Pengky dan Lia sama-sama hobby menonton, Lia berkata pada Bobby jangan lupa ajak susanti untuk sama-sama pergi karena sebelum ini Lia selalu nonton bareng susanti di Karawang, namun sejak kejadian tadi malam Lia sudah segan untuk bicara dengan Susanti,
Mereka pergi mengendarai sepeda motor menuju Kota Malang, sebelum nonton mereka singgah ke Mall terlebih dahulu hanya untuk lihat-lihat, kata Bobby "Lia inilah yang dinamakan Parisnya Malang, Lia pun menganngguk sambil tersenyum dan bertanya lagi pada Bobby, kok bisa di panggil Paris? Bobby menjelaskan pada Lia penuh semangat, iya sebab lampu-lampu yang ada disini tampak seperti menara Pica, Lia menjawab dengan santai ooooo gitu toh...Lalu tiba -tiba Pengky membawa Lia ke toko untuk membeli cincin untuk Lia, Lia tertegun sejenak, kok sebelum ni Pengky ngak bilang apa-apa kok dah belikan aku cincin ? ini yang ada dalam pikiran Lia, Setelah Pengky menyarunggan cincin dijari manis Lia dan merekapun langsung menuju gedung Bioskop sebab Filem yang akan mereka tonton akan diputar 10 menit lagi, Bobby memantau lokasi parkir untuk keamanan sepeda motornya,
Lia tercengang saat melihat gedung Bioskop nya lalu bertanya pada Bobby.. biar bener ni Bob? ngak salah tempat kita ini? Bangunan nya kok kayak gini sih? ii kan bangunan tua peninggalan zaman Belanda?? Bobby menjawab sambil tertawa iya Lia inilah Bioskopnya,, ya udah kalau gitu kita masuk aja keburu diputar nanti seru Lia yuk! Mereka masuk kedalam Gedung dan Lia tercengang melihat didalamnya bangku-bangkunya masih terbuat dari kayu, Lia berbisik dalam hati wah ini bener-bener tempoe dulu banget, ah bodo amat yang penting malam ni kita nonton kata Lia lagi, Lia ingin menikmati malam yang sudah lama Lia nanti-nantikan,
Mereka ambil posisi di bangku barisan tengah, malam ni penontonnya sedikit mungkin sebab bukan malam minggu, Film pun mulai diputar film yang di perankan oleh cho yun fat bintang favoritnya Pengky, kalau Lia lebih suka nonton Bollywood dari pada mandarin tapi kali ini Lia ikut selera Pengky, lagi asyik-asyik nonton tiba-tiba bagian elakang Lia ada yang gigit, lia meraba-raba sambil mencari tau dan pengkypun merasakan yang sama, lalu Lia bertanya:
Lia : Ko, apaan ni? kok gstsl-gatal, apaan sih ?
Pengky ; ya ni.... koko di gigit, lia cari donk,
Lia mencari-cari akhirnya kepegang satu ngak taunya Kutu busuk,
Lia : Ya Allah hari gini kita nonton ditempat seperti ini?
Pengky : Lia sayang diam ah ngak enak didengar orang, kita tunggu aja ni tanggung,
Kulit Lia sudah merah-merah, apalagi Penky dia elergian jadi setiap gigitan langsung aja bengkak, tapi dia masih serius nonton, sampai film selesai semua orang keluar namun lia aja yang ngak tau pasti jalan ceritanya sebab asyik garuk-garuk aja, Ayo! kata pengky kita balik, mereka jalan ke parkiran dan menghamiri sepeda motor dan pengky meraba-raba kantong celananya mencoba mencari kunci dia pun memanggil Lia,
Pengky : Lia ....kunci motor mana?
Lia : kan sama koko tadi? coba koko cari lagi!
lalu Pengky meraba-raba lagi tetap tak dia jumpai dan terpaksa mereka masuk lagi kedalam gedung Bioskop untuk mencari kunci mana tau jatuh disana kata Pengky, namun tak dijumpai disana, bahkan tukang parkirpun ikut sibuk mencari, sedangkan Bobby dan Susanti tak mau tunggu mereka langsung pulang kerumah,
Lia : ya udah ko kalau tak jumpa kita buat duplikat aja,
pengky : ya udah kita buat tapi kitakan ngak tau disini dimana?
tukang : mas tidak apa biar saya yg pergi dan saya tau tempatnya,
parkir
Pengky : ya mas boeleh, ni uangnya , tolong mas ya kami tamu disini,
Tukang : ya ngak apa-apa kami mengerti,
parkir
lalu laki-laki tersebut pergi , ketika orang tersebut pergi, pengky pensaran dia raba lagi saku celananya itu, e e ngak tau ada didalam saku bagian kecil, Lia pun berceloteh, tadi kan Lia sudah bilang coba cari disaku kecil tapi koko jawab sudah, ketegangan mereka sejak tadi buyar mnhadi girang, mereka berdua tertawa, makanya ikuti kata hati Lia celetuk dan Lia memang suka menyindir, sekarang kunci sudah ada mari kita jalan-jalan, mereka sudah tak mau tunggu tukang parkir itu lagi walaupun mereka sudah membayar Rp.100.000 untuk sebuah kunci, tanpa membuang waktu lagi mereka pun meranjak pergi dan meniggalkan lokasi Gedung Bioskop yang unik itu, pengky melontarkan pertanyaan pada Lia, sayang kita pergi kemana lagi ni? Liapun menjawab dengan manja" terserah koko aja mau kemana Lia ikut aja,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar