Setiap hari di tempat kerja Pengky selalu mencari perhatian agar Lia menyapanya, Diam-diam Liapun sering mencuri pandang dan memberi perhatian padanya dan Lia pun sering kontrol ke belakang hanya ingin melihat dia dan sering kalau bukan dia Lia yang menghubungi lewat Aiphone yg ada di ruang kerja masing2 terkadang tak ada yang penting pun namun mereka coba sering kontek, Semakin hari semakin menggairahkan, Suatu sore Pengky sengaja menitipkan buku" Catatan Harian" miliknya pada Lia, Pengky berharap Lia membacanya, lalu buku tersebut Lia bawa pulang dan sahabat Lia tau hal itu dan diapun menegur Lia:
Susanti : Lia apapun isi buku catatan itu , kamu jangan mudah percaya,
Lia : Kok gitu sih?
Lia : tapi dia ini baik dan Lia suka padanya,
Susanti : Pokoknya saya tidak suka kalau kamu dekat dengan Pengky,
Lia terdiam sambil memikirkan apa kata sahabatnya itu namun Lia tetap membaca semua isi buku itu, Memang Susanti baru jumpa pengky dua kali namun Susanti sudah bisa menilai laki-laki macam apa Pengky tersebut namun bagi Lia itu semua tak terlihat dimatanya karena Lia sudah mulai jatuh cinta pada Pengky, Lia selalu membantah pendapat sahabatnya itu, Lia tak tau firasat apa yang membuat Susanti melarang Lia berhubungan dengan Pengky, Ini lah awal Gejolak pergaduhan antara Susanti dan Lia, Setiap kali Susanti menasehati Lia , dan Lia hanya tersenyum-senyum sahaja, Susanti selalu bilang Pengky itu tak pantas (cocok) untuk kamu dan apa mungkin kamu mencintai Pengky sementara kamu baru putus hubungan dengan Munir yang kalian sudah menjalin hubungan selama 8 tahun? Cinta apa ini???
Sejak perdebatan itu, Bila Lia balik kerja lambat 5 menit aja Susanti sudah marah -marah terhadap Lia dan menegur Lia : Pasti kamu jumpa Pengky dulu baru kamu balik rumahkan?? Lia tau ngak saya menunggu kamu pulang kerja tapi kamu buat saya menunggu lebih lama, Lia mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu, kan baru lima menit juga, dengan nada kesal Susantipun menjawab: Pokoknya saya tak suka kamu jumpa Pengky lagi,
Lia hanya diam , semua Lia simpan dalam hati, hari - hari berikutnya Lia lambat lagi dan kali ini Lia buat alasan bahwa ada kerjaan sikit, namun susanti tak percaya, Susanti yang selalu setia menunggu Lia dirumah, Sejak Lia bekerja Susanti diam di ruah dia jadi rajin masak dan dia setia menunggu Lia balik dan sudah mempersiapkan makan sore di rumah, itu sebabnya Lia tak makan di tempat kerja kalau sore sebab sahabatnya dirumah sedang menunggu dan Lia juga tak akan puas kalau makan sedap-sedap diluar sementara orang yang dia sayangi tidak ikut merasakan apa yang Lia makan, Karena prinsip Lia susah senang bersama, begitu kukuh nilai "Persahabatan" yang Lia bina bersama, Lia sudah menganggap Susanti itu selain sahabat Lia anggap dia adalah saudara Lia di perantauan,
Lia menjadi bingung apa yang harus Lia lakukan? mengapa setiap Lia mencintai seseorang selalu mengalami kendala, apakah Lia tidak berhak untuk mendapatkan kebahagiaan bersama orang yang Lia Cintai??? mengapa Lia berada di situasi yang sulit sebegini??? Lia tak mau menyakiti siapapun tapi Lia ingin bahagia juga .hanya itu yang ada dipikiran Lia, maafkan aku sobat. Lia tak bermaksud meninggalkanmu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar