16
Munir mengajak Julia untuk jalan-jalan ke pantai untuk yang pertama kali, walau tak ada telephone untuk berkomunikasi tapi mereka berdua selalu punya kesempatan untuk berjumpa, Munir sudah bersiap dengan sepeda motor GL-PRO maklum saat ini lagi keren-kerennya naik motor ini, dari tempat Julia menuju Pantai itu hanya 30 menit jarak tempuh, setibanya di sini Pantai yang bersih pasirnya yang putih dan pohon-pohon cemara yang berdiri kokoh berjejeran di pantai ini membuat suasana sangat romantis,
Di sini Julia melihat begitu ramai masyarakat sedang menikmati panorama alam yang begitu indah, Munir dan Julia Duduk menghadap ke hamparan Lautan Luas sambil makan kacang rebus,
tiba-tiba ada tukang potret yang lagi keliling dan singgah menawarkan jasanya untuk memotret kami.
lalu kamipun di fhoto tak lama tukang fhoto menyerahkan hasil fhotonya ke mereka, setelah puas mereka bercerita selama 1 jam lala mereka kembali ke rumah masing-masing sebab kalu terlalu lama Lia pergi nanti orang tua Lia akan mencari-cari.
Munir mengabadikan fhoto mereka berdua dengan mencuci cetak sebesar 10R , Lia tak tau sebab diam-diam Munir memajang di Kamar tempat Munir bekerja,
Minggu depan datang donk ketempat saya ada hal yang mau saya bicarakan kata Munir kepada Lia, tapi Lia berusaha menolak karen takut ketahuan sama Bapak Lia bisa mampus di marahin, Tapi demi Cintanya Lia berusaha curi-curi waktu dari keluarga Julia.
Sepulang dari sekolah Julia langsung bersiap untuk menjumpai Munir di tempat tinggalnya sekaligus tempat dia Berniaga, Lia datang dan mengucapkan salam karena Munir sedang bersama Amri sedang menghitung berapa banyak Udang dan Ketam yang masuk hari ini,
Munir mempersilahkan Julia untuk masuk ke dalam kamar dia, Lia pikir untuk apa? kok sampai masuk kamar? Rupanya Munir hanya ingin menunjukkan Fhoto kenangan mereka yang di pantai dengan ukuran besar, Lia sempat tertegun melihatnya karena selama ini mereka tak pernah punya kesempatan untuk berfhoto bersama. Munir hanya meyuguhkan minuman sejuk sahaja dan Juliapun keluar dari kamar itu dan kembali pulang kerumah Julia menelusuri jalan di pinggir sawah.
Sampai di rumah Julia, Bapak sudah ada di rumah dan memarahi Julia sebab dia tau kalau Julia baru menjumpai Munir di tempat kerjanya,
Bapak : dari mana kamu?
Julia : dari rumah kawan pak
Bapak : bener dari rumah kawan?
JUlia : beneran pak, kami habis makan rujak,
Bapak: Tapi kok ada yang bilang kamu menjumpai Munir?
Julia : masak sih pak? ah itu fitnah pak.
Bapak: ya udah kalau bukan tapi awas kalau ketahuan jumpa dia kamu akan bapak kurung di rumah dan tak boleh pergi ke mana-mana lagi.
Julia pergi masuk kamar dan menangis meratapi nasib cintanya yang malang itu sambil mendengarkan lagu IKLIM berjudul SUCI DALAM DEBU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar