Mingu terakhir di bulan Oktober, Ari mengajak Lia ke Bandung ke rumah Famely dia, Disebabkan Ari sudah mengungkapkan rasa suka dia pada Julia dan tak ada alasan Julia untuk menolak ajakan Ari untuk silaturahmi kerumah famely dia yang ada di Bandung, Mereka bertolak dari Jakarta pukul 8:00 am dan selama 3 jam perjalanan merekapun sampai ke Bandung
Disini Lia merasa tubuhnya kedinginan, maklum aja Bandung adalah daerah yang terkenal dengan kesejukannya, Ari membawa Lia ke Apartemen Kakak sepupu dia, sampai disini Ari mengenalkan Lia pada mereka sebagai pacarnya, kakak sepupu Ari menyambut dengan gembira karena sudah lama juga Ari tak pernah datang, mereka menyambut Julia dengan berbagai hidangan masakan Sunda, karena mereka sampai Bandung tepat jam 12 siang jadi mereka langsung makan,
Saat dirumah kakak sepupu Ari banyak bercerita-cerita dengan sepupunya sedangkan Julia banyak terdiam karena malu, Lia hanya banyak menebar senyuman sahaja.
Keasyikan ngobrol akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 3:00pm, Julia bisik pada Ari untuk mintak izin kembali ke Jakarta, Aripun setuju tapi sebelum balik Jakarta Ari minta izin untuk mandi dulu, ketika Ari pergi ke kamar mandi, tiba-tiba Julia teringat sesuatu saat melihat Dompet Ari yang terletak di depan Julia, bergegas Julia ambil dan membukanya sebab JUlia penasaran mau lihat Identitas Ari sebenarnya dia kelahiran tahun berapa? karena sebelum ini Ari memperlihatkan Kartu Identitasnya itu sudah dibakar dengan rokok pas di tahunnya, Ari membuat kesan bahwa umur dia itu sama dengan Ari, betapa terkejutnya Julia saat melihat fhoto copy Kartu Identitas Ari bahwa dia lahir jauh lebih muda dari Julia Lia lahir 1971 sedangkan Ari 1976, Julia merasa dirinya di tipu, langsung Julia simpan kembali fhoto copy KTP nya tersebut, Ari sengaja lakukan itu biar Julia mau terima Cintanya, Usai dia mandi, Lia diam aja pura-pura tidak tau apa-apa, Sebab sejak Lia mengenal Ari, dia memang sangat perhatian pada Lia, dia romantis, tapi yang membuat Lia sedikit minder(segan) karena kulit Ari terlalu putih dan bersih sedangkan Julia berkulit Hitam,
Setelah bersiap merekapun pamit untuk kembali Ke Jakarta;
Ari : Teteh kami mau mohon pamit dulu.
Teteh: Kok buru-buru sih?
Ari : iya teh sebab besok kita ada Kuliah,
Teteh tunggu aja bentar lagi , baru juga datang, belum lagi habis rasa kangenya,
Ari : tak apa teh , lain kali aja sebab Julia tak boleh balik larut malam nanti apa kata kawan-kawannya,
Teteh : ya udah, Julia nanti kapan-kapan datang sini lagi ya,
Julia : iya teh, trimakasih banyak dah sambut kami dengan baik.
Teteh : ya sama-sama, teteh juka suka kalian dah mau sempatkan waktu berkunjung ke rumah teteh.
Julia : kami pamit dulu ya,
Teteh : ok lah kayak gitu, hati -hati di jalan , Ari tolong jaga Lia baik-baik ya!
Ari : iya teteh .
Mereka meninggalkan Apartement milik kakak sepupu Ari, Ari dan Julia berjalan kaki menuju Terminal Bus Bandung, Sampai Terminal kebetulan ada Bus yang langsung mau berangkat jadi tak kemalaman nanti sampai di Jakarta, Disepanjang perjalanan Lia melihat pemandangan yang begitu indah karena jalan yang mereka lalui adalah jalan perbukitan yang penuh likuk-likuknya, karena cuaca sangat dingin yang membuat Lia tak tahan , namun Ari tau hal ini jadi Ari memegang erat-erat tangan Julia untuk memberi kehagatan karen Julia belum terbiasa dengan suasana pegunungan yang dinginnya luar biasa, Lia asyik lihat para petani Teh sedang memetik daun teh yang tumbuh subur dan hijau ,
Ari : Gimana Lia ? kamu senangkan Ari ajak jalan-jalan?
Julia :Ya boleh lah...Lumayan! trimakasih ya sudah mau bawa Lia jalan-jalan juga mau kenalkan Lia dengan famely kamu,
Ari : Ya nanti kapan-kapan Ari bawa Julia ke rumah Bokap Ari di Cibubur,
Julia : ok, lalu Lia termenung sejenak dan berfikir dalam hatinya, Wah gawat ni! kalau Jumpa Bokapnya takut mereka tak mau terima Lia gimana donk?
Jam sudah menunjukkan pukul 7:10 pm mereka sampai di Jakarta dalam keadaan selamat, Kawan-kawan di Mess seakan cuek terhadap Julia sebab Julia pergi berduaan dengan Ari, Julia pun cuek juga, dalam hati Julia biarin aja mereka cuekin Julia, memangnya Julia pergi berduaan untuk buat hal yang tak baik apa? itu yang ada dalam hati Julia, selagi Lia boleh jaga diri Lia tak perduli apa kata orang-orang, Setelah Arihantar Julia ke Mess dan Aripun kembali ke rumah Kost-kosan dia yang di Komplek Marinir di Kelapa Gading, Sejak itu Ari memberi perhatian lebih pada Julia, Ari banyak mengajari Julia tentang Pelajaran tentang Ilmu Pelayaran yang dia tau, Dan Ari membelikan Buku-buku Panduan Pelajaran untuk Julia, Lengkaplah semua yang Lia mau,
Dikampus Lia tampil sebagai Komandan Kelas (DANLAS) sosok Julia yang tegas dan disiplin juga ramah, Julia tak pernah takut pada siapapun kecuali pada ALLAH A'ZZA WAJJALA, Manusia di mata Julia sama saja hanya perbedaan status sosial nya aja, Lia hanya Segan atau hormat pada orang yang Alim dan tau tentang Agama, kalau di Kampus seperti Kak Santoso, Ridwan Arafah, Kak Rahmad dan beberapa orang lainnya, Walau Julia kini hidup jauh dari orangtua dan di kota Metropolitan yang penuh dengan Gemerlapnya dan kebebasan namun Julia belum terpengaruh dengan semua yang ada di di Kota ini, Julia masih seperti yang dulu, Julia yang Tomboy tapi masih tau melakukan kewajiban sebagai Hamba Allah,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar