Senin, 05 November 2018

TAKUT KEHILANGAN

         Senin malam Syahrul mimpi bahwa Lia menikah dengan laki-laki lain. Dan mimpi itu sangat jelas, saat tersadar Syahrul menangis mengingat kesedihan yang dia alami dalam mimpinya, sangking sedihnya sampai terisak-isak. Sampai kawan sekamar dia pun heran ni orang kok tiba2 Ada suara apaan dan karna penasaran merekapun membuka lampu yang tadinya gelap,
       Saat ruangan kamar jadi terang mereka melihat Syahrul sedang tersedu-sedu matanyapun bengkak. Kawan sekamarnya jadi tambah penasaran dan mendesak Syahrul agar mau menceritakan mengapa sampai dia menangis. Namun dikarenakan malu Syahrulpun terdiam. Dia memilih diam dengan apa yang dialaminya dalam mimpi dengan harapan agar semua tidak menjadi nyata.
        Syahrul menggapai handphone yang diletakkan dekat bantal dan coba menghubungi Lia tapi sayangnya tidak terhubungi dikarenakan signal ngak begitu bagus. Sekali lagi Syahrul terdiam dan mengirim pesan singkat kepada Lia. Pesannyapun masuk namun Lia tidak bisa membalas dikarenakan tidak ada pulsa dalam handphone Lia. Untung aja Syahrul mengerti Kondisi Lia sedang bekerja. Dan Syahrul menghubungi Lia lagi kali ini tersambung namun saat Lia mau jawab tiba-tiba signalnya pun hilang dan akhirnya terputus jua. Rasa penasaran Syahrul pun menjadi membara dan berharap apa yang dia impikan tidal menjadi kenyataan. Dan Syahrul mengirim pesan singkat yang isinya selamat menjalankan ibadah sholat maqrib dan Lia membaca dengan tersenyum bahagia karena Lia merasa sangat di sayang ama kekasihnya itu tanpa bisa membalas,
           Mataharipun mulai bersembunyi dan suara Azanpun berkumandang walau terdengar samar-samar karena Mesjid sedikit jauh dengan tempat tinggal Lia. Sebagai seorang Muslim, suara Azan adalah seruan untuk segera melaksanakan sholat karena waktunya telah tiba, usai sholat maqrib Lia bergegas keluar rumah untuk menghadiri makan malam di rumah  tetangga bertepatan dengan malam Natal, Saat Lia masuk kerumah tetangga Lia melihat sosok bayi yang mungil baru selesai dimandikan, Lia jadi teringat kekampung. Lalu tuan rumah mempersilahkan Lia menuju ruang tengah yang disana sudah tersedia begitu banyak makanan, wah Liapun terpegun melihat pemilik rumah begitu ramah melayan Lia , saat di meja makan Lia banyak bicara soal persamaan masakan India dan masakan tempat Lia berasal, dan kebetulan Lia baru datang dari kampung dan membawa daun meninjo yang di sini Lia susah untuk dapatin sayuran jenis ini, Lia menperkenalkannya pada tetangganya ini, mereka tertarik dan penasaran ingin tau seperti apa daun yang sejak tadi berusaha menjelaskan efek makan daun itu jika kita memiliki penyakit asam urat dan mereka minta Lia untuk menghadirkan daun melinjo kehadapan mereka, lalu Liapun kembali sejenak kerumah untuk mengambil dari kulkas (coldkus) yang Lia sudah simpankan selama satu bulan namun masih segar aja itu daun karena saat menyimpan Lia membungkusnya dengan kertas koran itu yang membuat sayuran kita awet disimpan ngak mudah rusak,mereka sedikit kaget ooo daun ini macam pernah tengok ujarnya, Lia pun tersenyum ya adalah disini hanya masyrakat disini jarang menggunakan,
       Lia hanya datang sekedar menghargai undangannya, dalam menjaga silaturahmi Lia tidak pernah memilih -milih dengan siapa dia berkawan. Ngak memandang suku dan Agama karena prinsib Lia selagi dia tidak menganggu dan menghina Agama kota ya fine-fine aja. Makanya Lia memiliki banyak kawan. Setelah satu jam dirumah tetangga perutpun sudah lenyang dan Lia mohon izin untuk pulang kerumah mengingatkan malampun sudah larut, Sampai dikamar Lia melihat ada dua panggilan telepon dari Syahrul sebab tadi Lia keluar tidak membawa handphonenya. 

KEMBALINYA ASMARAKU YANG HILANG 2

       Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam k...