Julia adalah sosok yang periang. Lia mampu menyembunyikan kesedihannya, kawan-kawan se Angkatan Lia sering bertandang kerumah kost-kosan yang Lia tempati dengan kawan lainnya, Mereka sering belajar bareng dirumah ini, Dilorong paling ujung Kompleks Angkatan Laut ini, Dengan itu Lia tak merasa kesepian, apalagi ada yg lebih rajin dan sering mengunjungi mereka adalah Soleh Haryono dan Husen Bawafi, Soleh berasal dari Kota yang sejuk yaitu Bogor sedangkan Husen Berasal dari daerah penghasik Garam terbesar yaitu Madura, Mereka berdua adalah Taruna yang pandai dan taat beragama itu sebabnya Lia suka bersahabat dengan mereka tanpa ada keraguan,
Suatu sore Lia dan Susanti diajak oleh Soleh dan Husen untuk bersilaturrahmi kerumah Soleh yang di Bogor sambil jala-jalan menikmati dinginnya kota Hujan, itulah julukan kota Bogor, Lia dan susanti setuju atas tawaran Soleh disertai Husen, dengan senang hati mereka berdua menjawab, Ok nanti hari minggu ini kita berangkat,
Tibalah hari minggu yang Lia nantikan, Lia mempersiapkan pakaian ganti untuk berangkat ke Bogor begitu juga Susanti namun bawaan kami sangatlah sederhana tidak terlalu ribet seperti gadis-gadis yang lain sebab mereka berdua ini sangatlah Tomboy,
Pagi-pagi sekali Soleh dan Husen sudah datang menjemput mereka, tanpa membuang waktu Lia dan Susanti bergegas mengambil tas (bag) masing-masing dan langsung beranjak pergi, Mereka sama-sama menuju terminal Pulau Gadung untuk mendapatkan Bus yang mengantarkan mereka ke Bogor, tak lama Bus pun mereka dapatkan, Hanya dalam masa 1jam 30 menit merekapun tiba di Kota Hujan dan mereka berempat menghampiri penjaja makanan khas Bogor , mata Lia berusaha mencari-cari yang namanya Asinan Bogor yang sebelumnya saat di Jakarta Lia sudah dengar bahwa Asinan Bogor sangat sedap, de, Liapun berkata pada Soleh dengan nada sindiran "Kita dah sampai Bogor ya... artinya kita mesti makan Asinan Bogor dulu biar Syah nya kita datang kesini" sambil Lia melemparkan senyuman pada Soleh. Soleh pun tersenyum sambil berkata "Ah ! kamu bisa aja Lia, Setelah mereka mencicipi Asinan lalu Soleh mengajak untuk segera menuju rumah orang tuanya sebab dari kota Bogor ke desanya itu masih sedikit jauh lagi dan mereka menyambung naik Angkot, dari kota kerumah membutuhkan masa 20 menit lagi, Disepanjang perjalanan mata julia tak pernah terpejam sebab Lia ingin menikmati indahnya alam Nusantara yang Lia cintai, Lia tak mau melewati kesempatan perjalan ini dengan sia-sia, Lia sangat mencintai alam,
Setelah 20 menit sampailah mereka kerumah Soleh, orang tua Soleh menyambut kedatangan kami berempat dengan sangatlah ramah, Wanita separuh baya ini meyalami mereka satu persatu, dan mempersilahkan mereka masuk, wanita ini berkata " istirahat dulu nak dirumah ibu yang sangat sederhana ini. dan Lia menjawab dengan lembutnya "iya bu, terima kasih banyak ibu , tapi ibu jangan repot-repot, biasa aja bu, anggap aja kami ini anak-anak ibu,, Wanita separuh baya itu perlahan menuju dapur lalu mempersiapkan minuman untuk mereka yang baru datang,
Siang ini di kampung halaman Soleh cuacanya gerimis sehingga suasana semakin sejuk karena biasanya di Jakarta selalu panas, Lia bener-bener menikmati situasi sebegini, setelah ngobrol panjang lebar dengan orang tua Soleh > Lia membantu ibunya Soleh memesak didapur, Julia walaupaun Tomboy namun Lia pandai masak,, Usai makan siang soleh mengajak mereka untuk bersiar-siar dikampungnya ini,, mereka melalui jalan setapak untuk menuju kali (sungai kecil) yang mengalir air yang sangat bersih dari pergunungan dan penuh bebatuan, diantara batu-batu besar ini Lia duduk sambil bermain-main air yang maha dahsyad sejuknya, sementara Susanti diam-diam memotret Lia yang lagi santai duduk dibebatuan ini, Air yang sangat jernih ii berasal dari Air terjun yang datang tidak jauh dari Lokasi mereka duduk, Lia tak mau membuang kesempatan ini, Liapun turun kedalam air dan berenang walau hanya setengah badan, Lia memanggil Husen untuk mengabadikan moment ini bersama Soleh,
Lia : Husen tolong donk kamu jepret sebentar nih.
Husen: Ok Ok tenang aja,
Lia pun bergaya didepan Camera, mau gimana lagi memang Lia hobbynya berfhoto ria, banyak kenangan yang mereka tangkap disini, setelah puas main air mereka pun bersiar-siar lagi untuk beberapa jam, dan puas sudah kaki ini berjalan , merekapun kembali kerumah Soleh dan menjumpai orang tua nya untuk pamitan Balik ke Jakarta, Setelah mereka bersiap, mereka pun berpamitan karena Lia tak mau balik ke jakarta terlalu malam sebab besok sudah harus masuk Kampus, Setelah bersalaman merekapun beranjak pergi dan melanjutkan ke Kota Bogor untuk mendapatkan Bus tujuan Jakarta, dan akhirnta tepat Maqrib mereka tiba dalam keadaan selamat di kelapa Gading, Lia dan Susanti kembali ke kost dan Soleh juga Husen mereka kembali ke kost-kosan masing-masing,
Perjalan yang Lia sudah Lia tempuh beberapa jam yang lalu memanglah menyenangkan namun itu terasa biasa-biasa aja karena Lia pergi dengan kawan biasa, bukan denga orang teristimewa (pacar), ini anggapan Lia namun lain pula tanggapan Soleh < ternyata dia menyimpan rasa sukanya pada Lia dan Lia tak tau hal itu karena Lia menganggap dia kawan Lia belajar, Tapi apapun Lia sanagt berterima kasih karena sudah membawa Lia jalan-jalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar