Hari-hari yang lia lalui di Karawang sangatlah menyenangkan semua orang ramah mesra dengan Lia, yang Lia heran para Staf -staf yang berpotensi di kawasan Perusahaan sangat perhatian pada Lia, sampai menantu Bigbos pun sangat baik pada Lia, setiap mereka pulang malam pasti membawakan sesuatu untuk Lia berupa makanan, yang lebih mengherankan lagi salah satu Mechanik namanya Boby berasal dari Malang Jawa Timur, Boby seorang pemuda yang taat pada ajaran Agama dia selalu cemburu bila lihat Lia dekat dengan Pengky , Herman dan yang lainnya, Lia tak menyangka sama sekali dalam diam Boby suka dengan Lia, sebelum ini Lia pikir Boby suka terhadap kawan Lia yaitu Susanti yang sering Lia bawa ke Mess Lia, sebab perasaan Lia terhadap Boby hanyalah teman biasa dan dia bukan type Lia,
Suatu sore Boby mengajak Lia jalan-jalan ke karawang, Dan usai makan mereka menuju salah satu Supermarket, Boby memilih banyak barang dan Boby juga meminta Lia untuk memilih barang-barang, ketika barang keperluan harian itu tercukupi dan Boby pun menuju Kasir, dan mereka balik ke Mess, sampai di Mess Boby menyerahkan semua belanjaan tadi untuk Lia, Lia sempat terperanjat (kaget) karena Lia pikir itu belanjaan milik Boby tapi kok diserahkan ke Lia,
Boby : Ni barang semua untuk kamu
Lia : apa? untuk saya?
Boby : iya untuk kamu,
Lia : saya tak butuh semua ini Bob, bukannya tadi untuk kamu?
Boby : ngak lah memang saya niatkan untuk kamu Lia,
Lia : MashaAllah, kalau tau tadi saya ngak mau ikiut ah
Boby : napa? ini semua memang aku hadiahkan untukmu Lia,
Lia : ok deh kalau kamu memaksa, ini aku ambil, terima kasih banyak dan selamat malam aja,
Boby : sama-sama, malam juga, kalau gitu saya balik ke Mess saya,
Lia : ok bye,
Setelah Boby pergi Lia pun menata barang -barang yang telah Boby belikan untuknya, sejak itu Lia jadi tertanya-tanya dalam hati "ini anak suka sama saya atau dengan kawan saya?"
Malampun sudah larut Lia merasa ngantuk karena letih berjalan-jalan,
Pagi-pagi Lia sudah bangun untuk sholat subuh lalu melanjutkan olah raga kegemaran Lia yaitu Badminton, Lia bermain dengan Big Bos Abdurahman, Bos Lia chines man, kalau di lapangan Lia tak perduli siapa lawannya, apakah dia Bos ke lia tetap bermain semaksimal mungkin dan Lia tak mau kalah, Karena kegemaran Lia itu membuat hari-hari Lia terasa happy walau sebenarnya Lia baru saja gagal dalam hubungan Cinta pertamanya, Lia sosok yang kuat , dia mampu menyembunyikan kesedihannya sebab Lia suka musik dan suka beberapa jenis olah raga jadi tak sulit bagi Lia untuk mendapatka kawan yang lebih banyak lagi, Lia jalani hidup ini dengan penuh kesabaran,
Tujuh bulan sudah Lia lalui bekerja di Karawang, Lia mendapat pengalaman banyak dari Patner kerja Lia yaitu PASPAMPRES, Mas Asrofi dan kawan-kawan tak pernah sombong dan selalu berbagi ilmu dan pengalaman mereka pada Lia, mereka bagaikan satu keluarga, Disini Lia mendapat dua keluarga angkat yang lainnya yaitu Pak Subandi dan Pak Untung kedua-duanya Purnawirawan ABRI , Pak Subandi yang tidak memiliki anak kandung sedangkan Pak Untung memiliki menantu yang berasal dari Suku yang sama dengan Lia, Pak Untung tinggal bersama mantunya di Asrama LANUD KUJANG 1 Karawang, Lia sering main kesini, Pertama kali Lia dikenalkan dengan Mantunya Pak Untung, Lia terkejut dan kagum sebab menatunya itu sangat gagah dan Tampan seperti bintang Hollywood berkulit putih dan bermata coklat, ketika Lia tau dia dari Aceh dan Lia pun tersenyum sambil bergumam dalam hati "pantesan.... dari Kuman Tanjung Pidie" Aceh gitu lho.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar