum sambil berkata "Ah ! kamu bisa aja Lia, Setelah mereka mencicipi Asinan lalu Soleh mengajak untuk segera menuju rumah orang tuanya sebab dari kota Bogor ke desanya itu masih sedikit jauh lagi dan mereka menyambung naik Angkot, dari kota kerumah membutuhkan masa 20 menit lagi, Disepanjang perjalanan mata julia tak pernah terpejam sebab Lia ingin menikmati indahnya alam Nusantara yang Lia cintai, Lia tak mau melewati kesempatan perjalan ini dengan sia-sia, Lia sangat mencintai alam,  
          Setelah 20 menit sampailah mereka kerumah Soleh, orang tua Soleh menyambut kedatangan kami berempat dengan sangatlah ramah, Wanita separuh baya ini meyalami mereka satu persatu, dan mempersilahkan mereka masuk, wanita ini berkata " istirahat dulu nak dirumah ibu yang sangat sederhana ini. dan Lia menjawab dengan lembutnya "iya bu, terima kasih  banyak ibu , tapi ibu jangan repot-repot, biasa aja bu, anggap aja kami ini anak-anak ibu,, Wanita separuh baya itu perlahan menuju dapur lalu mempersiapkan minuman untuk mereka yang baru datang,
Siang ini di kampung halaman Soleh cuacanya gerimis sehingga suasana semakin sejuk karena biasanya di Jakarta selalu panas, Lia bener-bener menikmati situasi sebegini, setelah ngobrol panjang lebar dengan orang tua Soleh > Lia membantu ibunya Soleh memesak didapur, Julia walaupaun Tomboy namun Lia pandai masak,, Usai makan siang  soleh mengajak mereka untuk bersiar-siar dikampungnya ini,, mereka melalui jalan setapak untuk menuju kali (sungai kecil) yang mengalir air yang sangat bersih dari pergunungan dan penuh bebatuan, diantara batu-batu besar ini Lia duduk sambil bermain-main air yang maha dahsyad sejuknya, sementara Susanti diam-diam memotret Lia yang lagi santai duduk dibebatuan ini, Air yang sangat jernih ii berasal dari Air terjun yang datang tidak jauh dari Lokasi mereka duduk, Lia tak mau membuang kesempatan ini, Liapun turun kedalam air dan berenang walau hanya setengah badan, Lia memanggil Husen untuk mengabadikan moment ini bersama Soleh,
Lia  : Husen tolong donk kamu jepret sebentar nih.
Husen: Ok Ok tenang aja,
        Lia pun bergaya didepan Camera, mau gimana lagi memang Lia hobbynya berfhoto ria, banyak kenangan yang mereka tangkap disini, setelah puas main air mereka pun bersiar-siar lagi untuk beberapa jam, dan puas sudah kaki ini berjalan , merekapun kembali kerumah Soleh dan menjumpai orang tua nya untuk pamitan Balik ke Jakarta, Setelah mereka bersiap, mereka pun berpamitan karena Lia tak mau balik ke jakarta terlalu malam sebab besok sudah harus masuk Kampus, Setelah bersalaman merekapun beranjak pergi dan melanjutkan ke Kota Bogor untuk mendapatkan Bus tujuan Jakarta, dan akhirnta tepat Maqrib mereka tiba dalam keadaan selamat di kelapa Gading, Lia dan Susanti kembali ke kost dan Soleh juga Husen mereka kembali ke kost-kosan masing-masing, 
          Perjalan yang Lia sudah Lia tempuh beberapa jam yang lalu memanglah menyenangkan namun itu terasa biasa-biasa aja karena Lia pergi dengan kawan biasa, bukan denga orang teristimewa (pacar), ini anggapan Lia namun lain pula tanggapan Soleh < ternyata dia menyimpan rasa sukanya pada Lia dan Lia tak tau hal itu karena Lia menganggap dia kawan Lia belajar, Tapi apapun Lia sanagt berterima kasih karena sudah membawa Lia jalan-jalan.

Minggu, 05 April 2015

**JARAK DAN WAKTU YANG MEMISAHKAN DUA INSAN**

     Dalam 4 hari Lia berada di kampung dan Julia pamitan untuk pergi ke Sigli untuk silaturrahmi kerumah kakak , dan disini Lia disambut dengan penuh kerinduan dan berjuta kasih sayang karena kak Nourma dan suaminya sangat sayang dan perhatian pada Lia, apaun yang Lia mintak, dua hari disini Lia mintak izin untuk berkunjung kerumah Susanti dan mengajak hajar untuk ikut serta, Sebelum Lia berangkat ke Sigli Lia sempat memberi surat untuk Munir agar datang ke Meredu ke rumah Susanti dan mereka berencana jalan-jalan, Hajar mengajak M yusuf abang sepupu dia untuk mengantar mereka sampai rumah Susanti, Tiba Lia di keluarga Susanti dan tak Lama Munirpun tiba disini, mereka disambut oleh keluarga Susanti dengan sangat baik, setelah makan siang mereka berangkat ke taman wisata Batu Nilam yang tempatnya sangat indah dengan aliran sungai yang jernih, untuk mereka sampai ke sungai tersebut mereka harus menaiki 300 anak tangga yang sedikit terjal, mereka berada di tempat rekreasi ini hanya 1 jam sahaja dan setelah mereka puas menikmati pemandangan alamnya mereka pun kembali kerumah Susanti, Ada yang sedikit mengherankan, Kok bisa-bisanya Munir datang untuk berjumpa Lia di lokasi yang sanagt jauh dari kampung halaman, Disebabkan di kampung mereka tak bisa leluasa bertemu dan Munir nekad untuk datang juga menemui Lia di tempat yang asing, karena Lia sendiri baru kenal dengan keluarga Susanti namun mereka sudah sangat akrab dikarenakan hubungan baik Lia bersama Susanti selama di jakarta berjalan baik, dan mereka bagaikan satu keluarga, usai jalan-jalan Munirpun kembali ke Simpul dan Lia bersama-sama hajar kembali ke kota Sigli, karena Cinta jarak bukanlah penghalang untuk bisa berjumpa.
      Lia menikmati Liburan di rumah kakaknya selama satu minggu, sememangnya Lia lebih banyak menghabiskan masa cutinya di rumah kaka ketimbang di rumah orang tua Julia, Seminggu telah berlalu dan Juliapun pamit untuk kembali kerumah orang tua Julia biar ada sedikit masa lagi untuk dapat bersama-sama ibu bapak Julia,
        Sholat insak berjama'ah pun dah Lia laksanakan dengan sempurna dan ini adalah malam terakhir Lia untuk berjama'ah di surau ini, Lia kembali kerumah Lia santai sejenak untuk merenungi keputusan yang sudah Lia buat dari hasil perjumpaan tadi , Lia mendesis dalam hati mungkin sudah nasib Lia tidak berjodoh dengan orang yang paling Lia sayangi, Padahal Lia sudah berjuang sekian lama untuk mempertahankan hubungan mereka namun kandas jua, Tersadar dari lamunan saat ibunda Lia memanggil dari balik pintu
Ibu   : Lia jadi ngak bawa Emping ni, jangan sampai tinggal,
Julia : ya bu, jadi ntar Lia ambil,
         
         Lia pun bersiap-siap mengemaskan barang-barang bekalan yang mau Lia bawa ke Jakarta, Lia ambil barang-barang yang sudah ibunda siapkan untuk oleh-oleh yang akan Lia bawa serta, Malam menjelang Lia tak bisa tidur, jantung Lia berdebar-debar ada yang hilang disana, hati Lia terasa hampa tapi Lia telah mengikhlaskannya demi kebaikan orang-orang yang akan  Lia tinggalkan,
          Ketika sinar pagi telah memasuki cahayanya dari celah-celah jendela(tingkap) kamar, Lia pun tersadar bahwa Lia akan segera meninggalkan kampung halamannya untuk masa yang panjang,, Lia beranjak pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuh Lia yang lesu  sebab semalaman Lia tak tidur nyenyak, Usai mandi Lia langsung berkemas dan Lia pamitan pada ibu Bapak Lia juga dengan Maya adik satu-satunya Lia punya, Semua menangis melepaskan kepergian Lia, Haru biru tangisan mereka sebab Lia pergi ke ibu Negara yang sangatlah jauh dari kampung halaman Julia dan itu sanagat lah tidak memungkinkan apabila orang tua Julia untuk dapat meraih ke sana, jarak tempuh yang harus mereka lalui adalah 3 hari 3 malam dengan naik Bus tapi kalau naik pesawat hanya 3 jam sahaja, Keluarga Lia adalah keluarga yang sederhana jadi tak mungkin kalau Lia boleh bepergian dengan pesawat, mau tak mau harus naik Bus, Lia segera mengangkat tasnya setelah bersalaman dengan ahli keluarga dan nenek tersayangnya , Lia sangat sayang dengan nenek Basiah dan Lia sangat akrab dengan nenek sebab nenek sangat memahami  perasaan Cinta Lia dengan Munir dan nenek juga sayang pada Munir, namun nenek tak bisa buat apa,
          Lia diantar oleh bapak sampai ke kota Simpul, disini Lia menunggu Bus Pelangi dari arah Barat dan akan meluncur ke Timur, Lia menunggu Bus tiba sampai 1 jam barulah muncul Bus yang Lia nanti-nantikan, Sebelum Lia naik ke dalam Bus Lia bersalaman dengan orang-orang yang setia menemani Lia sedari tadi, Semua barang naik dan Lia mengambil tempat duduk dan melambaikan tangan pertanda perpisahan dan selamat tinggal, 
           dalam kesendirian sepanjang jalan Lia termenung teringat kisah kasihnya yang telah kandas, kini Lia hanya menumpukan pikirannya pada pelajaran di Kampus nantinya saat Lia tiba di Jakarta, Selama 3 hari 3 malam Lia keseorangan di Bus walau banyak orang mencoba dekati Lia namun Lia tidak tertarik, Tibalah Lia dengan selamat, Rupanya kawan -kawan Julia sudah terlebih dahulu berada di Jakarta dan Lia pun bersalaman dengan kawan-kawan semua sebab walaupun mereka sama-sama balik ke Aceh namuan disebabkan tempat tinggal mereka berjauhan jadi tidak bisa berjumpa.
             Dua hari kemudian Lia dan kawan-kawan kembali masuk Kampus untuk memulai belajar semester akhir, hari-hari yang Lia lalui selalu dalam keceriaan walau Lia menyimpan banyak kesedihan sementara tak ada siapa yang tau apa yang sedang bergejolak dalam dada Lia, Lia berusaha sekuat hati Lia untuk menyimpan kesedihan yang amat memilukan 

Sabtu, 04 April 2015

~CINTA TAK SELAMANYA HARUS DIMILIKI~

           Sore ini Lia harus berjumpa Munir di rumah makcik Julia yang berada tidak jauh dari gudang tempat Munir berniaga, Munir datang membawa udang Tiger 1kg untuk di masakin Indomie kari oleh makcik  Ros yang selalu setia pada mereka berdua, Melihat Munir dah bawa udang, makcik cepat-cepat memasaknya sebab Lia tak punya waktu banyak untuk bisa bersama-sama Munir karena kalau Orang tua Julia habislah mereka kena marah, tak lama Indomie nya pun siap untuk di sajikan, Julia dan Munir makan sepiring berdua, suasana sangatlah romantis namun mereka duduk berjauhan tak tersentuh satu sama lainnya, itulah hebatnya Cinta Munir yang membuat Lia yakin dan percaya padanya, Sambil makan Munir memberi usulan pada Lia, apakata kita  diam-diam menikah dan abang pergi ke Malaysia dan adek tetap melanjutkan belajar di Jakarta,Usai perut kenyang barulah Lia angkat bicara  membahas soal hubungan mereka;
Julia   : Maaf bang, Lia bukan tak mau menikah sekarang, tapi ini dah terlambat,
Munir : Mengapa terlambat?
Julia  : Lia tak yakin sebab Lia dah janji dengan orang tua,
Munir : terus sekarang gimana donk?
Julia   : Lia minta maaf yang sebesar-besarnya, Lia mohon untuk sementara ini kita break dulu, tak mungkin donk kalau abang harus menunggu adek kalau dalam waktu yang lama, agar tak ada yang tersakiti, adek memberi kebebasan untuk abang, dan mulai sekarang abang Lia anggap saudara,
Munir : apa? break? apa ngak salah?
Julia   : tak ada yang salah bang, ini demi kebaikan abang, Lia tak mau menyiksa abang harus menunggu Julia dalam waktu yang lama, abang seorang laki-laki tak pantas menunggu seorang perempuan seperti adek,
Munir : mengapa pula tak mungkin? kalau abang mau, abang bisa kok tunggu sampai kapanpun, tapi jika ini kemauan adek, abang nurut aja,
Julia   : nah! gitu donk, kita harus mengikhlaskan dulu, kalau kita jodoh pasti akan berjumpa lagi INSHAALLAH,
Munir : ok lah dek kalau memang itu keputusan adek,
Julia   : tapi adek harap antara kita tetap baik-baik aja,
Munir : ya pasti donk.
             Diakhir pembicaraan antara Munir dan Lia , Munir berpesan "Rajin-rajinlah belajar semoga cepat sucses dan tercapai apa yang Lia cita-citakan " Dan Lia mengangguk sambil merintih dalam hati selamat tinggal Cintaku, Aku ikhlas karena Cinta tak selamanya harus memiliki"
             Setelah deal dan makananpun sudah habis lalu Lia pamit untuk pulang takut nanti orang tua Lia mencari-cari dan Lia bersalaman dengan Munir dan makcik Ros, dan Lia pulang melalui jalan tepi sawah karena Julia mau singgah kerumah Makcik Julia yang lain untuk silaturahmi, Makcik Julia yang bernama Ainul dia sangat setuju hubungan Julia tapi makcik tak berani membantah kata-kata ibunda Julia yaitu kakak dari makcik Ainul, Makcik Ainulpun sangat sayang pada Julia sebab makcik tak memiliki anak perempuan, Lia yang selalu ceria dan ramah dengan semua orang jadi kemanapun Lia melangkah mereka menyambut Julia dengan sangat baik, 
        Pemandangan sawah yang terbentang luas yang membuat mata Lia jauh memandang kedepan, dulu di sawah ini mereka sering main layang-layang, masa kecil yang amat menyenangkan, namun kini Lia tak bisa melalui lagi masa-masa ini karena Lia dah belajar di jakarta hanya sesekali masa cuti Lia boleh kembali, Matahari senja dah hampir terbenam Julia tersadar dari lamunannya bahwa Julia harus cepat pulang kerumah dan bersiap untuk berangkat ke surau menunaikan sholat berjama'ah sambil bisa jumpa dengan kawan-kawan yang lainnya, Ibadah dapat, jumpa kawan juga dapat karena kalu Lia diam dirumah Lia tak bisa jumpa siapa-siapa di waktu malam, Penjagaan dari Orang tua Lia sangatlah ketat, mereka hanya mengizinkan Lia pergi ke Surau sahaja, Kalau ada Ceramah di banda pun mesti ibunda ikut serta, tak akan di izinkan pergi bersama-sama kawan-kawan seumuran Lia, Takut ada yang mengganggu nanti di jalan, karena lumayan juga jaraknya kalau mau ke Mesjid Raya Baitul Karim, 
            



KEMBALINYA ASMARAKU YANG HILANG 2

       Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam k...