Minggu, 08 Maret 2015

Ritual

25
            Dari celah dinding kamar terlihat cahaya Matahari telah memancarkan sinarnya pertanda hari sudah pagi, Julia bangun dan seseorang datang menghampiri Julia dan berbisik di telinga Julia, dia membawa pesan dari keluarga bang Munir, Orang tua bang Munir meminta Lia untuk datang ke rumahnya hari ini, ditunggu !! dengan penuh harapan mereka menunggu Lia, setelah Julia mendengar berita itu, Lia tak buang waktu lagi bergegas mandi untuk siap-siap mau datang ke rumah wak mah ibunda Munir,
            Setibanya Julia di rumah Wak Mah , lia melihat banyak orang berada di sana, salah satunya ialah Teh nah yang sangat sayang pada Julia, disini Julia disambut dengan sangat baik tak ubahnya laksana menanti kedatangan seorang Menantu, Juliapun duduk bersila dan menatap benda yang ada di dalam talam di hadapan Julia, lalu Lia bertanya pada ibunda Munir'
Julia  : apa ini?
Wak Mah : oo ini sedikit pulut kuning
Julia         : untuk apa ya?
            Wak Mah mejawab dengan linangan air mata, wanita separuh baya ini sedang menahan rasa sakit hati karena suaminya kawin lagi, Tapi apapun Julia juga sayang ke Ayah Him walau dia mendua  ayah Him pun syang pada Julia, Lia sudah begitu akrab denga ayah Him, Teh Nah yang dari tadi menunggu dan berkata "Mari kita lanjutkan acaranya, Julia kamu harus duduk di sini dekat Munir, Munir dan Julia duduk berdampinga dengan menghadap talam yang isinya pulut kuning dan tepung tawar juga beras padi, Untuk acara Ritual yang di khususkan untuk pasangan sijoli yang telah lama terpisah dan kini kembali dalam keadaan Selamat tak kurang suatu apapun,
             Acarapun dimulai dengan di awali oleh Teh Nah sendiri, Teh nah pun menyirami Julia dan sambil membacakan do'a semoga semuanya berkah, kemudia tangan mereka di telakkan di atas paha masing-masing dan ditelentangkan agar mendapat air tepung tawar (peusijuk) Teh Nah pun memberi Amplop nntuk Julia dan mendoakan Munir dan Julia dan memberi restu dan dilanjutkan oleh Ibunda Munir untuk  Peusijuk, semua saudara yang hadir memberikan perhatian yang sama dan mengucapkan SELAMAT pada mereka berdua, Setelah acara Ritual , Julia langsung pamit pulan , dia takut orang tua Julia mencari-cari kemana menghilang sedari pagi, Lia tak mau orang tua Julia tau Julia baru dari mana,
             Dirumah Julia jadi senyum-senyum sendiri pertanda dia sangat bahagia sebab sudah di sambut baik-baik oleh orang tuanya Munir, 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEMBALINYA ASMARAKU YANG HILANG 2

       Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam k...