Maret 1996,
Disore yang indah ini saat kerja usai Pengky sudah menunggu Lia di Kantin belakang yaitu Kantin bu Siti , kantin bu Siti ini dikenal dengan sambal blacannya yang sangat pedas dan sedap ini yang mebuat pengky selalu makan disini karena Pengky penggemar sambal, habis makan mereka nongkrong di samping ruang Genset sebab har ini Pengky masuk sore, Pengky coba memancing Lia, sebab selama ini Lia selalu menjaga jarak dari Pengky, mereka tak pernah punya kesempatan untuk ngobrol serius, namun sore ini Pengky sangat bersemangat, Lia melihat keseriusan dimata Pengky, lalu mulailah Pengky memasang strateginya dan bertanya pada Lia:
Pengky : Lia....Sekarang ini untuk kamu tau seandainya gue dapat pacar yang beragama Islam, gue si
ap masuk Islam.
Lia : Ha??? Lia terkejut dan berkata, apa?? tak salah dengar ni....betul kah??
Pengky : Betul! kapan Lia mau jadi pacarku? aku mau masuk Islam,
Lia : Alhamdulillah...( Lia tersenyum bahagia mendengar pengakuan Pengky),
Pengky : gimana?? diterima kagak??
Lia : kita lihat aja nanti,... sambil Lia tersenyum,
Pertemua yang singkat ini namun penuh arti, Lia pamit pada pengky untuk pulang ke kost Lia sebab Lia tak mau lama-lama berada didepan Pengky nanti sahabat Lia dirumah menunggu terlalu lama, denga hati berbunga-bunga Lia dayung sepeda sport untuk kembali ke rumah kost, sampai dikost, seperti biasanya Lia di Introgasi oleh sahabatnya
susanti : mengapa lambat balik? pasti jumpa si pengky itu kan?
Lia : ah enggak! mana ada...
Susanti : jawab aja lah iya,
Lia : Iya tadi saya jumpa dia, tapi kali ini beda ..
Susanti : apanya beda?
Lia : Dia bilang kalau saya mau terima dia menjadi pacarnya, dia siap untuk memeluk Islam.
Susanti : ellleehhh... itu mah hanya akal-akalan dia aja,
Lia : enggak kok dia ini serius..
susanti : ah itu tidak mungkin.. kamu hanya dibohongin ama Pengky
Lia : ah masak sih??
Susanti : iya.. lihat aja nanti... masak dia masuk Islam hanya karena seorang wanita?? inposible!!
Lia : ya bisa aja..(dengan penuh keyakinan Lia menjawab) namanya juga Cinta ..ya bisa donk!!
Susanti : tapi tetep aja saya tak yakin, itu hanya trik dia aja agar kamu mau. apaun yang Penky bilang
itu Bulsit!! kamu percaya sebab kamu sudah jatuh cinta padanya kan??
Lia : Bukan gitu! apa salahnya kalau Lia beri peluang untuk Pengky memeluk Islam. tak ada sa-
lahnya kan? mungkin dia sudah menyadari, mungkin Allah sudah memberi Hidayahnyapada
Pengky,
Susanti : tetep aja saya tak percaya..
Lia : ya udah!
Setelah Lia jawab sinis pada Sahabatnya itu ,lalu dengan emosinya Susanti menampar Lia sampai anting-anting Lia pun terlepas sangking kuatnya Susanti menampar Lia, dan Lia terkejut kok sahabatnya sampai menampar dia sedemikian rupa? Lia hanya bisa menahan tangis karena kesakitan, Lia malas membahas dan dia bawa tidur rasa sakit ini, sementara Susanti menonton TV sendirian, Lia ngak mau ribut, Lia tinggal tidur aja,
Hari demi hari berlalu ... Lia tetap pada pilihan Lia, namun sesekali Lia berfikir.. Mengapa sahabat Lia marah sedemikian rupa pada Lia? apakah dia tau sesuatu tentang Pengky yang dia rahasiakan? Oh my God.. Kasih sayang yang selama ini Lia beri pada dia sebab Lia sangat menjungjung tinggi nilai persahabatan, perhatian Lia selama ini sebab Lia sudah menganngap Susanti adalah saudara Lia, apalagi orang tua mereka sudah saling bersilaturrahmi walaupun tempat tinggal mereka berjauhan dan kebetulan nama orang tua kami berdua adalah sama yaitu Ali,
Namun Lia berpikir banyak, mana yang Lia pilih sebab bila Lia pilih Pengky, Susanti akan pergi meninggalkan Lia, Susanti akan pindah ke Jakarta lagi dan tidak mau berkawan lagi dengan Lia, Lia jadi sedih bingung...namun Lia harus memilih, sebab dulu pun saat di Kampus Lia berpacaran dengan Ari Iman Asmara pun dilarang ama Susanti alasannya Ari terlalu putih lah, tak sesuai dengan Lia lah,
Lia berdesis dalam hati "Mengapa sih?? setiap Lia mencintai seseorang ada saja halangannya? apakah Lia tidak berhak untuk mencintai??? waktu dekat dengan Lucky Candra cowok asal tegal Jawa barat itupun dia bilang ngak cocok sebab Lucky pendek, padahal mana ada pendek, Lucky itu juga Taruna tapi di AMI.. sampai Susanti dulu pindah kost sebab Lia dekat dengan Lucky, walau akhirnya Susanti mencari Lia lagi karena tak tahan bila jauh dengan Lia,
Setelah Lia tersadar dari lamunanya, Liapun bertekat akan tetap mempertahankan Pengky karena Lia merasa sudah jatuh Cinta pada Pengky dan Lia mersasa sangat sepadan dengan Pengky, walau Lia tau resiko atas keputusan Lia memilih Pengky. walau demikian Lia mencoba untuk memahami sahabatnya, secara diam diam Lia berjumpa Pengky hanya saat waktu istirahat siang aja jadi sore Lia tak akan balik lambat, dengan begitu sahabatnya tidak curiga padanya, Lia berbohong demi mempertahankan sahabatnya jangan sampai pergi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar