Julia mau memenuhi persyaratan yang orang tua Julia inginkan, karena kalau Lia bertahan di kampungpun tetap aja hubungan mereka tak akan direstui sampai kapanpun, Lia berpikir lebih baik Julia belajar dan menjadi orang sukses sampai orang tua bangga baru nantinya Julia akan menikah dengan Munir, pasti nanti orang tua Julia akan merestui, itu yang ada dalam pikiran Julia "Mengalah untuk menang"
Setelah sepakat dengan orang tua Julia malam ini , Lia merasa gelisah tak menentu karena harus berpisah jauh dengan kekasihnya namun demi masa depan Julia harus berusaha agar akan lebih baik nantinya, Pagi-pagi Julia sudah bersiap-siap mengerjakan apa yang patut Lia persiapkan untuk keberangkatan Lia nantinya, Sore hari Julia menemui Julia di rumah salah satu famely Julia yang berhampiran tempatnya dengan Gudang Munir bekerja sebab Munir tidak lagi berniaga di Alue Lhok, dia memiih kembali di kampung halaman, Mereka berdua membincangkan masalah keputusan yang sudah Julia ambil demi masa depan Julia dan Julia menjelaskan semua tujuan Lia untuk pergi belajar sampai jauh ke Kota Metropolitan, satu jam saja mereka berjumpa setelah puas Julia bercerita dan akhirnya Munir mengerti dan merelakan kepergian Julia demi Cita dan Cintanya. Julia kembali kerumah dengan perasaan lega karena sudah berjumpa Munir,
11 Agustus 1993
Kota Raja (BANDA ACEH)
55 orang putra dan putri dari berbagai daerah telah berkumpul di tempat yang ditentukan oleh ibu Syarifah untuk bergerak menuju JAKARTA dengan Bus Pelangi, Mereka adalah calon Taruna-taruni yang akan menempuh pendidikan di AKADEMI MARITIM NASIONA JAKARTA RAYA (Aman Jaya), 4 Jam perjalan dari Banda sampailah di Kota Matang, disini ada seorang calon Taruna yang handsome betubuh kekar tinggi dan berkulit putih tak ubahnya seperti actor Hollywood memang keren, setelah Ari naik bus ,Ibu syarifah memberi pengumuman bahwa 2 jam lagi kita akan singgah di Simpul karean ada 1 orang lagi calon Taruni yang menunggu di sana, Dia cantik dan sangat berani orangnya, lalu semua seisi bus jadi penasaran, memang ibu Syarifah ini sangat suka menyanjung orang-orang,
jam sudah menunjukkan pukul 08;00pm menunggu di Simpang jalan dengan cemas, kekasihnyapun tak boleh menghantar Julia untuk mengucapkan selamat Jalan, Munir hanya mampu melihat dari kejauhan, tak lama kemudian muncul Bus Pelangi dari arah barat, dari kegelapan malam Bus pun berhenti tepat didepan Julia, Ibnu Fahlevipun turun dari Bus, dia putra ibi Syarifah,
Ibnu : Kak ayo naik, kita mau berangkat,
Julia : semua naik ini?
Ibnu : iya kak ini Bus Rombongan yang mau ikut pendidikan di sana,
Julia bersalaman dengan Bapaknya dan langsung naik kedalam bus tersebut, Julia masuk dan hanya sempat bilng Hai saja dengan ssemua kawan-kawan yang dad dalam bus karena gelap, Buk Syarifah menyuruh Julia duduk di samping Ari, cowok keren yang berasal dari Matang, dan Julia hanya berkenalan dengan Ari sahaja, suasana malam di Bus Pelangi. penumpangnya hanya 7 orang perempuan dan yang lainnya laki-laki, karen Julia peserta terakhir yang naik jadi Julia tak berani banyak cakap sebab belum tau siapa mereka-mereka semua, yang ada dalam hati Julia pasti mereka semua ini adalah orang-orang kaya sebab tak mungkin bisa belajar ke Jakarta kalau orang tua nya tidak punya kemampuan, Julia merasa minder sebab Julia merasa dia orang yang paling miskin diantara kawan-kawan semua, dan Julia lihatpun cewek-cewek yang lain pada sombong, tapi tak da pengaruhnya bagi Lia soal mereka mau dekat Julia atau tidak sebab Julia lebih selesa dan asyik bila berkawan dengan teman laki-laki tak terlalu banyak tingkah,
Perjalan dari Banda Aceh menuju Ibu kota Negara republik Indonesia itu sangatlah jauh, bisa memakan waktu 3 hari 3 malam dan beberapa kali bus harus berhenti disetiap waktu sholat tiba, setelah menempuh perjalanan yang panjang selama 3 hari merekapun tiba di jakarta dalam keadaan selamat pada hari Sabtu 14 Agustus
JAKARTA sebuah kota besar ibu kota Negara RI.
Rombongan di bawa ke Wisma Haji Cempaka Putih Jakarta Pusat, Mereka istirahat disini untuk beberapa hari sebelum mendapatkan Asrama atau rumah tinggal, Mereka punya waktu dua hari untuk istirahat di PHI (Penginapan Haji Indonesia)
Senin pagi rombongan di berangkatkan ke Kampus AMAN JAYA yang berlokasi di Komplek Angkatan laut ,Kelapa Gading, tak jauh dari Wisma hanya 15 menit sampai, Rombongan datang ke kampus untuk pengenalan dan disambut meriah oleh Kepala Yayasan dan senior-senior, setelah dapat pengarahan dan kata sambutan dari Yayasan mereka kembali ke Wisma haji, mereka hanya menginap di Wisma ini 4 malam sahaja dan kemudia mereka pindah ke Asrama yakni Rumah yang sudah disewakan oleh ibu Syarifah.
yang putri ditempatkan satu rumah karean hanya 7 orang sahaja, sedangkan yang putra ditempatkan di rumah induk 35 orang dan 15 orang di rumah yang berdampingan dengan anak putri, Mereka tinggal disini sama-sama bagaikan satu keluarga besar, karena Julia merasa dirinya paling besar dan ibu Syarifahpun mempercayakan pada Julia untuk mengurus makanan untuk teman-teman semua.
Julia tak perduli biarpun capek sedikit tapi Julia bangga dan senang dapat melayani kawan-kawan semua, mereka makan seadanya tapi mereka bahagia,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar