Memantapkan hati jika keraguan itu hadir. Dan teguhkan pada pilihan mengikut kata hati
Minggu, 30 Juni 2019
KELAK KAU AKAN TAU ANAKKU
UNTUK ANAKKU
Selamat Mondok Nak....!
Demi Allah, bukan Kami benci hingga membuangmu jauh ke Pesantren. Bukan kami tak cinta wahai anak2 kesayanganku. Kami bahagia melihat tangismu hari ini saat kami tinggal pulang. Kelak suatu saat kau kan merindukan tangis perpisahan itu....
Selamat berjuang, Nak ! Nanti juga kau kan paham mengapa kami titipkan engkau di pesantren. Maafkan kami tidak bisa seperti orang tua lain. Memberimu segudang fasilitas dan kemewahan. Maafkan kami hanya bisa memberikanmu fasilitas akhirat.....
Jadilah pembela Bapak dan Ibu di hari pengadilan Alloh kelak. Dengan menjadi #santri kami harap engkaulah yang mengimami sholat jenazah kami nanti, menggotong keranda kami, memandikan diri kami, membungkus kain kafan kami, Tak perlu kami memanggil #ustadz-ustadz untuk mendoakan....
Bukankah nanti saat kami berbaring di ruang tengah dengan kaku. Ada anakku di samping kepalaku. . Itulah hari terbahagia kami nanti menjadi orang tua, Nak. Jenazah kami teriring Doa anak-anak kami sendiri...
Bukankah junjungan kita Baginda Nabi ﷺ pernah berkata, saat kita semua mati semua amal akan terputus kecuali tiga perkara. Do'amu lah salah satunya.
Laa takhof wa laa tahzan anakku
Di pesantren sangat mengasyikkan. Temanmu teramat banyak seperti keluarga sendiri. Pengalamanmu akan luas. Jiwamu kan tegar. Kesabaranmu kan gigih. Kami hanya ingin kau bisa mendoakan kami sepanjang waktumu. Menyayangi kami dihari tua kami nanti. Selayaknya kami sayangi engkau dihari kecilmu. Kami tak ingin nanti ketika jenazah kami belum dikuburkan. Namun kau dan adikmu sudah menghitung-hitung harta, hingga permusuhan pun terjadi.
Selamat berjuang, Nak ! Dengarkan ustadz dan semua gurumu, muliakan mereka. Seperti kau muliakan Bapak Ibumu. Beliau-beliau adalah pengganti Bapak Ibumu di rumah.
Selamat berproses, Nak !..
Berbahagialah, Nak... !
Tersenyumlah, Nak..!
Kelak kau kan paham maksud Kami.....
Semoga anak2 kita yg sedang nyantri makin krasan dan semangat terus di pesantrennya..
Yang anaknya belum nyantri, ayo masukkan ke pesantren.." banyak pelajaran kehidupan yang hanya diperoleh di pesantren dan tidak ada di jalur sekolah formal.
Ingat :
MONDOK itu KEREN
Dan lebih keren lagi, orang tua yang mengirimkan anaknya ke Pondok Pesantren
Susah sekarang senang kemudian nak
Mama slalu merindukanmu
Do'a mama slalu bersamamu
😘😘😘😍😍
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
KEMBALINYA ASMARAKU YANG HILANG 2
Pertama kali Julia menginjakkan kakinya Kembali di Bumi Aceh seakan bagai dalam mimpi karena kepulangan secara tiba-tiba dan dalam k...
-
4 Juli 1995 , Lia mempersiapkan dirinya dan pakaiannya untuk berangkat ke Karawang, Lia di jemput oleh Polisi Militer ( PM) PASPAM...
-
S eminggu kemudia soleh menghampiri Lia di Kampus dan bertanya pada Lia, Soleh : Lia boleh ngak kalau malam minggu saya main...
-
Asmara sosok cowok cold dimasa mudanya, awal kisahnya Asmara sekolah di salah satu Sekolah Pelayaran di Jakarta. Dan melanjutkan Kuliahn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar