Sore ini Lia harus berjumpa Munir di rumah makcik Julia yang berada tidak jauh dari gudang tempat Munir berniaga, Munir datang membawa udang Tiger 1kg untuk di masakin Indomie kari oleh makcik Ros yang selalu setia pada mereka berdua, Melihat Munir dah bawa udang, makcik cepat-cepat memasaknya sebab Lia tak punya waktu banyak untuk bisa bersama-sama Munir karena kalau Orang tua Julia habislah mereka kena marah, tak lama Indomie nya pun siap untuk di sajikan, Julia dan Munir makan sepiring berdua, suasana sangatlah romantis namun mereka duduk berjauhan tak tersentuh satu sama lainnya, itulah hebatnya Cinta Munir yang membuat Lia yakin dan percaya padanya, Sambil makan Munir memberi usulan pada Lia, apakata kita diam-diam menikah dan abang pergi ke Malaysia dan adek tetap melanjutkan belajar di Jakarta,Usai perut kenyang barulah Lia angkat bicara membahas soal hubungan mereka;
Julia : Maaf bang, Lia bukan tak mau menikah sekarang, tapi ini dah terlambat,
Munir : Mengapa terlambat?
Julia : Lia tak yakin sebab Lia dah janji dengan orang tua,
Munir : terus sekarang gimana donk?
Julia : Lia minta maaf yang sebesar-besarnya, Lia mohon untuk sementara ini kita break dulu, tak mungkin donk kalau abang harus menunggu adek kalau dalam waktu yang lama, agar tak ada yang tersakiti, adek memberi kebebasan untuk abang, dan mulai sekarang abang Lia anggap saudara,
Munir : apa? break? apa ngak salah?
Julia : tak ada yang salah bang, ini demi kebaikan abang, Lia tak mau menyiksa abang harus menunggu Julia dalam waktu yang lama, abang seorang laki-laki tak pantas menunggu seorang perempuan seperti adek,
Munir : mengapa pula tak mungkin? kalau abang mau, abang bisa kok tunggu sampai kapanpun, tapi jika ini kemauan adek, abang nurut aja,
Julia : nah! gitu donk, kita harus mengikhlaskan dulu, kalau kita jodoh pasti akan berjumpa lagi INSHAALLAH,
Munir : ok lah dek kalau memang itu keputusan adek,
Julia : tapi adek harap antara kita tetap baik-baik aja,
Munir : ya pasti donk.
Diakhir pembicaraan antara Munir dan Lia , Munir berpesan "Rajin-rajinlah belajar semoga cepat sucses dan tercapai apa yang Lia cita-citakan " Dan Lia mengangguk sambil merintih dalam hati selamat tinggal Cintaku, Aku ikhlas karena Cinta tak selamanya harus memiliki"
Setelah deal dan makananpun sudah habis lalu Lia pamit untuk pulang takut nanti orang tua Lia mencari-cari dan Lia bersalaman dengan Munir dan makcik Ros, dan Lia pulang melalui jalan tepi sawah karena Julia mau singgah kerumah Makcik Julia yang lain untuk silaturahmi, Makcik Julia yang bernama Ainul dia sangat setuju hubungan Julia tapi makcik tak berani membantah kata-kata ibunda Julia yaitu kakak dari makcik Ainul, Makcik Ainulpun sangat sayang pada Julia sebab makcik tak memiliki anak perempuan, Lia yang selalu ceria dan ramah dengan semua orang jadi kemanapun Lia melangkah mereka menyambut Julia dengan sangat baik,
Pemandangan sawah yang terbentang luas yang membuat mata Lia jauh memandang kedepan, dulu di sawah ini mereka sering main layang-layang, masa kecil yang amat menyenangkan, namun kini Lia tak bisa melalui lagi masa-masa ini karena Lia dah belajar di jakarta hanya sesekali masa cuti Lia boleh kembali, Matahari senja dah hampir terbenam Julia tersadar dari lamunannya bahwa Julia harus cepat pulang kerumah dan bersiap untuk berangkat ke surau menunaikan sholat berjama'ah sambil bisa jumpa dengan kawan-kawan yang lainnya, Ibadah dapat, jumpa kawan juga dapat karena kalu Lia diam dirumah Lia tak bisa jumpa siapa-siapa di waktu malam, Penjagaan dari Orang tua Lia sangatlah ketat, mereka hanya mengizinkan Lia pergi ke Surau sahaja, Kalau ada Ceramah di banda pun mesti ibunda ikut serta, tak akan di izinkan pergi bersama-sama kawan-kawan seumuran Lia, Takut ada yang mengganggu nanti di jalan, karena lumayan juga jaraknya kalau mau ke Mesjid Raya Baitul Karim, 
Tidak ada komentar:
Posting Komentar