Dalam 4 hari Lia berada di kampung dan Julia pamitan untuk pergi ke Sigli untuk silaturrahmi kerumah kakak , dan disini Lia disambut dengan penuh kerinduan dan berjuta kasih sayang karena kak Nourma dan suaminya sangat sayang dan perhatian pada Lia, apaun yang Lia mintak, dua hari disini Lia mintak izin untuk berkunjung kerumah Susanti dan mengajak hajar untuk ikut serta, Sebelum Lia berangkat ke Sigli Lia sempat memberi surat untuk Munir agar datang ke Meredu ke rumah Susanti dan mereka berencana jalan-jalan, Hajar mengajak M yusuf abang sepupu dia untuk mengantar mereka sampai rumah Susanti, Tiba Lia di keluarga Susanti dan tak Lama Munirpun tiba disini, mereka disambut oleh keluarga Susanti dengan sangat baik, setelah makan siang mereka berangkat ke taman wisata Batu Nilam yang tempatnya sangat indah dengan aliran sungai yang jernih, untuk mereka sampai ke sungai tersebut mereka harus menaiki 300 anak tangga yang sedikit terjal, mereka berada di tempat rekreasi ini hanya 1 jam sahaja dan setelah mereka puas menikmati pemandangan alamnya mereka pun kembali kerumah Susanti, Ada yang sedikit mengherankan, Kok bisa-bisanya Munir datang untuk berjumpa Lia di lokasi yang sanagt jauh dari kampung halaman, Disebabkan di kampung mereka tak bisa leluasa bertemu dan Munir nekad untuk datang juga menemui Lia di tempat yang asing, karena Lia sendiri baru kenal dengan keluarga Susanti namun mereka sudah sangat akrab dikarenakan hubungan baik Lia bersama Susanti selama di jakarta berjalan baik, dan mereka bagaikan satu keluarga, usai jalan-jalan Munirpun kembali ke Simpul dan Lia bersama-sama hajar kembali ke kota Sigli, karena Cinta jarak bukanlah penghalang untuk bisa berjumpa.
Lia menikmati Liburan di rumah kakaknya selama satu minggu, sememangnya Lia lebih banyak menghabiskan masa cutinya di rumah kaka ketimbang di rumah orang tua Julia, Seminggu telah berlalu dan Juliapun pamit untuk kembali kerumah orang tua Julia biar ada sedikit masa lagi untuk dapat bersama-sama ibu bapak Julia,
Sholat insak berjama'ah pun dah Lia laksanakan dengan sempurna dan ini adalah malam terakhir Lia untuk berjama'ah di surau ini, Lia kembali kerumah Lia santai sejenak untuk merenungi keputusan yang sudah Lia buat dari hasil perjumpaan tadi , Lia mendesis dalam hati mungkin sudah nasib Lia tidak berjodoh dengan orang yang paling Lia sayangi, Padahal Lia sudah berjuang sekian lama untuk mempertahankan hubungan mereka namun kandas jua, Tersadar dari lamunan saat ibunda Lia memanggil dari balik pintu
Ibu : Lia jadi ngak bawa Emping ni, jangan sampai tinggal,
Julia : ya bu, jadi ntar Lia ambil,
Lia pun bersiap-siap mengemaskan barang-barang bekalan yang mau Lia bawa ke Jakarta, Lia ambil barang-barang yang sudah ibunda siapkan untuk oleh-oleh yang akan Lia bawa serta, Malam menjelang Lia tak bisa tidur, jantung Lia berdebar-debar ada yang hilang disana, hati Lia terasa hampa tapi Lia telah mengikhlaskannya demi kebaikan orang-orang yang akan Lia tinggalkan,
Ketika sinar pagi telah memasuki cahayanya dari celah-celah jendela(tingkap) kamar, Lia pun tersadar bahwa Lia akan segera meninggalkan kampung halamannya untuk masa yang panjang,, Lia beranjak pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuh Lia yang lesu sebab semalaman Lia tak tidur nyenyak, Usai mandi Lia langsung berkemas dan Lia pamitan pada ibu Bapak Lia juga dengan Maya adik satu-satunya Lia punya, Semua menangis melepaskan kepergian Lia, Haru biru tangisan mereka sebab Lia pergi ke ibu Negara yang sangatlah jauh dari kampung halaman Julia dan itu sanagat lah tidak memungkinkan apabila orang tua Julia untuk dapat meraih ke sana, jarak tempuh yang harus mereka lalui adalah 3 hari 3 malam dengan naik Bus tapi kalau naik pesawat hanya 3 jam sahaja, Keluarga Lia adalah keluarga yang sederhana jadi tak mungkin kalau Lia boleh bepergian dengan pesawat, mau tak mau harus naik Bus, Lia segera mengangkat tasnya setelah bersalaman dengan ahli keluarga dan nenek tersayangnya , Lia sangat sayang dengan nenek Basiah dan Lia sangat akrab dengan nenek sebab nenek sangat memahami perasaan Cinta Lia dengan Munir dan nenek juga sayang pada Munir, namun nenek tak bisa buat apa,
Lia diantar oleh bapak sampai ke kota Simpul, disini Lia menunggu Bus Pelangi dari arah Barat dan akan meluncur ke Timur, Lia menunggu Bus tiba sampai 1 jam barulah muncul Bus yang Lia nanti-nantikan, Sebelum Lia naik ke dalam Bus Lia bersalaman dengan orang-orang yang setia menemani Lia sedari tadi, Semua barang naik dan Lia mengambil tempat duduk dan melambaikan tangan pertanda perpisahan dan selamat tinggal,
dalam kesendirian sepanjang jalan Lia termenung teringat kisah kasihnya yang telah kandas, kini Lia hanya menumpukan pikirannya pada pelajaran di Kampus nantinya saat Lia tiba di Jakarta, Selama 3 hari 3 malam Lia keseorangan di Bus walau banyak orang mencoba dekati Lia namun Lia tidak tertarik, Tibalah Lia dengan selamat, Rupanya kawan -kawan Julia sudah terlebih dahulu berada di Jakarta dan Lia pun bersalaman dengan kawan-kawan semua sebab walaupun mereka sama-sama balik ke Aceh namuan disebabkan tempat tinggal mereka berjauhan jadi tidak bisa berjumpa.
Dua hari kemudian Lia dan kawan-kawan kembali masuk Kampus untuk memulai belajar semester akhir, hari-hari yang Lia lalui selalu dalam keceriaan walau Lia menyimpan banyak kesedihan sementara tak ada siapa yang tau apa yang sedang bergejolak dalam dada Lia, Lia berusaha sekuat hati Lia untuk menyimpan kesedihan yang amat memilukan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar