Setelah menikmati indahnya sunset mereka kembali kerumah dan bersiap-siap untuk sholat Maqrib, usai sholat Munir memanggil Julia mau di ajak keluar keliling- keliling kota Belawan, jalan-jalan cari makan, Yang menjadi suasana Romantis juga menarik dan Aneh menurut Julia mereka perginya naik Becak yang Munir beli beberapa minggu yang lalu, dan Munir sendiri yang mendayung Becak tersebut dan Julia duduk manis bagaikan penumpang hehehe, Mereka berputar kesana-kemari akhirnya mereka temukan pedagang Kerang Rebus makana favorit Munir, Mereka mampir disini untuk menikmati Kerang Rebus yang bagi Julia ini pertama kali dia makan Kerang Rebus sebab biasanya Julia makan yang di masak Kari, Yang membuatkan Lia bahagia ini juga saat yang terindah buat mereka berdua karena sudah 5 tahun mereka menjalin asmara namun baru kali ini mereka melalui saat-saat bersama dengan tenang ,
Perutpun sudah kenyang mereka melanjutkan sesi nonton di Bioskop 21 yang ada di ota Belawan, mereka tak perduli itu Film apa yang akan di putar malam ini, yang penting mereka tak mau melewati moment seperti ini, Habis nonton barulah mereka shopping, Munir mengajak Julia masuk ke sebuah Toko Baju untuk Laki-laki, Julia pikir dia mau beli baju, ternnyata dia hanya ingin membelikan Julia baju kemeja dan Munir meminta Julia untuk memilih, Munir tau selera Julia ,Julia yang selalu pakai baju seperti laki-laki tak jadi masalah buat Munir, dan dilanjutkan masuk ke Toko Emas, Munir memilih Kalung dan Cincin untuk Julia sebagai rasa sayangnya pada Julia, Julia sangat kaget (terkejut) saat Munir membelikan 2 cincin untuknya, lalu Julia bertanya
Julia : abang mengapa abang belikan banyak-banyak?
Munir : Ini abang persiapkan untuk Mas kawin nantinya,
Julia : kalau begitu abang simpan aja dulu
Munir : ya tidak apa-apa pake aja sekarang,
Julia : ya udah kalau begitu,
Habis shopping mereka kembali kerumah sebab sudah larut malam yakni pukul 11;00pm.
Di perjalanan pulang sepanjang jalan mereka asyik ngobrol sambil tertawa sebab Julia tak habis pikir keliling dengan pacar kok naiknya Becak gitu, sejak dari tadi mereka berdua ngak sadar kalau di perhatiakan oleh banyak orang yang lagi nongkrong di sepanjanag jalan dan berkata " Kok bsa ya tukang Becak dan penumpang itu akrab banget, dan salah seorang dari mereka berteriak **hei abang Becak! kok Romantis banget kalian berdua?
Jarang-jarang lho ada tukang becak seperti ini, lalu Munirpun tersenyum lebar,Munirpun menjawab Wong ini pacar saya kok! orang-orang yang mendengar spontan menjawab Ooooo pantesannnnn (patutlah),
30 menit lamanya Munir mendayung Becaknya dari kota menuju rumah, sampai dirumah Munir menyerahkan Celana Jean streat hitam yang dia beli di malaysia, setelah itu mereka masuk ke kamar masin-masing tanpa menyentuh Julia Munirpun pergi ke kamarnya hanya mengucap selamat malam pada Julia, Disini juga Munir membuktikan bahwa dia sungguh-sungguh mencintai Julia dan menjaga Julia dengan baik karena dia telah berjanji sebelum ada ikatan sebagai suami istri dia tak akan menyentuh Julia dan itu dia buktikan dari awal lagi 5 tahun yang telah berlalu.
Azan subuh sudah berkumandang pertanda Julia harus bangun untuk tunaikan sholat subuh, sambil menunggu sinar surya menampakkan dirinya julia mandi bersiap diri kerena mau kembali ke kampung halaman membawa pulang kekasihnya itu agar bisa berkumpul dengan keluarganya kembali, Selesai sarapan pagi mereka pamitan pada ibu angkat Munir merekapun pergi ke Terminal Bus untuk menuju kota Medan dan akan di teruskan ke Aceh, disepanjang jalan Medan - Aceh mereka saling bercerita pengalaman masing-msing semenjak mereka terpisah, Lia berkata pada Munir, untuk abang tau sejak kepergian abang adek selalu ingin mendengarkan lagu dan menyanyikannya lagu Isabela dan Jangan pisahkan aku dan dia, banyak kepiluan dan kesedihan yang Lia alami semenjak abang pergi dengan laglagu itulah adek bisa terhibur untuk mengenang abang.
Disini di dalam Bus Pelangi yang sejuk dan diiringi musik romantic membuat suasana bertambah asyiik, Julia tidak membuang peluang yang indah ini untuk berkaroeke lagu "SEMALAM DI MALAYSIA" pas banget ini lagu karena Munirpun baru pulang dari Malaysia, semua memang serba kebetulan, lagu ini sangat berkesan sebab Julia mendendangkannya dengan penuh penghayatan sebab sang kekasih pujaan hati sudah kembali dan ada di sampingnya saat ini dan Munirpun sangat gembira dapat menikmati alunan suara merdu orang yang dia rindukan selama ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar