Habis sahur tunggu sholat subuh & dan melanjutkan dengan Jogging lepastu barulah Julia tidur sebab Jam Kuliah pukul 2:30pm, Hari -hari yang sangat indah untuk Lia, dan rencana tahun ini hendak merayakan Lebaran di kampung halaman,
Lia dan kawan-kawan mulai mempersiapkan diri, banyak oleh-oleh yang mereka persiapkan untuk keluarga, Setelah pihak Kampus mengumumkan berapa hari Libur (cuti) barulah mereka menentukan tanggal keberangkatannya,,Tibalah saatnya Julia dan Susanti dan Hajar balik kampung walau berbeda daerah, Kali ini Susanti turun sama-sama dengan Lia sebab Susanti mau berkenalan dengan orang tua Lia, Sore hari tibalah mereka ke kampung halaman Lia yang penuh kenangan, sampai di depan rumah dan Lia mengetuk pintu
Julia : Assalammua'laikum
Ibu : A'laikumsalam, ibu Julia menjawab dari dalam rumah dan langsung membukakan pintu dengan wajah terkejut sebab Lia dan Susanti sudah tiba dalam keadaan selamat, dan ibupun spontan berucap "ALHAMDULILLAH" Orang tua Lia menyambut dengan penuh haru karena hanya berjumpa dengan putrinya ini setahun sekali, Berhubung waktu buka puasa hampir dekat, lalu ibunda Lia menghidangkan makanan untuk buka puasa bersama, Esok pagi menjelang Lia membawa Susanti jala-jalan keliling kampung Lia dan berjumpa dengan kawan-kawan Lia yang ada di Kampung ini, Tak lupa juga Lia perkenalkan Susanti dengan Munir dan Susanti juga Lia bawa ke Tambak Udang milik keluarga Lia, Karena Lokasi tambak berdekatan dengan rumah Munir jadi bisalah Lia gunakan kesempatan ini untuk dapat berjumpa dengan Munir diam-diam, Hanya dengan sering Lia pergi ke Tambaklah hati Lia bisa terhibur karena suasana Tambak lebih nyaman dan Julia sangat suka melihat pemandangan kawasan Tambak Julia, Setelah saudara-saudara Lia kenalan dengan Susanti dua hari kemudian Susanti bertolak pulang kerumah orang tuanya di Meredu yang jarak tempuh dengan kampung Lia 5 jam perjalanan dengan Bus,
Baru dua hari Julia di kampung, semua orang bertanya-tanya, adakah Julia sudah bertemu dengan kekasihnya itu? karena semua orang Kampung sangat simpati pada hubungan Munir dan Lia, Mereka prihatin sebab menurut penduduk kampung mereka berdua adalah pasangan yang amat serasi, mereka dua -duanya sama-sama tinggi dan keras namun hati mereka baik, selalu bersikap ramah dan santun dengan semua orang, walaupun ada orang yang jahat terhadap mereka namun mereka tak pernah berdendam, Sifat Munir dan Julia banyak kesamaan, sama-sama setia menjaga persahabatan dan suka menolong orang yang membutuhkan jasa mereka,
Disebuah desa yang hanya didiami oleh 202 Kepala Keluarga, disini telah bersemi Cinta antara dua insan yang saling mencintai dan di sini jualah Cinta mereka berakhir, Hanya keadaanlah yang memaksa mereka harus berpisah,
Lia merancang untuk berjumpa dengan Munir dan akan membahas tentang hubungan mereka, agar tidak ada yang merasa tersakiti,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar